
"biasa ibu, ayah Ernest anak ibu entah apalagi yang ingin dia katakan atau tanyakan tapi itu pasti sesuatu yang bisa membuat aku sangat kesal aku bingung kenapa dia masih terus mengganggu aku dan Ernest padahal selama ini kami tak pernah mengganggu hidupnya dan masalah harta aku rasa perusahaan yang saat ini menjadi miliknya itu sudah cukup untuknya." ucap ibu Ernest
"dia memang aku yang melahirkan tapi semenjak dia mengatakan tak ingin menjadi anakku dia sudah aku anggap orang lain, tapi aku tak menyangka kau bisa menjadi seperti ini langsung mematikan panggilan telepon ayah Ernest tidak seperti biasanya kau akan mengangkatnya dan mendengarkan apa keluh kesah dari ayah Ernest dan aku senang kau tidak lagi menanggapi dirinya dan kau sudah bisa mengendalikan dirimu harusnya dari dulu kau bersikap seperti ini tak mempedulikan ayah Ernest dan lebih mementingkan kebahagiaan dan kebahagiaan Ernest." ucap nenek Ernest
tentu saja aku tak peduli lagi padanya aku akan segera memiliki cucu karena ini sudah menikah dengan wanita yang tepat dan dia hanya pengganggu bagiku aku bukan lagi wanita seperti dulu apalagi aku sudah tak lagi menganggapnya ada, lagi pula kalau dia menelepon dan etnis menelepon dan hp-ku sibuk pasti aneh tak akan lagi meneleponku dalam waktu dekat itu bisa membuat aku tak dapat lagi melihat menantu cantik ku yang sedang hamil itu." ucap ibu Ernest
"ah kau benar sekali aku harap anda segala menghubungi kita." baru saja nenek Ernest mengatakan hal tersebut tiba-tiba ponsel tersebut berdering, benar saja panggilan tersebut dari Ernest membuat ibu dan nenek Ani sangat kegirangan dan langsung mengangkat panggilan telepon tersebut
sementara itu di kediaman ayah Ernest tepatnya di ruang kerja miliknya tampak wajah ayah Ernest berubah masam saat mantan istrinya menolak panggilan teleponnya membuatnya bingung tidak biasanya sang mantan istri melakukan hal tersebut "ada apa dengannya kenapa dia langsung menolak panggilan teleponku ucap ayah ernes apakah mungkin dia salah menekan tombol sebaiknya aku menelepon untuk memastikannya." ucap ayah Erna sambil kembali melakukan panggilan telepon ke ibu ernes tapi sayangnya nomor ibu Ernest sibuk
saat sedang berusaha menelepon ibu Ernest tiba-tiba sang istri datang "ayah bagaimana apa kau sudah bertanya kepada ibu ernes atau sebaiknya kita ke rumah ibumu aku sangat khawatir dengan putraku." ucap ibu tiri Ernest
__ADS_1
"sabarlah sedikit kau tahu kan bagaimana jika kita pergi ke rumah ibu di sana para pengawal akan menghentikan kita jika mereka tak ingin menemui kita jadi sebaiknya aku menghubungi ibu Ernest terlebih dahulu untuk mengatakan apa maksud dan tujuan kita untuk bertemu dengannya." ucap ayah Ernest
"ada apa sih dengan orang tuamu untuk masuk ke rumah mereka saja kita tadi izinkan begini-begini kan aku adalah menantunya dan ini adalah masalah yang penting karena cucunya hilang entah ke mana." ucap ibu tiri Ernest
"sementara itu di rumah sakit tampak Malik terus berbicara sambil melihat ke sana kemari sepertinya dia sedang menunggu ayana oh iya nak Malik sudah berapa lama kau kenal dengan Daniel." tanya ayah Daniel
"sepertinya Paman sudah lupa denganku aku adalah anak tetangga yang yatim piatu sempat bermain bersama Daniel dan Ayana waktu kecil bahkan kami memiliki foto bertiga ucap Malik
"benarkah Paman tidak mengetahuinya mungkin saat kau bermain Paman sedang berada di kantor dan saat pulang Paman kurang memperhatikan kalian bagaimana kau sekarang." tanya ayah Daniel
"wah syukurlah ternyata kau menjadi orang yang sangat sukses aku bangga denganmu." ayah Daniel
__ADS_1
"oh iya paman aku sudah lama tak melihat ayahnya di mana dia aku tak pernah mendengar kabar apapun tentangnya." tanya Malik
sementara itu di kediaman Ernest tampak Ayana dan ibu Ernest sedang melakukan panggilan video dengan candaan apalagi Ayana orang yang simpel dan suka tertawa "Ayana sayang apakah yang terjadi sehingga kau mau menikah dengan Ernest dia itu pria yang sangat menyebalkan tak romantis dingin melebihi kutub utara apa sebenarnya yang kau sukai dari dirinya sehingga wanita secantik dirimu mau menikah dengan salju kutub itu." tanya ibu Ernest
"dia meniduri ku tanpa sengaja sehingga aku mau menikah dengannya kalau tidak aku juga tak mau menikah dengan si salju kutub sepertinya ibu bahkan aku masih terlalu muda untuk menikah." ucap ayana membuat ernes terbelalak karena ayahnya terlalu jujur sementara sang ibu langsung tertawa terbahak-bahak karena berpikir bahwa itu salah satu lelucon Ayana begitupun sang nenek
sementara ibu dan neneknya sedang tertawa Ernest sedang menahan nafas karena takut ibu dan neneknya tau bahwa yang dikatakan Ayana adalah kenyataan yang terjadi bukan lelucon seperti yang dipikirkan oleh ibu dan neneknya, "astaga kau sangat lucu bisa-bisanya kau mengatakan hal yang tak bisa ibu pikirkan seperti itu tapi aku bersyukur kau mau menerima putraku apalagi sepertinya dia sangat mencintaimu." ucap ibu Ernest melihat tatapan putranya kepada Ayana ibu Ernest yakin 100% karena sangat mencintai Ayana
sementara ayana sedikit bingung dengan perkataan ibu Ernest yang menganggap kata-katanya lelucon tapi dia membiarkan saja hal itu apalagi karena sudah langsung memberi kode padanya, "oh iya sayang apakah kau menginginkan sesuatu atau ada sesuatu yang bisa ibu berikan untuk dirimu dari kota c ini nanti aku akan menyuruh seseorang untuk membawanya ke tempat Ernest." tanya ibu Ernest
"tidak ada ibu,aku harap aku bisa bertemu ibu dan nenek aku pasti akan sangat bahagia jika ibu dan nenek bisa datang ke kota A untuk menjenguk diriku Karena untuk ke kota c sepertinya aku tidak bisa apakah RS tidak memberitahu ibu dan nenek bahwa aku hamil anak kembar itulah yang membuat aku tak bisa kemana-mana." ucap Ayana
__ADS_1
"sontak saja ibu ernes dan neneknya sangat terkejut saat mengetahui bahwa ayahnya hamil anak kembar pantas saja perut Ayana terlihat sangat besar apa sayang kau ambil anak kembar oh Tuhan baiklah ibu dan nenek akan pergi ke kota A secepatnya kau tunggulah ibu dan nenek pasti akan datang." ucap ibu ernes sangking bahagianya apapun yang terjadi dia ingin ke kota sementara Ernest dan belalang mendengar perkataan ibunya yang sudah sekian tahun tak ingin meninggalkan kota c bahkan ibunya sampai-sampai harus dibawa ke psikiater karena tak ingin ke mana-mana selama beberapa tahun sementara sang nenek dalam kondisi baik hanya saja jarang mau naik pesawat karena kakek Ernest meninggal dalam kecelakaan.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya