
terdiam untuk beberapa saat, kedua remaja yang masih berada di sisi jalan itu di kejutkan dengan mobil mewah berwarna hitam yang berhenti di depannya.
Evelyn menatap serius ke arah kaca mobil yang perlahan bergerak turun. Evelyn tersentak saat kaca mobil bagian kemudi itu terbuka lebar dan menampilkan wajah seorang wanita cantik yang anggun dan elegan.
" ve " panggil laura denga senyum manis. tangannya melambai pelan.
nggak cuma evelyn yang terkejut, darrel pun sama. bahkan cowok itu sampai mencondongkan wajah untuk memperjelas penglihatannya.
" elo ? " sahut Evelyn cengo.
laura mengangguk semangat " shakti nggak ngomong ya, kalau mbak mau jemput ? "
Evelyn menggeleng samar membuat bibir laura mencebik " dasar bocah ngeselin " dumelnya.
" ayok masuk ! kita ke kantor mas kavi ya ! " ucapan laura sontak membuat mata darrel melebar. cepat, kepalanya menoleh ke arah evelyn yang terlihat cuek dan biasa saja.
ini nggak seperti interaksi antara istri sah dan pelakor ya, tapi seperti interaksi kakak beradik. wajar saja, darrel agak syok dan berasa nggak percaya.
Evelyn nggak menjawab, gadis itu melangkah masuk ke kursi belakang. laura menoleh dengan tatapan memprotes. penginnya kan mereka duduk sebelahan supaya bisa ngobrol . tapi kayaknya Evelyn belum welcome dengan orang baru.
laura mendesah, pandangannya beralih ke darrel yang masih memasang wajah terkejut. " duluan ya rell ! " pamitnya. menyalakan mesin mobil dan melaju pelan. menyisakan remaja lelaki yang masih mematung di pinggir jalan.
mata darrel terus mengikuti bokong mobil yang perlahan hilang dari pandangan. tangannya terulur menggaruk alisnya yang tetiba gatal " gue nggak salah lihat kan? apa memang mereka sedekat itu? kalau di novel - novel kan istri sah sama pelakor gelud - geludan. aishh agak laen emang. " monolongnya sendiri.
÷÷÷
" siang bu ! " sapa seorang office girl saat laura dan Evelyn melewati mereka.
laura mengangguk saja. lalu berjalan melewati beberapa staff dan sesekali tersenyum ramah saat mereka membungkuk.
wanita itu terkenal ramah dan murah senyum, jadi sangat wajar jika karyawan tak sungkan untuk menyapa.
Evelyn menatap ke seluruh sudut gedung, dengan kaki yang mengekor Langkah laura untuk memasuki lift.
" kamu udah makan ve ? " tanya laura memecah keheningan di dalam lift.
mereka masuk ke lift yang bangun khusus untuk atasan. jadi hanya mereka berdua yang berada di dalam lift.
" belum " sahut nya tanpa menoleh
" mau makan dulu? " tawar laura.
Evelyn berpikir sejenak, lali menganggukkan kepala setelah berdiam cukup lama.
tin !
denting lift berbunyi. tak lama pintu otomatis itu terbuka lebar. laura mengapit lengan Evelyn. menunduk saat maya tersenyum dengan badan membungkuk.
laura merengut sebal, saat angel sudah duduk di sofa ruangan suaminya. wanita itu bahkan melayangkan tatapan tajam ke arah sekertaris suaminya yang gencar sekali mencari perhatian suaminya.
" duduk ve " laura menekan bahu Evelyn, menyuruhnya untuk duduk di sofa.
" aku mau ke pantri dulu y, mau bikin minum " pamit laura.
" ckkk, punya sekertaris gunanya buat apa? sampai pengin kopi aja harus buat sendiri "
angel yang lagi bermain ponsel mendongak, menatap dingin ke arah gadis remaja yang menatapnya sinis.
mendengar kata sindiran itu jelas membuatnya tertohok. tapi sayangnya dia nggak bisa membalas perkataan itu karena memang perkataan gadis itu ada benarnya.
" angel, buatkan dua kopi dan satu coklat panas " ini kavian yang memerintah.
sedangkan laura jadi berbalik menuju ke meja suaminya yang lagi sibuk di depan laptop.
" mau sekalian ambil makan, Evelyn belum makan siang loh " timpal laura.
" oh ya, jadi di tambah tiga porsi nasi.. eumh pakai ayam bakar saja. di depan kantor ada resto cepat saji" imbuh kavian tanpa menoleh.
__ADS_1
laura mengulum bibir, mengecup singkat pipi suaminya sebagai bentuk terima kasih.
angel membuang muka, mendengus kesal. saat matanya menangkap adegan itu. tambah kesel saat liat wajah sengak dan senyum ejekan yang terbit dari evelyn. namun apa daya, dia harus tetap jaga image baik nya di depan kavi. angel berdiri, lebih dulu menatap tajam evelyn sebelum melenggang keluar dari ruangan. bahkan wanita itu nggak mengatakan apapun.
Evelyn menyeringai sinis. menatap penuh kebencian ke arah sekertaris suaminya yang berpenampilan modis dengan wajah yang terlihat cantik dan anggun. sebagai sesama wanita, dia jelas tau trik apa yang dilakukan oleh seorang pelakor bermuka polos. dan menggunakan hubungan persahabatan sebagai alasan untuk mencari celah.
awal liat angel aja udah sebel. nggak tau kenapa tapi kurang suka sama wanita yang wajahnya sok ramah itu.
Evelyn melirik ke arah pasangan suami istri yang saat ini sedang mengobrol ringan. Evelyn berdecak merasa kesal karena seolah - olah di ajak ke sini untuk menonton adegan mesra dua sejoli itu.
" ckkk, malah di cuekin " decaknya. menatap jengkel ke arah pasutri itu.
mendengar kekesalan madunya, laura terkekeh. wanita itu berjalan ke arah sofa dan duduk di sebelah Evelyn.
" Shakti jadi ikut lomba ? " tanya nya basa - basi.
Evelyn hanya mengangguk. menoleh saat kakak madunya menyodorkan anggur. nggak langsung di ambil, Evelyn lebih dulu menatap lama buah yang berbentuk bulat dan berwarna hijau itu.
" manis kok " ucap laura saat Evelyn masih bergeming.
Evelyn meraih buah anggur itu. memasukkan ke mulut setelah membuang bijinya.
" manis kan?_" tanya laura. sekarang wanita itu menyodorkan satu tangkai anggur.
Evelyn menyambar anggur itu. memeluk buah itu dengan posesif. laura tertawa pelan. menggeleng saat menyadari bahwa Evelyn punya sisi selucu itu.
di pelataran gedung, angel menggeram marah . menghentakkan kaki karena dia harus panas - panasan, dan nyabrang jalan raya untuk sampai ke resto depan gedung.
" cckk, coba aja kalau nggak ada kavi udah gue congkel matanya " dumelnya dengan wajah amat kesal.
angel celingukan ke sekeliling pelataran. tatapannya terkunci ke arah seorang office girl yang sedang menyapu halaman.
" heyy, kamu ! "
nggak ngerasa namanya di panggil sih, tapi disitu cuma ada dia. jadilah reflex kepalanya menoleh.
senyum ramah terbit dari bibir gadis itu, lalu berjalan mendekat ke arah sang atasan.
angel memutar bola matanya jengah. wajahnya yang terbiasa ramah itu berubah menjadi jutek kalau lawan bicaranya itu dari kelas bawah. " ya iyalah, siapa lagi " jawabnya sewot.
si office girl ngampet kesel. di ampet karena nggak berani nunjukin wajah keselnya. yang jelas, dia masih pengin kerja di sini. nggak mau cari mati.
" nih ! belikan saya tiga porsi nasi dan ayam. saya tunggu disini " titahnya menyodorkan uang lima puluh ribuan.
si mbak ob hanya mengangguk. melangkahkan kaki kaki menuju jalan raya. gadis cantik yang masih muda itu menyeberangi jalan saat kendaraan sedikit lengang.
mungkin sekitar setengah jam. si office girl itu menghampiri angel yang duduk di undakan. gadis itu menyodorkan plastik putih besar berisi tiga kotak nasi ayam.
" cuma beli nasi sama ayam aja lama banget. kerja nggak becus gini masih di pake di perusahaan, ckkk. heran banget aseli. "
udah nggak ngucapin makasih itu nggak apa - apa asal jangan mengatakan kalimat yang begitu nyelekit. apalagi ngomongnya ngegas tanpa beban, makin buat si office girl tambah kesel penginnya nendang wanita itu ke jalan raya. biar ngerasain sakitnya kena luka aspal. ckkk. dumelannya si office girl cuma berani di ungkapkan ke hati.
wanita dengan rok pendek selutut itu melenggang pergi. lebih keterlaluan karna nggak ngasih tip sama sekali.
di ruangan gedung tertinggi sana, Evelyn dan laura di sibukkan dengan berbagai sample dekor untuk acara party minggu depan. sedangkan kavian menatap keduanya tanpa ekspresi. sebenarnya dia juga seneng kalau liat istri tuanya dan istri mudanya akur. tapi dia merasa jadi lelaki paling brengsek kalau seandainya benar - benar menyukai dua - duanya.
dilihat dari jarak sedekat ini membuat kavian benar - benar bersyukur atas nikmat yang tuhan berikan. betapa tidak, dia di suguhkan dengan wajah bidadari yang menjadi ikatan halalnya. sungguh, nikmat mana yang kau dustakan !. tapi kali ini kavian mencoba menepis pikiran itu. karena dia sudah berjanji dengan istri tuanya untuk tidak menyakiti wanita itu.
siapa yang nggak tertarik dengan tampang bidadari istri keduanya. siapapun akan meneteskan air liur jika bisa menjamah tubuh molek istri mudanya. ah, membayangkan saja sudah membuat inti di bawah sana berkedut - kedut.
kavian masih waras, sehingga tidak ingin merusak masa depan Evelyn. justru lelaki itu lebih tertarik untuk membuat gadis itu berhenti bersikap arogan.
kavian mendengus saat dua istrinya masih membolak - balik album decoration of viola grup. sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion dan decor gedung.
" kamu suka yang mana ve? semuanya bagus ya ? jadi bingung " tanya laura, masih dengan menatap beberapa galeri foto di buku album itu.
Evelyn sebenarnya bosan, tapi dia juga nggak mungkin kan kalau udah jauh - jauh dateng tapi nggak ada hasil apa - apa. jadilah gadis itu ikut mikir.
__ADS_1
" kalau di sekolah biasanya tergantung tema tahunan " sahut Evelyn
laura menoleh ke samping kanannya, matanya tepat bertemu dengan wajah mulus madunya. " eumh, benar juga ya .. "
" elo suka tema apa? " tanya Evelyn belum mau menatap laura.
laura terdiam sejenak. kepalanya menengadah ke atas, membayangkan sesuatu yang menurutnya most a great katakanlah sesuatu yang luar biasa.
" kalau kamu suka tema apa? " bukannya menjawab malah balik bertanya.
Evelyn berdecak " gue yakin suami elo penginnya sesuatu yang berhubungan dengan elo. jadi nggak perlu juga kalau minta sesuatu yang berhubungan dengan gue atau yang gue sukai " jawabnya melirik sengit ke arah suaminya yang juga menatap ke arahnya.
laura menghela nafas lelah. wanita itu lupa kalau adik madunya itu nggak pernah akur dengan suaminya.
" ya nggak papa dong, kita berdua kan istrinya jadi nggak masalah kan kalau tema birthday tahun ini mengusung tema kesukaan kita " usul laura.
Evelyn terkekeh " nggak usah naif deh mbak. yang namanya istri sah itu maunya di utamakan dan dijadikan prioritas. gue sebagai pelakor emang nggak nyerang elo. tapi bukan berarti gue mau di sangkut pautkan sama kehidupan kalian berdua. have fun aja deh sama hubungan kalian. karna gue juga pengin have fun sama kehidupan gue sendiri. jadi, mending urus kehidupan masing - masing. anggap aja gue orang asing. atau anggap aja gue anaknya mamih rini. "
kavian mengepalkan tangannya. nggak tau kenapa, tapi dia nggak suka kalau istri mudanya itu menganggapnya orang asing.
kavian menarik sudut bibirnya. kalau gadis itu sudah bersikap demikian, jadi jangan salahkan dia juga kalau bersikap lebih dingin dari gadis nakal itu.
" ya tentu saja kamu bukan siapa - siapa, jangan kepedean. ayolah, jangan pikir karena istri ku tercinta berbaik hati sama kamu, memberartikan istriku care dengan kamu."
" terus maksudnya apa, bini lo pakek ngajak - ngajak gue ikut ke kantor ? " tanya Evelyn sewot.
kavian bersedekap menatap datar ke arah istri mudanya yang wajahnya berubah jutek
" ya, ya karena nggak sengaja mungkin. "
" enggak ve, jangan dengerin si kepala batu itu. ayo abaikan pria songong itu. dan lanjutkan pilih dekornya " sambung laura menatap sengit ke arah suaminya.
bibir kavian mencebik, menatap jengkel ke arah istri Tuanya. lelaki itu beranjak bangun, meninggalkan kedua istrinya keluar ruangan.
selang kepergian kavian, angel satang Deng an menenteng Satu plastik besar. lalu seorang office boy datang Dengan nampan di tangannya.
angel celingukan, mencari sosok Pria yang menghilang entah kemana.
Evelyn menyeringai sinis, mengerti gelagat sekertaris suaminya. " kavian lagi pergi, makanannya taruh disitu ajah " tunjuknya ke atas meja.
angel menatap kesal ke Arah Evelyn. Dengan sang at kasar, angel meletakkan plastik itu me atas meja.
laura sampai mendongak, menatap tan suka me arah angel yang Sekarang ini beradu tatap dengan Evelyn.
" Apa ini cara kamu melayani nyonya presdir?, apa ini hasil didikan pendidikanmu di liar negeri? " ketus Laura menatap sebalke arah wanita yang menurutnya sok Pintar itu.
angel menunduk " maaf bu laura, plastiknya berat jadi nggak sengaja " alibinya.
laura tak mengubris, wanita itu meraih plastik dan mengeluarkannl isinya. mata kedua istri kavian berbinar saat melihat sepotong ayam bakar terssji cantik dengan lumuran sambal berwarna hijau.
" keluar Sana ! " usir laura Dengan suara meninggi. wajah wanita itu berubah jutek saat menyadari sang sekertaris masih berdiri di situ.
klek
pintu ruangan di buka lebar, menampilkan wajah tampan mempesona dari seorang kavian elvano.
angel mengembangkan senyum, wanita itu membuka kotak makan milik atasannya.
tangan yang hendak menyomot daging empuk itu berhenti, saat melihat angel dengan lancang nya menyentuh makanan atasannya. laura masih merapatkan bibir, matanya menatap dingin ke arah angel yang dengan lincahnya membuka kotak itu dan meletakkan sendok ke atas nasi.
" kav, bagianmu yang nggak pedes kan? " tanya angel menatap kavian yang berjalan ke arah sofa. kavian hanya tersenyum, lalu mendudukkan pantat di seberang kedua istrinya.
laura mendengus, menatap penuh kedengkian ke arah angel yang masih saja menerbitkan senyum manis ke arah suaminya yang memakan dengan lahap.
" ini cuma tiga porsi kan? jadi elo nggak bisa makan bareng " ini evelyn yang berbicara. seolah mengusir secara halus.
angel mengatupkan bibir, menatap penuh kekesalan ke arah Evelyn. dalam hatinya udah ngumpat bahkan menyumpah.
__ADS_1
angel mencoba mengukir senyum, soalnya ada kavian. jadi harus pasang muka se baik mungkin. " selamat makan ya ! aku mau melanjutkan pekerjaanku "
" dari tadi kek, " gerutu Evelyn yang masih bisa di dengar oleh angel. karena wanita itu masih berada di ambang pintu.