
Ernest dan Ramon yang baru saja keluar dari ruangan tampak sekretaris bingung melihat bosnya yang pergi begitu saja padahal sebentar lagi akan ada rapat penting
"Tuan Ernest akan pergi bukannya sebentar lagi ada rapat bersama salah satu klien penting Apakah dibatalkan Kenapa mereka tak memberitahuku." ucap sekretaris tersebut sambil kembali duduk yang tadinya dia berdiri hendak bertanya tapi dihentikan oleh Ramon dengan mengakat tangan yang artinya tetap di tempatmu
"Tak berselang lama tampak sebuah pesan masuk ke ponsel sekertaris tersebut, ternyata rapatnya batal tapi ada urusan mendadak apa ya tumben tuan Erenst membatalkan Rapat." ucap sekertaris tersebut
Kini Ayana, Lisa dan Dita sudah berada di restoran di mana mereka biasa makan iga bakar tampak Ayana memesan iga bakar bumbu
Sementara di restoran tersebut tampak Daniel bersama seorang wanita, Lisa yang melihat hal tersebut sangat cemburu Sedangkan Daniel tak menyadari ada adik dan teman-temannya, sementara Ayana belum melihat kakaknya begitupun Dita belum melihat Daniel
Sementara Ernest yang keluar dari perusahaan langsung masuk ke dalam mobilnya Linda yang tak sengaja melihat hal tersebut ikut masuk kembali ke mobilnya tadinya dia hendak mencari Ernest tapi saat mobilnya berhenti di parkiran tak sengaja dia melihat Ernest dan Ramon keluar dan masuk ke dalam mobil, tampak mobile Ernest langsung melaju ke restoran di mana Ayana berada
Kini Ernest dan Ramon sudah berada di depan restoran dan langsung masuk, Ernest langsung ke meja di mana Ayana berada, sementara Ramon yang melihat Daniel langsung berjalan ke arah Daniel terlebih dahulu, tampak Daniel langsung mengalihkan pandangannya pada meja sang adik di mana dia melihat Lisa langsung membuang muka begitu mata Mereka bertemu
Ernest langsung duduk di samping Ayana sedangkan Ramon duduk di samping Dita, tampak pelayan langsung menghampiri mereka membawa buku menu, "tuan apa tidak sebaiknya kita ke ruangan VIP ." tanya Ramon
Ernest melihat sekelilingnya, baiklah itu ide bagus, "sayang sebaiknya kita ke ruangan VIP." ucap Ernest
__ADS_1
"Tapi kakak aku ingin berada di ruangan terbuka." ucap Ayana, bilang pada manajer tempat ini aku ingin ruangan VIP yang terbuka." ucap Ernest
"Baik tuan." ucap Ramon lalu bangkit menuju ke ruangan di mana manajer berada, tampak sang manajer langsung keluar "selamat datang tuan maaf aku tak menyambut anda ruangan yang anda inginkan sudah siapa silahkan ke sini." ucap manajer
"Silahkan nona-nona ." ucap Ernest sambil tersenyum penuh arti pada Ayana
"Sejak kapan di restoran ini ada ruangan VIP terbuka." ucap Ayana, "aku juga baru tau kalau di restoran ini ada tempat seperti itu apa itu ruangan baru perasan belum sebulan kita habis makan di sini." ucap Dita, sementara Lisa tak ada reaksi apapun dia sedang cemburu dan kesal pada Daniel
Tampak Erenst dan yang lain pergi ke samping restoran, tampak pintu di buka sebuah taman dengan sebuah meja besar tampak berada di tengah taman, Ayana dan yang lain terbelalak melihat hal itu
Sementara itu Linda yang mengikuti Erenst tampak bertanya-tanya siapa yang makan bersama Ernest dan sepertinya mereka sangat dekat apakah mungkin adik Ernest atau mungkin sepupunya pikir Linda sambil memperhatikan mereka dari jauh sampai Ayana dan yang lain masuk ke sebuah ruangan
"Ada apa tuan Daniel sepertinya ada sesuatu yang anda khawatir kan apakah anda sedang kurang sehat tapi tadi anda baik-baik saja ." ucap wanita tersebut yang merupakan rekan bisnis Daniel
"Tidak ada aku baik-baik saja, baiklah aku harap kerjasama kita akan lebih baik lagi, maaf aku harus pergi terlebih dahulu ada seseorang yang perlu aku temui." ucap Daniel setelah berjabat tangan langsung bangkit dan berjalan ke ruangan di mana Ayana dan yang lain berada
Tampak Daniel membuka pintu membuta semua orang melihatnya, "kakak ada di sini." ucap Ayana
__ADS_1
"Aku ada meeting di tempat ini bersama salah satu rekan Bisnisku ." ucap Daniel
"Oh begitu kenapa rapat di restoran iga bakar ini bukanya jam makan siang sudah berakhir." ucap ayana
"Kebetulan rekan Bisnisku tersebut sangat suka iga bakar jadi setiap akan rapat untuk membahas kerjasama pasti di restoran ini apalagi dia dari luar daerah." ucap Daniel
"Oh begitu baiklah." ucap ayana melanjutkan makanannya, Daniel langsung duduk di kursi kosong tepat di sebelah Lisa tapi Lisa tak meliriknya sedikit pun, membuat Daniel hanya bisa mengehembuska nafasnya kasar karena dia tak mu mungkin menjelaskan di Depan semua orang apalagi hubungan mereka di rahasiakan
"Lisa kenapa dari masuk restoran kau diam saja padahal tadi kau sangat cerewet." tanya ayana
"Tidak aku hanya kurang selera saja setelah masuk restoran." ucap Lisa bohong
"Tumben kau tak berselera, biasnya kau yang paling semangat saat kita akan makan." ucap Dita
"Entalah." ucap Lisa, sementara itu Linda di luar tampak Ingin bertanya tentang orang di dalam tapi tak ada yang mau berbagi informasi dengannya membuat Linda bingung pasalnya di sudah menyuap mereka tapi tak ada yang menerima satu pun mereka hanya mengatakan tak tau siap yang linda maksud
"Tidak mungkin salah satu dari ketiga anak gadis itu kekasih Ernest pasti salahsatunya adalah adik sepupu Ernest, mereka hanya makan bersama, sebaiknya aku menghubungi Ernest untuk bertanya apakah aku bisa menemuinya." ucap Linda lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Ernest, tapi sayang ponsel Ernest sedang mode diam, setelah mencoba beberapa kali dan tak di angkat akhirnya Linda keluar dari restoran.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya