BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
18


__ADS_3

Ernest dan Ramon sudah masuk di dalam mobil,kini Ramon sudah duduk di samping supir sedang Ernest duduk di kursi belakang


"Tuan menurut tuan adik tuan Daniel sangat imut dan manis ya." ucap Ramon saat mobil sudah melaju meninggalkan restoran, Ernest langsung menatap tak suka kearah Ramon


"Kau jangan berpikir apapun tentang ayana, atau aku akan membuatmu menjadi salahsatu Tawan dalam markas milikku." ucap Ernest dengan kata-kata mengecam membuat Ramon yang berniat bercanda langsung terdiam, tapi rasa penasarannya membuatnya belum bisa menutup mulutnya


"Maaf tuan tapi bolehkah aku bertanya." ucap Ramon setelah beberapa saat Karena sangat penasaran tuanya berubah 180 derajat saat di dekat adik tuan Daniel yang bernama Ayana


"Ada apa cepat katakan." ucap Ernest dengan pikiran masih tertuju pada Ayana


"Apakah tua pernah bertemu dengan adik tuan Daniel sebelumnya." tanya Ramon


Ernest terdiam mendengar pertanyaan Ramon, "itu bukan urusan mu sekarang aku ingin kau hubungi tuan Danil dan tanyakan tentang keadaan adiknya karena aku lupa meminta nomor mereka tadi." ucap Ernest sok jual mahal


Ramon menggaruk kepalanya yang tidak gatal "maaf tuan aku juga tidak tau nomor tuan Daniel." ucap Ramon "dasar kau bodoh cari informasi mengenai perusahaan milik Daniel dan ayahnya jika mereka butuh investor ." ucap Ernest


"Baik tuan." ucap Ramon, sementara itu ayana yang sedang lemas tampak pusing "apa kau baik-baik saja." tanya Lisa saat di dalam mobil


"Kepalaku sedikit pusing." ucap Ayana," apa perlu kita ke rumah sakit ." tanya Daniel yang khawatir


"Dita coba kasih keluar minyak kayu putih milikmu mungkin saja Ayana akan lebih baik jika menghirup aromanya." ucap Lisa


Dita langsung mengeluarkan minyak kayu putih miliknya lalu memberikan pada Ayana, benar saja tak berselang beberapa menit Ayana tampak baik-baik saja, " kakak aku baik-baik saja, sepertinya karena aku makan terlalu banyak." ucap Ayana setelah menutup wangi minyak kayu putih

__ADS_1


"Benarkah tadi aku pikir kau akan pingsan, baiklah kakak akan mengantar kalian ke rumah dan mobil Lisa sudah di bawa oleh sopir, tapi kenapa kalian tak mengajak meli." tanya Daniel


"Kami sudah tak berteman dengan meli lagi kakak." ucap Ayana, membuat Daniel tampak terdiam, kini mobil milik Daniel sudah masuk pekarangan rumah, Ayana nampak turun begitupun Dita tapi saat Lisa akan turun tiba-tiba Daniel mencegahnya, "bolehkah aku berbicara berdua denganmu." tanya Daniel


Lisa sangat terkejut apalagi saat ini mereka sedang di dalam mobil, "kakak lepaskan tanganku nanati ada yang lihat ." ucap Lisa khawatir Dita akan melihat hal tersebut


Tidak sampai kau setuju untuk bicara berdua denganku." ucap Daniel ini kesempatan baginya selama ini dia tidak bisa berbicara dengan Lisa karena Dita selalu menempel di sekita Dita," baikalah nanti kita akan bicara berdua saat kakak pulang ." ucap Lisa tak ingin berlama


Sementara itu Dita dan ayan yang sudah masuk ke kamar Langsung menoleh saat melihat Lisa tak ada, Dita pun langsung keluar mencari keberadaan Lisa, untung saja saat Dita keluar Lisa sudah bert di Depan pintu sedangkan Daniel sudah pergi


"Kenapa kau lama sekali, apakah ada sesuatu ." tanya Dita, " tidak tadi ibuku telepon jadi aku mengangkatnya terlebih dahulu." ucap bohong Lisa


"Benarkah Baiklah Ayo kita masuk." ucap Dita kalau mereka berdua pun masuk ke dalam kamar di mana Ayana berada setelah masuk tampak Lisa dan Dita geleng kepala begitu melihat ayana yang sudah tidur di atas ranjang "dasar anak ini sudah beberapa hari ini sifatnya seperti beruang yang sedang hibernasi, makan banyak dan tidur terus." ucap Lisa


"Iya kau benar tapi mungkin itu kebetulan, kau tau aku sudah menemukan pria terakhir yang ada di daftar pencarian kita dia sepertinya baru kembali ke kota ini aku hanya mendapatkan nama perusahaannya saja bagaimana jika besok kita ke sana." ucap Lisa


"Tapi jika kita hanya tau nama perusahaannya bagaimana kita mencari pria itu." ucap Dita


"Dia pasti seseorang yang memiliki jabatan tinggi bilang saja kita ingin bertemu pemilik perusahaan." ucap Lisa


"Terserah kau saja tapi kau jangan marah jika besok kita di usir dari perusahaan tersebut kau pikir semudah itu." ucap Dita


"Kau benar juga sebaiknya kita mencari tau pria tersebut dengan begitu dengan mudah kita bisa bertemu dengannya." ucap Lisa

__ADS_1


Sementara itu Daniel tampak tersenyum sumringah saat melajukan kendaraannya menuju ke perusahaan akhirnya dia bisa berbicara bersua dengan Lisa


Sementara itu Ernest yang sudah berada di perusahaan miliknya tampak duduk di kursi kebesaranya, "apa kau sudah mendapatkan apa yang aku mau." tanya Ernest


"Sudah tuan ini informasi tentang keluarga tuan Daniel lengkap dengan telepon anggota keluarga mereka termasuk tua Danil, Ayana bahkan sahabatnya." ucap Ramon


"Bagus bagaimana informasi tentang perusahaan mereka apakah ada sesuatu yang bisa membuatku memiliki saham di perusahaan tersebut." tanya Ernest


"Kebetulan tuan mereka akan meluncur sebuah produk kita bisa bekerjasama dengan mereka dengan memberikan investasi yang besar." ucap Ramon


"Itu ide bagus lakukan ." ucap Ernest, " baik tuan." ucap Ramon lalu keluar dari ruangan tersebut


"Aku pasti akan berusaha mendapatkan hatimu dan meminta maaf atas apa yang terjadi malam itu." ucap Ernest sambil melihat kontak panggilan milik Ayan yang dia masukan ke dalam ponselnya dengan nama Ratu ku


Sementara itu meli terlihat sangat kesal karena hingga saat ini dia belum berhasil mencari jalan untuk masuk ke kampus yang sama dengan ayana dan yang lain, lalu dia teringat kepala sekolahnya dan dia yakin pasti kepala sekolahnya memiliki jalur untuk masuk ke sana, meli langsung mengambil ponsel miliknya, " "halo sayang apa kau merindukanku." ucap meli mengoda


"Sayang ku pikir saat kau lulus kau sudah tak menginginkan kehangatan dariku lagi." ucap pria dari seberang, " mana mungkin tentu aku menginginkan mu sayang bagaimana kalau kita bertemu di hotel sebentar malam aku memiliki kejutan untuk mu." ucap Meli


"Tentu saja sayang aku akan memberikan nomor kamar jika aku sudah berada di hotel." ucap pria di seberang , " baikalah aku menunggu." ucap manja meli lalu mematikan panggilan telepon, dasar orang tua genit kalau saja aku tak membutuhkannya aku tak mau melayaninya." ucap meli lalu menyimpan ponsel miliknya


"Bisanya notifikasi SMS banking ku berbunyi kenapa bulan ini belum masuk ya entah siapa pengirimnya tapi uang itu yang sudah membuat meli tak kekurangan dan tak harus bekerja ." ucap meli


Sementara Daniel yang baru tiba di perusahaan miliknya tampak duduk di kursi kebesaranya, dia sedang berpikir apa yang terjadi sehingga Ayana dan yang lain tak lagi berteman dengan meli dan Daniel perhatian Ayana Sepertinya tak suka jika Daniel bertanya Tentang meli.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2