
"Hai kalian kalian lihat berita ini katanya Meli ditemukan tak bernyawa di apartemennya dan dia sedang mengkonsumsi obat terlarang bahkan jarum suntik masih melekat di tangannya." ucap Dita
Tampak Ayana dan Lisa langsung mengambil ponsel mereka masing-masing lalu melihat berita yang dikatakan oleh Dita sontak saja mereka sangat terkejut melihat berita tersebut
"Astaga apa yang terjadi kenapa meli bisa meninggal, dan mengunakan narkoba, bukanya dia tak pernah memakai barang seperti itu ." ucap Ayana
"Aku juga tak tau tapi katanya dia over dosis tapi semua itu hanya perkiraan, kita kan tak tau bagaimana meli dia bisa saja memang mengunakan barang haram tersebut, lihat kemarin dia berusaha menjebak mu." ucap Lisa
"Kasihan sekali meli harus mati di usia muda, apalagi dia anak satu-satunya, walaupun di mempunyai saudara tiri Tapi sepertinya hubungan mereka kurang baik ." ucap Ayana
"Aku juga kasihan padanya tapi mengingat kelakuannya padamu dan dia tak ada penyesalan, dia bahkan tak meminta maaf atas kelakuannya." ucap Dita
__ADS_1
"Apa kalian akan datang untuk melayat sebelum pemakaman." tanya Ayana, Lisa dan Dita saling pandang, "kami akan datang berdua kau tak perlu ikut karena kau sedang hamil ." ucap Lisa
Sementara itu di kantor polisi tampak orang tua mili datang ayahnya sangat terpukul mendengar kabar kematian putrinya apalagi selama ini dia tidak mengetahui bahwa Meli sudah keluar dari rumah ibunya dan hidup mandiri di sebuah apartemen karena selama ini ayahnya bekerja di luar kota setelah bercerai dengan ibu meli, ayahnya hanya rutin mengirim uang tiap bulan untuk meli kepada ibu meli yang sudah menikah lagi
"Kau kenapa kau tak mengatakannya padaku jika saja kau bilang padaku aku akan mengambil meli agar hidup dengan ku, tega-teganya selama ini kau berbohong setiap aku tanya di mana meli kau mengatakan dia ke sekolah atau dia sudah tidur ternyata selama ini meli sudah tak tinggal bersamamu, kau yang harus di salahkan kalau aku tau kau tak bisa menjaga putriku aku sudah lama mengambil meli." ucap ayah meli saat melihat ibu meli dia sangat kesal pada ibu meli
"Maaf" ucap ibu meli , "kata maaf tak akan mengembalikan putri ku, apa kau melakukan semuanya demi uang yang aku kirim tiap bulan aku akan tetap kirim asalkan meli ada bersama ku kau tak usah takut tapi sekarang apa putri ku sudah tidak ada." ucap ayah meli sambil menangi sementara ibu meli hanya bisa tertunda karena selama ini uang yang di kirim ayah meli dia gunakan untuk kehidupannya sehari-hari karena suami barunya hanya seorang pengangguran
"Benarkan apa yang menyebabkan kematiannya, katanya sih overdosis tapi masih belum jelas bisa jadi itu Kasus pembunuhan karena ada bekas suntikan di leher dan tangan ." ucap seorang pria
"Sayang sekali padahal kita baru merasakan tubuhnya satu kali ." ucap pria lainya
__ADS_1
Sementara itu jenazah meli langsung di otopsi oleh dokter forensik, setelah di otopsi dan di visum penyidik langsung mengambil data atas kemungkinan yang terjadi pada meli, sementara untuk pengujian ****** yang di temukan di bagian inti meli masih di periksa, tampak polisi langsung kembali ke apartemen lalu mengambil CCTV yang berada di lorong Kamar apartemen meli, setelah polisi memeriksa polisi langsung pergi ke sekolah meli untuk bertemu kepala sekolah sebagai orang yang terakhir bertemu meli
Sementara itu kepala sekolah tampak santai bertemu dengan polisi karena berpikir dia sudah menghilangkan jejak atas apa yang dia lakukan apalagi pada meli dan ada saksi yang memang melihat meli mencari dirinya dan dia sudah menyiapkan alibinya
"Selamat siang, maaf mengganggu pak kami dari kepolisian ingin memberikan beberapa pertanyaan kepada bapak atas meninggalnya mantan anak didik bapak yang bernama Meliani yang biasa di panggil meli ." ucap polisi tersebut setelah duduk saling berhadapan dengan kepala sekolah
"Oh iya pak mengenai nak meli saya memang bertemu dengannya kemari dia sempat ke sekolah untuk mencari saya, dan saat saya bertemu dia curhat bahwa dia sedang membutuhkan bantuan dan mengudang saya ke rumahnya untuk menyelesaikan masalahnya, yaitu dia sedang hamil dan pria yang menghamilinya tak mau bertanggungjawab jadi dia meminta saya untuk membantunya bertemu pria tersebut kalau bapak tak percaya saya bisa memanggil seorang guru yang sempat bicara Dengan meli." ucap kepala sekolah untuk meyakinkan walaupun semua ucapannya bohong
"Baikalah kami hanya ingin mencari informasi saja terimakasih atas bantuan bapak kami pergi dulu ." ucap polisi lalu keluar dari ruangan kepala sekolah.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1