
Damian menggeram marah saat mendapati istrinya tak ada di kamar. Damian dengan tergesa - gesa turun ke lantai dasar bar.
celingukan ke sudut bar yang sudah tampak penuh oleh para pengunjung. Jam menunjukkan pukul tiga dini hari, namun pengunjung bar masih tampak penuh, dan terkadang sampai pagi.
" Sial. Apa wanita itu kabur ? " Damian berkacak pinggang, lalu tatapannya teralih ke arah meja bartander. Mata elangnya tertuju ke arah pemuda tampan yang lagi melayani pelanggan.
Damian melangkah lebar menuju ke meja bar. Dan Dengan seenak jidat, Damian mendorong si pelanggan hingga nyusruk ke lantai
" What the hell ? " Protes si pengunjung.
Damian hanya melayangkan tatapan tajam dan itu seolah seperti tatapan singa yang hendak memangsa jerapah. Membuat si pengunjung langsung ngibrit pergi.
Haikal menautkan satu alis, mengerutkan kening saat damian juga melayangkan tatapan tajam ke arahnya.
" Kau yang membawa astrid? " tatar Damian
Haikal hanya menggeleng, berbalik memunggungi untuk meracik minuman. Tangan Damian terkepal, berjalan masuk ke ruang bartender yang sempit itu, dan menarik kerah kemeja putih hanya haikal kenakan
Brakk !
Damian membanting tubuh haikal ke lemari penyimpanan hingga lemari kayu itu bergoyang nyaris semua isi di dalam nya jatuh.
" Uhukk " Haikal terbatuk, memegangi dadanya yang terasa nyeri.
Haikal menarik sudut bibir saat Damian masih terlihat emosi, bahkan wajahnya memerah semerah jambu busuk.
" Oh, jadi ini rupanya wujud asli si pengusaha baik hati dan ramah itu? " haikal geleng - geleng dengan tawa kecil.
" Bagaimana ya kalau mas kavian tahu " Haikal bertopang dagu.
" Cihh, tak usah bertele - tele. Cepat katakan dimana astrid " Sungut Damian.
Haikal mendengus, membenarkan kemeja dan menata kembali botol - botol yang berantakan.
" Memangnya aku suaminya? Bukankah anda yang suaminya? " ketusnya tanpa menoleh
" Kau pikir aku percaya begitu saja? kau kan yang kemarin membawa astrid pergi? dan sekarang wanita brengsek itu pergi, pasti itu ulah mu kan? " berang Damian.
Tangan haikal yang berada di botol - botol reflex berhenti, berbalik badan dengan wajah yang sudah memerah.
" Jaga ucapan mu, tuan ! " Tangan haikal terkepal, dadanya naik turun mendengar nama ibunya di hina - hinakan. walaupun astrid bukanlah wanita yang baik, tetapi baginya astrid tetaplah ibunya yang tak boleh di maki - maki orang seenak dengkul.
" Mau mengelak? Aku punya rekaman cctv " Damian menyeringai.
Wajah haikal pias seketika. bahkan panik luar biasa.
" Kenapa diam, hah? " Damian mendekat.
Pria tua itu memindai wajah dan tubuh haikal dari atas ke bawah. Wajah imut, tampan, badan tinggi dan hidung mancung. jelas memiliki pesona tersendiri bagi kaum pecinta timun. Damian menarik dagu haikal, menarik dagu itu kasar hingga bibir haikal membentur bibir Damian.
Haikal membelalak lebar, spontan mendorong tubuh Damian dengan kasasar.
" F*ck " Haikal mengumpat untuk yang pertama kali.
Damian menjilat bibir. bergerak gesit dan menarik tangan haikal.
" Lepas, sialan ! " Berang haikal memukul tangan damian.
Tak menggubris protesan remaja tampan itu, Damian terus menarik tangan haikal dan membawa bocah tampan itu ke atas, ke kamar vip yang biasa di pakai astrid.
__ADS_1
Bukkk !
Haikal terdorong jatuh, dahinya membentur sisi meja.
Enggak mau kesenangannya tertunda lagi, Damian melucuti pakaiannya, lalu menarik kasar kaki haikal yang hendak beranjak.
" **** " haikal mengumpat lagi, menoleh tajam ke arah Damian yang tersenyum setan.
Tubuh Damian lebih besar dari tubuh haikal, mau berjuang sekeras apapun menyelamatkan diri, tetap tak bisa mengalahkan lelaki iblis itu. Dengan sekuat tenaga, Damian memutar kaki haikal hingga tubuh haikal yang lebih kecil itu berbalik telentang.
Sratttt !
Dengan sekali sentakan, celana jeans yang haikal pakai telah melotot ke bawah menyisakan kain tipis berbentuk segitiga berwarna navy.
Damian melebarkan senyum setannya, berjongkok mengapai kaki haikal yang terus bergerak mundur.
Haikal menggeleng dengan mata berkaca. Harga dirinya seolah telah di injak - injak luar biasa.
" Menurut lah sayang, aku akan memaafkan mu untuk kesalahanmu "
" Jangan mendekat ! " teriak haikal.
Bukk !
Nahas, punggungnya terpentok kaki ranjang.
" Ayolah, nanti kau juga akan menikmatinya " Damian menarik kembali kaki haikal.
Dugg !
Haikal memejamkan mata, saat rasa nyeri terasa di Juniornya saat bertabrakan denga. junior milik Damian.
" Hahahahha, kau sangat lucu sayang " Dengan sekali sentakan, celana haikal telah terlempar entah kemana.
" Sialan.. "
Prakkk
Satu vas bunga mendarat rapat di kepala Damian.
" Aarrrghhh " Erang damian memegangi kepala.
Sam menarik kasar tangan Damian, membawa pria itu keluar kamar.
" Haikal " Astrid berjongkok, menangkup wajah haikal yang basah dengan air mata.
" Sttt.. nggak papa. ada mamah disini " Astrid merengkuh tubuh haikal. mendekap erat tubuh putranya yang berguncang.
" Maa " lirih haikal sesenggukan.
Astrid mengecup berulang kali wajah haikal, mengelus kepala anaknya dengan lembut.
" Sekarang kamu pulang yah "
" Mama ikut " ujar haikal.
Astrid menggeleng. " Urusan mama belum selesai sayang. "
" Tapi ma, " protes haikal tak setuju. karena yang pasti Damian akan membuat perhitungan dengan mamanya.
__ADS_1
Astrid tersenyum, mengelus pipi haikal dan mengusap air mata itu.
" Lelaki itu harus di musnahkan. jangan khawatir, mama enggak papa.. " Astrid mendorong pelan tubuh haikal.
Haikal menggigit bibir, memungut celana nya dan memakainya sembarang. bocah itu menoleh berdiri di ambang pintu, keluar ruangan saat astrid tersenyum yakin.
÷÷÷
" Halo bro ! " Dave memeluk kavian dari belakang,
" Sial " Kavian mendorong kasar tubuh dave.
Dave terkekeh " Jangan galak - galak dong "
" Kampret " Kesal kavian menghindar saat dave hendak memeluknya lagi.
Dave terbahak. berjalan ke arah sofa dan merebahkan tubuh. Dave melempar flashdisk ke arah kavian dan dengan sigap, kavian menangkapnya.
Tanpa banyak cingcong, kavian langsung menusukkan flashdisk itu ke laptop. wajah yang awalnya datar berubah serius, matanya bahkan bergerak liar di depan layar itu.
" Jadi benar, along grup mencuri file ku? " gumam kavian.
" Kau tahu siapa owner kandungnya ? " tanya dave.
Kavian memutar bola mata jengah saat mendengar kata plesetan dari teman sedengnya.
" Jimmy, si brengsek itu " sahut kavian menatap awas layar di depannya yang menampilkan berpuluh - puluh album file.
" Big No " Sahut dave.
" Jadi ? " tanya kavian penasaran.
" Buka saja rekaman di file Cangcut Nomor dua lapan " Terang dave.
Kavian berdecak, melempar bolpoint dan itu mengenai wajah dave.
" Mesum " sungut kavian
Dave terkekeh " Ayolah, aku masih bujangan dan hanya bisa di ekspresikan dengan tulisan - tulisan tak bermutu "
Kavian tak menggubris, membuka file random itu dan memutar sebuah video.
' cepat bicara brengsek ! ' ucap seseorang yang kavian yakini adalah dave.
' Awwss ' Jimmy memegangi kepala yang dipukul balok kayu.
' Sa... saya hanya di suruh oleh seseorang '
' Bicara yang jelas, bodoh ! ' berang dave yang tak suka berbelit - belit.
' Jelaskan secara rinci atau ku penggal kepalamu ' ancam dave
Jimmy meneguk ludah susah payah. menatap takut wajah tampan dave yang menyorotnya tajam.
' Along grup adalah perusahaan anak cabang yang di pimpin oleh Pak aksen Damian. '
Klik
Kavian memukul meja dengan kepalan tangan.
__ADS_1
" Jadi, Om Damian dalang nya "
" Come on brother, kau bahkan belum selesai melihat videonya " protes dave saat kavian beranjak berdiri, melenggang keluar dari kantor.