Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
fall in love


__ADS_3

04.00


klekk


Landung menggelengkan kepala kala didapati nona mudanya masih meringkuk di bawah selimut.


" non, bangun ! " Landung mengguncang pelan tubuh Evelyn, namun tak ada pergerakan sedikitpun.


" non, bagun. sudah subuh. sholat subuh dulu yuk ! " Landung kembali mengguncang tubuh Evelyn, namun gadis itu hanya menggeliat.


Landung mendesah. Gadis itu kemudian menyingkap selimut dan menariknya ke bawah. Evelyn kembali menarik selimutnya ke atas. hingga aksi tarik menarik itu terjadi.


" landungerssss ! gue masih ngantuk bego ! " omelnya dengan mata masih terpejam.


" sudah subuh non eve, katanya mau belajar sholat. yuk bangun nanti keburu habis loh waktu sholatnya " ujar Landung, masih berusaha menarik selimut.


Evelyn beranjak duduk, dengan masih enggan membuka matanya, dia mendorong tubuh Landung hingga menabrak tubuh shakty yang berdiri di belakang.


" mau ikut ke masjid nggak ? " tawar shakty.


Evelyn mendengus gadis itu kembali merebahkan tubuh dan menutup kepala dengan selimut. " pergi aja sendiri ! "


shakty berdecak. rupanya bocah tampan itu sudah siap dengan segala perlengkapan ibadah. " dih, ngomongnya mau tobat. sholat aja nggak mau " sindir nya


" dih, siapa yang ngomong mau tobat. ngarang bangat. kalau gue tobat entar neraka berguncang " sahutnya nyeleneh


shakty terkekeh, bocah itu melangkah menghampiri ranjang lalu menarik selimutnya ke bawah. " bangun eve, nanti di kelonin setan lho. mau ? "


" setannya modelan jongkook nggak papa kok " kilahnya masih tetap di posisi semula, di dalam selimut.


shakty memutar bola matanya jengah " ngimpi lo ketinggian. cepet bangun ! "


" ish, gue baru tidur tadi jam 3 shak, masih ngantuk " gerutu Evelyn mengeratkan selimut


shakty menarik - narik selimut " ngapain tidur jam tiga? abis ronda ? " kekehnya


Namun Evelyn tak menggubris, gadis itu berbalik memunggungi. shakty berdecak. tak kehilangan akal, bocah itu menggelitik perut Evelyn membuat gadis yang lagi ngebo itu terpingkal karena geli.


Landung terkikik geli melihat aksi dua bocah remaja itu yang Seperti bocah paud nyasar.


aksi pergelitikan itu tetap berlanjut, membuat Evelyn kewalahan, mau tak mau gadis itu beranjak dari tidurnya. Evelyn menarik tangan shakty membuat bocah tampan itu jatuh ke ranjang. kesal, Evelyn memiting leher shakty ke ketiaknya membuat shakty terbatuk dan sesak nafas.


" uhukk, uhukkk, lepasin woyy, gue sesek nafas bego. " protes shakty berusaha melepas tangan Evelyn di lehernya.


" rasain nih,, dasar cowok tengil. ngeselin ! " Evelyn mengencangkan cekikan di leher shakty membuat wajah shakty menjadi memerah dan terbatuk - batuk lagi.


Evelyn menghempaskan kepala shakty. dengan gerakan cepat, tubuhnya sudah menindih, mengunci pergerakan shakty.


" masih mau jail, hm ? " tanyanya dengan seringaian iblis.


shakty meneguk ludah kasar, otaknya traveling ke kejadian beberapa hari lalu di sungai. wajahnya pun sudah memerah bagaikan tomat matang.


" minggir lo, nggak malu apa di lihat Landung " sungut shakty berusaha melepaskan diri.


Evelyn menoleh ke belakang dan menatap tajam ke arah Landung yang saat ini mengalihkan tatapan ke atap kamar. berpura - pura tidak melihat apapun, itu lebih baik dari pada harus kena omelan nonanya karena mengganggu kesenangannya.


Evelyn menunduk, menatap shakty dengan raut wajah setan. yang jelas raut wajah yang menyebalkan versi shakty. Evelyn mencekal tangan shakty, mengunci tangan itu ke kedua sisi kepala bocah tampan itu.


" abis lo sekarang ! gue bikin jontor bibir lo " seringainya dengan senyum iblis.


shakty meneguk ludah dengan susah payah, jakunnya naik turun seiring jantungnya berdebar kencang. kepalanya di alihkan ke samping menghindari tatapan berkabut Evelyn.


your mouth very sweet


i want to do again.


please look my eyes,


keep calm and enjoy


ucapnya, tepat di bibir shakty. bulu kuduk shakty meremang, merasakan nafas hangat Evelyn yang menerpa wajahnya. Evelyn tersenyum manis lalu menempelkan bibirnya di bibir cowok di bawahnya.


" Evelyn ! "


bibir yang hendak ******* itu jadi urung kala mendengar suara panggilan lantang seorang pria yang ia yakini adalah suaminya.


Evelyn berdecak lalu menarik kepala. spontan, shakty mendorong tubuh Evelyn membuat gadis itu terhempas ke atas ranjang.


" bukan gue mas yang mulai, noh istri lo yang mau perk*sa gue !" adu shakty membela diri, menatap jengkel ke arah Evelyn yang menampilkan senyum tanpa dosa.


" diam ! " bentak kavian menatap tajam adiknya.


Evelyn melipat tangan di dada, gadis itu tak merasa takut sama sekali. Landung sudah menunduk seraya meremas jemarinya. bahkan jantungnya sudah bersalto - salto nyaris lompat dari tempatnya.

__ADS_1


" ngapa sih marah - marah ? " gerutu evelyn menatap kesal ke arah suaminya yang melotot tajam ke arahnya.


" kamu masih bertanya kenapa aku marah, gadis nakal? " berang kavian dengan rahang mengerat.


Evelyn memutar bola matanya jengah tak meladeni tataran suaminya itu. gadis itu bergeming dengan bibir yang komat - kamit menirukan omelan kavian.


" dan kamu shakty, kenapa pagi Buta begini sudah berada di dalam kamar gadis ? " bentak kavian membuat shakty menunduk.


ya, sebagai seorang lelaki yang terdidik ilmu agama, tak sepantasnya berada di kamar seorang gadis apalagi itu kakak iparnya. sekalipun mereka dekat satu sama lain.


shakty membuang muka ke samping. enggak takut sih di omelin. cuma ngerasa nggak enak aja udah berbuat tak senonoh dengan kakak iparnya.


" mau bangunin sholat mas, ! " kilahnya dengan nada setenang mungkin.


" tapi nggak perlu kan masuk ke kamar, dan apa itu tadi? aarrgghhh,, sial ! "


bughhh


kavian menendang Pintu kamar dengan kencang membuat mereka terlonjak kaget.


" nggak jadi sholat? bentar lagi matahari muncul "


mulut kavian yang hendak bersuara itu menguar di udara saat mendengar seruan evelyn. kavian menatap jengkel ke arah dua remaja itu sebelum memelenggang pergi.


" gara - gara elu sih.. noh, lakik lo marah ! " omel shakty berkacak pinggang.


" bodo amat ! " sahut evelyn, seenak jidat nyelonong begitu saja ke kamar mandi.


÷÷÷


" kok muka mamih bentol - bentol sih ? " tanya laura keheranan.


Wajah astrid menekuk, tak menjawab, wanita itu hanya menatap tajam ke arah Evelyn yang sudah menyuapkan nasi ke dalam mulut.


kening astrid mengerut saat melihat dua paha ayam kecap di piring madu putrinya itu.


" kenapa ada ayam kecap ? " spontan, astrid membekap mulutnya, lalu menoleh ke arah laura dan kavian yang menatap heran ke arahnya.


astrid tersenyum canggung " enggh, maksudnya, kan kemarin katanya bik siti dagingnya habis, jadi kenapa hari ini ada ayam kecap " ralat astrid


" ya kali, tiap hari daging ayamnya abis, kecuali... " Evelyn menjeda, menatap datar ke arah astrid seraya mencondongkan wajah.


" ada yang ngumpetin " imbuhnya lalu dengan santai menggigit ayam kecapnya.


" pagi semua ! " sapa shakty dengan wajah cerah, secerah mentari pagi. bocah itu dengan semangat 45 mendudukkan pantat ke kursi.


" cerah banget mukanya shak, " tanya laura dengan tawa gemas,


" ya harus dong, jangan jutek mulu. empet di liatnya ! " sahutnya asal. sedikit melirik kakaknya yang memasang wajah muram sedari pagi.


" udah dapet energi cinta jadi berseri - seri mukanya " timpal Evelyn membuat laura mengerutkan kening.


shakty menoyor kening Evelyn " sehari aja nggak mesum. bisa kan ? " omelnya.


" dih, siapa yang mesum. otak lo gesrek kali. mikirin mesum melulu " elak Evelyn dengan sebal.


shakty berdecak, bocah itu tak menyahut, memilih menyendokkan nasi dan menggigit ayamnya dengan rakus.


evelyn terkekeh. gemas, tangannya mencubit pipi kembung shakty. " gemes bett dah "


kavian mendengus, membuang muka dengan kesal melihat interaksi kedua bocah itu yang semakin hari semakin lengket saja walaupun selalu adu mulut.


dada kavian bergemuruh merasakan gelenyar nyeri yang menyusup dadanya. pria itu segera menepis perasaan itu dengan gelengan kepala.


" ish, ambil sendiri bisa kan ? " omel shakty saat paha ayamnya di rebut oleh Evelyn yang mana sudah digigit separuh.


" gue pen bekas mulut elo, manis " sahutnya membuat kavian terbatuk.


" uhuk.. uhuk "


" pelan - pelan, hon. kenapa sih? " laura menyodorkan air, dan meminumkannya ke mulut suaminya.


kavian menatap tajam ke arah Evelyn yang masih memakan daging itu dengan santai.


" cepat, habiskan makananmu ! " bentak kavian.


" dih, masih jam setengah tujuh kok, lagian enggak ada kegiatan belajar " sungut Evelyn menatap kesal ke arah suaminya.


" saya bilang cepat ya cepat ! " omelnya dengan suara meninggi.


" sabar dong ! Sayang kan, dagingnya masih ada " gerutu evelyn.


Kavian tak menyahut. dengan kesal, pria itu mendorong kursi hingga menimbulkan derit nyaring dari kursi tersebut. semua yang berada di ruangan menatap heran ke arah pria itu yang melangkah lebar meninggalkan ruang makan.

__ADS_1


÷÷÷


Evelyn mencekal tangan shakty saat bocah itu berjalan di depannya, di area parkiran.


" malu ve, lepasin nggak ! " titahnya galak.


Evelyn tak menggubris, gadis itu masih saja menempel di lengan bocah tampan itu. dan juga tak menperdulikan tatapan teman - temannya yang menatap berbagai ekspresi, ada yang biasa saja, ada yang sinis, ada juga yang menatap takut.


" mau kemana woy ! "


shakty berusaha melepas cekalan tangan Evelyn, saat gadis itu membawanya ke kebun belakang sekolah.


Evelyn mendorong tubuh shakty, dan memeped cowok itu ke tembok.


" mau ngapain sih, lo bawa gue kesini ? " tanya shakty dengan wajah gugup. bocah itu celingukan menatap ke kanan dan ke kiri yang tampak sepi. karena memang area itu merupakan sebuah kebun terbang kalau yang hanya di tumbuhi semak menjulang dan pohon pisang yang tak berbuah.


Evelyn masih diam, dengan perlahan gadis itu mencengkeram dagu shakty agar lebih condong.


Melihat bibir merah itu yang mengerucut berbentuk love, dengan perlahan, Evelyn memajukan wajahnya. jadilah wajah mereka hanya berjarak satu centi. deru nafas hangat beraroma vanila menusuk indra penciuman shakty.


mata shakty melotot saat bibir Evelyn telah mendarat di bibirnya. bibir Evelyn ******* lembut bibir atas dan bibir bawah shakty dengan gerakan sensual, sesekali mendorong - dorong lidahnya ke bibir yang masih merapat itu.


dengan sekuat tenaga, shakty berusaha mendorong tubuh Evelyn. Namun, Evelyn tetap bergeming, gadis itu menggigit kecil bibir bawah shakty membuat mulut yang masih tertutup rapat itu terbuka. tak menyia- nyiakan kesempatan, Evelyn menyusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut shakty yang beraroma mint itu. lidahnya menjelajah setiap inci rongga mulut shakty. membelit dan menari - nari di dalamnya.


lenguhan nikmat terdengar dari mulut keduanya di sela penyatuan bibir itu. tangan Evelyn bergerak ke bawah lalu berhenti pada ikat pinggang berwarna hitam milik shakty.


dengan cepat, tangan shakty mencekal tangan Evelyn yang berusaha melepas ikat pinggang nya.


dengan kasar, shakty mendorong tubuh Evelyn, membuat gadis itu jatuh terduduk.


" lo gila ya ? " bentak shakty dengan dada naik turun. bibirnya sudah basah dan sedikit bengkak akibat ulah Evelyn.


" lo nggak waras ! " imbuhnya dengan gelengan.


" iya. gue nggak waras. kenapa ? lo nggak suka ? " sahut Evelyn dengan suara naik satu oktaf.


" gue,, guee,, nggak tau shak. tiap gue liat elo. gue selalu ingin itu. karena gue nyaman sama elo. gue pengin selalu deket sama lo shak " imbuh Evelyn dengan suara melembut.


shakty mengacak rambutnya frustasi " tapi elo kakak ipar gue ve, "


" gue nggak peduli shak, " bentak Evelyn dengan mata berkaca - kaca.


" elo liat sendiri, suami gue nggak pernah ngehargain gue, dia nggak pernah perhatian sama gue, dia juga nggak pernah anggap gue ada. " lirihnya dengan air mata.


" tetep aja ini dosa ve, " sahut shakty dengan nada merendah.


" peduli setan sama dosa. gue nggak tau itu dosa dan gue nggak tau itu apa pahala. gue nggak peduli. gue cuma pengin di sayang. gue capek hidup sendirian, gue capek ngemis kasih sayang sama orang yang nggak pernah menginginkan keberadaan gue "


shakty menghela nafas, di tatap nya dalam gadis di depannya yang sudah tampak kacau dengan wajah sembab dan rambut acak - acakan. " tapi nggak gini caranya ve, asal elo tau kita semua sayang sama elo. jadi jangan ngerasa kalau elo sendirian "


" termasuk elo, sayang sama gue? elo.. cinta sama gue ? " tanya Evelyn penuh harap.


shakty terdiam, ia tak menampik kalau dia memang menaruh rasa dengan gadis di depannya. tapi dia belum bisa merinci secara detail mengenai perasaannya. entah itu perasaan sayang sebagai ikatan hubungan kakak adik ipar atau perasaan lainnya. hening tak ada lagi obrolan, hanya isak tangis Evelyn yang terdengar.


detik demi detik berlalu. Evelyn menatap sendu ke arah shakty yang masih diam menunduk. Evelyn terkekeh. tawa sumbang terdengar nyaring di tempat itu.


" oke,, gue ngerti. kalian cuma kasihan kan sama gue? kasihan sama anak yang terbuang, yang nggak punya kasih sayang ? "


cepat shakty menggeleng, tak membenarkan ucapan Evelyn. karena memang kasih sayangnya terhadap gadis itu tulus dan alami.


Evelyn bergerak mundur. gadis itu berlari meninggalkan shakty yang masih berdiri mematung.


÷÷÷


" napa nyet, muka di tekuk terus dari tadi ? " tanya haikal, yang jengah melihat wajah murung shakty.


shakty tak menggubris, bocah itu merebahkan tubuhnya di kasur bulu yang terletak di lantai basecamp.


" lo pernah jatuh cinta ? " tanya shakty dengan tatapan lurus ke atap ruangan.


haikal mengerutkan kening " mana bisa gue mikirin cinta. mikirin besok makan apa ajah udah pusing " sahutnya mengundang gelak tawa.


" tanyanya ke gue nyet. gue punya banyak panduan percintaan " sahut ifal menarik turunkan alis


" mau gaya kuda - kudaan, gaya diatas, gaya miring, gaya gendong - gendongan. gue ahlinya " imbuhnya dengan wajah sengak.


bughhh


satu bantal melayang ke kepala ifal membuat bocah mesum itu terhuyung. gelak tawa kembali terdengar membuat ifal mengumpat.


" gue tanyanya fall in love bego.. bukan making love " makinya dengan jengkel.


" lo lagi jatuh cinta ? " tebak iqbal membuat shakty terdiam. semua mata mengarahkan pandang ke arah bocah itu. pasalnya baru kali ini shakty membahas perihal asmara. yang mana itu merupakan hal langka.

__ADS_1


" bener tebakan gue ? " imbuh iqbal dengan senyum smirk.


__ADS_2