BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
25


__ADS_3

Tampak Lisa yang keluar dari dapur dengan membawa sesuatu kemudian langsung duduk di tempat di mana tadi dia duduk Tak berselang lama tampak Daniel juga keluar dari dapur sang Ibu hanya tersenyum simpul sementara Dita tampak bingung melihat Daniel yang baru saja keluar dari dapur


"Kau bertemu kak Daniel di dapur aduh kenapa aku tak tahu ya kalau kakak Daniel akan ke dapur kalau aku tahu aku pasti akan menyusul mu ke sana sehingga aku bisa bertemu berdua dengan kakak Daniel." ucap Dita


lisa terlihat gugup tapi dia berusaha tenang "oh tadi saat aku akan kembali aku tak sengaja bertemu kak Daniel Sepertinya dia ke dapur untuk minum." ucap Lisa


"Benarkah bukannya di depan kak Daniel ada air minum." tunjuk Dita pada gelas air putih tepat di hadapan Daniel


"Aku kan hanya menebak Dita aku juga Tidak tau apa yang di lakukan kakak Daniel di dapur." ucap Lisa


"Ayana sebaiknya kau antar Ernest ke kamarmu biar Ernest bisa beristirahat." ucap ayah Malvin


"Dia akan tidur di kamarku terus aku tidur di mana." tanya Ayana yang lupa bahwa dia baru saja menikah


"Ya tidur di kamar mu masa di kamar ayah." ucap ayah Malvin,Ayana hanya bisa berwajah masam sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar miliknya, "nak Ernest silahkan ikuti Ayana maklum saja dia masih kecil." ucap ibu Ayana merasa tidak enak


"Iya ibu aku mengerti." ucap Ernest ikut bangkit dan mengikuti Ayana ke kamar, di dalam kamar tampak Ayana duduk di atas ranjang tak berselang lama Erenst masuk dan menutup pintu begitu Ernest masuk Ayana langsung menatapnya


"Aku ingin kita membuat perjanjian karena sebenarnya aku belum mau menikah, karena aku masih muda apalagi aku belum tau rasanya pacaran sambil berpegangan tangan tapi aku tiba-tiba hamil aku juga ingin jatuh cinta lalu berpacaran dan menikah seperti gadis pada umumnya, tapi sepertinya itu tak akan terjadi karena aku sudah menikah ." ucap Ayana


"Kau ingin buat perjanjian apa, kenapa kita tidak saling mengenal saja siapa tau kau dan aku saling jatuh cinta." ucap Ernest

__ADS_1


"Entalah aku juga tidak tau, aku hanya seorang gadis yang ingin merasakan bagaimana jatuh cinta jika kau bisa membuatku jatuh cinta padamu." ucap ayana


"Baikalah aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." ucap Ernest, "jangan terlalu percaya diri aku tau kau menikah denganku karena aku sedang hamil anakmu aku tau pasti kau memilih banyak kekasih man mungkin seseorang seperti mu tak memiliki kekasih." ucap Ayana


Ernest mengehembuska nafasnya kasar ternyata Ayana adalah gadis yang cukup rasional dan keras kepala, " aku tak memiliki kekasih atau wanita yang dekat denganku, kau adalah wanita satu-satunya." ucap Ernest


"Mulutmu semakin manis saja tapi aku bukan wanita bodoh, kau tak boleh menyentuh ku dan ingat kau jangan coba-coba untuk melakukan hal tidak senonoh padaku." ucap Ayana


Ernest mentap Ayana, "kau memang bukan wanita bodoh hanya kau terlalu polos, otakmu selalu berpikir yang tidak-tidak, aku berjanji tak kan melakukan hal yang tak kau inginkan." ucap Ernest


" Aku tidak bodoh kanebo,Baikalah aku akan mandi terlebih ingat kau jangan macam-macam atau aku akan berteriak." ucap Ayana lalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Ernest yang nampak tertawa lucu melihat tingkah istrinya " dasar anak kecil." ucap Ernest


Sementara Lisa dan Dita berpamitan hendak pulang tapi saat akan ke kamar Ayana untuk berpamitan mereka mengingat ada Ernest di dalam, "sebaiknya kita langsung pulang saja besok pagi saja kita ke sini lagi." ucap Lisa


Sementara itu di sebuah bank tampak meli terlihat kesal setelah pihak bank mengkonfirmasi memang tak ada transaksi apapun yang masuk ke dalam rekeningnya " sial bagaimana aku bisa membayar cicilan apartemen ku mana aku sudah terlanjur tandatangan kontrak." ucap Meli sambil mengemudikan mobil miliknya menuju apartemen miliknya


Sementara itu Bella yang sudah bersiap-siap langsung memesan taksi untuk pergi ke kediaman Ernest, kini Bella sudah berada di depan pintu gerbang rumah Ernest, penjaga langsung mendekati taksi yang di tumpangi Bella, tampak bela membuka kaca "maaf nona ada yang bisa di bantu." tanya penjaga


"Aku mau bertemu dengan Ernest katakan saja Bella dia pasti sudah tau." ucap Bella penuh percaya diri


"Maaf nona saat ini tuan Ernest sedang tidak ada." ucap penjaga, " apakah Ernest belum kembali tapi ini kan jam pulang kantor." ucap Bella, saat sedang berbicara dengan penjaga Bella melihat Ramon sedang duduk santai bersama pak Dedy

__ADS_1


"Tapi itu Ramon dan pak Dedy, tidak mungkin Ernest pergi tanpa mereka." ucap Bella


"Maaf nona tapi memang tuan Ernest tak ada saat ini, kalau tuan Ramon dan pak Dedy Memeng ada." ucap penjaga sopan


"Buka gerbang biarkan aku masuk aku mau bertemu dengan Ramon untuk bertanya keberadaan Ernest aku adalah calon istri Ernest." ucap Bella


Penjaga yang mendengar hal tersebut langsung membuka pintu pagar, maaf nona saya tidak tau nona calon istri tuan Ernest." ucap penjaga sebelum taksi yang di tumpangi Bella masuk ke pekarangan di mana Ramon dan pak Dedy sedang duduk santai


"Ternyata enak juga ya kita ngobrol di sini apalagi tuan Ernest tak ada." ucap Ramon


"Tuan benar setidaknya kita bisa bersantai, tapi taksi milik siapa itu yang masuk ke mari." ucap pak Dedy melihat taksi masuk ke pekarangan rumah, Ramon yang sedang melihat ke arah lain langsung mengalihkan pandangannya, benar saja ada taksi " entalah." ucap Ramon masih santai


Taksi berhenti tak jauh dari Ramon dan pak Dedy, Bella langsung keluar dan berjalan menuju Ramon dan pak Dedy, pak Dedy yang melihat hal tersebut langsung terbelalak astaga ada Mak lampir." ucap pak Dedy, membuta Ramon menoleh sontak saja Ramon langsung menatap bingung ke arah Bella


"Di mana Ernest." tanya Bella saat sudah berada di dekat Ramon dan pak Dedy


"Maaf nona tuan Ernest sedang keluar kota." ucap Ramon bohong ," kau jangan bercanda mana mungkin Ernest ke luar kota tanpa dirimu." ucap Bella


"Benar nona kalau anda tidak percaya silahkan menghianati tuan Ernest dan bertanya." ucap Ramon


Bella sedikit kesal karena niatnya memberikan kejutan berakhir kekecewaan, Bella langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ernest tapi sialnya ponsel Ernest tak aktif membuat Bella semakin kesal," kapan Ernest akan kembali." tanya Bella

__ADS_1


"Entalah Nona tuan tak mengatakan apapun saat pergi."ucap Ramon, Bella terpaksa pergi dari kediaman Ernest.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2