
"Apa yang ibu bicarakan Aku tidak mengerti bukannya memang Ernest tadi menelepon dan sempat berbicara denganku dan kemudian berbicara dengan ibu memangnya apa yang dia bicarakan tolong perjelas kata-kata ibu aku sungguh tak mengerti tadi memberitahuku bahwa dia benar-benar sudah menikah dengan seorang wanita dan bahkan istrinya sudah hamil 5 bulan ucap nenek Ernest
"Ibu jangan main-main apa benar tahu dia memiliki trauma akan pernik akan suatu pernikahan setelah menyaksikan yang dilakukan ayahnya kepadaku mana mungkin dia bisa menikah secepat itu dan bahkan istrinya saat ini hamil 5 bulan ucap ibu Ernest
"Awalnya aku juga tidak percaya tapi dia benar-benar mengatakan dengan serius bahwa dia sudah menikah." ucap nenek Ernest dengan serius "tunggu sebentar ibu aku akan menelpon Ernest untuk meminta bukti padanya tampak ibu Ernest mengambil ponselnya lalu menekan nomor Ernest begitu sambungan telepon tersambung "berikan pada ibu bukti bahwa kau sudah menikah dan memiliki istri serta istrimu sedang hamil 5 bulan saat ini." ucap ibu Ernest tanpa basa-basi Ernest yang menerima panggilan tersebut tampak sangat terkejut karena ibunya langsung to the point mengatakan hal tersebut
Ada apa dengan ibu tanpa A....B...C langsung meminta mengirim foto hamil 5 bulan baiklah kalau itu keinginannya mereka foto di mana Ayana duduk di kursi lalu Ernest berlutut sambil memegang perut milik Ayana , sementara itu di kediaman nenek Ernest tanpa ibu Ernest sedang memegang ponselnya sambil terus melihat ke arah ponselnya dengan tidak sabar menunggu kiriman foto dari Ernest tak berselang lama tampak sebuah pesan masuk dengan cepat ibu Erna membuka pesan tersebut tampak matanya terbelalak dan muka mulutnya terbuka lebar saat melihat foto yang dikirim oleh Ernest "astaga putraku seorang pedofil dia bahkan memperkosa seorang anak kecil sampai hamil Aku yakin dia pasti memaksa wanita muda ini menikah dengannya." ucap ibu Ernest berpikir negatif pada Ernest karena melihat foto Ayana yang sangat imut apalagi tubuhnya yang kecil membuat Ayana seperti anak sekolah yang masih berumur 16 tahun
__ADS_1
"Berikan padaku ponselmu aku ingin melihat foto istri Ernest tampak nenek langsung merampas ponsel yang berada di tangan ibu Ernest lalu melihat dengan baik foto tersebut apa dia menikah dengan anak-anak apa dia sudah gila begitu banyak wanita di luar sana tapi mengapa harus menikah dengan bocah, telepon Erna katakan padanya aku ingin berbicara." ucap nenek Ernest
Tampak ibu ernas langsung mengambil ponsel yang diberikan oleh nenek Ernest lalu menekan nomor Ernest sementara Ernest yang berada di ruangannya langsung mengangkat panggilan telepon tersebut "dasar cucu laknat bisa-bisanya kau menikah dengan seorang bocah apa kau tak kasihan padanya bagaimana dengan masa depannya apalagi saat ini dia sedang hamil oh Tuhan apa yang sudah lakukan pada seorang anak apakah sudah tak ada wanita lain selain gadis kecil itu yang bisa kau nikahi, jangan katakan kau menjebak gadis itu untuk menikah denganmu bagaimana bisa kau merasakan pernikahanmu tanpa mengatakannya pada ibumu dan padaku apakah karena kau malu karena istrimu belum cukup umur sehingga kau merahasiakan pernikahanmu dari kami." ucap Oma mengomel tanpa henti
Ernest menghembuskan nafasnya kasar "bukannya Aku sudah memberitahu nenek kalau aku sudah menikah nenek saja menganggap itu sebuah lelucon dan aku jelaskan ini istriku sudah dewasa bahkan dia sudah kuliah hanya memang tampangnya saja yang imut dan tubuhnya kecil sehingga dia seperti anak kecil, nenek jangan tertipu dengan penampilannya dia sudah cukup umur untuk menikah aku tak bisa membawanya ke kota c karena dia sedang hamil muda saat itu tapi saat ini aku juga tak bisa membawanya ke kota c karena kakaknya sedang dirawat di rumah sakit Aku berniat ke kota c setelah anak kami lahir." ucap Ernest
"Oh jadi istrimu sudah dewasa kenapa tidak dia melahirkan di sini saja aku dan ibumu pasti akan menjaganya dengan baik." ucap nenek Ernest, nantilah nenek aku akan membicarakannya dengannya serta dengan keluarganya Aku tak ingin dia tak merasa nyaman saat melahirkan nanti." ucap Ernest
__ADS_1
Apa maksudmu Deni belum pulang bukannya sudah tidak tadi dia pulang bersama asistennya tapi aku akan mengeceknya siapa tahu saja dia tak jadi pulang ucap ayah lalu keluar dari ruangannya menuju ke ruang putranya setelah melihat ruangan yang kosong kemudian ayah Ernest langsung menuju ke tempat parkir begitu melihat tak ada kendaraan putranya ayah Ernest memutuskan untuk kembali terlebih dahulu kini ayah Ernest sudah berada di kediamannya tampak sang istri sudah menyambutnya "sayang bagaimana apa kau tahu di mana Deni." tanya sang istri
"Tidak sayang dia tidak ada di kantor tadi dia pergi bersama asistennya coba kau hubungi asistennya." ucap ayah Ernest, "aku sudah menghubungi mereka berdua tapi tak ada hasilnya sama sekali dari tadi ponsel mereka tak bisa dihubungi Aku jadi khawatir mungkin saja terjadi sesuatu pada Deni." ucap ibu Deni, "itu tidak mungkin Deni adalah seorang pria yang baik dan pergaulannya juga sangat positif jika terjadi sesuatu padanya pasti dia sudah menghubungi kita." ucap ayah Ernest
"Jadi apa yang harus ibu lakukan semua teman Deni juga ibu sudah hubungi tapi tak ada yang melihatnya sejak tadi aku takut terjadi sesuatu pada dunia ya sebagai ayah memeriksa CCTV di kantor siapa tahu saja terjadi sesuatu pada putra kita ini sudah hampir makan malam biasanya dia pulang kantor lalu pergi tanpa menghubungi kita." ucap ibu deni
"Entahlah ibu aku tidak tahu juga tapi kalau kita melapor ke kantor polisi terkecuali orang tersebut sudah hilang satu kali 24 jam tapi ini kan Baru beberapa jam saja Deni belum kembali." ucap ayah Ernest , kenapa juga sih harus ada peraturan setelah 24 jam baru bisa melapor kalau sampai ada sesuatu yang terjadi dan kita terlambat untuk menyelamatkan putra kita bagaimana." tanya ibu Deni
__ADS_1
"Sudahlah ibu aku akan menelpon seseorang untuk mencari tahu keberadaan Deni siapa tahu saja dia memang sedang bersenang-senang dengan temannya." ucap ayah Ernest lalu mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya