
Di perjalanan tampak sopir Ernest melihat Ramon yang tepat berada di sebelahnya wajahnya sedikit babak belur akibat terkena hantaman, "tuan bolehkah aku bertanya ucap sopir Ernest
Ramon menghembuskan nafasnya kasar lalu menoleh ke arah sopir "tanya lah pak Dedy apa yang ingin kau tanyakan." ucap Ramon
"Tuan Sebenarnya apa yang terjadi di dalam dan kenapa bukan tuan yang menikah tapi Tuan Ernest Bukankah Anda orang yang dicari oleh dua gadis yang tadi." tanya Pak Dedi
"Kau tahu Pak Dedi inilah resiko menjadi asisten akulah orang yang pertama akan disalahkan atas apa yang terjadi padahal aku hanya seorang bawahan yang tak berdaya oleh perbuatan pimpinannya yang terlampau licik dan bahkan dia tidak mengatakan apapun saat Aku dipukul dan diseret oleh dua orang wanita." ucap Ramon
"Kenapa tuan Ramon tidak protes pada tuan Ernest jika tuan keberatan." ucap pak dedi, " Apa kau berani protes kepada Tuhan etnis untuk masalah sekecil itu." tanya Ramon
"Tidak si tuan tapi aku yakin pasti bonus yang dikirim oleh Tuan Ernest sangat besar untuk Anda karena telah berkorban sebesar ini." ucap Pak Dedi yang sudah tahu kebiasaan Ernest selalu memberikan bonus kepada bawahannya jika mengalami sesuatu
"Yah untunglah dia mengirimkan aku bonus yang sangat besar untuk kejadian ini sehingga aku merasa semua yang terjadi padaku impas dengan bonus yang dikirimkan." ucap Ramon, tanpa terasa kini namun dan Pak Dedi sudah tiba di kediaman milik Ernest
Sementara itu Bella yang sudah tiba di hotel langsung beristirahat karena sebentar sore dia akan ke rumah Ernest untuk memberi kejutan
Sementara itu di rumah Ayana tampak Ernest dan Ayana masih malu-malu sehingga mereka duduk pun agak sedikit berjauhan saat sedang berkumpul setelah acara makan siang, "jadi apa yang akan Klin rencanakan." tanya ayah Ayana
__ADS_1
"Seperti yang di inginkan Ayana tadi ayah kami akan tinggal di sini tiga hari setelah itu aku akan mengajak Ayana untuk tinggal bersamaku ." ucap Ernest
"Baikalah ayah sekarang sudah melepaskan Ayana padamu sekarang dia tanggung jawab mu, kau yang memtuskan apa yang terbaik untuk keluarga mu tapi ayah minta tolong Ayana masih sangat muda jika dia membuat kesalahan tegur dia secara baik-baik dan jika nak Ernest merasa sudah tidak mampu menghadapi sifat atau tingkah Ayana kembalikan dia pada ayah, ayah pasti akan datang menjemput Ayana bagi ayah sebesar dan setua apapun putrinya di mata orang bagi ayah dia tetap Putri kecil ayah yang ayah cintai dan ingin lindungi sampai ayah mati bagi ayah anak ayah adalah harta ayah." ucap tuan Malvin membuat semua orang sangat terharu, bahkan Ernest sampai merasa tersakiti karena mengingat sang ayah yang menyanyikan dirinya
"Ayah jangan khawatir bagiku ayana adalah yang utama saat ini apalagi dia sedang mengandung buah hati kami, apapun yang di lakukan Ayana selama itu sesuatu yang baik aku tak akan melarang aplagi sampai marah, walaupun dia berbuat kesalahan aku akan berusaha untuk memahami dan aku akan melindunginya agar dia terhindar dari masalah karna bagiku saat ini Ayana adalah setengah jiwaku." ucap Ernest tulus
Sontak saja mendengar perkataan Ernest membuat orang sangat terkejut mungkin saja Ramon akan pingsan jika mendengar perkatan Ernest apalagi dia mengatakannya dengan muka kanebo, sontak saja kata-kata Ernest membuat ke tiga gadis penggemar darma Korea jadi baper tingkat dewa
"Muka Memang kanebo tapi kata-katanya semanis madu cair, manisnya kelewatan." ucap Dita
"Hei lap air liur kalian dia itu suamiku apa kalian mau jadi pelakor di rumah tangga sahabat kalian sendiri." ucap Ayana
"Sepertinya ada yang cemburu nih, tenang kami hanya memuji agar kau tau suamimu itu banyak yang incar loh jadi kau harus bersiap diri." ucap Lisa
"Kalian ini sudah lah jangan bicara lagi bikin kesal aja jadi sebentar malam kita tidur sambil nonton lanjutan yang kemarin." ucap Ayana tak sadar diri
Dita dan Lisa memandang bingung pada Ayana "apa kau sakit atau kurang waras kau pikir kami mau mengganggu orang yang akan tidur bersama suaminya,ingat kau sudah menikah dan sebentar malam tuan Ernest yang akan menemanimu nonton atau praktek sekalian kami berdua akan pulang ke rumah kami, nanti kami akan datang lagi." ucap Lisa
__ADS_1
Ayana tampak memanyunkan bibirnya mendengar perkataan sahabatnya, "aku kenapa jadi takut ya harus berdua dengan tuan Ernest di kamar." ucap Ayana
"Seharusnya yang takut itu tuan Ernest, kau tidur itu seperti orang kerasukan kalau bukan menempel di dadaku pasti kau menempel di dada Dita mana kadang minta ** lagi kau pikir kami ibu apa mana kalau sudah peluk orang susah lepas lagi untung kami sudah terbiasa jika tidur denganmu jika tidak sudah ku ikat kau di tempat tidur."ucap Lisa, Ayana jadi malu mendengar perkataan Lisa AA dia separah itu
Sementara itu tampak ayah Malvin dan Ernest semakin akrab sementara Daniel tampak resah karena sejak kemarin Malik terus mengirim pesan singkat menayangkan tentang Ayana
Lisa bangkit hendak ke toilet sekalian dia ingin mengambil makana ringan di dapur, Daniel yang melihat Lisa ke belakang langsung ikut bangkit menuju belakang, Lisa yang akan keluar dari kamar mandi sangat terkejut saat Daniel menarik tangannya ke sudut." kakak Daniel." ucap Lisa
"Hai sayang aku menunggu mu sedari tadi, Bagaimana kalau sebentar malam kita pergi keluar aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." ucap Daniel
Lisa melihat ke segala arah takutnya ada seseorang yang muncul terutama Dita, bukanya apa dia ingin menjaga perasaan Dita, "ada apa kenapa melihat ke sana kemari." tanya Daniel, "kakak kau ingin kita merasakan hubungan kita untuk sementara kakak kan tau Dita menyukai kakak." ucap lisa
Daniel mengehembuska nafasnya kasar itulah kenapa dia diam-diam menyatakan perasaannya pada Lisa takutnya ada salah paham antara mereka tapi Selama ini Daniel bersikap biasa saja sama Dita dan menganggap Dita seperti adiknya Ayana, dia memang sudah menyukai Lisa dari dulu "aku mengerti sayang tapi aku ingin suatu saat nanti kau bisa terbuka dengan Dita, suatu saat dia pasti akan tau." ucap Daniel
Sementara itu Dita yang bersama Ayana melihat ke arah belakang, "kenpa Lisa lama sekali apa dia sakit perut." tanya Dita , " mungkin saja kenapa tak menyusulnya saja." ucap Ayana, Dita lantas bangkit hendak menyusul Lisa, tapi saat akan berdiri Lisa tiba-tiba berjalan keluar dari dapur.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1