
Setelah bermesraan Beberapa menit kemudian Daniel mengajak Lisa pulang, tampak ke dua pasangan kasmaran tersebut sangat menikmati kebersamaan mereka berdua
Sementara itu meli tampak bergoyang di lantai diskotik melepaskan beban di hatinya apalagi dia sudah menemukan ide untuk menghancurkan ayana dan teman-teman nya
Malam semakin larut hingar-bingar kita A membuat malam semakin indah di kediaman Ayana tepatnya di dalam kamar milik Ayana nampak Ernest terbangun karena tangan nakal istrinya yang meremas buah dada miliknya tanpa permisi, Astaga ada apa dengannya apa dia sengaja memancing diriku di tengah malam begini lihat lah wajahnya yang tampak dosa itu setelah membuta ku terbangun karena remasan jari indahnya ." ucap Ernest sambil melepaskan tangan istrinya dari buah dadanya lalu memperbaiki tidur Ayana
Sementara Ayana masih terlelap melanjutkan mimpi indahnya dia tak tau tadi hampir saja membangunkan harimau yang siap memangsa dirinya
Pagi menyapa di sebuah hotel tampak Bella yang masih terlelap bersama seorang pria, tak berselang lama Bella terbangun "aduh kepala ku sakit." ucap Bella sambil memegang kepalanya dan bangun, melihat siapa yang ada di sampingnya membut Bella sedikit kesal "sial dia lagi seharunya aku tak minum semalam." ucap Bella lalu bangkit dan keluar dari kamar tersebut
Sementara meli yang baru saja bangun tampak sangat shyok karena dia berada di sebuah kamar hotel sendiri tanpa sehelai benang " apa yang terjadi semalam siapa yang membawa ku semalam." ucap meli Sabil bangkit tapi tubuhnya sepertinya remuk ada apa ini kenapa seluruh tubuhku rasanya sangat sakit ." ucap meli lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tapi saat melihat tubuhnya di kaca tampak meli sangat terkejut karena tampak beberapa bagian tubuhnya memar, " ada apa ini kenapa tubuhku seperti apa yang terjadi semalam ." ucap meli sambil berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, seingatnya dia berdansa tak berselang lama beberapa pria datang dan mentraktir dirinya minum setelah itu dia tak ingat lagi
"Sementara itu di sebuah ruangan tampak beberapa orang pria sedang tertawa bahagia wah wanita semalam benar-benar memuaskan." ucap seorang pria
"Ha ha ha ha tapi sepertinya aku tak memakai pengaman aku harap benih ku tak tumbuh di Rahim wanita tersebut." ucap seorang pria lain
"Kau saja yang sangat tergesa-gesa Ingin cepat menyalurkan hasrat mu, tapi setidaknya kita tau anak siapa jika memang wanita itu hamil." ucap pria lainya sambil tertawa terbahak-bahak
"Semoga saja wanita itu Tidak hamil." ucap pria tersebut sambil menatap ke dua temanya yang sama-sama menikmati tubuh wanita semalam
__ADS_1
"Tapi bagaimana kalau sampai dia hamil dan melahirkan anakmu apa yang akan kau lakukan." tanya temannya
Aku hanya akan bertanggung jawab pada anak tersebut jika dia mau tapi aku tak mau menikahi wanita tersebut itupun jika memang terbukti anak itu adalah milikku tapi aku rasa kalaupun dia hamil dia pasti mencari laki-laki lain untuk bertanggung jawab mengingat dia sangat mabuk untuk mengenali kita ." ucap pria tersebut sambil tertawa-tawa
Sementara itu di rumah Ayana tampak Ayana terbangun langsung berteriak membuat Ernest yang sedang tertidur sangat terkejut, "apa yang kau lakukan di dalam kamarku." ucap ayana sambil bangkit dari tempat tidur, sementara ibu Ayana yang mendengar suara Ayana langsung mengetuk pintu, " sayang ." panggil ibu Ayana
Ayana yang sedikit panik langsung berlari ke pintu untuk membuka pintu sementara Ernest masih berada di ranjang, " ibu tolong ada seorang pria di kamarku." ucap Ayana saat pintu terbuka
"Astaga Ayana kau ini dia kan suamimu, kau ini ada-ada saja." ucap ibu ayan lalu kembali menutup pintu dan pergi sementara Ayana tampak terpaku mendengar perkataan ibunya
"Apa suami jadi kemarin aku Tidak bermimpi aku benar-benar sudah menikah dengan kanebo mesum." ucap ayana yang kayaknya belum bangun dari mimpinya
"Ernest langsung bangkit dan memukul lembut jidat Ayana, kau ini membuat aku malu saja, bisa-bisanya kau berteriak seperti itu." ucap Ernest sambil berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Ayana hanya dapat diam terpaku di tempat
"Di mana Ayana."tanya ibu Ayana, katanya dia akan menyusul ibu sebentar lagi soalnya tadi dia sedang berganti pakaian." ucap Ernest, tak lama Ayana muncul dengan wajah fresh langsung duduk di kursi samping Ernest
"Sayang apa kau menginginkan sesuatu." tanya ibu Ayana, aku hanya ingin makan roti ibu." ucap Ayana
"Ibu kapan ibu akan membawa Ayana untuk memeriksa kandungannya." tanya Ernest
__ADS_1
"Sebentar siang aku akan membawanya ke klinik bersalin milik temanku untuk di periksa lagi pula temanku adalah dokter kandungan terbaik." ucap ibu Ayana
"Aku akan menjemputmu dan mengantarkan ibu dan Ayana ke sana." ucap Ernest
"Baiklah ibu akan mengatakan pada mu saat kami akan pergi." ucap ibu ayana
"Baiklah ayah,ibu, kakak ipar aku akan ke perusahaan." pamit Ernest saat setelah sarapan, Ernest pun bangkit tampak Ayana yang masih duduk santai sang ibu langsung memukul punggung tangan Ayana, ayan langsung bangkit dan menyusul Ernest ke depan, "kakak tangannya." pangil Ayana sambil meminta tangan Ernest dengan tangan terjulur untuk menyambut tangan Ernest, tampak Ernest berhenti lalu menoleh melihat istrinya melihat tangan Ayana yang terjulur ke depan membuat Ernest langsung memberikan tangannya, Ayana langsung mengecup tangan Ernest, setelah Ayana mencium tangannya, Ernest langsung mengecup jidat Milik Ayana
"Terimakasih sayang sudah mengantar aku hati-hati di rumah aku akan datang saat kau dan ibu akan ke klinik." ucap Ernest, sementara Ayana hanya mengaguk, setelah itu Ernest langsung berjalan menuju mobil miliknya sementara Ayana kembali masuk ke dalam rumah, sedangkan ibu Ayana mengantar ayah ayana ke depan pintu kini Daniel dan ayahnya juga sudah ke perusahaan, tampak Ayana dan ibunya sedang duduk bersama di sofa ruang tamu
"Sayang kau harus memperhatikan kebiasaan suamimu saat kau tinggal bersamanya di kediamannya, ingat sekarang kau sudah menjadi istrinya." ucap ibu Ayana
"Ibu bisakah aku tinggal di sini saja, aku belum siap untuk tinggal di sana." ucap Ayana
"Ibu mengerti sayang tapi kau harus membiasakan diri, jika Memang kau ingin menginap di sini jika kau bosan di sana kau bisa mengatakan pada Ernest dia pasti akan mengantarmu ke mari." ucap ibu ayana
Ayana terdiam sejenak mendengar perkataan ibunya, "tapi ibu apa aku boleh mengajak Lisa dan Dita ke sana nanti." tanya Ayana
"Kau katakan saja keinginan mu pada Ernest aku yakin dia pasti akan menyetujuinya apalagi Lisa dan Dita adalah sahabat mu, kau hanya perlu mengatakan apa yang kau inginkan pada suamimu agar dia tau apa yang kau inginkan." ucap ibu ayana, "baikalah ibu aku mengerti." ucap Ayana.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya