
Ayana tapak gugup lalu dia menunjukkan kartu black yang diberikan oleh Malik kepadanya
Malik yang menyadari bahwa istrinya berpikir bahwa dia akan marah karena istrinya sudah berbelanja, langsung tersenyum geli melihat sang istri yang tampak ketakutan tapi sebuah ide muncul di kepalanya
"Jadi bagaimana kau akan membayarku tampaknya Kau sangat senang berbelanja hari ini sehingga tak membeli apapun untukku jadi bagaimana kau menggantinya." pancing Ernest
"Tak mungkin aku mengganti uang sebanyak itu apa Aku harus pergi mengembalikan semua perhiasan dan ini agar aku bisa mengembalikan uang miliknya, atau aku akan bernegosiasi dengannya dengan cara menyicil setiap bulan ucap ayah dalam hati
"Maaf bisakah aku menyicil uang tersebut pasalnya tadi aku tak sengaja berbelanja atau aku akan mengembalikan barang-barang yang aku sudah beli." ucap ayana dengan polosnya
__ADS_1
"Aku tak butuh uang Bagaimana jika kau melakukan sesuatu untukku Dan aku anggap semua itu lunas dan kau bisa berbelanja apapun dengan kartu yang aku berikan." ucap Ernest
Ayana berpikir sejenak dia akan rugi hanya gara-gara menuruti keinginan Ernest "baiklah katakan apa yang kau inginkan." ucap Ayana
"Baiklah kita akan menonton sebuah film tapi ingat kau tidak boleh menutup matamu atau menghentikan tontonan itu kau harus nonton bersama aku sampai selesai." ucap Ernest
"Baiklah siapa takut." ucap Ayana santai dia tak tahu apa yang ada di dalam otak Ernest, mari kita keluar makan malam sepertinya ayah dan ibu sudah berada di meja makan." ucap Ernest lalu kedua pasangan suami istri itu keluar untuk makan malam
Sementara Lia harap-harap cemas menunggu Malik kembali ke hotel Malik pasti tak akan mengampuni dirinya bila tau apa yang sudah dia lakukan, tampak Malik yang sudah masuk ke lobi hotel tapi bukanya masuk ke kamarnya tapi Malik melangkah menuju kamar Lia tampak Malik mengetuk pintu kamar Lia
__ADS_1
Lia yang berada di dalam kamar sedikit terkejut karna dia merasa tak menunggu atau memesan apapun, Lia melihat melalui kaca di pintu tampak Lia terkejut melihat Malik yang ada di depan kamarnya, Lia segera membuka pintu kamar
"Kau sudah kembali bagaimana Apakah kau sudah bertemu dengan Daniel atau mungkin kau sudah bertemu dengan Ayana." tanya Lia saat Malik barusan masuk ke dalam kamarnya dia lantas menutup pintu
Malik langsung duduk di sofa yang berada di kamar tersebut sambil menatap ke arah Lia membuat Lia merasa kurang nyaman "aku ingin bertanya kepadamu Apakah kau pernah mengakat telepon dari Daniel atau bertemu dengannya tanpa sepengetahuan ku." tanya Malik dengan tatap yang sulit di artikan
Lia tampak sedikit takut mendengar pertanyaan Malik "aku..... aku ....sebenarnya pernah mendapatkan telepon tapi aku pikir itu hanya telepon biasa jadi aku tidak memberitahu bahwa ada yang bernama Daniel menelpon." ucap Lia bohong
"Benarkah terus kenapa kau menghapus panggilan telepon tersebut dan kemudian Daniel pernah juga meneleponku beberapa minggu yang lalu kenapa kau tak memberitahuku ."tanya malik.
__ADS_1
"Maafkan aku aku tak sengaja menghapus panggilan telepon tersebut dia pernah menelepon beberapa minggu yang lalu tapi karena aku sedang sibuk aku jadi lupa mengatakan mengatakannya padamu." ucap Lia bohong
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya