
Haikal membuang nafas kasar. oke, dia akan mencoba melupakan masa lalu, seperti kelakar yang biasa dia lontar kan. masalah terberat dalam hidup adalah, pusing mikirin besok mau makan apa.
pandangan pertama yang astrid lihat adalah sebuah ruangan mewah yang luas dengan nuansa cream dan hitam.
astrid mendudukkan pantatnya di salah satu sofa single yang terletak di kaki ranjang king size kamar itu.
aksen melempar jazz hitamnya menyisakan kemeja putih yang amat pas sekali di tubuh kekarnya. pria itu menggulung lengan kemeja menampilkan urat - urat yang tercetak jelas di tangannya.
aksen melepaskan dua kancing kemeja hingga menampakkan dada bidangnya yang kekar dan menggoda.
astrid membuang muka menyembunyikan wajah yang sudah memerah bak tomat busuk . wanita yang malam ini tampak cantik dengan dress hitam ketat selutut tanpa lengan, menggigit bibir bawahnya saat aksen duduk di sampingnya.
jantung astrid berdebar kencang saat telapak besar aksen meraih telapak tangannya dan mengecup cukup lama punggung tangannya.
" kau cantik sekali sayang" puji nya menatap dalam wajah astrid yang mengalihkan pandangan.
" look me ! " titah aksen menarik dagu lancip astrid
pelan, astrid mendongak. detik kemudian wanita itu terpana dengan rupa pahatan sempurna garis wajah lelaki di depannya, jantungnya kian berdebar saat aksen memajukan wajah menyentuh bibirnya dengan lembut.
aksen meletakkan kedua lengan astrid ke leher tegapnya. lalu merengkuh pinggang ramping astrid sampai tubuh keduanya menempel tanpa jarak.
aksen me*um*t bibir bawah astrid dengan gerakan lembut sesekali menyedotnya dengan rakus. lidahnya menerobos, membelit lidah astrid dengan lihai. bunyi decapan dan lenguhan menambah sensasi gairahnya.
tangan kekarnya tak tinggal diam, bergerak meraba dan mengelus punggung mulus astrid. pelan, tangannya menurunkan resleting dress, dan terpangpanglah punggung putih wanita itu. tangan aksen bergerak meraba ke bagian perut, lalu naik ke atas ke dua bongkahan kenyal yang masih terasa padat dan bulat.
astrid melenguh saat jari aksen mencubit puncak dadanya, sesekali memelintirnya di balik dressnya.
merasa kehilangan oksigen, astrid mendorong dada aksen hingga pagutan bibir mereka terlepas.
astrid terengah - engah, bibir merahnya terbuka. membuat wanita itu terlihat sexy dan menggoda. aksen melirik kedua bongkahan dada yang setengah terekspos. tangannya bergerak menangkup dua bongkahan itu.
pelan, tangannya meremas lembut dua benda itu membuat astrid menggigit bibir agar tak mengeluarkan suara.
" keluarkan saja ! aku ingin mendengar suara merdumu " bisik aksen tepat di telinga astrid.
dengan sekali sentakan, gaun yang di kenakan astrid merosot kebawah, hingga terpangpanglah dua benda kenyal dengan puncaknya yang menjulang tegak.
aksen segera meraub benda mungil itu, menyesap dan menyedotnya dengan rakus. sesekali menggigit gemas benda itu.
" ahh _" astrid tak bisa menahan desahannya kala dua jari besar aksen telah menyusup ke goa segitiga nya.
jari pria itu bergerak maju mundur seirama dengan hisapan di dada. aksen melepaskan jari, saat merasakan inti goa astrid berkedut, menandakan wanita itu akan mencapai pelepasan.
bibir astrid mengerucut melayangkan tatapan protes ke arah lelaki tampan itu. karena pelepasannya yang sudah di ujung tanduk tertunda. aksen menyeringai, dengan sekali gerakan tubuh astrid sudah berbalik tengkurap.
aksen menarik dua bongkahan pantat astrid, membuat posisi wanita itu menungging. dengan tergesa - gesa, melepaskan resleting celananya, mengeluarkan juniornya yang sudah tegang.
Bless !
dengan sekali sentakan, juniornya sudah tenggelam di dalam goa nikmat itu. aksen menggerakkan pinggulnya dengan kasar membuat tubuh astrid terguncang - guncang hebat.
suara ******* memenuhi ruangan harum nan luas itu, membuat gairah kedua sejoli yang tak lagi muda itu menggebu - gebu. astrid berpegangan pada pembatas sofa. tubuhnya bergerak maju mundur seirama dengan tusukan benda berurat di bawah intinya. bibirnya terbuka lebar dengan nafas terengah - engah.
astrid memejamkan mata merasakan sensasi nikmat dari gerakan junior lelaki di belakangnya. puas dengan gaya itu, aksen membalik tubuh astrid tanpa melepaskan penyatuan, membuat wanita itu tidur terlentang. aksen menyerang brutal goa segitiga astrid membuat kepala wanita itu bergerak ke kanan dan ke kiri. kaki yang berada di pinggul aksen semakin mengencang menyalurkan sensasi nikmat yang wanita itu rasakan.
mungkin sekitar satu jam, keduanya melenguh panjang saat mencapai pelepasan. tubuh aksen ambruk dengan kepala menimpa dada astrid. pria itu terengah - engah dengan nafas memburu.
" you so hot and so nice. thank you so much baby " gumamnya tepat di bibir astrid yang sedikit terbuka.
÷÷÷
" mamih belum pulang tut ? "
tuti yang sedang mencuci piring menoleh ke belakang dimana majikannya berdiri di depan kulkas.
" belum non, " jawab tuti.
" mamih bilang mau kemana? " tanya laura dengan tangan sibuk menuang susu.
" enggak bilang apa - apa non, nyonya cuma pesan kalau dia nginap di rumah teman " jelas tuti masih sibuk dengan pekerjaannya.
" teman? teman yang mana ? " gumam laura lirih dengan kening mengkerut.
laura melirik ke arah jam dinding yang mana sekarang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
laura meraih ponsel yang berada di meja rias. wanita itu menekan tombol hijau yang tertera di room nomor suaminya.
tuutttt
laura berdecak, karena panggilannya tak di gubris oleh suaminya " mungkin masih lembur kali ya ? " gumamnya seorang diri
tuttt
" hallo "
laura membulatkan mata sempurna saat suara seorang wanita terdengar menjawab panggilannya.
" ini siapa ? " tanya laura dengan nada kesal
hening tak ada jawaban
__ADS_1
" maaf ya, dengan siapa ini ? saya sekertaris pak kavian " tanya wanita di seberang telepon
" sekertaris? siapa ? " tanya laura dengan kening mengkerut. pasalnya, suaminya itu jarang sekali membawa seorang sekertaris saat bertugas di luar kota.
" eumh, saya angel. apakah ini bu laura ? " tanya angel
laura mendengus " dimana suamiku ? " tanyanya sewot.
" eumh, kavi, eh maksudku pak kavi sedang mandi " sahut angel membuat darah laura mendidih.
wanita itu bahkan sampai berdiri. tangannya mengepal saat mendengar jawaban ambigu itu. " kau berada di kamarnya ? "
angel mengulum bibir " maaf bu, saya memang berada di kamarnya soalnya ada berkas yang harus kami bahas. enggh sudah dulu ya bu. ada client "
tut tut tut
" haloo,, halooo "
" brengsekkk "
" aargghhh "
prakkkk
laura membanting ponselnya hingga benda pipih itu pecah berserakan di lantai.
" sialan kamu mas. berani - beraninya kamu membawa wanita sialan itu " sungutnya menjambak rambutnya frustasi.
÷÷÷
Evelyn mengendap - endap dengan kaki yang sedikit pincang, menaiki tangga menuju ke kamar pacar barunya. gadis itu celingukan ke kanan dan ke kiri memastikan suasana aman terkendali.
klekk
Evelyn tersenyum kecil saat mendapati shakty yang tidur miring memunggunginya dengan memeluk guling khas ngebo nya bocah . gadis itu mendudukkan pantat ke ranjang, mengamati wajah damai cowok itu yang semakin hari semakin membuat jantungnya tak sehat.
tangan Evelyn terulur mengusap lembut rambut hitam legam shakty membuat cowok itu menggeliat. bocah itu membalikkan posisi menjadi miring menghadap ke arah Evelyn.
