
Tampak Malik yang keluar dari hotel lalu memangil taksi untuk ke tempat dimana dia meninggalkan mobilnya, melihat bar yang masih tutup Malik langsung masuk ke dalam mobil lalu melajukan kendaraannya menuju hotel di mana Lia berada, begitu sampai di hotel Malik langsung menuju kamar Lia, tampak Malik mengetuk kamar Lia, Lia yang ketiduran langsung terbangun mendengar ketukan
"Malik kau sudah kembali aku sangat khawatir padamu." ucap Lia saat pertama kali melihat Malik di Depan pintu kamar hotel miliknya, Malik tak menjawab tapi langsung masuk ke dalam kamar Lia
"cepat bersiaplah kita akan pergi ke dokter kandungan sekarang juga, aku ingin tau apakah kau benar-benar hamil." ucap Malik
tampak Lia sedikit takut mendengar perkataan Malik tapi dia harus pergi kalau tidak Malik akan curiga, Lia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
sementara itu di kota c di sebuah perusahaan tampak seorang pria sedang duduk di kursi kebesaranya "bagaimana apakah kau sudah mendapatkan informasi apa yang terjadi." tanya pria tersebut
"tuan ini sangat aneh kami sudah menyelidiki rumah di mana nona Bella pernah pergi tapi kami tak melihat tuan Ernest sama sekali di kediaman tersebut dan setelah beberapa hari kami juga tak melihatnya tapi kemarin sepertinya ada beberapa penjaga tambahan dan semua mobil yang masuk di periksa kami tak bisa mendekati rumah itu lagi." ucap pria tersebut
"bagaimana mungkin bukannya itu rumah pribadi milik Ernest." ucap pria tersebut
"benar tuan Karena aku melihat asisten dan supirnya di rumah tersebut." ucap pria tersebut
kini hari sudah semakin sore Ernest bersiap untuk pulang ke kediaman mertuanya untuk mengajak Ayana pindah ke rumah miliknya tampak Ramon sudah menunggu kini ke dua orang tersebut keluar dari ruangan stuart
tampak sang sekretaris tersenyum penuh arti saat pintu ruangan stuart di buka tapi stuart dan Ramon langsung berjalan menuju lift tanpa mempedulikan sang sekertaris yang sudah memasang senyum 1 juta watt
"kenapa sih tuan Ernest tak melihat kearah ku padahal aku sudah dandan secantik mungkin." ucap sang sekertaris sambil mengambil Kaca yang berada di dalam tas miliknya
__ADS_1
sementara di kediaman Ayana tampak ke dua sahabat Ayana dan ibunya sudah berada di ruang keluarga menunggu kedatangan para pria yang pertama datang ayah Ayana, di susul Kakak Daniel tak berselang lama mobil Ernest memasuki pekarangan rumah, tampak Ernest masuk sambil tersenyum melihat wajah istrinya yang sepertinya tak rela meninggalkan kediaman orang tuanya
"apa semau sudah pulang maaf aku terlambat." ucap Ernest saat di parkiran melihat mobil ayah dan kakak iparnya sudah ada
"sebaiknya bersihkan tubuhmu aku mengatakan pada Ayana Agar pakaianmu jangan di bawa semua, agar jika kalian menginap tak perlu banyak membawa barang." ucap ibu ayana
"iya ibu aku juga berpikir hal yang sama, baikalah ibu aku ke kamar untuk berganti baju." ucap Ernest lalu masuk ke dalam kamar
"ada apa Dengan wajahmu, sepertinya kau tak ikhlas pindah." ucap Lisa yang berada di samping Ayana
"aku kan sudah nyaman di kamarku sekarang aku merasa kurang nyaman saja di kamar orang lain." ucap Ayana
"kau tenang saja kau pasti suka dengan kamar barumu aku jamin itu." ucap Lisa membuat Dita ikut mengaguk
hai bumil jangan marah-marah terus kan kau belum lihat kamarnya siapa tau saja kakak Ernest mempersiapkan kamar sesuai dengan keinginan mu." ucap Lisa
"sudahlah kalian tak akan mengerti apa yang aku rasakan." ucap Ayana, tampak ayah Ayana yang sudah berganti pakaian datang bergabung, sementara Ernest dan Daniel sepertinya masih masih mandi, tak berselang lama Daniel dan Ernest datang setelah formasi lengkap mereka langsung naik ke mobil masing-masing
setelah menempuh perjalanan beberapa menit tampak pagar langsung di buka oleh penjaga yang sudah hafal mobil milik Ernest, semua mobil sudah masuk ke dalam pekarangan rumah Ernest yang luas tampak Ayana sedikit tertegun melihat pekarangan rumah Ernest yang luas dengan beberapa orang penjaga di setiap sudut
"ini benar rumah kakak ." tanya Ayana yang masih berada di pekarangan, iye sayang kenapa bertanya begitu." tanya Ernest
__ADS_1
tapi tak ada jawaban dari Ayana saat melihat sebuah rumah mewah bak istana yang ada di hadapannya, bahkan rumahnya tidak ada apa-apanya di bandingkan rumah suaminya padahal selama ini dia pikir perusahaan suaminya lebih kecil di bandingkan perusahaan ayahnya, pantas saja Ernest memberikan kartu black card-nya tanpa pikir panjang bahkan dia tak keberatan saat dirinya berbelanja hingga miliaran
"sayang apa kau baik-baik saja ayo kita turun kita sudah tiba di depan rumah." ucap Ernest, Ayana sedikit terkejut "iya." ucap Ayana spontan
ada apa ayo aku bantu turun semua orang sudah turun." ucap Ernest membantu ayan keluar dari mobil, tampak pelayan sudah membuka pintu semua orang tampak masuk ke dalam bersama, Ayana tampak terpaku melihat kediaman Ernest bukan hnya luas tapi sangat indah, kini semua orang sudah duduk di ruang tamu
ayo sayang aku perlihatkan kamar tidur kita, ucap Ernest sambil memegang tangan ayana dan membawanya melihat kamar milik mereka, tampak Ernest membuka pintu sebuah tulis membuat Ayana langsung mengingat Lisa yang akan merenovasi sebuah kamar dan meminta sketsanya sesuai dengan keinginan Ayana
"oh jadi Lisa dan dita yang kakak minta tolong merenovasi kamar ini." tanya Ayana
"iya kah aku jug tidak tau sayang aku hanya menyuruh Ramon untuk bertanya pada temanmu konsep apa yang kau sukai." ucap Ernest jujur
"pantas saja mereka tau aku akan menyukai kamar ini." ucap Ayana dalam hati
"bagaimana apa kau suka kamar ini ." tanya Ernest, " ya aku sangat suka aku pikir kamar kakak akan berwarna gelap ." ucap ayan, membuat Ernest menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena memang kamarnya dulu berwarna hitam dan Ernest tak peduli pada warna kamar yang dia miliki tapi sejak Ayana masuk ke dalam hidupnya sepertinya kini hidupnya penuh warna
baikalah mari kita ke depan untuk bergabung dengan yang lain sekalian kita berkeliling rumah bersama ." ucap Ernest, kini Ayana dan Ernest kembali ke ruang tamu, mereka akan mengajak yang lain untuk mengelilingi rumah Ernest
tampak Ernest berjalan bersama ke dua orang tua Ayana, sementara Ayana berjalan bersama ke dua sahabatnya dan kakak Daniel
"bisa-bisanya kalian ikut-ikutan berbohong, pantas saja kalian meminta sketsa sesuai keinginan ku." ucap Ayana.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya