BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
46


__ADS_3

Sementara itu pelayan yang tadi mengatakan hal yang kurang sopan pada Ayana langsung terbelalak saat melihat ayana mengeluarkan kartu black card-nya sedangkan wanita yang tadinya menghina Ayana tampak sedikit malu, tampak meli yang melihat semua itu menjadi bingung Ayana belanja seenaknya walaupun orang tuanya memiliki perusahan tapi sebuah perhiasan mewah dan sangat mahal itu jarang dapat di beli oleh orang astaga apa yang terjadi apakah ayana sekaya itu "kenapa aku tak pernah tau selama ini orang tuan Ayana menerapkan hidup sesuai kebutuhan yaitu membeli keperluan sesuai yang di butuhkan dan tak sembarangan membeli barang tak boros, sial jika kau tau Ayana dan keluarganya sekaya ini aku tak akan melakukan hal itu dan aku mempunyai kesempatan menikah dengan Daniel dan menjadi istri seorang pengusaha kaya raya lihat Ayana yang tak bekerja saja sudah memiliki black card-nya apalagi Daniel yang bekerja di perusahaan ." pikir meli


Setelah puas berbelanja Ayana dan kedua temanya langsung pulang sementara meli tampak duduk di sebuah cafe "apa yang harus aku lakukan agar bisa kembali mendapatkan kepercayaan Ayana, tapi jika saat ini aku langsung meminta maaf itu pasti akan sangat mencurigakan aku harus mencari cara agar kembali terlihat baik di mata mereka." ucap Meli sambil meminum kopi pesanannya


Sementara itu di perusahaan tampak Ernest sedang duduk menatap jendela kantor miliknya, lalu mengeluarkan ponsel miliknya, " temua aku di restoran depan perusahaan." ucap Ernest lalu menutup teleponnya, setelah menelepon Ernest menekan tombol di mejanya tak berselang beberapa menit Ramon masuk ke dalam ruangan Ernest


Melihat Ramon yang sudah masuk dan berdiri tepat di hadapannya langsung bangkit berjalan keluar diikuti oleh Ramon sementara Bella tampak bingung setelah mendapatkan telepon dari Ernest yang memintanya untuk bertemu di restoran depan perusahaan,"apa dia mengetahui bahwa aku sedang mengawasinya dan berencana mengikutinya, tapi bagaimana bisa di tau." ucap Bella yang terlihat bingung tapi saat melihat Ernest masuk ke mobil lalu mobilnya masuk ke pekarangan restoran yang tak jauh dari perusahaan, membuat Bella yakin Ernest mengetahui keberadaanya


Tampak Ernest keluar dari mobil bersama dengan Ramon lalu masuk ke restoran setelah duduk di sebuah meja tak berselang lama Bella juga ikut masuk ke restoran dan duduk di meja yang sama dengan Ramon


"Ada apa cepat katakan bukannya kita sudah berbicara kemarin dan aku sudah menjelaskan tentang hubungan kita." ucap Ernest tanpa basa-basi

__ADS_1


"Kenapa Kau sangat berubah sampai seperti ini Bukankah kau tidak seperti ini apakah aku tidak pantas untuk menjadi kekasihmu sehingga kau berubah seperti ini bukannya kita sudah lama bersama dari kecil hingga dewasa Tak mungkin kau tidak memiliki perasaan padaku walaupun hanya sedikit." ucap bella


"Aku sudah mengatakannya padamu dari kemarin kau hanya aku anggap sebagai adik tidak lebih sebaiknya kau kembali ke kota C kedua orang tua mengkhawatirkan dan jelaskan pada mereka tentang hubungan kita Aku tidak ingin mereka berpikir macam-macam tentang kita apalagi kau sudah datang ke kota untuk menemuiku." ucap Ernest


"Tidak aku tidak ingin menjadi adikmu kau jangan mengatakan sesukamu kau dulu selalu memberi aku perhatian yang lebih dan selalu membuat aku merasa tersanjung dan merasa dicintai Dan saat aku sudah mengenal kasih sayang dan cinta kau malah membuat aku menjadi orang asing di hidupmu tidak aku tak ingin semua ini Aku ingin kau seperti dulu selalu memberikan perhatian dan selalu memberikan apa yang aku inginkan." ucap Bella


Ernest menghembuskan nafasnya kasar mendengar penuturan Bella mungkin memang semua juga adalah salahnya yang tidak mengerti bahwa hal yang diberikan kepada Bella akan menjadi bumerang padanya suatu saat nanti "aku menyesal dan meminta maaf telah membuatmu seperti itu tapi aku hanya ingin membuatmu bahagia karena Kau seperti adikku sendiri jadi kumohon mengertilah lanjutkan kehidupanmu carilah seorang pria yang mencintaimu dan hiduplah bersamanya aku tak bisa bersamamu." ucap Ernest


"Kau jangan katakan kau tak bisa bersamaku jika kita menjalani hubungan walaupun saat ini kau belum mencintaiku tapi jika kita sering bersama dan melewati hari bersama suatu saat kau pasti akan mencintaiku." ucap Bella memaksa


Tampak Bella yang sudah berada di hotel langsung masuk ke kamar miliknya setelah masuk bela langsung merapikan pakaiannya Tapi saat merapikan pakaiannya sebuah ketukan di pintu kamar membuatnya menghentikan kegiatannya tampak Bella bangkit lalu membuka pintu "Kau untuk apa lagi kau ke sini aku akan kembali ke kota C." ucap Bella

__ADS_1


"Oh kau sudah menyerah memang sebaiknya kau menyerah saja karena kau bukan tipe wanita yang disukai oleh Ernest." ucap pria tersebut


"Apa maksudmu mengatakan Aku bukan tipe wanita yang disukai oleh Ernest kau jangan mengada-ngada Ernest memang tak begitu menyukai sebuah hubungan apalagi hubungan antara pria dan wanita mungkin saja dia belum menyadari bahwa dia mencintaiku aku akan menunggu di kota C sampai dia berubah pikiran." ucap bella


Pria tersebut langsung tertawa terbahak-bahak "Apa kau Ernest tak memiliki wanita di sisinya hanya karena tak dia tak pernah jalan bersama seorang wanita dan apa kau berpikir bahwa Ernest akan menyusulmu ke kota C dan memilihmu untuk menjadi pasangannya bangun sepertinya tidurmu terlalu miring membuta otakmu jadi miring, apa kau pikir Ernest bukan pria normal." ucap pria tersebut


"Sudahlah pergi sana aku yakin dengan keputusan ku, dan tak mungkin Erenst dekat dengan seorang wanita tanpa aku atau siapapun ketahui." ucap bela mendorong pria tersebut lalu menutup pintu kamarnya melanjutkan merapikan pakaiannya


"Dasar wanita bodoh tapi semakin bodoh akan semakin bagus itu bisa membuatnya menjadi pion yang bagus, karena biasanya orang bodoh akan melakukan tindakan membabi-buta dan aku yakin dia akan menjadi senjata yang ampuh." ucap pria tersebut lalu pergi dari depan kamar Bella


Sementara Malik di hotel sedang bersiap-siap untuk keluar bertemu dengan Daniel

__ADS_1


Sementara itu Daniel yang berada di perusahaan tanpa berpikir sejenak sambil memandang pemandangan di luar jendela ruangannya kemudian dia bangkit lalu keluar dari ruangan.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2