BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
27


__ADS_3

Ayana tampak bingung saat pelayan menyerahkan koper "maaf nona itu milik tuan tadi sopir yang membawanya." ucap pelayan


"Baik terimakasih." ucap Ayana lalu masuk ke dalam sambil menyeret koper milik Ernest, ini koper milikmu ucap Ayana dengan wajah tertunduk setelah melihat tubuh atletis milik Ernest


"Baikalah makasih sayang ku pikir kau lebih suka aku tak memakai baju." ucap Ernest sambil mengambil koper miliknya


Ayana menghembuskan nafasnya kasar cepat-cepat kembali ke ranjan untuk nonton tidak ingin otaknya traveling, kini Ernest sudah memakai baju tidur "kapan kita akan ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan mu ." tanya Ernest


Ayana langsung melihat ke arah Ernest, " kata ibu besok kami akan ke dokter kandungan teman ibu soalnya jika di rumah sakit atau klinik takutnya ada yang mengetahui." ucap Ayana


Ernest menghembuskan nafasnya kasar sebenarnya dia tak ingin menyembunyikan pernikahannya tapi apa mau di kata istrinya ingin kuliah dengan tenang dan menikmati momen bersama sahabatnya "baiklah kabari aku jika akan pergi ke sana aku akan pulang untuk menjemput kalian agar kita bisa pergi bersama." ucap Ernest


"Untuk apa kau ikut cukup aku dan ibu saja yang pergi." ucap ayana, aku juga ingin melihat bayiku yang sedang tumbuh di Rahimi emang yang bikin siapa kan aku jadi aku berhak untuk ikut pergi saat kau memeriksakan kehamilan mu." ucape Ernest


"Terserahlah tapi bagaimana aku menghubungi mu aku bahkan tak tau nomor mu ." ucap ayana, Ernest tersadar bahwa hp miliknya lobet, " astaga aku lupa untuk mengisi baterai, mana cas milik mu." tanya Ernest


"Itu di dekat meja." tunjuk Ayana , Ernest langsung berjalan ke arah yang ditunjuk setelah itu Ernest langsung meletakkan ponselnya untuk isi daya


Di sebuah rumah mewah tampak Lisa sedang berada di kamar miliknya, sebuah pesan masuk membuat Lisa senyam-senyum tak karuan, tampak Lisa bergegas bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi, sementara itu di kediaman ayana tampak Daniel yang sudah rapi hendak keluar,Danil tampak masuk ke dalam mobil kemudian mobil tersebut melaju keluar dari pekarangan

__ADS_1


Sementara meli di apartemen Tampak lesu "siapa sebenarnya yang mentransfer ke rekening ku selama lima tahun terakhir ini kenapa dia menghentikan tiba-tiba aku harus bagaimana, masa aku harus bekerja sih, tidur dengan para pria tersebut paling aku hanya dapat berapa, sebaiknya aku menjebak seorang pria agar aku mempunyai sumber dana yang tak akan pernah habis sebaiknya mulai besok aku akan berpura-pura mencari pekerjaan sambil mencari target yang tepat." ucap Meli


Sementara Daniel tampak memasuk sebuah pekarangan tampak di depan rumah Lisa sudah menunggu Lisa bergegas masuk ke dalam mobil milik Daniel," apa tidak sebaiknya aku ijin ke pada ke dua orang tuamu." tanya Daniel saat melihat Lisa sudah duduk di kursi depan


"Ke dua orang tuaku sedang keluar negri itulah mengapa aku lebih senang menginap di rumah kakak." ucap jujur Lisa


"Baiklah lain kali aku akan bertemu ke dua orang tuamu." ucap Daniel, "untuk apa bertemu orang tuaku ." tanya Lisa


"Tentu saja aku harus ijin kepada ke dua orang tuamu untuk bersamamu, agar orang tuamu tau aku adalah pria yang bertanggung jawab." ucap Daniel , " terserah kakak saja." ucap Lisa


"Kau ingin ke mana ." tanya Daniel, " terserah kakak saja kan Kakak yang ajak aku keluar." ucap Lisa


"Ada apa apakah kau tak nyaman jalan denganku." tanya Daniel, Soalnya Dita juga sedang jalan-jalan di sana ." ucap lisa tadi dia mengajakku tapi aku bilang aku sedang jalan dengan ayahku." ucap Lisa


"Baikalah bagaimana kalau kita ke kafe dekat pantai sepertinya tempatnya sangat bagus." ajak Daniel


"Kayanya itu ide yang bagus, kebetulan aku suka suasana pantai." ucap Lisa , Danil tersenyum melajukan kendaraannya ke tempat tersebut


Di kediaman ayana tampak ke dua orang tua Ayana sudah ada di meja makan, "bibi pangil Ayana dan suaminya untuk makan." ucap ibu Ayana

__ADS_1


Pelayan tersebut bergegas ke kamar Ayana, sementara di dalam kamar Ayana tampak sedang asyik nonton sambil negmil, sementara Daniel sedang memeriksa email masuk di ponselnya yang sedari tadi tidak aktif, tampak Ayana bangkit dan membuka pintu begitu mendengar ketukan " maaf nona di panggil ibu untuk makan dengan suami Nona." ucap pelayan


"Makasih bibi kami akan ke sana." ucap ayana lalu mematikan laptop miliknya kemudian berjalan menuju Ernest, " kakak ibu panggil makan." ucap Ayana


"Baikalah ayo." ucap Ernest lalu bangkit mengikuti Ayana yang sudah jalan terlebih dahulu, tampak ke dua orang tua Ayana sudah duduk di meja makan "ayo nak Ernest jangan malu-malu." ucap ibu ayana


Ayana langsung duduk di tempat bisa dia duduk sambil melihat menu makanan yang sangat lezat dan banyak, "tumben ibu masak makanan kesukaan Ayana, mana menunya komplit." ucap Ayana


"Kan tadi ayana bilang ke ibu pengen makan ayam kecap dan Coto daging ." ucap ibu, " iya ayan lupa, selamat makan." ucap Ayana berniat mengambil menyendok makanan ke piring untuk dirinya, sang ibu memberi kode, membuta Ayana meletakkan piringnya dan mengambil piring milik Ernest seperti pesan ibunya harus melayani suami


"Kakak mau makan apa." tanya ayana dengan wajah datar, " ayam kecap dan Coto." ucap Ernest, Ayana langsung mengambil ayam kecap nasi dan lauk lainya lalu mengambil piring lain untuk Coto, Ernest merasa kagum pada istrinya dia tau mana yang harus di lakukan dan dia tak berdebat dengan orang tuanya walaupun dia kurang nyaman, setelah menyiapkan makan untuk Ernest, Ayana menyiapkan makan untuk dirinya, setelah itu mereka makan bersama


"Kakak Daniel tidak makan bersama kita." tanya Ayana yang menyadari kakaknya tidak ada di meja makan


"Dia sedang pergi berkencan." ucap ibu Ayana, membuat semua terkekeh ibu ini mana ada kakak Daniel berkencan pasti dia sedang melakukan sesuatu pekerjaan." ucap Ayana tak perca karena kakaknya tak memiliki kekasih


Setelah makan malam Ayana dan ernes kembali ke kamar mereka, tampak ponsel Ernest berdering, Erenst melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah melihat nama Bella membuat Ernest jadi sedikit kesal, Ernest langsung mematikan panggilan telepon tapi sepertinya Bella bukan wanita yang mudah menyerah, "siapa yang telepon Kakak niat bangat angkat aja, sakit telinga aku dengar ponsel Kakak bunyi terus." ucap Ayana


Erenst bukanya tidak mau mengakat takutnya Ayana salah paham jika dia mengakat panggilan telepon Bella, saat akan mengakat Panggilan ternyata panggilan sudah berakhir membuta Erenst lega dia hanya berharap Bella jangan lagi menghubungi dirinya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2