BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
54


__ADS_3

Mendengar perkataan Ibu Bella membuat Ibu Ernest kurang nyaman apalagi maksudnya bukan seperti itu "begini saja mengenai hubungan Ernest dan Bella aku tak mau ikut campur itu terserah Ernest Apakah dia menganggap bela sebagai adiknya atau menganggap Bella sebagai wanita yang dia sukai Aku hanya akan merestui hubungan mereka jika memang Ernest merasa itu hal yang tepat." ucap Ibu ernes panjang lebar berbicara


"Bagaimana dengan putriku kau tahu kan selama ini hanya Ernest pria yang dia cintai dan selama ini Ernest juga merespon setiap apa yang selalu dilakukan oleh Bella kepadanya." ucap Ibu Bella


"Bukannya mereka hanya makan malam bersama beberapa kali dan Ernest sering memberikan hadiah karena Bella ulang tahun dan membantu Bella itu saja tak lebih dari itu bahkan memegang tangan bella saja Ernest tak pernah jadi Apa maksudmu dengan Bagaimana dengan putrimu masalah perasaan aku tidak bisa memaksakan kehendakku itu urusan pribadi Ernest sendiri." ucap ibu Ernest tegas


Ibu Bella sedikit kecewa dengan tanggapan Ibu Ernest Dia pikir ibu Ernest akan merespon baik niatannya aplagi keluarga mereka telah lama bersahabat dan mereka sama-sama dari keluarga terpandang, "kupikir kau akan merespon baik dengan niatku ini agar persahabatan keluarga kita bisa menjadikan menjadi keluarga bukan hanya sahabat tapi ternyata aku salah." ucap Ibu Bella lalu pergi begitu saja dari kediaman Ernest


Ibu Ernest hanya menggeleng kepala melihat kepergian Ibu Bella ternyata sifat buruk Bella berasal dari ibunya Untung saja dia tak sempat mengutarakan niatnya untuk menjodohkan Bella dan Ernest saat kecil kalau samapi itu terjadi kasian putranya


Sementara itu Ibu Bella yang baru saja tiba di rumahnya Langsung melempar tasnya "dasar keluarga tidak tahu diri syukur-syukur aku mau menerima putranya apalagi melihat kelakuan ayahnya yang suka main perempuan itu pasti akan menurun padanya." ucap Ibu Bella dengan kesal


Sementara itu di perusahaan milik etnis tampak Ernest sedang bekerja ponselnya berdering mengalihkan perhatian etnis tampak tertera nama ayahnya dengan senyuman manis Ernest langsung mengangkat panggilan telepon tersebut halo "ada apa sayang Apa kau menghubungiku karena rindu padaku atau kau mengingat diriku karena kejadian semalam saat kita melakukan adegan pana." ucap Ernest yang tidak tahu bahwa ayana menggunakan spiker saat menelpon membuat ibu dan juga teman-temannya langsung tertawa terbahak-bahak sontak saja Ernest sangat terkejut sedangkan ayana langsung mematikan panggilan tersebut


"Astaga aku tak menyangka ternyata menantuku selucu itu padahal aku pikir dengan wajah seperti kanebo kering itu dia tak bisa berbicara manis." ucap ayana membuta Ayana semakin malu, dengan cepat Ayana bangkit dan masuk ke kamarnya karena merasa malu

__ADS_1


Sementara Ernest nampak tertawa saat mengetahui hal itu, "dia pasti akan semakin malu tapi kenapa dia menghubungi ku." ucap Ernest sambil kembali menghubungi Ayana


Sementara Ayana yang memegang ponselnya terlihat kesal lalu mengakat panggilan tersebut "kakak ini bikin malu Ayana saja." ucap ayana


"Astaga sayang maafkan kakak, tadi kakak pikir Ayana di kamar dan telepon tidak Ayana spiker." ucap Ernest jujur


"Ayana kan jadi malu sama mama kalau Lisa dan Dita tidak terlalu karena mereka sudah tau." ucap ayana keceplosan, " kau menceritakan semuanya pada Lisa dan Dita." tanya Ernest


