
Tampak mobil yang ditumpangi oleh Ayana dan teman-teman yang sudah sampai di tempat jajanan pinggir jalan yang berada di taman kota begitu mobil di parkir dengan sempurna Ayana langsung turun ikuti Lisa dan Dita begitu melihat makanan yang ingin dia makan ayahnya langsung membeli satu persatu makanan yang ingin dia cicipi tanpa mempedulikan Lisa dan Dita yang mengikutinya
Ernest di perusahaan tampak bingung mendengar perkataan Ramon "Sebenarnya ada apa coba kau jelaskan." ucap Ernest
"Maaf Tuan ternyata pria yang selama ini mengikuti Nona yang orang suruhan kita pikir adalah orang suruhan dari keluarga nyonya ternyata itu adalah orang suruhan dari orang lain dan tadi orang yang mengikuti nyonya melihat orang tersebut bertemu dengan seorang pria yang menggunakan sebuah mobil mewah setelah berbicara dengan pria tersebut pria yang selama ini mengikuti nyonya langsung pergi begitu saja sedangkan pria tersebut mengawasi rumah kediaman keluarganya nyonya Ayana begitu melihat mobilnya nyonya keluar dari rumah dia langsung mengikuti mobil tersebut." ucap Ramon
"Cari tahu identitas pria itu aku ingin identitasnya segera masuk ke emailku Kenapa kau tidak mengatakan Ini dari tadi ayo cepat kita susul istriku." ucap Ernest, berjalan keluar tanpa mempedulikan sekertaris barunya yang menatapnya dengan kagum
Sementara Malik yang melihat Ayana dari jauh langsung tersenyum melihat ayahnya yang seperti anak kecil memberi beberapa makanan ringan bahkan setiap jajan yang dilewati dia pasti akan membelinya "Dia sangat manis seperti anak kecil aku sungguh ingin memeluk dan menciumnya Aku akan segera menjadikan dia istriku." ucap Malik
__ADS_1
Sementara Lia yang berada di dalam mobil tak jau dari mobil milik Malik tampak melihat ke arah Ayana dan sahabat-sahabatnya "jadi itu pelacur kecilnya apa sih yang membuat malik tertarik dengan anak bau kencur seperti itu, body bisa saja wajah pun standar." ucap Lia Ternyata selama ini memasang sesuatu di jam tangan milik Malik yang membuatnya bisa mengetahui keberadaan Malik
Malik sangat bahagia melihat Ayana tapi saat dia melihat kaca spion dia melihat mobil milik Lia yang kemari mereka gunakan saat ke hotel, Malik sangat kesal, Malik langsung keluar dari mobil membuat Lia sangat terkejut dia tak menyadari saat Malik keluar dari mobil miliknya, Lia menyadari keberadaan Malik saat Malik tepat di pintu samping mobilnya, Malik langsung masuk ke dalam mobil
Sementara Ernest yang sudah berada di tempat tersebut tampak melihat apa yang di lakukan Malik "jemput saja istriku langsung, aku akan pulang bersamanya." ucap Ernest
Ramon lalu melajukan mobilnya tepat di tempat Ayana dan yang lain makan Ramon menghentikan kendaraannya lalu membuka pintu belakang tampak Ernest memanggil Ayana masuk ke dalam, sambil tersenyum pada Lisa dan Dita memberi kode dia akan pulang terlebih dahulu dengan Ayana, Ayana hanya mengaguk apalagi dia sudah puas makan dan berbelanja membuat Ramon harus membuka bagasi, Ayana tampak masuk ke dalam mobil lalu duduk di sebelah Ernest setelah masuk Ramon langsung menutup pintu
"Sedang apa kau di sini dan bagaimana bisa kau tau aku berada di sini." tanya Malik sambil memandang tajam ke arah Lia
__ADS_1
"Aku tidak tau jika kau di sini aku hanya ingin membeli jajanan jadi aku berniat berhenti tapi sat aku tanpa sengaja melihat mu aku pun berhenti tak jauh darimu." ucap Lia bohong
"Jika kau ingin berbelanja seharusnya kau memarkirkan kendaraan mu di sekitar tempat jajanan yang sudah ada lahan parkirnya." ucap Malik
"Aku tadi ingin ke sana tapi karena melihat mu aku jadi penasaran apa yang Sedang kau lakukan di sini jadi aku berhenti tak jauh dari mobilmu." ucap Lia mencari alasan
"Entahlah Lia Aku tak tahu harus percaya atau tidak lagi padamu sebaiknya kau kembali di hotel setelah kau belanja apa yang kau inginkan." ucap Malik lalu keluar dari mobil dia menuju mobilnya saat sudah sampai di dalam mobil Malik tampak memperbaiki duduknya lalu melihat ke arah di mana tadi ayana dan teman-teman yang berada Tapi tak ada ayana atupun teman-temannya
"Kemana Ayana pergi semua ini karena Lia dasar gadis bodoh dia selalu membuat aku gagal bertemu dengan Ayana." ucap Malik lalu melajukan mobilnya
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
maafkan Arturo nulisnya kadang hanya beberapa bab dan kadan nulis kadang tidak maklum Arturo lagi sakit tapi selalu aku usahakan up