
"Kau tenang saja aku sudah menyusun rencana agar Ayana dan teman-temannya menjadi bahan lelucon orang, apalagi orang yang dekat dengan ayana akan tau bahwa Ayana bukan gadis baik-baik seperti yang mereka pikirkan." ucap meli
"Baikalah ingat jika sampai aku dalam Maslah Karena mu akan ku buat kau merasakan akibatnya." ucap Nando
"Kau tenang saja semua pasti akan baik-baik saja tapi aku sedikit penasaran bajingan mana yang sudah menodai Ayana apakah mungkin salah seorang pria tua yang mabuk atau pelayan hotel." ucap Meli
"Aku juga penasaran tapi tak ada informasi apapun yang aku temukan dan ada seorang yang sudah mencari informasi Masi tersebut dan ada juga seseorang yang sudah menutup semua Askes informasi itu." ucap Nando
Baiklah aku pergi dulu aku akan mencari target untuk membuat hidup ku lebih baik tapi jika kau membutuhkan kehangatan dariku silahkan menghubungi ku." ucap meli lalu pergi begitu saja dari tempat Nando, sementara Nando tampak tak peduli dan melanjutkan aksinya bergoyang
Sementara itu di BAR hotel tampak Bella yang sedang meneguk minuman di meja bar dengan santai bahkan dia langsung memesan 1 botol wiski untuk dirinya sendiri, Bella minum wiski tersebut seperti minum air, tampak seorang pria memperhatikan Bella dari sebuah tempat duduk, pria tersebut bangkit melangkah menuju Bella dengan senyuman manis, sementara Bella sudah menghabiskan setengah botol wiski sepertinya Bella sudah sedikit mabuk
"Halo sayangku apa kabarmu, kenapa kau sendiri minum di sini." ucap pria tersebut
Bella yang mendengar suara seseorang seperti pernah bertemu langsung mengakat wajahnya tampak Bella sedikit terkejut "kau sedang apa kau di sini jangan bilang kau mengikuti ku ke sini, aku kan sudah bilang tak ingin berhubungan lebih jauh denganmu apa kau tak mengerti aku sudah memiliki kekasih." ucap Bella penuh percaya diri
__ADS_1
"Ha ha ha kau wanita yang sangat percaya diri jika memang kau memiliki kekasih kau tak akan di sini sendiri dengan sebotol wiski." ucap pria tersebut
"Apa urusannya denganmu dia sedang sibuk sebaiknya kau pergi saja tidak usah menghiraukan ku." ucap Bella
"Apa kau pikir Ernest sedang sibuk bekerja, bisa saja saat ini dia sedang bersama seorang wanita cantik." ucap pria tersebut
"Tau apa kau tentang Ernest dia adalah pria baik dan tak mungkin ada wanita di sekitarnya selain aku, mungkin saja wanita itu mendekati dan menjebaknya tapi aku yakin Ernest pasti hanya akan bersamaku." ucap Bella yang sudah mabuk
"Seorang pria yang mencintai seorang wanita tak akan pernah membiarkan wanita yang dia cintai sendiri apalagi sampai bersedih." ucap pria tersebut
"Kau tak tau Ernest selalu menyukai dan menyayangi ku sejak kecil dia akan melakukan apapun untuk, saat ini mungkin dia sedang sibuk sehingga dia tak terlalu memperhatikan diriku tapi asal kau tau Ernest tak akan pernah pergi dariku." ucap Bella
Sementara Daniel dan Lisa yang sudah selesai menyantap hidangan makan malamnya langsung keluar dari restoran tersebut dan berjalan bergandengan di pantai," kakak sejak kapan kakak menyukai ku, pasalnya kakak selalu cuek dan jarang menegur kami saat kami masih sekolah nanti kami akan lulus baru kakak mulai menegur kami." tanya Lisa
"Aku menyukai dirimu sejak pertama kali melihatmu saat itu kalau tidak salah kau datang ingin kerja kelompok." ucap Daniel
__ADS_1
"Astaga kakak ternyata pedofil bisa-bisanya kakak menyukai anak kelas 1 SMP aku bahkan belum mempunyai buah dada." ucap Lisa yang terkejut mendengar perkataan Daniel
"He he he apa daya saat itu aku begitu terpesona padamu, apalagi tubuh mu tinggi sehingga membuat ku tidak berpikir panjang untuk menyukaimu, tapi apa kau tau aku berusaha menahan diri selama ini agar aku tak mengatakan perasaan ku sampai kau tamat sekolah itulah mengapa aku sedikit cuek dulu karena aku takut tak bisa menutupi perasaan ku padamu." ucap Daniel
"Benarkah aku pikir kakak Daniel tak suka anak kecil seperti kami, aku pikir kakak Danil suka sekertaris kakak Daniel yang bajunya kurang bahan itu." ucap Lisa
"Ha ha ha kau jangan cemburu sayang, Sintia hanya sekertaris ku dia tak ada hubungan apapun denganku, hanya kau wanita di hatiku." ucap Daniel
Sementara itu di kediaman Ayana tepatnya di kamar milik Ayana, tampak Ernest yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya, lalu pandangannya menyapu ruangan kamar hingga di tempat tidur tampak Ayana sudah tertidur dengan laptop masih menyala sepertinya Ayana tak sadar dia sudah bersuami, Ernest langsung bangkit merapikan laptop dan cemilan milik Ayana, lalu memperbaiki tidur Ayana
Erenst tampak menatap Ayana kemudian mengecup seluruh wajah ayana kemudian terakhir mengecup bibirnya karena tak ada reaksi dari Ayana, membuat Ernest semakin berani Ernest membuka sedikit baju milik ayana lalu menyentuh perut Ayana
"Terimakasih nak sudah hadir di dalam rahim ibumu, kau adalah pengikat aku dan ibumu, jika kau tak ada aku yakin ibumu tak akan mau menikah dengan ayah, kau tau nak setelah mendengar kau hadir aku sangat bahagia aku tak akan melakukan kesalahan seperti yang kakekmu lakukan aku akan berjuang untuk kebahagiaan kita bersama." ucap Ernest sambil mengelus perut Ayana, sementara Ayana hanya tersenyum sambil tertidur pulas, setelah mengatakan hal tersebut Ernest juga ikut berbaring di samping Ayana
Sementara itu Bella yang tak sadarkan diri sudah tergeletak tak berdaya di meja BAR pria tersebut langsung mengakat tubuh Bella.
__ADS_1
Sementara itu di pantai tampak Daniel dan Lisa sedang bergandengan tanga. sambil saling menatap, kini bibir Daniel sudah merapat ke bibir Lisa, Daniel mulai menyesap bibir manis Lisa, sementara Lisa hanya membeku merasakan bibir tebal Daniel yang sudah ******* bibir tipis miliknya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya