
sementara Lia yang tak mengetahui apapun sedang asyik berbelanja pakaian dan berbagai macam perhiasan dia sangat bahagia karena akan makan malam bersama Malik
tampak Malik sudah berada di kediaman pribadi miliknya Setelah membersihkan orang-orang Lia, Malik tampak duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Lia
sementara Ayana Lisa dan Dita yang baru saja turun dari kampus tampak dikejutkan dengan keberadaan Dinda di hadapan mereka
"aku peringatkan kau untuk terakhir kalinya Jangan pernah mencoba untuk menggoda Rendy atau kau akan tahu akibatnya." ucap Dinda, setelah berkata seperti itu Dinda langsung pergi begitu saja sontak saja hal tersebut membuat Ayana, lisa dan Dita sangat terkejut "Ada apa dengan perempuan itu memangnya siapa yang menggoda Rendy." tanya dita
Ayana menghembuskan nafas yang kasar lalu menatap kedua sahabatnya aku bingung apa yang merasuki pikiran wanita tersebut dia mengatakan bahwa aku menggoda Rendy padahal selama ini Rendy lah menggodaku entah dia mendengar dari mana perkataan tentang aku menggoda Rendy." ucap Ayana
"dasar perempuan gila itulah kalau cinta buta terlalu berpikir bahwa orang yang dicintai benar sedangkan orang lain salah." ucap Dita
"sebaiknya kau berhati-hati dengan kak Dinda dia sepertinya cukup berbahaya sebagai wanita yang mencintai seorang pria begitu dalam kadang otaknya tak pernah dipakai dengan baik bisa saja dia mencelakaimu hanya gara-gara Rendy." ucap Lisa
"itulah yang tadi pagi kak ernes bicarakan denganku dia khawatir jika sampai kak Dinda melakukan sesuatu yang tidak baik padaku tapi aku akan berusaha untuk menjaga diri." ucap ayana
Sementara itu di perusahaan tampak Ernest yang sedang duduk di kursi kebesarannya Tak berselang lama masuk Ramon "Ada apa Tuan memanggil saya." tanya Ramon
"tambah orang yang menjaga istriku aku ingin seseorang yang selalu berada di dekat istriku untuk beberapa bulan ini." ucap Ernest, "aku mengerti." ucap Ramon
__ADS_1
sementara Linda yang telah kembali ke kota C sedang mencari tahu tentang Ayana,Lisa dan Dita karena dia tidak tahu wanita mana yang merupakan teman dekat Ernest atau saudaranya, Linda melihat data-data tersebut tapi tak ada yang mencurigakan ketiga anak tersebut merupakan anak orang berada dan mereka adalah pelajar tak pernah terlibat sesuatu
"apakah mungkin para gadis-gadis itu adik teman Ernest ya mungkin saja itu benar untuk apa juga Aku mencari tahu tentang hal tersebut yang sudah jelas tak mungkin mendekati seseorang anak kuliahan." ucap Linda penuh percaya diri
Tara Lia yang sudah berbelanja, langsung keluar dari butik dan masuk ke dalam mobilnya mobil Lia melaju menuju ke kediaman Malik tampak penjaga langsung membuka gerbang lihat tidak menyadari bahwa orang-orang yang dia tempatkan sudah berganti dengan santai dia masuk ke pekarangan rumah lalu memarkir mobilnya dengan sempurna lihat keluar begitu saja tanpa melihat sekelilingnya tampak Lia masuk ke rumah dengan belanjaannya lihat tersenyum begitu melihat Malik yang duduk di sofa ruang tamu
"halo sayang apakah kau menungguku." ucap Lia dengan penuh percaya diri berjalan mendekati Malik Tapi saat melihat raut wajah Malik yang tidak bersahabat membuat Lia tampak terdiam sejenak
"Ya tentu saja aku menunggumu Lia." ucap Malik membuat dia tampak pucat karena saat ingatan Malik hilang dia tak pernah memanggil Lia dengan gaya bicara seperti itu hanya Malik yang memiliki ingatan biasa berkata seperti itu
"kau sudah sembuh kau sudah mengingat segalanya." tanya Lia, perasaan bercampur aduk
"Malik aku mohon dengarkan aku aku tak berniat melakukan hal tersebut aku hanya begitu mencintaimu Aku mohon malu ampunilah nyawaku." ucap Lia,
"apa mengampunimu kau hampir membuat aku mati dengan merusak rem mobil yang kita kendarai bersama dan kau berpikir aku akan mengampunimu mimpi Kau." ucap Malik
melihat situasi yang tidak bersahabat membuat Lia langsung memanggil penjaga yang bekerja dengannya "Deni.... Deni...." panggil Lia, "kau tak perlu memanggil orang-orang bayaranmu aku sudah menyingkirkan mereka." ucap Malik, Dia sangat terkejut mendengar perkataan Malik bukannya dompet dan ponselnya tak ada Bagaimana bisa dia keluar dari kediaman ini bukannya Deni menjaganya dan jika dia keluar ada sopir yang mengawasinya
Malik langsung mengambil senjata dari balik jas miliknya tak berselang terdengar bunyi sesaat kemudian tampak Lia terjatuh setelah itu beberapa orang langsung mengangkat tubuh Lia dan di bawah keluar sedangkan Malik langsung masuk ke dalam kamarnya
__ADS_1
sementara itu sekretaris Ernest yang sedang ingin cari perhatian pada Ernest tampak membuatkan kopi dan cemilan untuk Ernest, setelah selesai sekretaris tersebut langsung mengetuk ruangan Erni begitu dipersilahkan masuk dia langsung masuk ke ruangan melihat etnis yang sedang bekerja di meja miliknya tersebut tersenyum "wah Tuan Ernest sangat tampan." ucap sekertaris tersebut
"Selamat pagi Tuan aku menyiapkan cemilan dan kopi untuk menemani anda bekerja." ucap sekretaris Ernest, Ernest yang sedang bekerja langsung melihat ke arah sang sekretaris "bawa semuanya ke ruangan Ramon." ucap Ernest tanpa basa-basi
"tapi tuan, baikalah aku akan melakukannya." ucap sekretaris tersebut lalu kembali keluar dengan cemilan dan kopi kemudian membawanya ke ruangan Ramon tampak Ramon bingung kenapa sekretaris Ernest membawakannya cemilan dan kopi pikir Ramon saat sekretaris Erenst sudah masuk ke dalam ruangan dan berada di depan meja kerjanya
"Ada apa ini kenapa kau membawakan aku cemilan dan kopi." tanya Ramon, "maaf tuan Ramon tadi aku membuatkan cemilan dan kopi untuk Tuan Ernest Tapi saat aku membawa masuk ke dalam ruangannya langsung mengatakan untuk membawa kopi dan cemilan ke ruangan anda." ucap sekertaris Ernest
Ramon menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah sekretaris "Aku sarankan jika memerintahkan apapun padamu jangan kau lakukan." ucap Ramon
"baik tuan aku mengerti ucap sekretaris Ramon lalu meletakkan kopi dan cemilan di meja Ramon setelah itu dia keluar
sementara Malik yang sedang berada di dalam kamarnya sedang membersihkan tubuhnya tampak menatap kaca di kamar mandi "Aku akan kembali merebut hati Ayana aku tak peduli dengan apapun." ucap Malik
sementara Dinda yang sedang berada di ruangan perkuliahan tampak sedang memikirkan cara untuk menakuti-nakuti Ayana, "aku akan membuat dia ketakutan sehingga dia takkan berani lagi datang ke kampus." ucap di Dinda
sementara Rendy selalu memperhatikan Apa yang dilakukan oleh ayana.
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1