
Ernest pun keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil, tanpa melihat ke belakang Pak Dedi langsung melajukan kendaraan menuju kediaman Ayana, Sementara itu di kediaman Ayana tampak Lisa dan Dita sedang melihat belanjaan mereka di kamar Ayana, untung saja ibu Ayana sedang pergi arisan kalau tidak bisa-bisa mereka mendengar ceramah di sore hari
"Wow lihatlah pernyataan yang kau beli Ayana ini sangat indah." ucap Dita melihat perhiasan Ayana yang berwarna pink, "itulah kenapa Aku membelinya dengan taruhan diriku sendiri yang harus bertanggung jawab atas ke Ernest karena ini terlihat sangat cantik dan aku sangat menginginkannya walaupun aku tidak tahu kapan aku bisa memakainya." ucap Ayana
"Aku yakin kak Ernest pasti tak akan mempermasalahkan Apa yang kau belanja saat ini karena dia pikir itu yang kau butuhkan saat ini." ucap Lisa sambil mengkode Dita
"Oh iya Ayana Ini hadiah dari kami tolong kau pakai sebentar malam di saat kau akan tidur ingat kau tidak boleh membukanya Kau boleh membukanya di kamar mandi saat kau sudah siap untuk memakainya." ucap Lisa, Ayana mengambil bingkisan yang diberikan oleh Lisa "apa ini kenapa aku tidak boleh membukanya dan harus membukanya di saat aku selesai mandi dan memakainya." tanya Ayana
"Sudah kau lakukan saja aku yakin kau pasti akan semakin bahagia jika kau melakukan hal tersebut Baiklah Kami akan pergi dulu Kami memang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini tapi kami bertanggung jawab dengan mendorongmu dan mendukungmu." ucap Lisa dan Dita langsung bangkit lagi keluar dari kamar ayahnya tanpa membiarkan ayahnya menyatakan apapun
Mendengar perkataan tersebut ayana langsung berteriak memanggil Lisa dan Dita yang sudah pergi keluar dari kamar, bukannya tadi mereka berkata akan bertanggung jawab bersama-sama ayana berpikir bahwa mereka akan menunggu Erenst pulang dan mereka akan menanggung perbuatan mereka bersama-sama, "dasar teman laknat mau enaknya saja padahal tadi mereka mendorong untuk melakukan hal-hal seperti membeli barang-barang mewah ini." ucap ayah dan melihat tas dan perhiasan yang dia beli tadi
Sementara Lisa dan Dita tampak tertawa terbahak-bahak saat keluar dari rumah Ayana tampak mobil ernes juga masuk pekarangan saat Lisa dan Dita keluar, Ernest langsung turun dari mobil lalu tersenyum tipis melihat dua sahabat istrinya, Lisa langsung menyapa "selamat sore kak ernes kak jangan lupa sebelum tidur matikan lampu." pesan Lisa dan langsung tertawa bersama Dita dan masuk ke dalam mobil membuat Erenst sedikit bingung atas perkataan Lisa, tapi Ernest terlalu menanggapi hal tersebut dia langsung masuk ke dalam rumah menuju kamar Ayana
__ADS_1
Ayana tampan menyembunyikan barang-barang yang dia beli tadi dia bingung harus melakukan apa dia takut Erenst marah karena dia membeli barang-barang yang harganya sangat mahal, tampak pintu terbuka tak biasanya istrinya akan menyambut dengan senyuman seperti ini "kau sudah pulang apa kau baik-baik saja." tanya Ayana
"Tumben kau menyambut kepulanganku walaupun hanya di kamar apa kau menginginkan sesuatu atau kau telah melakukan sesuatu yang salah sehingga kau berubah seperti ini." tanya Ernest
Ayana tersenyum kaku sambil menggaruk kepalanya tidak gatal "sebaiknya kau mandi dulu aku sudah menyiapkan air panas." ucap Ayana dengan senyumannya lagi membuat Ernest semakin bingung
"Apa kau ingin menggodaku dengan menyiapkan semuanya atau kau ingin belajar menjadi istri yang baik dengan melakukan semua ini." tanya Ernest sambil berjalan menuju kamar mandi setelah menyimpan barang-barang miliknya seperti tak kantor dan ponsel, jawaban yang keluar dari mulut ayahnya yang sudah berada dalam kamar mandi langsung masuk merilekskan tubuhnya Sebenarnya apa yang terjadi kenapa dia bisa seperti itu pikir Ernest sambil berendam
"Aku sudah melakukan hal-hal yang akan membuatnya senang dengan ini aku bisa bertanya tentang barang-barang yang tadi aku beli." ucap Ayana saat melihat Ernest sudah masuk ke dalam kamar mandi
Sementara itu di kediamannya kepala sekolah tampak menyimpan ponsel di atas meja lalu masuk ke dalam kamar mandi sang istri yang sedang duduk di ranjang tampak sedang melihat konsernya lama tampak nama mili, karena merasa penasaran istri kepala sekolah langsung mengangkat panggilan telepon tersebut "halo maaf ini dengan siapa, mau cari siapa." tanya istri kepala sekolah, Tak Ada jawaban dari sebelah sana tiba-tiba telepon langsung mati, habis menelepon tidak berbicara lalu mematikannya begitu saja ucap istri kepala sekolah lalu menyimpan ponsel kembali ponsel suaminya
"Dasar tua Bangka sialan ke mana dia bisa-bisanya dia meninggalkan ponselnya begitu saja untuk aku tidak mengirimnya pesan tapi langsung meneleponnya ucap meli
__ADS_1
Sementara itu di sebuah restoran mewah tepatnya di sebuah ruangan tampak Malik duduk dengan perasaan tak menentu sambil melihat portalnya tak berselang lama tampak pintu terbuka dan langsung masuk dan duduk tepat di hadapan Malik "apa kabarmu senang bertemu lagi denganmu." ucap Malik
"Aku baik-baik saja Bagaimana kabarmu kapan kau datang." tanya Daniel basa-basi
"Aku baru datang tadi tapi aku membersihkan diriku sebelum bertemu denganmu, bagaimana kabar Ayana apa dia baik-baik saja." tanya Malik
"Baik-baik saja, di mana asistenmu yang bernama Lia." tanya Daniel, mendengar pertanyaan Daniel membuat Malik menautkan alisnya pasalnya dia tak pernah memperkenalkan Lia pada Daniel tapi tiba-tiba Daniel bertanya tentang keadaan Lia
"Bagaimana bisa kau mengenal lia dia sedang berada di hotel mungkin dia sedang beristirahat." tanya Malik penasaran, "oh aku sebenarnya tidak terlalu mengenalnya hanya aku sempat berbicara lewat telepon dengannya saat aku menghubungimu tapi Lia yang mengatakannya jadi aku sempat berbicara dengannya saat itu aku berada di luar negeri untuk menghadiri pertemuan." ucap Daniel
"Padahal selama ini lia tak pernah mengatakan apapun tentang telepon yang dimaksud oleh Daniel "Apa kau yakin yang mengangkatnya adalah Lia pasalnya aku tidak pernah mengetahui bahwa kau menghubungiku." ucap Malik jujur
" Dia mengatakan bahwa namanya adalah Lia tapi kau tak pernah datang jadi aku pikir kau mungkin sedang sibuk." ucap Danil padahal saat dia membuat janji yang datang bukan malik tapi Lia yang memintanya agar tak mengikuti kemauan Malik untuk bersama Ayana karena alasannya saat itu dia hamil anak malik.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya