Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
mengakui


__ADS_3

hening tak ada obrolan, tak seperti biasa Evelyn suka berceloteh di sepanjang perjalanan menaiki motor ke sekolah. Untuk kali ini Evelyn diam dengan kepala menyandar di punggung shakty. bulir bening mengalir deras di pipi mulusnya, mengingat kejadian barusan di rumah mertuanya. setelah berbagai bujukan pada akhirnya, astrid dan laura urung meninggalkan rumah besar itu dan juga di imbuhi syarat kavian harus jauh - jauh dari Evelyn.


Evelyn merasa tak nyaman atas persyaratan itu. entah ia sudah Mulai jatuh cinta dengan suaminya atau karna dirinya sudah nyaman tinggal di rumah itu, yang menyuguhkan kehangatan untuknya yang selalu dilanda kesepian.


shakty menggenggam erat tangan Evelyn yang berada di pinggangnya,,saat merasakan punggung gadis itu basah. berada seintim itu dengan seorang gadis tak menjadi masalah untuknya. karena pikiran bocah itu yang masih polos dan lugu.


shakty lantas menoleh ke arah Evelyn lalu menghela nafas berat dan kembali fokus ke arah jalanan.


" cerita sama gue,, gue siap jadi pendengar yang baik buat lo ! " tawar shakty dengan tatapan lurus kedepan.


Evelyn beringsut mundur lalu menyeka pipinya yang basah dengan kedua tangan. gadis itu lantas terkekeh " cerita,, cerita,, lebay banget ! "


shakty memutar bola matanya malas, " nggak usah sok kuat deh,,, tinggal cerita aja.. siapa tau gue bisa kasih solusi "


evelyn tersenyum kecut, solusi apa yang perlu diberikan. bahkan dia sendiri sudah pasrah dengan nasib hidupnya.


" minggu depan UAS nya kan? " tanya Evelyn mengalihkan pembicaraan.


shakty berdecak cowok itu membenturkan kepalanya ke belakang.


Evelyn mencubit sisi perut cowok ganteng itu " sakit,, ****** ! "


" ngeselin sih lu, " sungut shakty membuat Evelyn mencebik.


" lo udah punya pacar ? " tanya Evelyn


shakty menoleh kebelakang " kenapa nanya gitu? " tanya shakty dengan alis mengkerut.


evelyn memajukan badan, dagunya menyender kebahu shakty, sehingga hembusan nafasnya terasa di ceruk leher shakty.


" jawab dong ! " ucap evelyn masih dengan posisi yang sama.


" ekhem,,, mana boleh pacar - pacaran "


evelyn tersenyum kecil " jadi aman dong ! "


shakty menautkan alis tak paham maksudnya " aman gimana? "


" gue bisa ***** - ***** lo sesuka hati gue " seringainya


" ckkk,, gue turunin lo " sungut shakty merasa tak nyaman dengan posisi ini.


" tapi lo suka kan? " evelyn terkekeh saat melihat kuping shakty memerah..


"gimana ? empuk kan? lo pasti belum pernah meluk dada cewek,, lo pasti belum megang dad,,, "


ckitttttt


spontan shakty ngerem mendadak mendengar ucapan vulgar evelyn


" turun.! " galak shakty


evelyn mencebik " nggak mau ah, ini kan udah terlambat shak, lo tega kalau gue di hukum? "


shakty mencibir " biasanya juga di hukum, cepet turun ! "


" ihh nggak mau " kekeuh eve melipat tangan di dada.


shakty berdecak " kalau elo nggak mau turun, jauh - jauh dari gue "


" ya kenapa sih, gue kan pengin pegangan biar nggak jatoh " alibi evelyn


" pegangan sih pegangan, tapi nggak pake peluk - peluk segala kan ! " protes shakty.


" dari kemaren juga gitu,, lo diem aja ! " kilah evelyn dengan memanyunkan bibir.


" singkirin tangan lo,, atau turun ! " ancam shakty.


" oke,, oke,, nggak pegang - pegang lagi " evelyn mengangkat tangan dan sedikit menggeser tubuh ke belakang. dengan perasaan kesal, akhirnya shakty melajukan motornya kembali.


mungkin sekitar 5 menit sebelum bell berbunyi, motor gede milik shakty berhenti dikparkiran sekolah menengah 99.


dengan berlari kecil, keduanya memasuki ruang kelas masing - masing.


saat tiba di dalam kelas, semula yang terdengar riuh menjadi hening. bahkan semua mata teetuju ke arah evelyn yang berjalan ke arah bangkunya.


" gue tau kalau gue cantik, nggak usah norak liatinnya. nggak pernah liat orang cantik emang ? " sungut evelyn karena mereka masih menatapnya intens.


" cantik sih cantik, tapi sayang, pelakor ! " sahut ariel mengundang gelak tawa yang lain.


Evelyn mengerutkan kening tak tersinggung ataupun marah dengan temannya, Justru dia bingung kenapa temannya berbicara begitu.


" maksud lo apa ? " tanya Evelyn dengan raut bingung.


ariel mendekat ke arah Evelyn cowok dengan seragam yang urakan itu lantas menyeringai sinis. " nggak usah sok polos deh.. selain elo tukang ribut, elo simpanan om - om juga ternyata "


Evelin menekan lidah ke dalam pipi, gadis itu lantas berdiri..


bughhhh


satu bogeman mendarat di perut ariel membuat cowok itu merintih sakit


" anying,,, " umpatnya menatap sengit ke arah Evelyn.


" sekali lagi lo ngomong, gue patahin kaki lo " Evelyn menuding tepat di depan wajah ariel.

__ADS_1


ariel terkekeh " semua anak di sekolah juga tau kalau elo jadi simpanan suami orang ! "


Evelyn mendelik, tangan gadis itu mengepal.


tak lama kedua temannya, livy dan cloe masuk ke kelas dengan tergesa - gesa di ikuti pak arief yang masuk ke kelas.


ariel segera duduk ke bang ku nya, begitu juga dengan Evelyn. mereka menatap sengit satu sama lain.


" selamat pagi anak - anak ! "


" pagi pak ! " jawab semuanya serempak.


setelah itu pak arief melanjutkan menerangkan materi di papan tulis. semua siswa menyimak dengan tenang sesekali mereka tergelak tawa mendengar kelakaran pak arif yang berguarau. berbeda dengan evelyn gadis itu masih berjibaku, mencerna ucapan ariel barusan.


cloe lantas menoleh ke arah Evelyn yang masih menatap sengit punggung ariel.


" b,,, boss lo,, udah liat berita di mading? " tanya cloe sesekali melirik ke depan takut ketahuan mengobrol di saat pelajaran.


Evelyn mengerutkan kening, lalu gadis itu menggeleng bingung.


cloe menghela nafas, tatapan iba tertuju ke arah sahabatnya. walaupun mereka terkenal badung dana suka bikin masalah tetapi nggak pernah yang namanya terkena skandal perusak hubungan orang.


" ckk,, malah ngelamun " Evelyn menoyor kening cloe membuat gadis berambut Curly itu merengut kesal.


" ntar lo liat ajah di mading " jelasnya.


hening tak ada perbincangan, karena mereka kembali menyimak penjelasan pak arief.


bell berbunyi dengan nyaring tanda pergantian pelajaran.


Evelyn lantas mengemas buku dan langsung ke luar kelas menuju aula dimana mading itu berada.


pak arif berdecak melihat muridnya keluar mendahuluinya " nggak ada akhlak murid satu ini " semua siswa lantas terkekeh membuat pak arief melotot galak.


" aishh, bos pasti mau ke mading... " cloe menepuk keningnya dan langsung menarik livy untuk ikut bersamanya.


Evelyn melangkah lebar dengan tatapan lurus kedepan, gadis itu tak menghiraukan tatapan sengit dan sinis dari temannya yang ia jumpai. hawa membunuh terpancar dari tubuhnya.


gadis itu melotot terkejut saat melihat foto dirinya bertuliskan pelakor dan foto laura bertuliskan istri sah, tak hanya itu ada foto kavian yang mana ukurannya lebih besar dari fotonya dan laura, foto kavian bertuliskan sang sugar daddy.


tangan Evelyn mengepal, dengan sigap gadis itu menarik tiga foto yang terpampang di mading. gadis itu lantas pergi dari aula mading untuk menuju ke kelas dimana si biang kerok pembuat gosip itu berada.


brakkk


bu anggi yang ternyata sedang mengajar di kelas IPA 3 terjengit kaget saat mendapati Evelyn membuka pintu dengan keras.


semua mata langsung terarah ke gadis itubyang berdiri memegang sebuah kertas di tangan dengan sorot mata menajam.


" Evelyn, sedang apa kamu ? " galak bu anggi, wanita berkacamata itu bahkan berdiri.


Evelyn bergeming, rahang gadis itu mengetat menatap nyalang ke arah cindy yang duduk dengan memainkan jemarinya.


Evelyn justru berjalan cepat menuju ke arah bangku cindy, dengan kasar Evelyn menjambak rambut cindy membuat gadis itu memekik dan merintih.


Evelyn lantas menarik tangan cindy untuk mengikutinya, semua yang ada di dalam kelas mulai heboh, dengan kejadian itu.


bu anggi lantas mengejar Evelyn yang membawa cindy ke arah aula.


brukkkk


Evelyn mendorong cindy hingga gadis itu tersungkur ke lantai aula.


" awwss " cindy meringis merasakan perih di area siku dan lututnya.


" brengsek ! " umpat Evelyn melempar ketiga foto itu tepat di wajah cindy.


" lu kan yang tempel foto itu di mading ? " telunjuk Evelyn ke arah cindy.


cindy menyeringai tak membela diri " kalau iya kenapa?? "


" so, gue puas ! karena hari ini lo jadi bahan pembicaraan panas di sekolah " ucap cindy tersenyum licik.


plakkk


satu tamparan lolos ke pipi cindy


" nggak usah ikut campur urusan gue,,, " peringat Evelyn dengan nada tinggi..


" hahahhaha " cindy tertawa keras membuat Evelyn kian mengepal tangannya.


cindy bangkit lalu mendekat ke arah Evelyn


" lo tau, moment ini yang paling gue tunggu - tunggu. moment dimana elo di benci sama semua orang ! "


" gue muak sama elo yang sok kecantikan itu.. " imbuhnya lagi dengan wajah memerah karena marah


" lo ngirii ? " tebak Evelyn tepat sasaran.


cindy membuang muka menyembunyikan rasa paniknya.


Evelyn lantas terkekeh " ngiri tanda tak mampu, cewek rendahan kayak lo nggak pantes bersaing sama gue "


" diam ! " bentak cindy membuat Evelyn melotot tak terima.


" kenapa? lo nggak terima? " tanya Evelyn, gadis itu membuang muka lantas tangannya bersedekap.

__ADS_1


" kita beda kelas cindy,, lo selalu meraih simpaty dari orang dengan cara kotor lo itu, beda sama gue yang nggak pernah cari simpati pun orang udah ngelirik gue. karena apa? " Evelyn lantas menelisik cindy dari atas ke bawah.


" gue lebih unggul dari elo " tuding Evelyn ke wajah cindy.


cindy tersenyum sinis " percuma lo punya kelebihan kalau elo nggak pernah dapet yang namanya cinta.. bahkan orang tua lo nggak sudi punya anak kayak elo. sampai elo menjadi perebut suami orang buat nunjang hidup elo.. so,, siapa disini yang perlu di kasihani? " ejek cindy.


" gue nggak perlu di kasihani,, brengsek ! " sungut Evelyn menatap nyalang cindy.


" elo ,,,pelakor murahan,, yang perlu di kasihani ! " Sulut cindy membuat Evelyn menggeram marah.


plakk


kembali evelyn melayangkan tamparan, cindy tak terima gadis itu hendak melayangkan tamparan namun kaki Evelyn lebih dulu menendang perut cindy.


" arggh " erang cindy memegangi perutnya.


" dasar pelakor.. " sungut cindy kembali menyulut emosi evelyn.


Evelyn menerjang tubuh cindy hingga gadis itu menunggangi cindy.


plakk


plakk


beberapa tamparan melayang di wajah cindy membuat memar di wajah gadis itu, sudut bibirnya pun memerah.


beberapa siswa lantas berbondong bondong menghampiri mereka, bahkan beberapa guru melerai Evelyn yang terus menampar bertubi - tubi pipi cindy.


" lepass ! " Evelyn meronta saat tangannya di cekal oleh dua orang guru sampai mereka kewalahan..


" berhenti Evelyn ! cindy sudah pingsan. " berang pak arief .


" biarin cewek laknat itu mati sekalian " sungut Evelyn masih meronta.


darrel yang mendengar bahwa cindy di serang oleh Evelyn langsung menuju ke aula, cowok itu menerobos kerumunan.


" cindy " darrel meneteskan air mata melihat tunangannya terkapar di lantai aula dengan kondisi pipi lebam dan bibir mengeluarkan darah.


darrel lantas menoleh ke belakang, cowok itu dengan cepat menghampiri Evelyn


plakk !


darrel menampar Evelyn dengan cukup kencang menimbulkan bekas kemarahan yang sangat jelas bahkan bibir Evelyn mengeluarkan darah.


semuanya tercengang melihat sosok darrel yang biasa terlihat lembut berubah menjadi kasar. bahkan mulai terdengar bisik - bisik dari yang lain.


kalau gue jadi darrel udah gue bikin babak belur tuh..


pasti sakit banget deh,,


biarin sih, itu nggak sebanding sama perbuatan dia


nggak puas cuma satu kali tamparan harusnya Evelyn di buat pingsan juga nggak sih?


selain pelakor dia juga mau jadi pembunuh


kasian cindy, semoga cuma pingsan aja.


" kalau kemaren gue nyesel karna udah nampar elo, kali ini enggak " berang darrel membuat mata Evelyn berkaca - kaca.


" cukup darrel,, biar kami yang mengurus Evelyn. sekarang bawa cindy ke rumah sakit ! " pak arief lantas membawa Evelyn ke ruang guru bk. di ikuti semua murid yang membubar kan diri dari kerumunan.


darrel mengguncang bahu cindy, cowok itu menangis tergugu melihat kekasihnya sudah terkapar dengan mata memejam.


tangan darrel mengepal " kalau sampai terjadi apa - apa sama bayi gue, gue nggak akan maafin elo ve. "


cowok itu lantas membawa cindy ke area parkir menuju mobilnya, bermaksud membawa gadis itu ke rumah sakit.


di ruang BK


brakkkk


pak catur seorang guru bk yang terkenal tegas dan galak itu menggebrak meja saat mendengar penjelasan dari pak arief yang mana Evelyn menyerang cindy sampai tak sadarkan diri


" sudah berapa kali kamu membuat masalah Evelyn? " berang pak catur.


Evelyn menunduk, entah mengapa kali ini dia merasa kikuk. namun ia tak pernah menyangkal mengenai perbuatannya.


" katakan ,, kenapa kamu menyerang cindy ? " tanya pak catur dengan suara dingin.


Evelyn mendongak dengan mata terlihat sendu membuat pak catur mengerutkan alis karna tak biasanya gadis yang terlihat bengal menjadi seekor kucing yang kehilangan taringnya.


" apa bapak akan percaya sama saya? "


" katakan saja ! Evelyn "


Evelyn menunduk dengan tangan meremas jari, ia bingung akan mengatakan sebenarnya atau tidak. karena yang ia takutkan kavian akan murka jika Evelyn mempublik pernikahan mereka di sekolah.


seorang petugas kebersihan lantas menyodorkan 3 lembar foto itu ke meja pak catur.


guru bk itu melotot terkejut saat menyadari siapa yang ada di dalam foto itu.


pak catur lantas menatap Evelyn dengan raut bingung " kenapa ada foto pak kavian dan bu laura. apa maksudnya ini? pelakorr... istri sah,,, sugar daddy ? "


Evelyn menarik nafas lalu membuangnya perlahan.

__ADS_1


" iya,,, kami sudah menikah,, " Evelyn menjeda ucapannya, menarik nafas dalam - dalam lalu mengeluarkan nya perlahan. gadis itu mengumpulkan kekuatan untuk mengakui bahwa dirinya telah menyandang istri kedua seorang kavian albuzer.


" beberapa bulan lalu, saya menikah dengan pak kavian elvano albuzer suami dari laura bastian " jelas Evelyn membuat pak catur menganga karena terkejut bahkan pria yang terlihat gagah itu sampai tak bisa mingkem.


__ADS_2