BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
80


__ADS_3

di kampus tampak Ayana sedang menunggu Lisa dan Dita karena hari ini adalah hari terakhir ospek dan setelah itu mereka akan memasuki dunia perkuliahan dalam proses belajar mengajar saat menunggu Lisa dan dan dita nampak Rendy datang menghampiri Ayana


"Apa kau sedang menunggu teman-temanmu oh iya makasih ya atas makanan kemarin siang dan apa yang kau lihat di ruangan itu sebenarnya tak seperti apa yang kau pikirkan Dinda itu sangat mencintai ku dia tak mau berpisah denganku padahal aku sudah beberapa kali memutuskannya tapi di selalu tak mau, aku sebenarnya sudah tak menyukainya ." ucap Rendy penuh percaya diri


sementara ayana menatap bingung ke arah Rendy bukannya apa untuk apa juga Rendy menceritakan hal itu kepadanya dan bagaimana pun itu bukan urusannya pikir ayana


Apa hubungannya hal itu denganku Aku pun tidak bertanya itu masalah kakak senior dengan pacar kakak." ucap Ayana dengan polosnya


Rendy merah sama lu sendiri telah mengatakan hal tersebut kepada ayahnya Dia pikir ayahnya seperti gadis yang lain yang akan percaya bahwa dia sebenarnya sudah tak menyukai Dinda hanya Dinda saja yang kegatalan padanya


"tidak aku hanya ingin memberitahumu hal tersebut agar tidak ada gosip di luar sana yang menceritakan hal-hal kurang baik dan aku harap kau bisa mengerti." ucap Rendy menutupi rasa malunya


"Tenang saja aku tidak suka bergosip dan masalah tersebut bagiku adalah masalah pribadi orang masing-masing." ucap Ayana santai


Rendy hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Baiklah aku pergi dulu Nanti kita bertemu lagi." ucap Rendy meningalakan Ayana


Ayana jadi bingung sendiri Ada "apa dengan senior itu tiba-tiba curhat tentang masalah pribadinya yang menurutku tak ada faedahnya." ucap Ayana lalu kembali melihat Lisa dan Dita

__ADS_1


sementara Dinda yang melihat hal tersebut tampak sangat cemburu walaupun dia tak bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rendy dan Ayana tapi dia yakin pasti Ayah yang sedang menggoda Rendy, "wanita itu apa sebenarnya dia inginkan aku sudah jelas mengatakan padanya untuk jangan mengganggu Rendy apa dia tidak lihat kemarin aku dan Rendy sedang melakukan apa." ucap Dinda lalu pergi begitu saja


tampak Dinda langsung mencari Rendy "sayang apa yang terjadi tadi dengan anak baru itu sepertinya aku melihatmu sedang berbicara dengannya." ucap Dinda


aku juga tidak tahu tadi aku ingin lewat tiba-tiba anak baru itu bertanya kepadaku Apakah aku bisa membantunya jika nanti ada masalah pelajaran yang tidak Dia mengerti." ucap Rendy di bohong


"ih perempuan itu gatal banget sih Kenapa juga dia harus menanyakan pelajaran tidak dia mengerti kepadamu bukan yang ada dosen yang bisa dia tanyai." ucap Dinda


"Aku mengatakan hal itu juga padanya aku hanya sebagai senior hanya bisa mengarahkan yang terbaik selebihnya Itu urusannya sebagai mahasiswa dan ada dosen yang akan menjadi pemberi informasi jika dia bertanya." ucap Rendy sok bijaksana


kini mobil yang ditumpangi oleh Lia dan Malik sudah tiba di kediaman Malik "Ayo Sayang masuk ini adalah kediaman yang kau bangun untukku." ucap Lia bohong sambil membantu Malik keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah mewah tersebut tampak Malik melihat sekeliling rumah adat muncul di otaknya tapi tak jelas


apa kau yakin rumah ini adalah milikku dan aku membangunnya untukmu tapi kenapa aku sepertinya melihat bayangan orang lain, ada yang dirubah dari rumah ini." ucap Malik


"mungkin saja ingatanmu sedikit buram sayang tapi aku yakin lama kelamaan Kau pasti akan mengingat segalanya Ayo mari kita ke kamar kau harus beristirahat dan meminum obat agar cepat sembuh Dan kita bisa segera menikah." ucap Lia


tampak Malik hanya mengangguk setuju lalu berjalan beriringan dengan Lia menuju ke sebuah kamar tanpa kuliah langsung membantu Malik berbaring setelah memberikannya obat

__ADS_1


sementara ayu dengan uang yang diberikan oleh seorang pria yang tidak dikenal dia membeli sebuah ruko yang dia jadikan rumah dan tempat usaha


Sementara itu di kota C tampak seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya "jadi bagaimana rencananya aku sudah tak sabar lagi ingin melihat Ernest tak ada lagi di muka bumi ini." ucap pria tersebut


"tenang tuan 5 bulan lagi semua yang kita rencanakan akan terlaksana aku yakin Ernest tak akan menyadari bahwa kita sudah mempersiapkan sesuatu untuknya." ucap pria tersebut


"Dengan tak ada Ernest maka semua jalanku akan mulus untuk menjadi pewarisan dari harta milik kakekku walaupun nenek dan ibu ernes tak setuju tapi hanya akulah satu-satunya keturunan ayahku." ucap ucap adik tiri Ernest


"sebenarnya Tuan sangat berhak atas harta kakek tuan Tapi entah mengapa kakek anda lebih memilih menyerahkan hartanya kepada Ibu Ernest dan Ernest padahal anda adalah cucunya juga." ucap pria tersebut


"semua karena hasutan Ibu Ernest, ibuku mengatakan bahwa ibu Ernest mengatakan bahwa aku bukan cucunya karena ibuku hamil saat belum menikah dengan ayahku Tapi semua juga tahu ayah dan ibuku sudah bersama sejak lama dan mereka menikah setelah ibu hamil karena ayah ingin bertanggung jawab atas diriku tapi saat itu ayan masih terikat pernikahan dengan ibu Ernest." ucap adik tiri Ernest


Tuan memang pantas untuk merebut harta tersebut karena semua ini adalah hasil dari ibu Ernest Anda sangat mirip ibu dan ayah anda bagaimana bisa dia mengatakan hal tersebut ." ucap pria tersebut


"tampak pria itu terdiam mendengar perkataan pria yang ada di hadapannya sekarang Kau pergilah Aku ingin bekerja." ucap adik tiri Ernest .


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2