Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
Lulus dan pulang


__ADS_3

Kalau emang sekolah tiga tahun ya di rampungin tiga tahun. tapi aku compress kok jadi kalian enggak ngikuti alurnya selama tiga tahun. hihi


Sorry banyak typo !


Tidak ada Sakit yang mendalam


Jika tak ada cinta yang dalam


Tiga tahun sudah Shakti menempuh pendidikannya di oxford. Jangan di kira shakti enggak berjuang, enggak sakit berjauhan dengan sang istri. faktanya, shakti adalah pihak yang lebih sakit dan lebih keras perjuangannya. Karena selama tiga tahun itu dia nggak bertukar kabar dengan Istrinya. Jangankan bertukar kabar dengan Evelyn, dengan Efras saja Shakti tak pernah bertemu ataupun bertukar kabar yang notabene berada dalam satu negara.


Mr Jorce Kwen Gaurent adalah seorang mafia berdarah dingin yang berkedok sebagai seorang menteri. Dan nahasnya, Shakti telah berurusan dengan putri tercinta Jorce, Kelly.


Jorce memboikot semua akses shakti, baik dari komunikasi maupun Ruang lingkup. dengan alasan sebagai hukuman atas kesalahan yang tak pernah dia perbuat. Sehingga Shakti di landa hidup kesepian dan Apa - apa serba sendiri. Shakti harus berjuang mencari nafkah juga di inggris untuk menopang hidup. Biaya asrama memang gratis tapi kalau biaya makan dan kebutuhan lain enggak gratis. Untung saja, Shakti mendapat tawaran dari F&D company yang harusnya dia masuk setelah lulus, tapi dia nekad masuk di tahun ke dua Sekolahnya. Masuk kerjanya cuma tiga hari, sisanya dia hanya bergelut dengan buku dan kegiatan sekolah.


Semua musibah, takdir, dan jalan hidup memiliki hikmah, garis keras ya !. Dan itulah yang ada di logika shakti. Pria Tampan itu menghabiskan waktu di negara inggris dengan belajar dan belajar. selain itu dia aktif di berbagai kegiatan ekskul di Perguruan tingginya. seperti, sepak bola, modelling dan acting. Jadilah namanya di oxford semakin harum dan banyak di kenal.


Di Pojok bangku sana, Kelly tersenyum smirk. Menatap penuh minat ke arah shakti yang berdiri di atas podium. Menyampaikan sepatah kata sebelum meninggalkan Gedung megah universitas negara inggris itu.


Shakti mendapat nilai tertinggi, menggeser posisi dark yang awalnya menyandang sebagai siswa berprestasi. sorak tepuk tangan menggema di aula saat shakti mengakhiri pidato.


" Mr. Albuzer " Seru kelly saat shakti melenggang pergi dari aula.


Shakti memejamkan mata, melirik ke kanan dan ke kiri saat beberapa siswa megarahkan atensi ke arahnya.


" Very very great " Puji kelly dengan tepuk tangan kecil.


Shakti tersenyum masam, melengos menatap ke lain arah.


" I don't like you, here. Please Stay away. I don't want Misunderstanding any more ( saya tidak suka kamu disini. tolong menjauh lah. saya tidak ingin ada kesalahpahaman lagi ) " Pergi keluar begitu saja setelah menyampaikan kalimat dingin itu


Kelly mengeratkan gigi, melangkah lebar untuk menghampiri shakti. Tiga tahun lamanya dia sudah berhasil menjerat shakti, mengekor segala aktivitas shakti dimanapun cowok itu berada. Tapi bak Kepala batu, shakti tak menggubrisnya ataupun sedikit memberikan perhatian kepadanya.


Dark mencengkeram tangan kelly, menghunuskan tatapan tajam ke arah gadis itu.


" Stay here ( Tetap disini ) " Titah dark, dingin. begitu dingin sehingga nyaris membuat semua bulu kuduk kelly berdiri.


Kelly Terpaku. Karena baru pertama kali ini dia melihat Aura dingin yang keluar dari tatapan Dark untuk dirinya. dia mengenal dark sebagai pria datar tapi dia tak mengenal sisi lain dark yang begitu mengerikan hanya dengan sebuah tatapan


÷÷÷


Alexander drawn, Seorang pengusaha muda sukses yang merupakan seorang milyarder kesohor di negara inggris. Bukan hanya tentang Kekayaan, tetapi juga ketampanan dan Value menjadi daya tarik pria blasteran indo - barat itu.


Pria itu bertubuh kekar dan tinggi, usianya enggak beda jauh dengan kavian. sekarang sekitar 28 tahunan. Dia mempunyai segudang bisnis cemerlang di negara barat . antaranya yaitu beberapa cafe dan restoran besar dan juga sumber penghasilan dari produksi makanan dan minuman kemasan ataupun cepat saji.


Shakti sendiri bekerja di salah satu cafe naungan Alexander. tepatnya di salah satu cafe terkenal yang terletak di The Chilterns, 99 Gloucester Grn, Oxford OX1 2DF, Inggris Raya. The spires cafe yang menyediakan bermacam aneka menu populer seperti pizza dll. Dan ajaibnya,Shakti yang belum bergelar sarjana itu di posisikan sebagai General manager di Spires.


