BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
8


__ADS_3

Ayana sungguh tak menyangka meli mengatakan hal yang menurutnya sangat tidak manusiawi, Bagaimana mana bisa seorang wanita yang menjadi sahabatnya dari kecil berkata santai Tetang menjual dirinya pada seseorang padahal Ayana buka Gadi nakal, sementara Lisa dan Dita yang mendengar perkataan meli sungguh tak tahan lagi ingin memukul Meli Bagaimana bisa dengan tanpa rasa bersalah dia berkata seperti itu


"Sudahlah tidak usah sok suci, aku yakin kalian pasti pernah melakukannya atau kalian penasaran aku hanya membantu saja agar kau bisa merasakan surga dunia." ucap meli


Ayana yang terkenal lembut kalem dan baik hati langsung menampar pipi Meli dengan keras membuat Meli tersungkur jatuh ke bawah Dita dan Lisa yang melihat hal itu sangat terkejut karena ayana adalah sosok wanita yang sangat tak menyukai kekerasan "Kau sungguh wanita iblis tak diri jangan pernah muncul di hadapan ku lagi." ucap Ayana lalu pergi dari tempat tersebut disusul oleh Lisa dan Dita, ketiga wanita tersebut sudah sampai di dalam mobil tampak Ayana yang duduk di bangku belakang ditemani oleh Dita sementara Lisa yang duduk di kursi pengemudi langsung melajukan kendaraannya menuju kediaman Ayana "Astaga kau sungguh luar biasa Ayana Sebenarnya aku yang ingin menamparnya terlebih dahulu Tapi saat kau maju dan melakukan hal tersebut membuat kua terlihat sangat keren aku sungguh tak percaya kau mampu melakukan hal seperti itu." ucap Dita


"Perbuatan meli benar-benar biadab Dia adalah wanita yang tak bisa dimaafkan Kau adalah sahabatnya sejak kecil tapi dengan seenaknya dia melakukan perbuatan keji terhadapmu aku rasa dia agak sedikit mengalami gangguan mental sehingga berpikir seperti itu seharusnya kau tidak hanya menamparnya tadi tapi menginjak dirinya agar lebih plong." ucap Lisa yang sedikit barbar


Ayana menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah jendela dia tak tahu kenapa nasibnya bisa strategis ini padahal dia tak pernah berpikir bahwa dia akan kehilangan kehormatannya saat dia sedang melakukan acara kelulusan bersama sahabat-sahabat yang paling dia percaya terutama pada sahabatnya yang menemaninya sejak kecil


Sementara Melly tampak mengusap bibir yang sedikit berdarah "kau mendapatkan segalanya di kehidupan ini keluarga yang baik dan sayang serta kaya, kakak yang baik teman-teman yang selalu mencintaimu tapi aku sejak kecil hanya mendapatkan sisa dari milikmu Kenapa tak ada yang menyayangiku seperti dirimu aku ingin juga melihatmu menjadi seseorang yang tak punya harga diri sepertiku Tapi tetap saja mereka tak pernah meninggalkan mu tapi jika Aku melakukan kesalahan mereka Langsung meninggalkan ku karena mereka berteman denganku hanya karena ada dirimu tamparan ini akan aku kembalikan padaku aku harus lebih baik darimu di atas segalanya dari dulu semua orang selalu membandingkan diriku dengan dirimu yang merupakan sosok anak yang baik padahal aku sudah berusaha jadi anak baik tapi selalu kau yang di puja." ucap mili dengan penuh amarah, dengki dan iri di hatinya pada Ayana yang merupakan sosok wanita yang baik hati


Sementara itu Nando yang berada di apartemennya tampak terlihat bingung memikirkan perkataan milih tentang Ayana yang sudah tidur dengan seseorang tapi tak akan ada staff hotel yang berani untuk masuk ke dalam kamar tersebut apalagi di kamar itu adalah kamar khusus untuk para pengusahaan kaya raya dan kamar tersebut hanya ada dua di lantai tersebut sialnya dia sudah membuat CCTV rusak

__ADS_1


Kini Ayana, Lisa dan Dita sudah kembali ke kediaman Ayana tampak mereka bertiga langsung masuk ke dalam ibu Ayana yang melihat ketiga gadis tersebut berjalan kembali ke kamar tanpa melihat sekelilingnya ibu Ayana menautkan alisnya bingung pasalnya mereka tadi keluar untuk pergi membeli cemilan Tapi saat kembali tak ada apapun yang mereka pegang "Apakah kalian melupakan sesuatu sehingga kembali tanpa membawa apapun." tanya ibu Ayana membuat ketiga gadis tersebut menghentikan langkah kakinya dan menoleh "ibu......ibu ada di sini kami melupakan ponsel ayana jadi kami kembali untuk mengambil ponselnya." ucap Lisa membuat Ibu Ayana hanya mengangguk mengerti


Setelah mengatakan hal tersebut ketiganya langsung kembali berjalan menuju kamar Ayana lalu masuk ke dalam begitu sampai di dalam kamar Ayana menangis sepuasnya sambil memeluk kedua sahabatnya "teganya orang yang aku anggap saudara menghianati ku." ucap Ayana


"Sudahlah yang penting kita tahu sifat asli dari Meli jadi sekarang sebaiknya kita harus berhati-hati dengannya aku takut dia akan menceritakan hal ini kepada orang lain dan menyebarkan gosip yang tidak-tidak apalagi kita berada di kampus yang sama dengannya." ucap Dita


"Apa kampus yang sama dengan kita Meli Jangan mimpi Kau tahu kan dia sebenarnya tidak lulus hanya karena permintaan Ayana sehingga aku Meminta ayahku yang merupakan pemilik yayasan tempat kita kuliah untuk membiarkan dia masuk lewat jalur khusus karena dia tidak lulus ujian, aku sudah mengirimkan pesan pada ayahku untuk membatalkan semua itu." ucap Lisa mengingat bagaimana dia merayu ayahnya agar bisa membuat meli berhasil masuk di kampus yang sama dengan mereka karena nilai Mili yang rendah saat ujian masuk perguruan tinggi


Tak ada suara yang keluar dari mulut ayahnya Dia Hanya berbaring di atas ranjang miliknya sambil Mendengar pembicaraan kedua sahabat-sahabatnya


Sementara itu di sebuah perusahaan tepatnya di sebuah ruangan tempat acara tampak Ernest dan Ramon masuk ke dalam tempat acara membuat beberapa orang sedikit terkejut akan kedatangan Ernes, Ernest langsung menuju ke arah ayah Bella yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang yang merupakan pengusaha di bidang mereka masing-masing


"Selamat Paman atas ulang tahun perusahaan maaf aku hanya bisa membawa hadiah kecil ini." ucap Ernest sambil memberikan hadiah yang di siapakan Ramon

__ADS_1


"Aku pikir kau akan datang bersama Bella bukannya kalian akan datang bersama." tanya ayah Bella


"Maaf paman aku datang duluan tadi sempat bertemu dengan Bella tapi aku pikir aku akan datang terlebih dahulu Baiklah paman aku akan ke sana dulu." ucap Ernest meninggalkan ayah bella tanpa mendengar perkatan ayah bela selanjutnya


Ramon dan Ernest sudah menjauh dari ayah Bella "Baiklah Ramon Aku akan pergi dulu kau di sini untuk sementara kita akan bertemu di kediaman utama ucap Ernest lalu keluar dan masuk ke dalam mobil sang sopir langsung melajukan kendaraannya menuju kediaman utama sementara Ramon tampak duduk sambil melihat sekelilingnya


Ayah Bella langsung mengabari putrinya tentang kedatangan Ernest ke pesta terlebih dahulu, di tempat lain tampak bella sedikit terkejut mendengar kabar dari ayahnya "Ada apa Sayang kenapa dengan wajahmu, langsung berubah setelah mendapatkan telepon dari ayahmu." tanya ibu Bella


"Ayah mengabariku bahwa Ernest sudah berada di pesta padahal tadi jelas-jelas dia mengatakan dia akan ke rumah utama terlebih dahulu baru akan ke pesta." ucap bella


"Mungkin dia berubah pikiran sehingga dia ke pesta terlebih dahulu." ucap ibu Bella berpikir positif


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2