BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
21


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Ayana tampak dita dan Lisa sedang berbincang "jadi kapan kita akan melakukan tes pada Ayana." tanya Dita


"Kita akan menunggu sampai besok pagi setelah bangun kita akan menyuruh Ayana untuk menggunakan tes kehamilan ini." ucap Lisa


Tampak Ayana yang baru saja datang langsung masuk dengan cemilan yang ada di tangannya "Kau sudah pulang Ayo makan." ucap Ayana sambil duduk dan meletakkan kentang goreng di atas meja


Lisa dan Dita menatap kasihan pada sahabatnya itu dia tidak tahu masalah apa yang akan dihadapi jika memang dia benar-benar hamil tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena itu bukan kesalahan Ayana


Pagi menyapa Tampak Bella yang sudah berada di bandara bersiap akan berangkat ke kota A, kini bela sudah menaik pesawat


Sementara itu di kediaman Ayana tampan Lisa dan Dita sedang menunggu ayana yang berada di kamar mandi tak berselang lama Ayana keluar dengan memegang hasil tes kehamilan di tangannya lalu menyerahkan kepada Lisa mengambil alat tersebut Lalu melihatnya dengan jelas tampak matanya terbelalak saat melihat garis 2 yang berati Ayana hamil tampak Lisa langsung lemas dan langsung melihat kearah Dita yang sudah menunggu hasilnya sedari tadi melihat wajah lesu Lisa membuat Dita mengerti


"Jadi hasilnya bagaiman apakah aku sakit." tanya Ayana, karena Dita dan Lisa tidak mengatakan dengan jujur bahwa yang di gunakan Ayana adalah tes kehamilan mereka hanya bilang untuk mengecek kesehatan Ayana lewat air kencing


"Tidak kau baik-baik saja kau bebas memakan apapun yang kau mau ." ucap Lisa, " benarkah aku yakin aku sehat hanya saja aku sering kelaparan dan menyukai makanan yang sedikit berbeda." ucap ayana


"Baikalah hari ini aku dan Dita akan keluar untuk mencari pria itu di perusahaannya, sebaiknya kau di rumah saja menunggu kami bagaimana ." tanya Lisa

__ADS_1


"Kenapa aku tidak ikut saja siapa tau dia mengenali diriku saat melihat ku." ucap Ayana, " tidak sebaiknya kau di rumah saja kami akan mengabari mu jika kami sudah menemukannya dan kau bisa menyusul kami dengan menggunakan sopir ingat jangan membawa mobil sendiri." ucap Lisa


"Lisa benar Ayana sebaiknya kami berdua saja yang pergi mencari, terlalu banyak orang juga kurang baik apalagi kita belum tau pasti bagaimana kondisi di sana." ucap Lisa


Sementara itu di kediaman Ernest tampak Ernest sedang bersantai meminum kopi miliknya di temani oleh Ramon, maaf tuan sepertinya nona Bella ke kota A menyusul tuan." ucap Ramon saat melihat postingan bella di media sosial


"Dari mana kau tau apa selama ini kau mengikuti Bella." tanya Ernest, " tidak tuan tanpa sengaja aku melihat postingan nona Bella di media sosial sedang di bandara dan berkata mengunjungi kekasih hati di kota A." ucap Ramon


"Oh dia mungkin mengunjungi pacarannya Karena dia bilang kekasih hati dan itu bukan diriku." ucap Ernest santai tanpa beban, Ramon hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar melihat kelakuan Ernest


Suasana di kediaman ayan tampak sepi setelah semua orang pergi tinggal Ayana di dalam kamar, karena merasa penasaran dengan alat yang dia lakukan tadi pagi membuta Ayana memeriksa alat tersebut mengunakan media sosial sontak saja Ayana terkejut sampai berteriak histeris saat mengetahui bahwa alat yang dia gunakan tadi pagi adalah alat tes kehamilan


Sementara itu Dita dan Lisa yang sudah berada di perusahaan di mana menurut informasi pria yang bersama Ayana malam itu, "tunggu dulu bukanya kau bisa menayangkan nama pria itu di resepsionis hotel coba kau telepon pasti mereka memiliki registrasi pendaftaran." ucap Lisa


"Kau benar aku melupakan hal itu kemarin aku hanya fokus mengerjai meli ucap Dita lalu menghubungi resepsionis hotel yang sekarang cukup akrab dengannya karena beberapa kali mereka saling membantu, setelah menelepon Dita mematikan sambungan telepon


"Nama pria yang registrasi adalah Ramon, ucap Dita , Ramon sepertinya aku pernah mendengar nama itu." ucap Lisa saat Lisa berusaha mengingat nama tersebut sebuah mobil mewah melintas di hadapan Lisa dan terparkir sempurna di depan lobby perusahaan tampak Ramon dan Ernest yang keluar dari mobil membuat Lisa langsung menunjukkan Ramon yang tepat di sebelah Ernest

__ADS_1


"Itu pria yang kita cari." tunjuk Lisa pada Ramon membuta dita langsung melihat ke arah Ramon dan Ernest


"Kita mencari asisten Tuan Ernest dasar pria brengsek kita sudah sering bertemu tapi dia seolah-olah tak mengenal Ayana, ayo kita datangi dia sekarang." ucap Dita dan Lisa langsung berjalan menuju ke arah Ramon


"Hai berhenti kau pria brengsek." teriak Lisa membuat Ramon dan Ernest langsung menoleh secara bersamaan, Ramon sangat terkejut karena Lisa langsung mencengkeram kerah baju Ramon, " kau harus bertanggung jawab sekarang ikut kami ke rumah Ayana ." ucap Lisa, membuat Ramon Bingung begitupun Ernest, tapi saat Lisa menyebut nama ayana membuta Ernest langsung berpikir apakah terjadi sesuatu pada ayana


"Tunggu dulu Tolong jelaskan apa yang terjadi aku tidak mengerti ." ucap Ramon


"Kau jangan pura-pura bodoh kau sudah menodai temanku dan meninggalkannya begitu saja dan saat ini dia Hamil ayo masuk ke dalam mobil kita kan ke rumah Ayana sekarang juga ." ucap Dita langsung mendorong masuk Ramon ke dalam mobil tanpa mendengar penjelasan Ramon


Ernest sangat terkejut mendengar Ayana hamil ada rasa yang tak bisa di ungkapkan dengan cepat Ernest juga ikut masuk ke dalam mobil saat melihat Ramon di seret masuk sementara pegawai yang lewat sedikit bingung dengan yang terjadi di parkiran, "Apakah tuan juga Ingin ikut." tanya Lisa saat melihat Ernest ikut masuk dan duduk di kursi depan sedangkan Ramon di apit oleh Dita dan Lisa yang mereka pikir adalah tersangka utama, Ernest hanya mengaguk saja sementara Ramon terlihat bingung dan menggeleng beberapa kali


Sementara itu di kediaman Ayana tampak ayah Ayana pulang dari perusahaan setelah mendengar apa yang terjadi pad Ayana begitu pun sang kakak yang terkejut saat menerima panggilan telepon dari ibunya yang menangisi, ayan pingsan dan dokter yang datang untuk memeriksa Ayana telah memberikan kabar yang membuat semua orang terkejut


"Ibu bagaimana bisa sebenarnya apa yang terjadi, apakah Ayana cerita apa yang terjadi sampai dia hamil ." tanya ayah Ayana yang sangat frustasi melihat putri kecilnya yang memiliki masa depan cemerlang hamil


Daniel langsung menghubungi Lisa agar mengetahui apa yang terjadi Karena dia yakin pasti sahabat adiknya mengetahui apa yang terjadi tapi Lisa yang sibuk melupakan ponselnya

__ADS_1


"Aku juga tidak tau ayah, tiba-tiba Ayana berteriak dan menangis lalu pingsan dan saat aku memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya dokter tersebut berkata sebaiknya anak ibu di bawa di dokter kandungan sepertinya dia sedang hamil apalagi ibu menemukan ini." ucap ibu ayan sambil memperlihatkan tespek yang di pegang oleh Ayana.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2