" Mr " Sapa shakti di ambang pintu ruangan.


Alexander mendongak, Mengangguk sebagai jawaban dengan kepala menunduk, kembali memeriksa dokumen nya. Masih dengan kepala awas di dokumen, Xander menyuruh shakti untuk duduk di salah satu sofa dengan isyarat tangan.


" Kamu mau Cuti ? " Tanya Xander.


Mata shakti mendelik saat mendengar kalimat Xander yang berbahasa indonesia itu.


" Mr bisa berbahasa indonesia ? " Tanya Shanti dengan wajah terkejut. pasalnya, dia baru pertama kali bertemu atasan yang terkenal super sibuk itu. dan shakti juga enggak kepo tentang privasi atau detail kepribadian si big boss tampan dan muda itu.


Xander terkekeh, menghempas punggung ke Sandaran kursi putar nya. Tangan kanannya memegang bolpoint, memainkan nya dengan cara memutar - mutar si bolpoint.


" Jangan lupakan kalau Ibuku orang jawa asli "


Mata shakti kembali mendelik, kali ini kepalanya sampai maju seolah - olah dia memastikan pendengaran nya tidak salah.


What is that ?


Sungguh - sungguh di luar prediksi ajaib detektif conan. seorang pengusaha sukses Negara barat ternyata memiliki darah jawa asli.


" Oke lanjut ke Perkara " Xander membangkitkan badan menjadi berdiri, berjalan mendekati shakti yang wajahnya kelihatan bego dan Polos.


" Aku izinkan kamu cuti dan pulang ke indonesia, asal kamu mendatangani surat ini " Xander menyodorkan kertas dengan bolpoijt yang entah dari mana asalnya, yang pasti shakti enggak ngeh.

__ADS_1


Shakti meraih kertas membacanya sepelan mungkin.


" Saya harus dirikan satu perusahaan di indonesia ? "


" True " Xander menjentikkan jari.


" Saya bangun dari nol ? " Tanya shakti


" Maybe. tapi kalau kamu punya gedung terbelangkai juga nggak masalah kalau di rombak " sahut Xander, asal.


Shakti manggut - manggut saja " Hanya ini ? saya enggak yakin lo kalau saya bisa"


Xander menaikkan alis " Sanggup kah ? "


Shakti terdiam sejenak untuk berpikir. mengangguk mantap setelah neebrapa saat menimang " bagaimana aturannya ? "


" Yang jelas akulah Direktur utamanya " Xander menyeringai


" Berarti Mr Alexander yang terhormat akan menopang biaya keseluruhan ? " Shakti menarik turunkan alis


" Kalau kau sanggup membangun satu gedung bertingkat dengan uangmu sendiri nggak masalah " Sahut Xander santai


Shakti menggaruk tengkuk " Aku serahkan semua ke Mr saja " Shakti nyengir kuda


" Mau pulang nggak ? " Kavian melongok di balik pintu


Shakti terjengit kaget, nyaris saja coretan tangannya melenceng


" Mas ? " Pekik shakti kaget.


Kavian mendengus " Cepat beres - beres, atau ku tinggal sekarang " Ketusnya.


" Enggak banyak drama " Galak kavian saat shakti berjalan ke arahnya dengan mata berkaca.


Dengan seenak Singkong, kavian nyelonong keluar meninggalkan shakti yang masih berdiri menatapnya sendu.


" Woy Cepat ! " Galak kavian di beberapa meter depan dengan tangan berkacak pinggang.


" Dasar semprul, bossy, Sok ngatur. enggak berubah dia " Dumel Xander


Shakti mengernyit kening " Mr. Kenal dengan kakak saya ? "


" Enggak. sana pulang ! nanti di tinggal " Ketus Xander


Shakti tertawa haru, menyambar tangan Xander dan mencium punggung tangan pria itu bertubi - tubi


" Terima kasih mr, semoga anda masuk surga " nyelonong pergi begitu saja.


Shakti berlari tergesa - gesa, menyusul langkah kavian yang udah sepuluh meter di depannya.


" Mas " Teriak shakti.


Kavian tak menggubris, menggeret koper dan masuk ke Body pesawat tanpa menoleh pun.


Shakti berdecak, nyerobot masuk menyenggol pramugari sampai wanita bertubuh tinggi semampai itu mendelik kesal.


"Jalan cepet banget kek bagong " Sungut shakti menghempas pantat ke kursi


Kavian menarik sudut bibir nya, matanya tetap tertuju ke luar jendela menatap beberapa awak pesawat yang masih stay.


" Mas Tau darimana aku pulang hari ini ? " Tanya shakti mdengan tatapan terarah ke depan memperhatikan satu pramugari yang memberikan beberapa interuksi sebelum si pesawat terbang.


" Xander " Sahut kavian


Shakti menoleh cepat " Mas kenal Mr Xander "


Kavian mengangguk saja


Shakti beringsut menghadap kavian

__ADS_1


" Mas " Lirih shakti dengan suara bergetar. Kali ini dia mulai paham sama keberuntungan yang di alami selama dia jauh dari keluarganya.


Kavian balik menatap shakti dengan tatapan sendu. seolah matanya mengatakan bahwa dia prihatin terhadap Cobaan yang dialami adiknya.


" Mas cuma bisa lakuin yang mas bisa, mas nggak bisa membobol pertahanan Jorce, si bajingan itu. Selain dia kaya raya dan berkuasa, dia juga pria menyebalkan di seluruh dunia "


Shanti menghela nafas " Aku nggak salah mas. Anaknya jorce yang ganjen sama aku "


Kavian menepuk pundak adiknya " Aku Leboh tahu siapa adikku di banding dengan orang lain "


" Evelyn gimana kabarnya, dia sehat ? " Air mata shakti lolos begitu saja saat menyebut nama istrinya. betapa dia merindu istri nya, rindu tingkahnya, senyumnya, dan wajahnya yang mengalihkan dunianya.


" Baik kok, dia juga tiap hari nanya in kamu terus. Tapi aku enggak bilang kalau kamu pulang hari ini " Kavian terkekeh saat membayangkan wajah merajuk Evelyn yang acapkali ngotot ingin nyusul ke inggris.


" Biar jadi kejutan " Shakti menerawang, menatap ke atap dengan senyum tipis.


" Kamu juga punya surprise, dan aku yakin kamu akan nagis guling - guling setelah lihat kejutannya " Sahut kavian


Shakti mengerutkan kening, seperti bingung sekaligus kepo dengan kejutan yang kakaknya maksud. Sedangkan si pelaku pembuat orang mati penasaran itu kembali menatap ke jendela, memperhatikan awan berjalan.


÷÷÷


Evelyn melirik jengah ke arah putrinya yang saat ini berada di atas tikar. Di depan bayi cantik man gemoy itu terdapat banyak mainan, mulai dari Boneka sampai mainan anak laki - laki.


" El " Tegur Evelyn saat el melayangkan satu mainan ke arah kay.


Sedangkan kay menunduk takut, memainkan boneka barbie milik El. Balita cantik berusia 27 bulan dengan paras garang dan judes.


" Kay ambil mainan,el mommy " Kesal el dengan tatapan sebalnya ke arah Kay, balita berumur 30 bulan.


" Kay Injem " Kilah kay melirik takut ke arah Evelyn.


" Boong mommy, kay nggak nomon " Kesal el dengan suara meninggi


" El nggak boleh kasar sama kay " Tegur Evelyn saat El hendak melempar robot ke wajah kay.


El melipat tangan, masih menatap sengit wajah takut kay.


Evelyn meletakkan handphone ke meja kamar El, mendekat ke arah dua bayi gemoy itu yang berhenti bermain dengan pikiran masing - masing.


" Bobok yuk ! " Evelyn mengelus kepala dua bayi kesayangannya. Evelyn lebih memilih mengalihkan pembicaraan yang jelas untuk memulihkan mood el yang terkadang meledak - ledak.


Kay mengangguk, berhambur ke pelukan, nemplok dengan sebelah tangan memegang dada Evelyn.


Sedangkan El, seperti biasa dia akan bertingkah Kesal dengan menepis tangan Evelyn. Bayi itu berjalan lebih dulu, melompat ke atas kasur empuknya. berguling tengkurap sembari memejamkan mata.


Evelyn merebahkan tubuh kay, menepuk - nepuk pantat Bayi itu agar tertidur. Karena sudah menjadi kebiasaan kay, tidur dengan pantat di tepuk - tepuk.


Mungkin sekitar tiga puluh menit, kedua bocah itu akhirnya tertidur. Evleyn menutup kan selimut, lalu keluar dari kamar kedua anaknya.


Nggak ada pikiran kalau akan ada orang masuk, jadi Evelyn melepaskan pakainnya di dalam kamar dan dia dengan santai, melenggang masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh yang sudah toples itu.


" Aaaaa " pekik Evelyn saat mendapati seorang pria di dalam kamar mandinya.


Shakti menoleh ke belakang, melayangkan senyum tipis untuk istrinya.


" K..kamu " Telunjuk Evelyn dengan tangan bergetar. wajahnya syok berat seperti melihat jelmaan ratu ular.


Keadaan mereka berdua sama, dengan kondisi sama - sama toples. bahkan Pancuran sower membasahi tubuh toples Shakti.


" Sayang " Sahut shakti lembut.


Evelyn mengucek mata, memastikan bahwa penglihatannya tak salah.


" Honey "


Masih dengan senyum manisnya, shakti berjalan mendekat menarik tangan Evelyn dan membawanya ke pelukan.


Nggak ngomoong apa - apa, Shakti menghirup dalam aroma rambut istrinya, lalu turun ke leher dan membenamkan kepala dalam - dalam ke leher Evelyn yang aromanya masih dia hafal.

__ADS_1


Jantung Evelyn berdegup kencang. tangannya belum membalas pelukan. dia kepal tangannya untuk melampiaskan rasa gemuruh di dada.


__ADS_2