Evelyn mencondongkan badan mengecup bibir shakty yang sedikit terbuka. gadis itu tertawa kecil saat kening shakty mengkerut dengan mata yang masih terpejam. mungkin bocah itu terusik tidurnya.
dengan gerakan pelan, Evelyn merebahkan tubuh di samping shakty lalu meletakkan kepala bocah itu di dadanya. Evelyn mendekap erat tubuh shakty seraya mengusap lembut punggungnya. Evelyn terkekeh saat shakty makin ngusel ke dadanya.
gemas, tangannya mencubit pipi shakty " gue berharap, selamanya elo cinta mati sama gue shak. cuma elo yang gue punya saat ini. cuma elo yang sayang sama gue dan cuma elo yang ada setiap saat gue butuh. " gumamnya dengan wajah menunduk mengamati wajah polos dan damai shakty.
tangan Evelyn mengusap lembut pipi shakty " gue berharap suatu saat kita bisa bersama, menghabiskan waktu, menghadapi kejamnya dunia sampai di ujung usia " imbuhnya dengan tangan masih mengusap pipi itu.
Evelyn mendesah, gadis itu menunduk mengecup puncak kepala shakty " gue yakin kalau elo liat kita di posisi ini. elo bakal ngereog. ckk gini amat punya pacar alim nggak bisa gr*p* - gr*p* " omelnya ke wajah shakty.
lama memandangi wajah shakty, tak sadar matanya perlahan terpejam menyusul kekasihnya ke alam mimpi.
÷÷÷
astrid memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri, wanita itu beranjak duduk dan menyandarkan kepala diranjang.
astrid melirik ke samping dimana seorang laki laki dewasa tidur miring dengan posisi tangan memeluk perutnya posesif.
tangan astrid bergerak mengusap pipi aksen. pergerakan tangan astrid rupanya mengganggu tidur nyenyak aksen. pria itu lantas membuka mata lalu tersenyum kecil saat melihat wajah astrid yang tersenyum ke Arahnya.
aksen menarik diri lalu mengecup pipi astrid cukup lama " kau sudah bangun? apa tidurmu nyenyak ? "
mendapat perlakuan lembut seperti itu, membuat wajah astrid merona. wanita itu tersenyum tipis seraya menganggukkan kepala.
astrid melirik alroji di pergelangan tangannya " sudah jam 4 pagi, aku mau pulang "
" biar ku antar " tawar aksen.
" memangnya tak masalah? eumh maaf, apa kau masih single ? " tanya astrid dengan hati - hati.
aksen terbahak " kau pikir aku lelaki macam apa? yang beraninya meniduri wanita dengan masih berstatus suami orang?"
astrid meringis " maaf, ku pikir kau sama dengan mereka "
aksen menggeleng dengan kekehan " kau sendiri ? "
" aku janda " akunya jujur membuat aksen kembali terbahak
bibir astrid mencebik " gitu ya kamu, ngatawain aku"
aksen mencubit hidung astrid " kau lucu sekali sayang "
" kau tinggal dimana ? dan dengan siapa ? " imbuhnya
aku tinggal di perumahan gradenia, dengan anak dan menantuku" jawab astrid
" menantu ? eumh. apa kau nyaman dengan mereka, maksudku mereka kan memiliki keluarga kecil, rasanya tak begitu nyaman tinggal bersama. " jelas aksen
astrid menggeleng " menantuku baik kok, dia pria kaya dan tampan. dia juga baik hati, bahkan dia memberikan fasilitas yang menjamin. sayang sekali besanku itu menyebalkan "
aksen menaikkan satu alis " oh iya ? "
astrid mengangguk " iya, besanku bahkan menikahkan menantuku dengan gadis di bawah umur. alasannya sangat lucu hanya karna putriku belum mau mengandung " gerutu astrid.
__ADS_1
" kolot sekali " sahut aksen
astrid mengangguk setuju " eumh aku harus pulang sen, "
aksen membelai wajah astrid " baiklah, ayo bersihkan badan dulu " ajaknya seraya mengedipkan satu mata
astrid tertawa kecil tangannya bergerak menabok paha aksen. wanita itu lantas menarik diri mengekor langkah aksen menuju kamar mandi.
÷÷÷
shakty mengucek mata saat mendengar adzan subuh berkumandang. bocah itu memicingkan mata saat Matanya menangkap dua gunung empuk di depannya. cowok itu mendongak, memastikan prasangkanya salah.
spotan bocah itu melompat turun dari ranajang seraya memegangi dadanya yang berdegup kencang.
" Evelyn ! " shakty mengguncang tubuh Evelyn, namun seperti biasa gadis itu hanya menggeliat dan berbalik tengkurap.
shakty mendengus, tangannya terulur mencubit lengan Evelyn.
dengan kesal, evelyn beranjak duduk. gadis itu merengut sebal saat melihat wajah kekasihnya yang nyengir tanpa dosa
" sakit loh, dicubit cubit " sungut Evelyn
" lo ngapain di kamar gue ?" tanya shakty dengan kening mengkerut
" ngelonin elo, sapa tau elo kedinginan " sahutnya enteng.
shakty berdecak Lalu mengacak rambutnya frustasi " harus gimana lagi sih gue ngasih tau. kita tu belum muhrim ve, nggak boleh deket - deket. ashhh " omelnya dengan wajah frustasi.
Evelyn terkekeh, mencubit bibir shakty yang lagi mode manyun itu. " cuma kelonan nggak sampe *****. nggak papa lah nggak dosa "
" nggak dosa mata lo ! " sungut shakty.
Evelyn memutar bola matanya malas " yok mandi yok ! " ajaknya menaik turunkan alis
shakty menoyor kening Evelyn " mandi sendiri sono ! "
bibir Evelyn mencebik " jan galak - galak, entar gue cium loh "
shakty mendelik, detik berikutnya slepetan mendarat di kening Evelyn.
kesal, Evelyn menarik diri. mengecup bibir shakty lalu berlari tunggang langgang menghindari tangan shakty yang melayang di udara hendak melayangkan cubitan, tabokan, atau slepetan.
shakty membuang muka kasar , bertolak pinggang, menatap jengkel punggung Evelyn yang menghilang di balik pintu.
brukkk
Evelyn terjatuh terduduk saat badannya bertubrukan dengan tuti
" ngapain non lari - lari " tanya tuti dengan wajah kesal
" kepo " sahut Evelyn dengan mata mendelik lalu menabrak bahu tuti dan melenggang pergi begitu saja.
tuti menggigit jari lalu menendang angin seolah - olah wajah nona selirnya yang ia tendang " jadi pelakor aja belagu " sewotnya dengan wajah sinis.
" landungerrrssss " teriak Evelyn di dalam kamar.
" iya non " Landung tergopoh - gopoh menghampiri evelyn dengan tangan penuh sabun, rupanya sang art itu sedang mencuci baju.
" ada apa ya non? mau mandi ? " tanya Landung.
" no ! ambilin gue mukena ! "
Landung tersenyum lebar " siap boss ! "
selang beberapa menit, Landung kembali dengan tangan menenteng paper bag dengan merk brand ternama.
kening Evelyn mengkerut " baru ? "
Landung mengangguk " iya, tau nggak non. ini mas shakty yang beli loh. so sweet ya ? "
Evelyn mengulum bibir " anterin ke kamar mandi " titahnya, padahal kakinya sudah tak terlalu sakit bahkan gadis itu sudah berlarian.
namun, entah kenapa gadis itu sangat senang bermanja - manja dengan art nya itu. mungkin pembawaan Landung yang lembut dan dewasa, jadilah Evelyn merasa nyaman dengan sang art.
" anterin gue ke kamar shakty "
Landung mengerutkan kening dengan tangan yang sibuk memakaikan mukena itu " ngapain ke kamar mas shakty "
" ya jamaah lah bego " sungut Evelyn menatap kesal art nya yang mode nggak peka itu.
Landung tertawa kecil " aneh ya, suaminya siapa, imam nya siapa. hihihi "
" diem, gue sumpel mulut lo pakek kaus kaki, mau lo " ancam Evelyn membuat Landung bergidik
" jan galak - galak lah, nanti cantiknya pudar. kalau pudar, mas shakty ke lain hati loh " sahut Landung.
Evelyn mendelik, detik berikutnya tangannya sudah mendarat ke kepala Landung " nyumpahin gue lo ! "
Landung nyengir kuda dengan mengacungkan dua jarinya " maaf non, suka khilap nih mulut "
Evelyn memutar bola matanya malas. gadis itu melenggang keluar kamar membuat Landung menggaruk sisi kepala " kekuatan cinta memang dahsyat yo, baru kemarin kaki nginjek beling, langsung bisa jingkrak jingkrak di lantai "
__ADS_1