
ifal terpingkal saat melihat penampilan Iqbal yang sekarang ini menyamar sebagai tukang jamu dan di dandani sama persis khas seorang tukang jamu betulan. si iqbal merengut jengkel, menatap judes ke arah temannya yang masih saja tertawa sampai berguling - guling memegangi perut di lantai.
iqbal membenarkan roknya yang menggunakan kain jarik di balutkan dan di ikat kencang menggunakan sabuk. tangan nya terulur mengancing baju kebayanya yang berbahan renda. membalut tubuh kekarnya. tangannya bergerak naik, memposisikan sanggulnya agar terlihat rapi dan terpasang kencang si kepalanya. nggak lucu kan kalau lagi ber' aksi tiba - tiba sanggulnya jatuh.
masih dengan wajah kesalnya, iqbal mengangkat dan menggendong beberapa botol kaca berisi aneka racikan jamu yang di letakkan di wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu. kalau orang jawa menyebutnya rinjing.
" puas lo ! ketawa sono sampai mati ! " kesalnya, sambil berlalu keluar Dari apartemen ifal.
ifal masih terpingkal bahkan sudut matanya sampai basah karena nggak bisa berhenti tertawa. gimana enggak ketawa, lihat iqbal yang di dandani bak ondel - ondel dengan bedak yang ia ambil dari tas kosmetik kekasihnya. yang dandanin dia sendiri, yang kasih ide juga dia sendiri, ketawa juga dia sendiri. ckkk.
trisya mengerutkan kening saat melihat iqbal keluar dari apartemen kekasihnya. begitupun juga iqbal yang memasang wajah bingung.
" elo !, anak buana " tuding iqbal
Trisya tak menyahut, gadis itu berjalan menunduk menyembunyikan tawanya yang hampir meledak. liat wajah iqbal yang emang ganteng di dandani bedak satu kilo membuat kupu - kupu di dalam perutnya menggelitik bringas. apalagi shadow nya yang tebalnya melebihi satu senti tambah bikin perutnya kaya' diunyel - unyel, geli.
" ish " gerutu iqbal saat tubuhnya terhuyung terkena senggolan Trisya.
" awas aja tuh shakti kalau engak ngasih gue penghargaan, gue kutuk jadi siluman kodok " dumelnya memasuki lift.
tinn
" eh, bukannya Trisya pacarnya re, ? " tanyanya ke diri sendiri
" wah, nggak beres tuh ifal, " monolognya lagi.
" ekhem " joe membenarkan posisi berdirinya, tepatnya cara bergaya layaknya seorang wanita tulen.
tangannya terulur untuk menekan bel apartemen. Dan itu dia lakukan beberapa kali, mungkin sepuluh kali. udah pasti yang di dalam kamar apartemen langsung mengumpat, mendapati kelancangan iqbal yang nggak tau adab saat bertemu itu.
klekkk
di dalam sana, joe beringsut mundur, tatapannya kaya' syok banget lihat penampilan iqbal yang bikin ngakak brutal.
" elo siapa? " tanya joe, memegangi dada.
" eumh mau beli jamu mas? " tanya iqbal dengan suara kemayu khas bencong.
joe menggeleng " enggak, "
bibir iqbal mengerucut , wajahnya di buat segemas mungkin " ini bagus loh mas buat jaga stamina tubuh, biar tetap vit apalagi mas yang suka lembur. hihihi "
tanpa persetujuan, iqbal meletakan rinjing berisi botol aneka jamu nya.
joe berdecak " gue kan bilang enggak beli mbak. mending pergi deh ! "
sahutan yang bikin hati iqbal mengumpat karena di panggil mbak. enggak salah kan, karena penampilannya kaya' wanita persis?
iqbal tak menggubris, cowok itu berjongkok menuang jamu berwarna kuning ke gelas kecil yang ia bawa " coba dulu ! siapa tau masnya suka. nanti bisa langganan loh " iqbal menyodorkan gelas itu.
joe menggeleng, menutup hidung karena nggak tahan sama bau jamu itu. " bawa pergi sono ! gue nggak doyan " sewotnya mendorong gelas itu.
" iihh mas nih, coba dulu lah, saya jamin masnya tambah perkasa, goyangannya tambah hot " iqbal kekeuh, cowok itu mendorong gelas.
aksi dorong mendorong pun terjadi membuat joe menggeram marah, dan...
byurrrrr
dengan sengaja, iqbal menumpahkan jamu itu. membuat kaos joe menjadi kotor terkena noda kuning. udah di pastikan macet dan perlu penanganan khusus.
joe menghentakkan kakinya kesal. jarinya bergerak menuding wajah iqbal dengan tatapan nyalang. kalau enggak cosplay jadi wanita ,udah pasti iqbal udah kena bogeman mentah dari tangan kekar joe.
" elo ! " tak melanjutkan katanya, joe memilih melenggang ke dalam dengan perasaan marah dan gemes, joe berjalan ke arah dapur menuju ke tempat pencucian hendak mengeksekusi bajunya yang kotor.
Mata iqbal menatap awas, mengikuti punggung joe, sampai cowok itu menghilang di balik tembok. iqbal celingukan, masuk kedalam dan berhenti di ruang tengah, dimana disana ada charger dan handphone dua biji yang tergeletak di atas meja.
iqbal berlari dengan agak kesusahan, sebelah tangannya menarik ujung jarik agar lebih leluasa berlari .cowok itu menuding dua hape bergantian, tangannya menyambar satu ponsel dengan casing berwarna purple. iqbal lantas mengotak atik isi hp itu dengan sesekali celingukan.
mata iqbal berbinar saat salah satu ponsel yang berwalpaper wajah sok imutnya Cindy tak bersandi. cowok itu menghubungkan perangkat cindy ke hp nya, jadilah nanti dia bisa melacak keberadaan gadis itu dimanapun dia berada.
setelah urusannya selesai, iqbal berlari keluar. dengan tergesa - gesa dan agak kesusahan, iqbal melenggang pergi masuk ke dalam lift tanpa berpamitan.
÷÷÷
tiga hari telah berlalu,
Evelyn berjalan mondar - mandir di kamarnya, sesekali gadis itu menggigiti kuku jarinya sembari berpikir. Landung yang rupanya berada di kamar nona mudanya, menjadi pusing karena melihat nonanya seperti setrikaan rusak.
" non, jangan mondar - mandir terus, kepala Landung jadi pusing lihatinnya "
evelyn menyentak kasar nafasnya " gue lagi bingung landung " sungut evelyn
" bingung kenapa? " tanya landung
Evelyn menghempas tubuhnya kasar ke atas ranjang " ini udah tiga hari dan gue belum dapet video buktiny. shakti juga nggak tau pergi kemana Dari kemaren. kavian juga nggak ngebolehin aku buat keluar " keluhnya,
mata evelyn sekarang memanas membayangkan nasibnya yang pastinya si lika, wanita tua itu akan menyeretnya ke penjara.
__ADS_1
Landung ikut berkaca matanya, menatap sedih ke arah majikannya yang hidupnya bagai orak - arik basreng, pedas dan asin.
" sabar ya non, Landung hanya bisa bantu do'a . tapi landung yakin kok, kalau mas Shakti pasti bantu "
evelyn menghela nafas, gadis itu beranjak bangun dan mengambil jaket nya di cantelan pintu.
" mau kemana non? " tegur Landung saat evelyn keluar kamar
" pergi "
sahutan singkat dan padat yang membuat Landung membelalak lebar. gadis itu beranjak bangun untuk mengejar langkah Evelyn yang udah nggak kelihatan di dalam rumah.
" non ! " panggil landung di ambang pintu,
Evelyn menoleh sekilas, tak menyahuti lebih memilih mengambil motor matic di garasi.
Landung nggak tinggal diam, sang art itu berlari ke parkiran dan mencekal tangan Evelyn yang hendak memutar kunci.
" non, jangan pergi. di luar sana banyak yang lagi nyariin non loh "
Evelyn menyentak cekalan Landung " gue nggak peduli ndung, gue mau nyari bukti. kalau gue diem terus di rumah, gue nggak bakal dapet bukti itu. emang lo mau gue di penjara ? " sewot Evelyn menatap kesal ke arah Landung yang sekarang ini menggondeli bokong motornya.
Landung menggeleng keras " jangan non, mas kavian pasti lagi nyariin bukti. tenang aja "
" enggak Landung, dia lagi ngurus perusahaannya yang lagi kena terror. jadi nggak mungkin dia ikut nyari bukti. udah, minggir sana ! " Evelyn menabok tangan Landung.
Landung kekeuh, gadis itu mencekal sangat kencang motor itu. aksi tabok - tabokan terjadi. Evelyn yang geram, langsung mendorong tubuh Landung hingga jatuh ke lantai.
" aduhhh " landung memegangi bokongnya yang panas dan perih.
Evelyn mendengus, kembali memutar kunci untuk menyalakan mesin motor. tangan yang hendak memutar gas itu terhenti, saat lika berjalan angkuh ke arahnya dan diikuti oleh beberapa pria berbadan besar dengan berpakaian serba hitam.
evelyn meneguk ludahnya dengan sedikit susah payah, cengkraman di stang motornya semakin kencang kala lika semakin dekat ke arahnya.
lika menyereringai sinis dengan menampilkan senyum penuh kemenangan. dia ini Tau kalau jam sekarang penghuni rumah sedang pergi. dan memang benar, dirumah Evelyn hanya di temani Landung dan art yang lain. ada juga astrid, tetapi wanita itu selalu berdiam di dalam kamarnya.
" aku menepati janjiku untuk datang setelah tiga hari, Evelyn " ucap lika, dingin.
jantung Evelyn berdegup kencang, menatap satu persatu pria dewasa berbadan tinggi itu yang memang kelihatan sangar dan Badas. mereka semua menatap dingin ke arah Evelyn yang masih bergeming di atas motor.
Landung berjalan mendekati nona mudanya, gadis itu berdiri di depan Evelyn sebagai benteng pelindung.
" tunggu sampai kavian pulang " Evelyn bersuara, dengan suara yang di buat setenang mungkin.
lika terkekeh " untuk apa? apa suamimu sudah mendapatkan bukti ? " tanyanya dengan wajah meledek.
Evelyn kembali meneguk ludah kasar, gadis itu menetralkan degup jantungnya yang semakin bertalu - talu " pasti dapet. tunggu sampai nanti sore " nego Evelyn
lika menggeleng cepat, kalau benar - benar nunggu sampai nanti sore, rencananya pasti berkemungkinan gagal. ibaratnya udah dapet ikan besar, malah suruh di lepasin dan di tangakap nanti lagi. iya kalau dapet, kalau enggak ?. ckkk, mana bisa wanita licik di minta penawaran.
" tangkap dia ! " telunjuknya dengan dagu ke arah Evelyn.
beberapa pria besar itu mengepung Evelyn dan Landung. seolah - olah gadis itu seekor kelinci yang di kerubungi beberapa singa.
Dengan cepat, Landung mendekap tubuh Evelyn. gadis itu nggak akan membiarkan nona mudanya dibawa oleh mereka.
" pak, pak Amrul " teriak Landung, berusaha meminta pertolongan.
lika tertawa kecil, menggeser tubuh dan menampakan tubuh Amrul yang sudah babak belur di papah oleh bik siti.
mata Landung memanas, gadis itu semakin erat memeluk nona mudanya.
" gue peringatin ke kalian, se ujung kuku kalian nyentuh gue. gue akan pastikan tangan kalian putus " ancam Evelyn dengan berteriak.
lika dan beberapa pria itu tertawa nyaring " kamu pikir kamu bisa apa? nyelamatin diri aja nggak bisa apalagi mau motong tangan bawahanku. ckkk "
" tunggu apalagi, tangkap dia ! " bentak lika.
salah satu dari mereka mendorong tubuh Landung, membuat gadis itu membentur tembok.
" awsss " ringis Landung memegangi dahi yang terkena benturan keras dinding. mata landung melotot saat darah segar menempel di jarinya.
" Landung ! " teriak Evelyn. gadis itu mendorong beberapa pria yang hendak mendekatinya. tangan gadis itu berusaha mencakar beberapa pria yang hendak menggapai tangannya.
lika geram, wanita itu berjalan mendekat dan menendang motor yang diduduki oleh Evelyn.
brakk !
" aww " ringis Evelyn, karena bahunya membentur lantai.
" non "
Landung yang nyaris menghampiri evelyn di hadang oleh salah satu pria besar itu
" diam disini ! " bentak pria itu.
lika berjongkok, menjambak rambut Evelyn yang tergerai bebas.
__ADS_1
" arrghhhh " pekik Evelyn, mencekal tangan lika yang berada di kepalanya.
sebelah tangan lika mencengkeram dagu Evelyn, mengarahkannya untuk menatap wajahnya
" jangan pikir kamu bisa lolos dari hukuman, akan saya pastikan kamu mendekam selamanya di penjara ! "
cuihhh !
tak menyahut, Evelyn melemparkan ludahan tepat mengenai pipi lika. dan jelas itu hanya menyulut kemarahan lika yang sedang menggebu.
plak !
plak !
dua tamparan keras melayang ke wajah Evelyn.
dengan perasaan kesal, lika menarik rambut Evelyn untuk berdiri dan di bantu beberapa bodygoard yang menyingkirkan motor.
lika menyeret Evelyn dengan posisi tangan di kepala gadis itu, sedangkan para bodygoardnya menggiring di belakang dengan mencekal tangan Evelyn dibelakang punggung.
" jangan bawa pergi nonaku ! " teriak Landung sambil berlari.
astrid yang sedari tadi mendengar keributan tak berani keluar rumah, wanita itu mengintip di jendela dengan perasaan takut. bahkan tangan wanita itu bergetar dan mengeluarkan keringat dingin.
nggak cuma Landung, tetapi tuti, bik siti dan pak Amrul ikut mengejar mereka. berusaha menghadang para antek - antek lika yang hendak keluar dari gerbang
" urus mereka ! " titah lika dan di angguki oleh para bodygoard
" arrghhh " pekik mereka berempat saat keempat bodygoard mendorong keras empat art itu.
lika menyeringai puas. dengan cepat, wanita itu mendorong Evelyn untuk memasuki mobilnya.
brakkk
lika menutup pintu dengan keras, menimbulkan bunyi yang berdentum nyaring.
÷÷÷
shakti dan haikal memarkirkan motor mereka ke halaman rumah iqbal yang di sulap menjadi basecamp. kedua cowok itu melangkah lebar menemui dua temannya yang saat ini berada di dalam warnet bersama Brandon.
" mana hapenya ? " tanya shakti begitu sampai ke dalam ruangan.
" sabar bos ! " sahut iqbal dan dihadiahi toyoran.
" cepet elah, ! " omel haikal yang sangat jengah dengan ketengilan iqbal.
iqbal mencebikkan bibir menatap jengah ke arah temannya yang mode emosi itu. Tangannya bergerwk merogoh ke saku celana menyodorkan ponselnya setelah tangan shakti terulur ke arahnya.
kening shakti mengerut setelah sepersekian menit tak juga menemukan sesuatu yang penting di ponsel iqbal. shakti memajukan wajah, menunduk lebih dalam lagi saat melihat satu file video yang entah isinya apa. dengan ragu, Shakti menekannya, cowok itu membelalak lebar saat sepenggal video iya - iya terputar jelas di depan matanya dimana seorang gadis yang berbaring dengan pria bergerak brutal di atas tubuh gadis itu.
semua mata menoleh ke arah shakti saat mendengar suara ******* nyaring seorang wanita yang bersumber dari ponsel iqbal.
" eeehh ! " iqbal berlari, mencekal tangan shakti yang sudah melayang di udara.
iqbal menyambar ponselnya yang berada di ketinggian di tangan shakti. cowok itu beringsut sambil memeluk posesif ponsel kesayangannya yang bercasing marah muda.
" anying, hape mahal bos ! " gerutu iqbal mengelus ponselnya.
Shakti menendang betis iqbal dengan kencang " bocah nggak ada akhlak " omelnya
haikal menampar bibir si bungsu yang barusan mengumpat itu.
" lihat apa lo shak? " tanya ifal cengengesan sok nggak ngerti.
shakti mendengus, menatap jengkel ke arah iqbal yang terkekeh. jari iqbal bergerak lincah, mengotak - atik ponselnya yang masih memutar kan video anu - anu itu.
" kata lo ada penemuan penting di hapenya cindy. gue cari dari tadi enggak nemu - nemu " protes shakti.
iqbal nyengir kuda. " gue cuma naruh aplikasi pelacak ke hapenya si uler itu buat di hubungin ke hape gue " jelasnya.
Shakti berdecak " bego bener sih lo, kenapa enggak lo ambil videonya? "
iqbal menggaruk tengkuknya " iya juga yah, aishh sia - sia dong penyamaran gue " keluhnya mengerucutkan bibir.
ifal menyemburkan kopinya, detik berikutnya cowok itu kembali terpingkal mengingat kejadian hari dimana iqbal menyamar jadi tukang jamu.
iqbal melirik jengkel ke arah ifal, cowok itu menendang pantat ifal sampai terjatuh ke lantai. " ketawa terus sampai mulut berbusa.. najis bangat ! " dumelnya.
Brandon memutar bola matanya jengah melihat kegaduhan teman - temannya.
Tawa teman shakti mengundang perhatian beberapa penghuni bilik warnet. mereka serempak melirik ke arah sumber suara tawa berasal. mereka terkekeh kecil saat melihat aksi pergulatan antara iqbal dan ifal yang berguling - guling saling menabok.
shakti memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, menatap penuh kekesalan ke arah dua temannya yang beloonnya nggak ada obat.
atensi Shakti teralihkan saat getaran ponsel menggelitik pahanya.
" halo " sapa shakti.
__ADS_1
" APA ? " Pekik shakti beranjak berdiri.