
Benarkah Lisa wow pasti cantik pemandangan dari hotel itu ke bawah lihat saja tingginya lebih dari berapa kaki ucap Dita
"Jadi bagaimana Apa kalian ingin ke sana Jika kalian memang ingin ke sana aku bisa mengusahakannya agar kita bisa masuk ke dalam." ucap Ramon
Lisa dan Dita saling memandang "tidak kami tak ingin ke sana Kami ingin ke sana saat ada seorang pria yang mengajak kami ke sana tapi bukan pria sembarangan pria yang tepat untuk kami." ucap Lisa dan Dita
Ramon menggaruk kepalanya. yang tidak gatal melihat ke dua wanita yang ada di hadapannya
"Tapi kalau kakak Daniel mau ngajak dita ke sana Dita tak akan menolak." ucap Dita penuh percaya diri
Daniel hanya tersenyum saja tak ingin menangapi ucapan Dita "hei anak kecil tak usah menghayal ketinggian entar di tabrak pesawat luka jatuh langsung rumah sakit lagi." ucap Ramon
Dita langsung menatap tajam Ramon "laki-laki tak punya kredibilitas gak usah komen, kalau masih jomblo, memeng ya kalau cowok gak laku suka protes, bilang anak kecil, begini-begini aku bisa kasih kamu anak." ucap dita keceplosan
Lisa langsung terbelalak mendengar perkataan Dita begitupun Ramon dan Daniel, "astaga gara-gara cowok gak punya kredibilitas satu ini aku jadi kelepasan ngomong, kakak Daniel maklum saja ya biasa khilaf karena cowok jomblo yang kadang mulutnya tidak di filter." ucap Dita
"Tapi sepertinya kalian berdua sangat cocok menjadi pasangan kenapa kalian tidak berpacaran saja berdua." ucap Daniel dengan senyuman
"Najis cowok seperti dia bisa-bisanya kakak Daniel berkata seperti itu, jauh bangat kelasnya aku mau sama cowok jomblo,gak ada akhlak,gak punya kredibilitas, sudah gitu suka cari gara-gara lagi." ucap Dita
"Hei anak kecil kau pikir kau siapa, sudah kecil pendek seperti bola, mana rata lagi mana perut, mana dada aku tidak tau, kau pikir kau selevel dengan ku, kau tak lihat para model yang berkeliaran di sekitar ku, mana wajahmu pas-pasan." ucap Ramon
Sementara Lisa dan Daniel hanya bisa melihat ke dua orang tersebut berdebat tapi tangannya menggenggam tangan Lisa
__ADS_1
"Jika kalian terus bertengkar lebih baik kita pulang saja lihat semua orang melihat ke sini." ucap Daniel karena Ramon dan Dita bertengkar terus
"Aku tak bertengkar kakak dia yang selalu memulai pertengkaran ini." ucap Dita, sudahlah kalian sebaliknya diam, ayo kita pulang saja, tampaknya di sini semakin ramai." ucap Daniel lalu bangkit dan membayar cemilan yang tadi mereka makan, kini ke empat orang tersebut sudah berada di dalam mobil
Keesokan paginya di sebuah hotel tampak seorang pria tanpa busana sehelai pun dengan seorang wanita yang ada di pelukannya
Sementara di kamar hotel tampak seorang wanita yang sejak semalam sudah menunggu dan mencari seorang pria
Sementara itu di kediaman Ayana tampak Ernest sedang merapikan pakaiannya begitupun Ayana karena sebentar sore meraka akan Pindah ke rumah Ernest, setelah merapikan barang-barang mereka Ernest dan Ayana keluar untuk sarapan bersama
Tampak di meja makan semua orang sudah berkumpul kini semua penghuni rumah sudah duduk bersama, "jadi kalian akan pindah hari ini." tanya ibu Ayana
"Iye ibu kakak Ernest bilang ini lebih baik dan aku boleh ke sini kapanpun aku mau." ucap Ayana
"Tapi ayah, ibu dan Kaka Daniel akan mengantarku ke sana kan sebentar sore saat kami pindah ." tanya Ayana
"Tentu saja lagipula ayah sudah lama Ingin melihat kediaman Ernest." ucap ayah Ayana bercanda
Setelah sarapan Ernest dan yang lain langsung keluar untuk bekerja sementara Ayana langsung kembali ke kamar untuk merapikan barang yang akan dia bawa
Di hotel tampak wanita yang berada di pelukan pria tersebut terbangun lalu menutup mulutnya dengan tangan sambil melihat pria yang ada di sebelahnya "astaga apa yang terjadi kenapa akan berakhir di sini." ucap wanita tersebut sambil Bagun dan mengambil pakain miliknya, sementara pria tersebut tak terganggu sedikitpun
Ernest yang sudah berada di perusahan dan sedang duduk di kursi kebesaranya tampak di kejutkan dengan kedatang seorang wanita yang mengaku sebagai teman sekolahnya dan saat ini perusahan mereka sedang bekerjasama, "maaf tuan dia nona Linda yang merupakan pengusaha di kota c tapi keluarganya memiliki perusahan di sini kemarin mereka mengajukan kerjasama dan kita akan bertemu hari ini, dia adalah Putri tuan Santos ." ucap Ramon berbisik
__ADS_1
"Ernest apa kabar pasti kau tak mengingatku, dulu kita satu sekolah hanya mungkin kau tak terlalu memperhatikan murid wanita." ucap Linda sok akrab
"Benarkah maaf aku tak menyadari keberadaan mu." ucap Ernest sedikit kurang nyaman dengan Linda, sementara itu sekertaris baru tampak jengkel melihat Linda yang datang dan langsung menerobos masuk
"Bisa di mengerti aku sengaja datang mewakili ayahku semakin Ingin silaturahmi sebagai sesama leting sekolah." ucap Linda
"Benarkah baiklah senang bertemu denganmu sebaiknya kita langsung membicarakan kerja sama yang akan kita lakukan." ucap Ernest tanpa basa-basi
Baiklah ucap Linda lalu tersenyum, kini Linda serta salah seorang stafnya sudah duduk saling berhadapan dengan Ramon dan Ernest tampak Linda terus melihat Ernest dan berusaha untuk menggoda Ernest
Ernest nampak bias saja baginya wanita di hadapannya tak ada apa-apanya di bandingkan istrinya, sementara sang sekretaris tampak masuk dan menyiapkan air serta cemilan dengan sengaja menumpahkan teh panas ke arah Linda membuat suasana sedikit tegang "apa yang kau lakukan." ucap Linda
"Maaf nona aku benar-benar tidak sengaja melakukannya ku akan membersihkannya." ucap sekertaris tersebut sambil berusaha membersihkan dengan tisu
Sudah kau tidak usah membantu membersihkannya." ucap Linda menghempaskan tangan sekertaris tersebut, sementara Ernest hanya fokus pada berkas yang ada di tangannya tanpa peduli pada dua wanita yang sedang mencari cara agar di lirik Ernest
"Maaf." tuan ucap sekertaris tersebut membuat Ernest hanya mengakat jarinya menyuruh keluar, sementara Linda langsung merapikan penampilannya, "Baiklah sepertinya ada beberapa poin yang harus di rubah jadi sepertinya nona Linda memeriksa beberapa poin perjanjian yang kita buat Kemarin." ucap Ernest
"Benarkah maaf Ernest saya akan memperhatikan hal itu, bagaimana kalau kita makan bersama." ucap Linda
"Sebaiknya anda pulang untuk berganti baju takutnya anda kurang nyaman." ucap Ernest
Linda tersenyum kecut mendengar perkataan Ernest padahal kan dia bisa mengganti pakaiannya di depan kantor ada butik "baiklah Ernest terimakasih atas waktunya kami permisi." ucap linda lalu bangkit setelah bersalaman Linda keluar tampak Linda menatap tajam sekertaris yang membuat bajunya basah.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya