
shakty melirik ke samping, dimana gadisnya kini sudah terlelap dengan posisi menyandar, mengapit lengannya posesif. jadi, bocah itu mengemudi dengan menggunakan sebelah tangannya, karna sebelah tangannya lagi di apit dijadikan sandaran oleh evelyn.
shakty menunduk, mengecup cukup lama puncak kepala Evelyn membuat gadis itu sedikit menggeliat. shakty terkekeh saat kepala Evelyn makin ngusel ke lengannya.
mungkin sekitar 20 menit, mobil SUV berwarna putih itu telah sampai di depan gerbang menjulang kediamannya.
shakty terkejeh dan membunyikan klakson mobil saat Amrul berdiri di sisi gerbang dengan gaya hormat seperti prajurit tentara.
shakty berdecak kala melihat mobil kakaknya sudah terparkir di garasi. yang mana, itu membuatnya khawatir kalau - kalau kakaknya akan ngereog brutal, mengingat dirinya pulang selarut ini. dengan langkah cepat, shakty membopong tubuh Evelyn dan membawanya ke dalam rumah.
" shakty avelan albuzer "
shakty menoleh kebelakang saat mendengar panggilan sinis dari kakaknya. cowok itu menunduk saat tubuh Evelyn menggeliat. gadis itu mengucek mata, mengerjap karena terkena sinar lampu. cepat, evelyn melompat turun saat mendapati beberapa orang dewasa di rumahnya menatap tajam ke arahnya.
" ouuchhh " Evelyn mengerang saat merasakan perih di kakinya.
kavian menggeram marah saat ternyata istri keduanya itu hanya mengenakan sehelai handuk yang melilit tubuh indahnya. shakty meneguk ludah kasar saat tatapan nyalang kakaknya begitu menusuk seolah membidik sampai ke jantung.
" oh begini rupanya kelakuan kalian ? " tanya kavian dengan nada sinis. pria itu melangkah mendekat kearah dua remaja itu.
" dasar ja*ang ! berani sekali kau menggoda adikku " ucap kavian menatap tajam evely yang menunduk
" mas, " sergah shakty
" diam ! " bentak kavian
shakty memejamkan mata merasakan sesak yang menumpuk di dada. dadanya bergemuruh melihat gadisnya dikatai seperti itu, dan ditatap dengan tatapan solah - olah hendak melucuti.
" kau gadis liar !, berani sekali kau mencoba mengacaukan keluargaku ! " tunjuk kavian tepat di depan wajah Evelyn.
" maksud lo apa? " tanya evelyn dengan tatapan yang sama tajam nya.
" cih, munafik. kau pikir aku bodoh ? lihat dirimu ! betapa menjijikkannya penampilanmu. apa karena aku tak sudi menyentuhmu, jadi kau tanpa segan melempar tubuhmu kepada adikku ? " tuduh kavian dengan seringai sinis.
Evelyn mengepal tangannya " jangan asal ngomong. gue bukan cewek murahan seperti apa yang lo bilang " bentak Evelyn tak terima di tuduh sedemikian rupa.
kavian terkekeh " lalu apa ini ! " tunjuk kavian tepat di belahan dada Evelyn yang terekspos
" lalu ini " telunjuknya ke arah paha Evelyn yang terekspos
" apa kau bisa menjamin, adikku tidak menyentuh area itu ? " tanya kavian datar.
Evelyn mengatupkan bibir, gadis itu tak menampik kalau shakty memang menyentuh area itu walaupun hanya sekadar menyentuh, karena memang shakty sempat menggendongnya.
" ini urgent, kaki gue sakit abis kena beling. dan cuma shakty yang mau jemput gue pulang !. dan elo? kemana aja ? harusnya elo yang jemput gue " sindir Evelyn dengan nada sinis.
" kenapa nggak menghubungiku? kenapa memilih menghubungi adikku ? " tanya kavian penuh selidik.
" ponsel gue mati. dan gue sama sekali nggak menghubungi shakty ataupun minta di jemput shakty " akunya jujur.
kavian menggelengkan kepala seolah tak percaya dengan pembelaan istrinya itu.
" hon,, " laura menghampiri suaminya. tangannya mengelus lembut bahu suaminya.
"mereka pasti capek loh, biarkan mereka ke kamar untuk istirahat " bujuk laura.
" kalian darimana saja ? kenapa baru pulang selarut ini. " tanya astrid memicing. pertanyaan wanita itu seolah ingin menyulut kembali api amarah kavian.
" dari rumah haikal " jawab shakty
" mas, Evelyn mandi di sungai. seragamnya basah. tadi buru - buru pulang mau bersihin luka kakinya Evelyn. soalnya tadi sempet injek beling di pinggir sungai. " jelas shakty
" kalau mas berpikiran yang enggak - enggak sama Evelyn. coba kakak lihat dulu dia pergi sama siapa !." shakty menghembuskan nafas kasar menghalau rasa kesalnya kepada kakaknya yang bermulut pedas itu.
" dia pergi sama gue. kakak ngomong kaya gitu seolah kakak nggak mengenal kepribadian gue. " imbuhnya sinis
" gue nemuin dia di rumah haikal. dan kakak tau kenapa Evelyn sampai berada di sana? kakak pasti lebih paham dari gue. karena kakak nggak memberikan fasilitas kendaraan untuk Evelyn, jadilah dia terlunta - lunta di jalan. untung ada haikal yang nolongin, coba kalau enggak ? apa kakak yaqin bisa menjamin keselamatannya ? ahh tai " jelasnya dengan membuang muka kesal.
" kamu dengar sendiri kan penjelasan shakty hon, nggak mungkin lah adikmu berbuat yang enggak- enggak. ya sudah kalian cepat istirahat. sudah malam loh " laura mendorong pelan tubuh shakty.
shakty menurut, bocah itu meraih tangan Evelyn bermaksud untuk memapah. namun, tangan kavian menepis tangan shakty. " masuk ke kamar ! " titahnya galak
shakty mendengus, bocah itu berlari menaiki tangga. namun, ekor matanya melirik ke arah kakaknya yang menggendong tubuh Evelyn.
" ckkk, giliran udah gue pacarin. elu malah sok perhatian gitu. dasar tai kambing" gerutu shakty sambil berjalan.
astrid mendekat ke arah putrinya yang berdiri dengan tangan menyilang. wanita cantik itu menatap kesal ke arah suaminya yang menggendong madunya menuju ke kamar.
" ku rasa trik gadis itu membuahkan hasil "
laura menoleh dengan kening mengkerut " apa maksud mamih ? "
" dasar bodoh ! buka matamu lebar - lebar. gadis itu sangat licik. mungkin sebentar lagi suamimu akan jatuh ke dalam perangkap nya " kompor astrid.
__ADS_1
laura mendengus, tak menjawab apapun, wanita itu melenggang pergi meninggalkan ibunya.
astrid mengeratkan rahangnya, merasa kesal karena putrinya itu seolah tak menggubris perkataannya.
kavian meletakkan tubuh Evelyn di atas kasur. pria itu berjongkok memeriksa kaki Evelyn yang mengeluarkan darah cukup banyak sampai menetes kelantai.
" dasar gadis bodoh ! apa kamu tidak punya mata? sehingga bisa menginjak beling " omelnya.
Evelyn mencebikkan bibir, gadis itu menatap jengkel ke arah Suaminya. Sudah mengatai ja*ang, lalu sok peduli dan sekarang apa? Mengatainya bodoh. Ckkk dasar mulut cabe rawit. selang beberapa menit, landung masuk ke kamar evelyn dengan membawa sekotak p3k.
" ini mas, obatnya " Landung menyodorkan kotak itu ke arah kavian. cepat, pria itu menyambarnya.
dengan telaten pria itu mengelap darah yang berada di kaki mulus Evelyn. setelahnya, pria itu mengelap kaki Evelyn dengan air hangat hingga bersih dan membalutnya dengan perban.
kalau saja pria itu bersikap lembut sejak awal, mungkin Evelyn akan mencoba membuka hati untuk pria itu. namun sayang, sekarang hatinya seolah sudah terkunci sama wajah tampan dan wajah imut adik iparnya. sehingga gadis itu tak merasa tersentuh sedikitpun dengan perlakuan lembut suaminya.
apalagi mengingat perkataan kavian di malam kemarin yang menganggapnya seperti perantara keturunan. bahkan mirisnya, pria itu tak segan - segan menceraikannya dan mencari wanita pengganti untuk memberikannya bayi.
÷÷÷
" kavian mana ? " tanya astrid
" udah pergi dari tadi subuh, ada pertemuan mendadak sama klien ke luar kota " jawab laura.
tak berselang lama, shakty turun kebawah dengan penampilan yang sudah rapi. rambutnya ia biarkan acak - acakan dan sedikit basah. membuat wajahnya teihat cool dan menawan. shakty menatap ke arah Landung yang sedang berjalan sembari memapah Evelyn. cepat, shakty menghampiri keduanya.
astrid menyunggingkan senyum saat melihat kemesraan dua bocah itu. yang mana, shakty merengkuh pinggang Evelyn dengan erat dengan satu tangan menuntun gadis itu.
" waw, sekali dayung dua pulau terlampaui " celetuk astrid membuat sendok yang akan masuk kedalam mulut laura, jadi terhenti.
laura melirik ke arah pandang ibunya. wanita cantik itu mendengus merasa jengah dengan sifat julid ibunya. " kenapa sih mamih benci banget sama Evelyn ? "
" insting seorang ibu itu kuat laura. kamu mungkin nggak menyadari karena hati kamu ketutupan sama sifat malaikatmu. coba deh perhatikan baik - baik. gadis itu sangat licik sekali. selain mendekati suamimu, gadis itu juga mencoba mendekati adik iparmu. " kompornya lagi.
laura mengatupkan bibir, mengacuh kan perkataan ibunya yang mode kompor itu. ya, sebagai wanita berkelas dan berhati bak peri, laura tak akan mudah untuk di pengaruhi.
" haikal itu siapa shak ? " tanya astrid setelah shakty mendudukkan pantatnya.
" haikal anaknya pak kusno, temen mamih. temenku juga " terang shakty tanpa menoleh karena sibuk menyendok nasi ke piring.
deg !
" k..kusno ? " gagap astrid.
" iya mereka belum lama ini merantau ke jakarta. soalnya haikal dapat beasiswa di sekolah ku. " terang shakty sembari dengan telaten, menyuwir ayam agar mudah di santap oleh Evelyn.
" mereka dari kampung ? " tanya astrid kepo.
shakty menggeleng " bukan kampung juga sih, mereka dari kota semarang. "
laura mengerutkan kening melihat perubahan wajah astrid yang mendadak pucat dan gelisah seperti memikirkan sesuatu.
" mamih kenapa? kok pucet mukanya ? " tanya laura menyentuh tangan astrid yang berkeringat dan dingin.
astrid menggeleng " enggak, mamih cuma sedikit pusing. mamih ke atas dulu ya ! "
laura mengangguk " okay, jangan lupa minum obat ".
astrid hanya mengangguk wanita itu lantas meninggalkan ruang makan dengan langkah tergesa.
" kalian habiskan sarapannya. mbak mau berangkat " pamit laura meninggalkan ruang makan.
" shak "
shakty menoleh dengan mulut mengunyah makanan, bocah itu menaikkan alis dan dagu bertanya lewat isyarat.
" suapin " rengeknya manja.
" dewi onar sekarang berubah jadi siluman kelinci, manja dan menggemaskan " sahut shakty dengan kekehan.
Evelyn nabok lengan shakty " ish.. gue kan pen di suapin pacar "
shakty mengalihkan pandangan menyembunyikan wajah yang sudah memerah.
Evelyn mendorong piring nasinya lalu menuang makanan shakty ke atas piring nya. jadilah makanan mereka tercampur. shakty melotot terkejut sedangkan Evelyn nyengir tanpa dosa.
" suapin ! " rengeknya lagi.
shakty mendengus, namun tetap menurut. dengan telaten, menyuapkan makanan ke dalam mulut Evelyn dan juga ke mulutnya sendiri.
Landung mengulum bibir melihat adegan live romantis di depannya. sungguh jiwa jomblo nya terseok - seok.
shakty menyodorkan gelas kedalam mulut Evelyn setelah makanan mereka tandas.
__ADS_1
" pen ke kamar ! " celetuk Evelyn.
shakty tersenyum tipis. Bolehkan, dia menikmati moment ini? tanpa mengindahkan status gadis itu yang masih menjadi istri orang? dia sadar dirinya jahat. tapi tolong biarkan dia memberikan kebahagiaan untuk gadisnya.
shakty merengkuh tubuh Evelyn lalu menggendongnya masuk kedalam kamar. Evelyn memeluk leher shakty posesif menatap dalam manik indah kekasihnya.
shakty menurunkan gendongannya lalu menutup tubuh Evelyn dengan selimut.
" bobok ya, aku mau berangkat ke sekolah " pamitnya dengan posisi membungkuk.
bibir Evelyn mengerucut " kok ditinggal sih? kan nggak ada pelajaran. nggak papa donk bolos "
shakty terkekeh. tangannya bergerak mencubit hidung mancung Evelyn " kan mau ikut lomba olimpiade. lumayan kan hadiahnya 10 juta "
" duit elo udah banyak " kilah evelyn dengan wajah kesal.
" itu duit mamih, aku pen punya duit sendiri, punya tabungan biar sewaktu - waktu gue pakai buat kebutuhan mendesak. siapa tau gue di lempar ke jalanan gegara macarin bini kakak sendiri. " guraunya mengundang tawa evelyn.
" gitu dong ketawa. jan cemberut terus kek keteknya kambing, keriput " seloroh shakty dan di hadiahi gigitan di lengan.
" awsss, sakit ve " ringisnya mengusap lengan
" salah sendiri ngatain muka gue kek keteknya kambing " gerutunya
shakty terkekeh lalu menjawil dagu Evelyn " nggak, cantik gini kok "
Evelyn mengulum bibir, mengecup singkat bibir cowok di depannya.
" jan nyosor mulu ah.. " protes shakty menutup bibirnya.
" kenapa ? kan kita udah pacaran shak, masa nggak boleh cium " kilah Evelyn dengan bibir manyun.
" belum halal sayang !, nggak boleh. "
" bodo ! " dengan cepat, Evelyn kembali menyambar bibir shakty, me*um*t hanya sebentar, karena cowok itu langsung mendorong bahu Evelyn.
Evelyn terkekeh saat melihat wajah shakty yang memerah dan bibir basah.
shakty mendengus, menarik diri dan merapikan pakainnya yang agak kusut " gue berangkat, jangan nakal " pamitnya seraya berlalu pergi.
Evelyn menunduk dengan seukir senyum tipis. ini kan yang di maksud kebahagiaan?
÷÷÷
lampu bersinar kerlap - kerlip beserta musik dj yang mengiringi para manusia yang berlenggak lenggkok di sebuah gedung bar ternama. suasana kian ramai seiring datangnya para pengunjung. baik dari kalangan dewasa, sampai kaum muda mudi. suasana tampak panas karena banyak dari kaum muda mudi tanpa malu mengumbar adegan tak senonoh.
astrid Mendudukkan pantat di depan seorang bartender. wanita itu menelisik seorang remaja yang sedang sibuk meracik sebuah minuman alkohol.
" kamu karyawan baru ? " tanya astrid yang merasa asing dengan remaja itu.
haikal mengangguk " iya, "
" hay ! " sapa seorang lelaki dewasa yang seumuran dengan astrid mengalihkan tatapan astrid dari remaja itu.a
" hay " sahut astrid menunduk malu.
" boleh gabung " ijinnya
astrid mengangguk pelan " no problem "
" Aksen ! " pria itu menyodorkan tangan
" astrid Angeline " sahut astrid menjabat tangan.
" aku sering memperhatikan mu, kau sepertinya belum lama datang ke tempat ini " ucap aksen.
astrid tersenyum kecil " aku belum lama tinggal di indonesia, eumh. baru 2 bulan saya pulang dari new york"
" really? " tanya aksen terkejut
astrid terbahak melihat wajah lucu nan tampan pria baya di depannya. walaupun sudah berkepala 4 astrid taksir, namun wajah nya masih terlihat tampan juga badannya yang tegap dan kekar menambah point kegagahannya.
haikal melirik sekilas dua orang dewasa itu yang tampak berbincang renyah sesekali tertawa lepas saling melempar gurauan.
" mau ikut ke atas ? barang kali ingin bnernincang di ruangan yang lebih nyaman, maybe" tawar aksen dengan senyum menggoda.
astrid tersenyum simpul, detik berikutnya wanita yang tak lagi muda namun masih terlihat cantik itu mengangguk.
astrid mengapit mesra lengan aksen sesekali kepalanya menyandar menyembunyikan Tawanya karena beberapa kali pria gagah itu berguarau. mereka berjalan beriringan seperti layaknya seorang kekasih menuju lantai teratas gedung. yang mana ruangan itu merupakan ruangan vip tempat bersinggahnya berbagai lawan jenis saling menggauli, mereguk madu satu sama lain.
haikal mengepalkan tangan saat dua manusia dewasa itu hilang dari pandangannya. dadanya bergemuruh seiring matanya yang memanas. haikal meremas dada di balik kemeja kerjanya, saat merasakan sesak yang memupuk di dadanya.
melihat wanita yang bertahun - tahun bagai di telan bumi, lalu muncul dengan tiba - tiba seolah mengoyak luka lama.haikal menunduk seraya terkekeh " nasib gue sial bangat dah, terlahir dari wanita spek Dajjal " gumamnya lirih.
__ADS_1