BUAH HATI PENGIKAT HATI

BUAH HATI PENGIKAT HATI
73


__ADS_3

Tampak Meli berusaha untuk menyelamatkan dirinya tapi sepertinya kekuatan kepala sekolah lebih besar dari kekuatan meli tampak terjatuh dan tak sadarkan diri membuat kepala sekolah langsung tersenyum sumringah "sekarang kau tak bisa mengancamku lagi." ucap kepala sekolah lalu pergi meninggalkan meli yang tak sadarkan diri


Ternyata meli Hanya menutup matanya karena tubuhnya sangat lemas, meli berusaha merangkak untuk mengambil ponsel yang ada di atas meja tapi sepertinya obat tersebut sangat kuat membuat susah untuk menyeret dirinya ke meja Tersebut, susah payah akhirnya milih dapat mengambil ponsel tersebut tapi sialnya ternyata kepala sekolah kembali masuk ke dalam apartemen


Ternyata kau belum mati, jangan harap kau bisa selamat untung saja ponselku ketinggalan di kamar ucap kepala sekolah mengambil ponsel meli yang berada di atas meja lalu membuangnya ke dalam kloset


Tampak Meli melihat kepala sekolah dengan tatapan penuh kebencian apalagi perutnya sangat sakit bahkan darah sudah keluar dari tadi saat dia berusaha menyeret dirinya


"Coba kau mengikuti apa yang aku katakan kau tak akan berakhir seperti ini tapi kau terlalu percaya diri kau pikir aku tidak tahu bahwa anak yang ada di dalam kandungan bukan anakku." ucap kepala sekolah lalu pergi meninggalkan meli


"Tolong aku dan bayiku," ucap meli dengan suaranya yang tak jelas, tapi kepala sekolah tak peduli dengan meli dia seperti terbebas dari beban yang ada di pundaknya, kepala sekolah bergegas keluar dari ruangan tersebut meninggalkan jarum kotak yang tadi dia gunakan dengan menghapus sidik jarinya terlebih dahulu agar orang mengira meli mengunakan obat tersebut dan overdosis


Kepala sekolah sudah berada di dalam mobilnya bersiap-siap untuk kembali ke kediamannya


Di pantai di mana Daniel dan lisa berada tampak Daniel, "apa kau yakin kau tak akan tergoda pada wanita itu, lihatlah penampilannya yang dewasa dan sangat cantik apalah diriku hanya seorang mahasiswa baru ." ucap Lisa dengan wajahnya yang cemberut


Daniel menghembuskan nafasnya kasar lalu meraup wajahnya dengan kasar menggunakan tangannya dia bingung harus berkata apa lagi dasar perempuan sudah dijelaskan sejelas-jelasnya eh dia membuat pertanyaan baru lagi "sayang dengarkan aku aku hanya mencintaimu jadi kau harus percaya padaku." ucap Daniel sambil menarik Lisa kedalam pelukannya

__ADS_1


Lisa terdiam saat Daniel memeluknya dengan erat terasa hangat "Baiklah aku percaya dengan keadaan kakak." ucap Lisa membuat Daniel sangat lega ternyata perempuan kalau sudah cemburu harus diyakinkan berulang-ulang kali hingga dia percaya kalau tidak pasti marahnya akan berlarut-larut


"Baiklah sebaiknya kita kembali apalagi hari sudah hampir petang." ucap Daniel melepaskan pelukannya


"Kakak benar apalagi besok aku harus mengikuti ospek ternyata ospek itu melelahkan juga." ucap Lisa, ke Uda sejoli itu lalu masuk ke dalam mobil


Sementara itu Ramon dan Dita sudah menuju arah rumah Dita yang biasa Ramon antar tapi ternyata itu bukan rumah asli Dita "itu adalah rumah nenek Dita di mana kedua orang tuamu Kenapa setiap aku mengantarmu selalu di rumah nenekmu." tanya Ramon


"Kedua orang tuaku sibuk aku hanya sebentar di rumah nenekku sampai ibuku datang menjemputku itu pun hanya hari-hari tertentu selebihnya aku akan berada di rumahku tapi kenapa kau mempertanyakan hal itu aku mau ke rumah siapapun itu bukan urusanmu." ucap Dita


"Astaga kau ini aku kan hanya bertanya agar aku bisa tahu di mana rumahmu bisa saja suatu saat nanti Tuan Ernest menyuruhku menjemputmu Bagaimana jika aku tak mengetahui alamat rumahmu." ucap Ramon berkilah


"Dasar cewek tak tahu terima kasih sudah diantar bukannya mengucapkan terima kasih tapi mengusirku." ucap Ramon lalu melajukan kendaraannya


Hari telah berganti tampak ayana yang sedang bersiap-siap ke kampus tak berselang beberapa menit Lisa dan Dita sudah berada di dalam rumah Ayana "jangan bilang kalian datang secepat ini hanya untuk sarapan pagi di rumahku." ucap Ayana yang kini berada di meja makan bersama Dita dan Lisa


Lisa dan Dita tersenyum sumringah "kau ini kau kayak tak tahu saja masakan ibumu kan paling enak lagi pula kau tahu kedua orang tua kami sangat sibuk jadi aku nebeng makan di rumah mu ." ucap Lisa

__ADS_1


"Kalian memang sangat pintar memuji masakan ibuku Sudahlah Ayo makan Setelah itu kita ke kampus oh iya Lisa kau belum cerita Sebenarnya apa yang terjadi sehingga kakak Daniel mau berbicara berdua denganmu." ucap Ayana


"Oh dia bertanya kepada ku Apakah kita bisa merenovasi ruangan miliknya tapi dia ingin sesuatu yang detail jadi dia mengajakku untuk membicarakan hal tersebut dan juga bertanya mengenai keadaan kampus takutnya ada sesuatu yang mengganggu ayana." ucap Lisa bohong


"Oh aku pikir ada masalah antara kalian berdua." ucap Ayana, ketiganya tampak makan dengan lahap setelah makan mereka langsung menuju kampus di kampus tampak para senior sudah menunggu mereka


Tampak Lisa,Ayana dan Dita turun dari mobil langsung menuju tempat ospek, tapi saat akan sampai di lapangan tempat ospek Ayana baru teringat dia harus memesan makanan asataga aku lupa memesan makanan." ucap Ayana


"Astaga kemarin aku pikir kau akan langsung memesannya begitu pulang menggunakan aplikasi agar bisa diantarkan tepat waktu." ucap Lisa


"Begitu pulang aku tiba-tiba merasa sangat mengantuk jadi aku langsung tidur dan saat bangun sudah makan malam jadi aku langsung makan malam dan setelah makan malam aku langsung istirahat kembali karena merasa lelah jadi aku tak mengingat tentang makanan yang akan aku pesan." ucap Ayana


"Coba saja kau pesan sekarang Semoga saja mereka bisa membawanya tepat waktu." ucap Lisa, Ayana langsung mengambil ponselnya dan memesan makan tersebut untung saja pesanan tersebut akan di siapakan secepatnya membuat Ayana tenang kini mereka bertiga sudah sampai di lapangan, Dita dan Lisa langsung masuk ke dalam barisan di mana mahasiswa lain berada sementara Ayana tampak duduk di pinggir lapangan sambil melihat teman-temannya


Para senior mulai melakukan aksinya dengan berbagai kegiatan ospek, tampak seorang pria berjalan mendekati Ayana, "kenapa tidak beristirahat di rumah saja jika memang sedang sakit." ucap pria tersebut yang merupakan senior dan salah satu panitia ospek terlihat dari almamater yang di gunakan


"Maaf kakak aku hanya ingin saja melihat teman-teman ku ." ucap Ayana, sementara itu seorang wanita yang baru saja datang Tampak kesal melihat Ayana dan pria yang merupakan kekasihnya tampak sedang berbincang.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen vote, dan, hadiahnya


__ADS_2