BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
14


__ADS_3

Akhirnya ketiga gadis tersebut tenang karena mereka mendapatkan hasil yang diinginkan tinggal mencari siapa pria yang sudah tidur bersama Ayana pada malam itu dan untungnya mereka sudah mencari informasi hanya saja mereka belum tahu siapa pria tersebut karena pelayan tersebut hanya memberikan nama para pengusaha muda dan ciri-ciri pria yang masuk ke kamar ayan tapi tak ada foto ataupun siapa nama pria tersebut


Sementara itu di perusahaan di mana Ernest berada, sedang berada di ruang rapat bertemu dengan beberapa kolega, "Ramon apakah kau sudah memberitahukan mengenai rapat besok." tanya Ernest setelah rapat selesai


"Sudah Tuan rapat akan dilaksanakan saat jam makan siang setelah itu akan ada acara pembukaan perusahaan baru yang salah satu investornya adalah Anda ." ucap Ramon


Di sebuah perusahaan tampak seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat jendela keluar Bagaimana "Apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang kelemahan Ernest selain ibu dan neneknya." tanya pria tersebut pada sang asisten


"Selain ibu dan neneknya sepertinya tidak ada walaupun dia sempat dibicarakan dekat dengan seorang wanita yang bernama Bella tapi tak ada yang benar-benar mengetahui hubungan mereka hanya saja Ernest selalu berada di sekitar Bella dan memberikan apa yang dia inginkan." ucap sang asisten


"Bukankah dia adalah seorang model dan juga Putri seorang pengusaha yang bernama tuan Edwar." ucap pria tersebut


"Bella adalah wanita yang selama ini dikabarkan dekat dengan Ernest, bahkan ada kabar burung yang mengatakan bahwa mereka akan segera bertunangan karena kedua belah pihak keluarga sudah mengetahui hubungan mereka." ucap sang asisten


"Kumpulkan informasi mengenai Bella dan ke mana dia pergi ." ucap pria tersebut


"Ini tuan informasi mengenai Bella dia sepertinya suka dunia malam." ucap sang asisten


"Itu akan semakin bagus, aku yakin dia akan masuk ke dalam pelukanku." ucap pria tersebut tersenyum sinis sambil melihat foto milik Bella


Hari sudah berganti kini saatnya meli meningalakan hotel, dengan santai meli akan melangkah pergi tapi seorang petugas hotel langsung menahannya "maaf Nona anda harus membayar tagihan sebelum meninggalkan hotel." ucap petugas hotel tersebut membuat Meli sedikit bingung tapi kemudian dia berpikir mungkin cemilan yang dia pesan saat malam

__ADS_1


"Baikalah ini kartu milikku cepat selesaikan aku ingin segera pergi dari sini." ucap Meli tanpa melihat jumlah yang harus dia bayar, petugas hotel langsung mengambil kartu tersebut dan melakukan transaksi, tampak meli langsung terkejut saat melihat notifikasi pembayaran "apa kenapa samapi seratus juta ." tanya meli terlihat bingung padahal dia hanya satu kali memesan cemilan yang Harganya Tidak sampai satu juta


"Maaf nona kemari anda menelepon layanan Kamar dan memesan berbagai macam hidangan serta ada beberapa yang di pesan untuk di bawa pulang." ucap resepsionis


Meli langsung menatap bingung "aku tak pernah memesan apapun lagi pula kemarin aku keluar berbelanja." ucap Meli


"Maaf nona saya juga kura tau tapi di sistem kami anda melakukan pemesanan dan semua pesanan di antar langsung ke kamar yang anda tempati." ucap resepsionis tersebut dengan senyuman


Merasa orang melihatnya meli akhirnya pergi dari meja resepsionis menuju mobilnya sial kenapa bisa, siapa sebenarnya yang memesan makan sampai seratus juta, sial uang yang di berikan om tedi sudah habis." ucap meli langsung melajukan kendaraan miliknya menuju apartemen miliknya


Waktu berlalu dengan cepat sudah satu bulan berlalu Dita Lita dan Ayana masih mencari pria yang malam itu dan malam bersama Ayana tapi belum ada hasilnya, Untung saja ospek di undur beberapa Minggu membuat Ayana, Lisa dan Dita senang


Semenjak itu di sebuah bandara tampak seorang pria yang baru saja turun dari jet pribadi milik bersama sang asisten, "akhirnya." ucap Ernest Lalu masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan


"Aku ingin makan bebek panggang di restoran Cina ." ucap Ernest, sementara itu di rumah ayana tampak ayan sedang mencari sang kakak, "kakak Daniel dari mana saja aku mencari kakak." ucap ayana


" Ada apa." tanya Daniel," aku ingi makan bebek panggang di restoran Cina." ucap Ayana sambil memperlihatkan muka permohonannya membuta Daniel mengaguk


"Baikalah pakai jeket aku akan menunggu di mobil." ucap Ernest, ayana langsung bergegas kembali ke kamarnya untuk mengambil jeket lalu keluar dan masuk ke dalam mobil


Sementara itu mobil yang di tumpangi Ernest sudah tiba di restoran, tampak Ernest duduk di salah satu meja saat sang asisten menawarkan meja VIP Ernest tak mau dia ingin makan di luar ruangan untung saja pengunjung tak terlalu banyak, tak berselang lama Danil dan Ayana juga masuk dan duduk tepat di belakang meja milik Ernest sehingga Ernest dan Ayana saling membelakangi

__ADS_1


"Kakak aku ingin sekali makan bebek panggang ini, katakan pada pelayan untuk menambahkan kecap." ucap Ayana begitu Ernest dia ingin menambakan kecap saat pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka membuat Daniel dan asisten Ernest hanya bisa saling tersenyum melihat tingkah orang yang ada di hadapan mereka


"Tuan bukanya anda tak suka kecap tanya Ramon." aku hanya ingin makan bebek panggang dengan kecapnya." ucap Ernest, membuat Ramon menatap bingung pasalnya tuanya tidak suka kecap


Daniel hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang seperti anak kecil, dek kenapa minum es lemon itu pasti kecut." ucap Daniel saat melihat pelayan membawakan es lemon pesanan Ayana


"Tidak kakak ini segar." ucap Ayana setelah mencicipi es lemon tersebut, Daniel menelan silvanya saat melihat Ayana menyedot minuman tersebut


"Tuan anda memesan es lemon." tanya Ramon yang Bingung melihat Ernest memesan es lemon


"Iya aku pikir es lemon dengan bebek panggang akan terasa enak." ucap Ernest kini pesanan mereka sudah datang tampak Ernest langsung melahap bebek panggang tersebut membuat Ramon sedikit janggal melihat kelakuan tuanya


"De makanya pelan-pelan tak akan ada yang mengambil bebek mu." ucap Daniel melihat ayana makan seperti orang yang tak pernah makan enak, Ayana hanya tersenyum sambil melanjutkan makannya


Tampak Ayana pergi ke kamar mandi, membuat Ernest yang sedang duduk langsung menatap intens wanita yang baru saja melewati mejanya, " benarkah itu dia, apa dia juga sedang makan di sini, sepertinya ini takdir kami bertemu lagi." ucap Ernest sambil menunggu Ayana kembali tapi rupanya Ayana langsung keluar begitu selesai dari toilet karena toilet dekat pintu keluar, apalagi Daniel sudah terlebih dahulu keluar dan menunggunya di tempat parkir


"Tuan apakah ada sesuatu, kapan kita akan pergi." tanya Ramon karena Ernest tampak tak bergeming sedari tadi


Tanpa kata Ernest langsung bangkit menuju kamar mandi di susul oleh Ramon "tuan mau ke mana itu kamar mandi wanita." ucap Ramon yang menyadarkan Ernest


"Astaga aku kehilangan dia lagi, Ramon ayo kembali ke rumah tapi sebelum ke kembali kau ke ruangan CCTV minta rekaman restoran beberapa jam yang lalu aku ingin memeriksa sesuatu ." ucap Ernest , "baik." tuan ucap Ramon langsung melaksanakan perintah Ernest

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2