BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
95


__ADS_3

tanpa tampak ayah Ernest berbicara cukup lama dengan menggunakan telepon setelah beberapa menit dia kemudian mematikan sambungan telepon, "aku sudah bertelepon seseorang mereka akan mencari Deni tunggulah sebentar lagi mereka akan memberikan informasi kepada kita." ucap ayah Ernest


setelah menunggu beberapa jam akhirnya ponsel ayah Ernest berdering tampak ayah Ernest berbicara dengan raut wajah yang sedikit panik tak lama kemudian ayah Ernest langsung mematikan panggilan telepon tersebut, "bagaimana ayah apakah sudah ada kabar tentang keberadaan Deni kenapa wajah ayah seperti orang yang sedang kehilangan sesuatu." tanya ibu Deni saat melihat wajah ayah Ernest


"sepertinya anak kita telah diculik oleh seseorang tapi tak ada yang mengetahui siapa pelakunya dan orang yang tadi membantuku mencari informasi tentang Deni juga tak bisa menemukan jejak apapun dari hilangnya Deni." ucap ayah Ernest

__ADS_1


"apa maksud ayah Deni diculik bagaimana bisa bukankah ayah selalu mengutamakan keselamatannya di mana para pengawal yang menjaganya bagaimana mungkin asistennya juga ikut diculik jangan-jangan pelakunya adalah Ernest dia salah orang yang tak suka kepada Deni." ucap ibu Deni


"ibu jangan sembarangan menuduh seperti itu karena tidak mungkin Ernest menculik Deni jika memang dia ingin menculik Deni sejak awal dia akan melakukannya bukan sekarang pasti ada sesuatu yang tak kita ketahui tentang Deni mungkinkah jadi nih bergaul dengan orang yang salah sehingga mereka melakukan penculikan pada Deni sebaiknya kita menunggu saja siapa tahu orang yang menculik Deni akan menghubungi kita untuk meminta tembusan." ucap ayah Ernest


"aku tidak berbicara sembarangan ayah siapa tahu saja Ernest berubah pikiran dan ingin mencelakai Deni kita tak mengetahui apa yang di pikirkan oleh seseorang seperti Ernest apa menunggu penculiknya untuk meminta tembusan bagaimana jika mereka tidak meminta tebusan tapi menginginkan nyawa Deni apa yang harus kita lakukan saat ini ayah aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada Deni." ucap ibu Deni

__ADS_1


Ernest yang kini berada di kediamannya tampak langsung masuk ke dalam kamar miliknya dengan dan Ayana melihat istrinya yang masih tertidur pulas panas langsung mendekati sang istri lalu pengecut semua wajahnya saat sedang asyik bermain dengan sang istri tiba-tiba ponsel anak berdering dan panggilan tersebut berasal dari sang ibu tumben ibu melakukan panggilan video ucap Ernest lalu mengangkat panggilan tersebut "hai sayang aku yakin kau sudah kembali dari bekerja sekarang perlihatkan istrimu pada ibu dan nenek kami sangat penasaran." ucap ibu Ernest


Ernest langsung mengarahkan kamera ke wajah Ayana yang sedang terlelap "astaga dia begitu imut saat tertidur seperti bayi ibu lihatlah cucu menantu ibu." ucap ibu Ernest saat melihat wajah lucu Ayana yang sedang terlelap dengan mulut sedikit terbuka


"kau benar apa dia tidak apa-apa, sebaiknya kita akhiri saja panggilan telepon ini nanti dia terganggu saat tidur aku tak ingat dia terbangun keren mendengar suara kami." ucap nenek Ernest

__ADS_1


"nenek dan ibu jangan khawatir Ayana kalau sudah tidur bom pun yang meledak tak dia dengar apalagi hanya suara ibu dan nenek yang kecil." ucap Ernest, kau ini sudahlah mulai bisa bercanda rupanya sudahlah kasian istrimu jika terbangun kami akan menelepon mu lagi nanti saat istrimu sudah bangun." ucap nenek Ernest lalu mematikan panggilan telepon tersebut .


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2