"Aduh kan keceplosan, Sudahlah kakak ayana ingin ijin pengen makan jajanan di pinggir jalan bareng Lisa dan Dita." ucap Ayana


"Tapi sayang jajanan di pinggir jalan kurang higienis apalagi saat ini kau sedang hamil Apa tidak sebaiknya kau memilih jajanan gigi sebuah restoran." tanya Ernest


"Baiklah sayang kalau itu memang keinginanmu aku tahu itu keinginan anak-anak kita Jam berapa kau akan keluar siapa tahu saja aku bisa singgah di sana saat aku keluar sebentar bersama Ramon." tanya Ernest


"Setelah Lisa dan Dita makan kami akan langsung pergi di pusat jajanan kota." ucap ayanan

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti tolong kau pakai jaket saat keluar ucap Ernest, " baik aku mengerti." ucap Ayana lalu mematikan sambungan telepon miliknya lalu duduk di ranjang sambil menunggu Lisa dan Dita


Sementara itu Malik yang sudah selesai berpakaian langsung keluar dari hotel menggunakan mobil yang dia sewa tanpa diketahui oleh lia, Malik mengemudikan mobilnya menuju ke kediaman Ayana sesuai dengan informasi dari bawahannya selama ini mengawasi Ayana bahwa Ayana masih berada di rumahnya bersama dua orang temannya yang biasa jalan bersamanya


Sementara Lia yang berada di kamar hotel tampak sedang bersiap-siap untuk pergi ke kamar Malik Dia akan memberikan kejutan kepada Malik yang sudah berada di depan pintu kamar Malik beliau tersebut beberapa kali tapi tak ada respon apapun membuat dia menjadi bingung asalnya jika Malik keluar dia pasti akan memberitahu dia Lia lantas kembali ke kamarnya lalu menghubungi ponsel Malik tapi tak diangkat oleh Malik


"Apa jangan-jangan dia keluar untuk mencari Ayana dasar wanita penggoda kenapa dia harus menggoda Malik." ucap Lia tak tau diri setelah mengganti bajunya lia lalu keluar dari kamarnya menuju sebuah mobil lalu pergi entah ke mana


Bawahan Ramon yang disuruh disuruh oleh Ernest untuk mengawasi ayahnya dari jauh melihat mobil Malik dan orang yang biasa berada di sekitar Ayana selama ini orang suruhan Ramon berpikir bahwa pria itu adalah orang yang menjaga ayana Atas perintah orang tuanya Tapi ternyata dia salah ternyata ada orang lain yang juga selalu mengawasi Ayana, melihat pria tersebut dan Malik bertemu di dalam mobil pria tersebut langsung mengambil gambar kemudian mengirimkannya pada Ramon


"Ramon tampak terkejut melihat gambar tersebut siapa pria ini kenapa dia selalu menyuruh orang mengikuti Ayana, "apa sebaiknya aku harus melaporkan hal ini kepada Tuan Ernest jika sampai pria ini menginginkan nyonya Ayana itu akan sangat merepotkan." ucap Ramon


Setelah berbicara dengan Malik pria tersebut langsung pergi begitu saja meninggalkan Malik di dalam mobilnya tak berselang lama tampak mobil yang ditumpaki Ayana dan teman-temannya keluar melihat hal tersebut Malik tersenyum sumringah, dengan jarak aman Malik mengikuti mobil tersebut sementara bawahan Ramon langsung melaporkan hal tersebut kepada Ramon


Ramon bergegas ke ruangan Ernest setelah mengetuk pintu Rahman lalu masuk tampak Ernest sedang mengerjakan beberapa laporan dengan serius tanpa mempedulikan Ramon yang masuk "Tuan sebaiknya kita menyusul nyonya Ayana." ucap Ramon

__ADS_1


"Ada apa memangnya dengan istri ku bukannya dia sedang pergi bersama sahabatnya untuk beli jajanan." ucap santai Erenst.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2