Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
Cemburu


__ADS_3

" Ayok kay, udan goyen nya di habiskan "


Evelyn menaikkan satu alis melihat tingkah laku lembut laura terhadap kay. dan itu adalah hal langka baginya.


Rini menyimpulkan senyum. yang rupanya senyum bahagia yang tak pudar sepanjang pagi itu. sungguh kebahagiaan mana yang begitu indah selain melihat kedua anaknya telah mempunyai keluarga kecil. dan bonusnya adalah dua cucu gemoy telah hidup sehat dan aktif di rumah besarnya.


" Mommy " Seru kay, menoleh ke arah Evelyn yang di apit oleh El dan shakti.


" kenapa sayang ? " Tanya Evelyn sembari menyuap makanan ke el


" Cuapin " Sahut kay


" Kay, mam nya sama mommy ya. mommy eve lagi repot nyuapin el " Laura yang menyahuti


Kay menggeleng " Abis el " putusnya


" Kenang " El menggeleng saat Evelyn menyodorkan sendok.


Evelyn tersenyum tipis. melirik ke arah laura yang makan dengan diam. kentara sekali kalau mood wanita itu memburuk.


Evelyn menarik kursi kay. lalu dengan telaten menyuapkan makanan ke mulut mungil bayi itu.


Laura melirik jengah, memasang wajah kecut melihat kedekatan Evelyn dengan sang putra. salahkan saja dia yang beberapa tahun lamanya lebih memilih menyibukkan diri di dunianya di banding mengurus putranya sendiri.


Sekitar tiga puluh menit, satu piring makanan milik kay telah tandas. Kay selalu seperti itu pintar dan memakan makanannya hingga habis.


" Mommy berangkat yah " Pamit Evelyn mengecup pipi gembul dua anaknya


" Dada mommy " Kay dan el melambaikan tangan.


" Kamu yakin nggak di mau di antar ? " Tanya shakti memastikan


" Enggak honey, aku bawa mobil sendiri aja. Soalnya aku juga mau jemput Haikal juga " Sahut Evelyn mengelus pipi shakti yang kusut


Bibir shakti manyun " Kok gitu sih ? Aku nggak suka loh kalau kamu dekat - dekat cowok lain "


" Dihh " Evelyn mencubit pinggang shakti


" Rumah haikal sama kampus jauh, kasian kan kalau naik sepeda " Kilah Evelyn


" Motor haikal mana ? " Heran shakti


" Di jual " sahut Evelyn sembari merapikan tas


" Hah ? " Pekik shakti


" Astagah " Shakti jadi menggaruk leher. dia jadi ikut nelangsa sama nasib nya haikal yang malah ekonominya jadi menurun


Evelyn menyimpulkan senyum. dia yang ibaratnya jadi tumpuan selain shakti untuk haikal jelas lebih merasa nelangsa sama perekonomian haikal. zaman semakin maju namun rakyat kecil seperti pak kusno justru semakin terjerung makin kelelep sama krisis ekonomi.


" Makanya aku bantuin haikal. kasih tumpangan tiap hari, kasian kan kalau dia jalan kaki atau naik sepeda ? motor bapak di pake ngojek dari habis subuh sampai malem. ada mamih astrid yang juga butuh biaya buat terapi. ash " Evelyn menyeka sudut mata yang jadi basah, dia nggak mampu lahi melanjutkan kata - katanya


Shakti menghela nafas. udah denger cerita istri tentang kesengsaraan sahabatnya, nggak mungkin dong kalau dia ngotot cemburu.


" Ya udah sana, nanti kesiangan " shakti mendorong pelan punggung Evelyn.


Evelyn melebarkan senyum, berjinjit dan mengecup sekilas bibir merah suaminya


" Assalamu'alaikum " Evelyn melambaikan tangan sembari mengepkan satu mata


Shakti tertawa, ikut melambai untuk mengantar mobil istrinya yang melaju dari hadapannya.


" Ngapain tut ? " Heran shakti saat berbalik dan di dapati tuti menggendong el sembari menutupi mata bocah itu


" Heee.. Tadi ada Adegan sur mas shakti jadi mata non elery tak tutupi "


Shakti menoyor kening tuti " Adegan sur matamu " Sewot shakti


Tuti nyengir kuda, membiarkan saja si shakti merampas momongannya


" cus " El melambai ke tuti seolah dia nggak mau di gendong shakti


" Sama daddy dulu ya, kita ke atas ke kay " Bujuk shakti mengecup pipi gembul el


Tuti mengangguk " Sama daddy-nya non el. itu daddy loh "


El menatap intens wajah shakti. seolah - olah mencermati apakah pria di hadapannya adalah orang jahat atau bukan


" Ke kay, mau ? " tawar shakti


El mengangguk saja, mengalungkan kedua tangan gemoynya ke leher shakti.

__ADS_1


Shakti tersenyum tipis. merasa lega karena putrinya mulai jinak dengannya. dan langkah selanjutnya adalah dia harus sesering mungkin pendekatan dengan anaknya. tangan shakti terulur, mendorong pelan kepala el ke dada. mengelus rambut hitam bayi itu dengan lembut. dia mencoba langkah kedua, memberikan sentuhan nyaman ke anaknya. dan benar saja, reflex kepala el dengan nyaman bersandar di dada shakti merasakan kenyamanan yang sangat familiar seolah - olah bayi itu mengenal sangat lama sosok pria yang menggendongnya.


Dan faktanya, darah Lebih kental dari pada air. Kedua manusia beda umur itu seolah - olah mempunyai ikatan batin yang sangat erat, tak terlepas oleh waktu dan lamanya mereka berpisah.


" Hon, aku nggak suka loh kalau kay lebih dekat dengan eve "


Samar - samar shakti mendengar kalimat menjengkelkan dari kakak iparnya. Shakti menghentikan langkah, bersandar di tembok sisi pintu yang setengah terbuka. El mendongak, mengerutkan kening saat shakti berhenti.


Shakti meletakan telunjuk ke bibir el.mengerti akan isyarat ayahnya, el kembali menyandar di dada shakti merapatkan bibir dan berdiam mendengar detak jantung ayahnya yang seperti alunan lagu indah penghantar tidur.


" Wajar lah, selama ini kan Evelyn yang mengurus kay, bahkan dia menjadi ibu susu kay " Sahut kavian tanpa menoleh


" Tapi aku nggak suka. aku janji akan ngurus kay kalau Evelyn jauh - jauh dari kay " kesal laura bersedekap


Kavian mendengus " Kau mau apalagi laura? " sungut kavian


" Aku mau Evelyn jangan dekat - dekat dengan kay, kalau perlu pergi dari sini " Ketus laura


Brakkkk


Kavian menggebrak meja. matanya memerah dengan rahang mengerat. sungguh dia benar - benar sangat kesal dengan pola pikir istrinya sekarang.


" Evelyn tidak akan kemana - mana " bentak kavian


" Kalau dia enggak pergi, bagaimana aku bisa dekat dengan kay. putraku selalu menempel dengannya, hon " Sahut laura dengan suara meninggi.


" Salahkan dirimu yang tak mau mengurus kay. kalau saja bukan Evelyn dan mamih yang mengurus, aku pasti sudah gila melihat kekejaman mu terhadap kay " Sahut kavian tak kalah tinggi.


" Oke. aku khilaf. dan aku berjanji akan mengurus kay, tapi tolong biarkan aku punya waktu berdua dengan kay. kalau Evelyn nggak pergi dari sini biar kita yang pergi dari sini "


" Oke, kita pergi dari sini asal kau meninggalkan pekerjaan sialmu itu " Ketus kavian.


" Mas " Seru shakti di ambang pintu


" Astagah " Kavian berjengit mendapati shakti di ambang pintu. lebih tepatnya kaget karena obrolannya di dengar oleh adiknya.


" Mas nggak usah kemana - mana. biar aku sama eve yang pergi dari sini " Sergah Shakti


" Jangan dengarkan ucapan kakakmu shakti. dia memang sudah tidak waras " Kavian melirik jengkel laura.


Shakti menggeleng " Enggak. aku udah mikir jauh - jauh hari. F& D group di indo udah di handle aku. dan ini kesepakatan aku sama Mr. Xander " Shakti mendudukkan pantat di sofa. meletakan tubuh el ke sofa. rupanya bayi itu benar - benar tertidur. ckk


" Shakti " Bentak Kavian


" Mas aku cuma pen mandiri. punya bisnis sendiri dan rumah sendiri. aku nggak mungkin selamanya di rumah ini "


Shakti menghela nafas, melirik ke arah laura yang wajahnya sudah memucat.


" Shak, mbak nggak bermaksud ngusir kamu mbak cuma lagi kesel aja " Panik laura.


Shakti menggeleng lagi " Enggak ada hubungannya sama embak. Ini planing aku sendiri. aku cuma pen belajar jadi suami yang berdedikasi, bertanggung jawab. seenggaknya aku menafkahi keluarga ku dengan jerih payah ku sendiri. mas pasti paham maksud aku "


Kavian memijit pelipis. sungguh dia nggak mau pisah lagi dengan adiknya. semenjak kepergian shakti, kavian memang seperti mayat hidup, enggak semangat dan nggak bergairah menjalani hari - hari.


" Mamih enggak bakal setuju. simpan saja planing konyolmu itu "


Shakti mendengus " Please ! hargai keputusan aku. aku bakal bujuk mamih. aku udah diskusi sama papih dan papih setuju. "


Shakti berdiri menatap penuh keyakinan ke dalam dua manik kavian yang sama - sama coklat. " Ini demi kebaikan bersama. Dan tadi kata istri mas pengin deket sama kay, jadi itu peluang bagus kalau aku dan eve hengkang dari sini "


Kavian meremas celananya. jantungnya berdetak tak karuan. Benar - benar nyeri sekali di bagian palung hatinya. Dia benar - benar enggak rela kalau harus pisah lagi dengan adik semata wayangnya.


÷÷÷


Rubicon warna hitam yang Evelyn bawa, berhenti di area parkir. tepatnya di parkiran universitas populer di wilayah jakarta timur. namanya IBN.


Tak berselang lama, haikal juga turun dari kursi penumpang. ditangannya membawa satu box berisi dagangan kue yang di buat sendiri oleh haikal


" Nanti jadi kan ke rumah ? " Tanya Evelyn sembari berjalan beriringan


Haikal mengangguk antusias " Jadi lah, pen ketemu shakti "


Evelyn terkekeh " Dasar upin ipin "


Haikal tertawa " gue botakin entar tu anak "


Evelyn sontak menoleh dan tanganannya langsung menabok Pundak haikal dengan kencang " Jangan dong "


Haikal memegangi box yang nyaris saja terjatuh " Becanda kali, buk "


" Sialan " sahut Evelyn sembari tertawa

__ADS_1


" itu anak baru kan ? " Tanya Evelyn menuding ke arah gadis berhijab yang berada di dekat galang


Haikal mengangguk, wajahnya tetiba berubah jadi muram


" Kenapa lo ? " Heran Evelyn


" Enggak " Ketus haikal berjalan mendahului


" Ckkk.. dasar aneh "


" Ve " Teriak galang


Evelyn menghentikan langkah. berbalik badan dan melambai ke arah galang.


" Masuk pagi ? " Tanya galang antusias


" Iyah. "


" Masuknya jam delapan kan? sarapan dulu yuk ! " Ajak galang antusias


Evelyn tak langsung menyahut. melirik sebentar ke arah gadis yang berdiri di belakang galang dan menyimak obrolan.


" Enggak deh. Soalnya ada tugas yang belum aku kerjain. btw, kalian cocok " Nyelonong pergi setelah mengatakan itu


" ckkk " Decak galang dengan dengusan kesal


" gue antar lo ke kelas. dan ingat jangan belaga kenal gue kalau di kampus "


Si gadis berjilbab dongker itu mendelik kesal yang bahkan terlihat sangat kesal. enggak menjawab, si gadis malah pergi .


" Asw " Umpat galang karena perkataannya di abaikan.


Pukkk


" Anying " Kesal iqbal mengusap kepala yang di gaplok


Si pelaku malah tertawa. menjulurkan lidah saat iqbal melayangkan tatapan galak.


" Ckkk.. mimpi buruk gue ketemu dewi iblis tiap hari " Dumelnya dengan tatapan sengit tertuju ke arah Evelyn.


Entah sang maha kuasa merencanakan skenario apa sampai - sampai secara kebetulan iqbal berada di jurusan yang sama dengan Evelyn yaitu Akutansi. dan kebetulan macam apa sehingga iqbal berada satu kelas dengan cewek yang selalu dia hindari.


" Kerutan elo nambah satu. Itu karma karena elo sering ngumpatin gue " Celetuk Evelyn


Gelak tawa menggema di ruangan saat iqbal panik dan menyentuh wajah.


Dengusan kesal meluncur dari bibir iqbal. dia ngambil tas dan beranjak dari kursi.


" Mau kemana lo ? " Teriak Evelyn saat iqbal keluar dari ruangan.


" Kepo " Sungut iqbal.


" Dasar cowok sensi " dumel Evelyn.


" Rit "


Evelyn menepuk punggung gadis berkacamata di depannya. Si Rita menoleh, menaikan alis dan dagu.


" Iqbal masih di antar jemput cewek ? " tanya Evelyn


Rita mengedikkan bahu " Nggak tau. tapi kata anak - anak begitu "


" Lo nggak pernah lihat ? "


" Enggak. gue mana kepo kayak gituan. mikirin nilai ajah pusing " sahut rita tanpa menoleh


Evelyn menggeplak kepala belakang Rita " Bego si lo " Makinya dengan kekehan


" ini tuh karna sering elo geplakin, tolol " ketus rita dengan tatapan jengkel


Evelyn menendang kursi rita " Ngatain gue lo "


" EVELYN NENEK SIHIR, TUKANG RUSUH. IIISSHH " Rita memukul meja dengan kepalan tangan.


" Apa ? " sewot evelyn


" Catatan gue jadi berantakan nih " Rita menyodorkan buku yang berisi sederet coretan tangan yang jadi kecoret karena bolpointnya oleng.


" Tulisan elo ajah yang jelek. kaya' cakar ayam gini gimana nggak berantakan. hhaha " Evelyn terpingkal dengan memegangi perut.


Rita mengelus dada. di ladeni pun percuma karena dewi rusuh satu ini nggak bakal mau ngalah.

__ADS_1


Atensi Evelyn ke arah jendela. dimana jendela ruang kelasnya langsung menghadap ke jalan raya. Evelyn berjalan ke arah jendela itu, mengintip untuk melihat si iqbal yang ternyata udah berdiri di sisi jalan. Kedua mata Evelyn melebar saat siluet seorang wanita berkacamata turun dari mobil, menarik kasar tangan iqbal untuk masuk ke dalam mobil


" Mbak angel " Gumam evelyn


__ADS_2