
Sementara itu Lia yang ada di kamar hotel tampak cemas mengetahui bahwa Daniel dan Malik sudah bertemu bukannya apa dia sudah melakukan sesuatu sehingga membuat dan yang menjauh dari Malik apalagi lihat tak pernah jujur bahwa Daniel pernah menghubungi Malik dan dia pernah datang menemui Daniel dan mengaku pada Daniel bahwa dia sedang hamil anak Malik walaupun itu tidak sepenuhnya salah dia memang sempat hamil tapi sayang entah apa yang terjadi membuatnya harus kehilangan bayi itu di usia kandungan dua bulan
"Astaga semoga saja Daniel tak mengatakan tentang apa yang aku katakan padanya aku sangat khawatir jika sampai Malik mengetahui apa yang sudah aku lakukan." ucap Lia sambil terus mondar-mandir di dalam kamar hotelnya
Sementara itu Malik tanpa kebingungan karena dari bahasa Daniel sepertinya dia sempat berbicara panjang lebar dengan dia atau bahkan sempat bertemu dengannya," Baiklah aku mengerti, Kau pasti mengerti kenapa aku ingin bertemu denganmu Kau tahu kan selama ini aku sangat menyukai ayahnya dan aku berharap bisa menikah dengannya." ucap Malik tanpa basa-basi
Daniel menghembuskan nafasnya kasar dia tidka tahu bagaimana harus berbicara dengan Malik saat ini dia tau bagaimana perasaan Malik yang sangat mencintai adik perempuannya tapi rasa cinta Malik pada ayana mungkin saja hanya sebuah obsesi buktinya dia bersama wanita lain tapi itu bukan hal penting saat ini yang penting adalah saat ini status Ayana berbeda dia telah memiliki seorang suami dan sedang hamil dan suaminya bukan orang sembarangan bahkan Malik masih jauh di bawahnya, Daniel sedikit bingung menjelaskan hal ini karena dia tak ingin ada yang mengetahui pernikahan adiknya untuk sementara waktu apalagi di sempat berbicara dengan Ernest alasan kenapa dia juga tak mengumumkan pernikahannya dengan Ayana, tapi pasti Malik akan berpikir dia tak merestui hubungannya dengan Ayana apalagi kalau mengatakan ayana sudah menikah itu tak mungkin pasti Malik akan marah dan mengatakan Daniel berbohong
"Malik sebenarnya aku ke sini untuk meminta maaf padamu dan mengembalikan semua barang pemberianmu untuk Ayana." ucap Daniel
"Apa maksudnya kau tak bisa melakukan hal itu padaku aku sudah bekerja keras dan menunggunya sekian tahun aao karena aku Anak yatim piatu atau karena aku orang Miskin." ucap malik dengan nada marah dan frustasi
"Aku mohon tenang lah kau tau aku dan keluargaku ku tak pernah melihat seseorang dari hal itu tapi Ayana masih kecil dan aku terpaksa tak memberikan hadiah yang kau kirimkan karena aku takut ayana akan merasa kurang nyaman atas perhatian yang kau berikan." ucap Daniel
__ADS_1
Malik tampak termenung mendengar perkataan Daniel, tapi aku sangat mencintai Ayana kenapa kau tak pernah mengatakan hal ini padaku." tanya Malik
"Aku sempat ingin bertemu denganmu dan berbicara tapi ponselmu tidak akti dan pada saat aktif Lia yang mengakat ponsel tersebut aku hanya menitipkan pesan padanya agar kau menelepon ku kembali tapi tak ada tanggapan darimu." ucap Daniel
"Kau jangan berbicara sembarangan selama ini aku tak pernah mendapatkan telepon darimu Dan tidak mungkin lia tak memberitahuku kalau memang kau menghubungiku sekarang katakan yang sebenarnya mengapa kau menolak Aku bersama dengan Ayana bukankah kau tahu aku adalah pria yang tepat untuk ayana aku sangat mencintai ayahnya aku rela berkorban apa saja demi ayana dia adalah cinta pertama ku." ucap Malik
"Bagaimana jika ayana sudah menikah dan sudah bahagia dengan pasangannya apa yang akan kau lakukan." tanya Daniel, " itu tak mungkin aku tau semua mengenai Ayana dia tak punya teman pria dia bahkan tak pernah dekat dengan pria manapun aku selalu mengawasi nya dan menjauhkan semua pria yang berniat mendekatinya." ucap Malik penuh percaya diri
"Baiklah aku tak ingin panjang lebar lagi Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku meminta maaf dan aku harap kau bisa melanjutkan hidup mu dan tak memikirkan Ayana lagi anggaplah ayana dan dirimu tak berjodoh aku mohon mengertilah kau pasti tau kenapa aku melakukan semua ini, pasti ada alasannya, seandainya saja kau bisa bersama Ayana aku pasti mendukung mu tapi nyatanya aku tak bisa mendukung mu Karena kau tak bisa bersama Ayana." ucap Daniel
Malik melihat Daniel dengan tatapan yang sulit diartikan "katakan Yang sejujurnya padaku kenapa kau melarangku untuk mendekati Ayana Aku tak akan terima jika alasan itu tak masuk akal bagiku." ucap Malik
"Malik aku mohon padamu Aku memiliki alasan yang tepat sehingga mengatakan hal ini padamu tapi aku mohon biarkan aku menyimpan alasan ini dan aku sudah mengatakannya padamu apa yang harus aku katakan terserah kau mau percaya atau tidak Tapi aku ingatkan sekali lagi kau jangan melakukan hal-hal bodoh dengan berusaha menemui ayan atau melakukan hal yang bisa membuat persahabatan kita hancur." ucap Daniel lalu bangkit dan pergi begitu saja dari ruangan tersebut meninggalkan Malik yang tampak termenung setelah mendengar perkataan Daniel
__ADS_1
Sementara itu di kediaman Ayana tampak Ernest yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu masuk ke ruang ganti tapi saat masuk ruang ganti dan keluar Ernest tak melihat keberadaan Ayana di kamar ke mana lagi anak itu pergi." ucap Ernest sambil merapikan pakaiannya
Tampak pintu terbuka muncul Ayana dengan kopi di tangannya dengan senyuman manisnya membuat Ernest meleleh
"Astaga anak ini sejak aku pulang dari kantor sampai saat ini kelakuannya membuat aku semakin deg-degan jantungku berdetak semakin kencang saja Sebenarnya apa yang dia lakukan." ucap Ernest dalam hati
"Kakak ini kopi yang aku buat untuk kakak silakan diminum semoga Kakak menyukainya." ucap Ayana sambil memberikan kopi kepada Ernest yang sedang duduk di sofa sambil nonton
Tangan Ernest meraih kopi tersebut dan lalu menyimpannya di atas meja "duduklah Sebenarnya apa yang terjadi sehingga kau berubah seperti ini coba katakan padaku." tanya Ernest yang sudah tak tahan dengan sifat manis istrinya dan dia yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh istrinya
"Apakah kakak benar-benar tidak tahu apakah kakak tidak pernah melihat ponsel kakak." tanya ayana, Ernest menjadi bingung atas pertanyaan Ayana "Apa maksudmu aku selalu melihat ponselku sejak dari tadi pagi sampai aku pulang kantor aku selalu melihat ponselku memangnya ada apa ."tanya Ernest.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1