
Evelyn membuka mata saat adzan subuh berkumandang. dan pemandangan pertama yang Evelyn lihat adalah Rambut hitam shakti yang tepat berada di bawah wajahnya.
Evelyn menunduk, mengecup puncak kepala shakti yang menyandar di dada. Tepat pukul tiga dini hari pengantin baru itu baru saja memejamkan mata karena mereka menghabiskan malam panas hingga entah berapa ronde yang pasti bisa di pastikan lebih dari lima ronde. badan Evelyn serasa pegal bahkan tulang - tulangnya kerasa remuk malah di tambah beban berat tubuh suaminya yang tergeletak di atas tubuhnya. ckk.
Evelyn menarik tangan shakti yang berada di dada kanannya yang menggenggam benda kenyal nya dengan posesif. Evelyn menghela nafas saat suaminya enggak beranjak bangun makin ngusel ke dada dan makin kencang cengkraman tangan shakti di dada kanannya.
Tangan Evelyn terulur, mencubit pipi shakti dengan kencang.
" Aws " ringis shakti, membuka mata dengan memanyunkan bibir.
" Udah jam empat loh, Enggak sholat emang ? " Tanya Evelyn, mengguncang kepala shakti.
" Masih ngantuk sayang " Dumel shakti kembali ngusel ke dada dan membenamkannya dalam - dalam
" Terus mau bolong sholatnya ? " Tanya Evelyn sinis.
Shakti beringsut bangun, nyengir kuda saat melihat wajah judes istrinya.
" Mandi bareng tapi, " Ajak shakti.
Evelyn tersenyum kecil. tak menyahut dan beranjak turun dari ranjang. nyelonong masuk ke kamar mandi sembari berlari. Keadaannya masih toples, bahkan dua bongkahan pantatnya bergerak - gerak lucu saat berlari.
Shakti berdecak saat pintu kamar mandi sudah tertutup rapat. Menunduk dengan senyum kecil saat tongkat ajaibnya kembali mengacung tegak.
" Awas yah kamu " gumam shakti sembari tertawa kecil.
" Shhh " Evelyn memegangi pinggang dan menunduk saat inti tubuhnya terasa perih dan ngilu.
" Kamu serem banget sih honey, Jangan - jangan punya ku sobek lagi. shh " Gerutu nya kesal. kembali mendesis saat nyeri itu terasa intens saat Evelyn melangkahkan kaki.
Tangan Evelyn terulur, menyentuh lubang semut nya yang basah dan lembab. Evelyn tersenyum tipis memandangi jari - jarinya yang terdapat cairan berwarna merah muda kental. Yang mana merupakan perpaduan ****** ***** suaminya dan cairan darah segar Keperawanannya.
Klek..
Di ambang pintu kamar mandi, Shakti menyeringai, menatap tubuh istrinya yang polos dengan tatapan elang yang siap menyambar mangsa. Evelyn bergerak mundur , semakin mundur saat suaminya bergerak maju.
" Mau ngapain? " Ketus Evelyn.
" Mau lanjutin ritual keramat " Sahut shakti enteng.
Dug
Punggung Evelyn terpentok tembok.
Evelyn berdecak " Punya ku sakit honey, Aku udah enggak kuat "
Shakti mencebik, menunduk menatap nelangsa tongkatnya yang nggak mau Tepar.
" Just One " Nego shakti
Evelyn mendengus, tak menggubris rengekan suaminya, memilih menyalakan kran dan mengisi bath tub.
" Engg" Lenguh evelyn saat shakti mendekapnya dari belakang dan mendaratkan tangan di sebelah dadanya yang tak terbungkus apapun.
Shakti membenamkan wajah di leher Evelyn. mengendus nya sesekali mencium dengan gerakan sensual.
" Shhh " Desis Evelyn saat jari nakal suaminya memelintir ujung benda kenyalnya.
" Jangan di gigit " Peringat Evelyn saat shakti menggigit lehernya, memberikan lukisan kembali di leher jenjangnya.
Shakti tak menggubris, mencium habis leher istrinya yang memabukkan dan kembali menggigitinya dengan rakus. Shakti mendorong pelan punggung Evelyn sehingga dengan spontan, kedua tangan Evelyn bertumpu di sisi bath tub.
Shakti menarik dua bongkahan pantat kenyal Evelyn, Mengarahkan tongkatnya dan kembali menggesek - gesek lubang semut istrinya yang tampak memerah dan membengkak.
" Eummhhhh " Evelyn mengeluarkan suara merdunya tak bisa menahan rasa geli dan nikmat yang menggelitik area sensitifnya.
" Masukkin cepet ! " Titah Evelyn sembari terengah menahan gejolak aneh di tubuh.
Shakti menurut, menuntun tongkatnya yang sudah tegak, masuk ke dalam lubang semut.
Bless !
Dengan sekali sentakan tongkat shakti berhasil memasuki lubang semut evelyn.
" Awsss " ringis Evelyn saat ngilu dan perih kembali melanda lubang semut nya. walaupun udah buka segel tapi tetap saja dia lubang nya akan terasa sakit jika dimasuki tongkat panjang suaminya yang berukuran besar itu.
Shakti menggerakkan tongkatnya dengan brutal sesekali memelintir ujung dada istrinya yang bergelantungan. Evelyn mencengkeram erat bath tub karena tubuhnya berguncang hebat akibat gerakan suaminya yang teramat bringas.
" P..pelan honey " Ucap Evelyn.
__ADS_1
" Ughhh " Shakti mendongak dengan mata memejam, benar - benar merasakan nikmat yang begitu indah dan membuatnya candu sehingga di kamar mandi pun mereka melakukan hal panas sebanyak tiga ronde.
÷÷÷
" Ayok kita check up, sayang " Ajak kavian
" Aku udah check up beberapa hari yang lalu sama Evelyn bahkan usg " Sahut laura tanpa menoleh. sibuk memakan buah semangka sembari bermain ponsel.
" Oh ya ? benarkah ? " Tanya kavian antusias.
Laura mengangguk, matanya tetap awas menatap ponselnya
" Aku ingin lihat bentuk kavian junior " Kavian menyodorkan tangan.
" Aku enggak minta copyan gambar usg " Terang laura, meletakkan ponselnya.
" Apa ? " Pekik kavian.
" Kenapa kamu tidak memintanya ke dokter ? " Marah kavian
" Yang penting bayinya sehat kan? " Ketus laura.
Kavian mendengus " Lupakan " Bangkit berdiri dan melangkah ke luar kamar.
Laura mengerutkan kening, bingung sama tingkah suaminya yang tetiba sensitive.
" Kenapa sih ? " Dumelnya.
" Woahh, pengantin baru " Seru kavian di anak tangga.
Shakti dan Evelyn menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah bak tomat matang.
Rini yang berada di dapur spontan meninggalkan wajan penggorengan ikan. berlari keluar untuk menemui si bungsu dan menantunya di ruang tamu.
Shakti dan Evelyn melebarkan senyum, merengkuh tubuh rini saat wanita baya itu merentangkan tangan.
" Kalian kok baru dateng sih ? " Kesal rini mencubit pipi Evelyn dan Shakti bersamaan.
Pasangan pengantin baru itu menggaruk tengkuk kikuk, membuang arah saat rini menatap keduanya dengan tatapan penuh selidik.
" Mih mereka pasti capek " Tegur kavian, menarik pundak shakti dan membawanya ke sofa ruang tamu.
Shakti mengerucutkan bibir " Apaan sih mas " kesal shakti. tak tahu saja dia sangat malu kalau di tanya tentang hal itu.
Kavian terkekeh, menyambar cangkir kopi dan menyesapnya sedikit.
" Aku yakin kamu belum bisa Membobol Lubang sesempit itu "
" Husst " rini melayangkan tatapan galak
Kavian tertawa kencang saat melihat wajah kedua adiknya memerah.
" Lalu bagaimana dengan penerbangan mu ? " Tanya kavian setelah tawanya mereda
Shakti melirik ke arah istrinya yang memasang raut masam, menunduk sembari memainkan jari.
" Iya aku akan berangkat sesuai jadwal "
" Apa perlu pindah sekolah saja ? " Usul kavian.
Shakti menghela nafas, tatapannya terarah ke jendela. di mana diluar tumbuh berbagai macam bunga bermekaran.
" Kalau aku pindah sekolah pasti aku di tempatin di kelas sebelas dan itu berarti perlu dua tahun lagi agar aku bisa lulus dan dapat ijazah SMA. sedangkan kalau aku ke oxford sekarang, hanya perlu menempuh tiga tahun untuk dapat gelar s1. menurut mas untung mana ? "
Kavian tertawa kecil " Kau memang titisan albuzer. Semua terserah kamu dan tentunya istrimu " Melirik ke arah Evelyn yang menyimak.
" Kita udah rundingin tadi malem, Shakti tetep terbang ke inggris dan aku stay disini " Sahut Evelyn.
Kavian manggut - manggut " Begitu juga baik, toh kamu bisa menemani laura disini "
Rini mengelus puncak kepala shakti " Apapun keputusan kamu, mamih bakal dukung. Terus lah berdoa dan giat berusaha mamih yakin kamu akan sukses di masa depan "
Shakti tersenyum " Makasih mih, Aku berharap kalian selalu do'ain aku "
" Ya udah, kita makan siang dulu yuk, mamih udah masakin ayam kecap kesukaan kamu "
Shakti berbinar. Senyum lebar terbit di bibir mungilnya. dihitung sudah hampir satu bulan dia nggak makan ayam kecap dan inilah hari kemerdekaannya dimana dia bisa hidup enak lagi dan makan kesukaannya sesuka hati.
Mereka pun beranjak bangun, menuju ke ruang makan untuk menyantap makan siang.
__ADS_1
Rini mengamati Evelyn, meringis saat menantunya itu berjalan sedikit ngangkang dan pincang. Tatapan rini lantas beralih ke arah Shakti yang berjalan santai tanpa beban.
" Kamu apakan menantu mamih ? " bisik rini dengan nada ketus.
Shakti tersenyum jahil " bentar lagi mamih punya pasukan sepak bola."
Rini menggeleng, mencubit pinggang shakti dengan kencang " Dasar nakal "
" Aws " Ringis shakti mengusap sisi perut.
" Aku mau itu sayang " Tunjuk shakti ke arah tahu balado
Evelyn menyendok tahu itu, meletakkannya ke piring shakti.
" Aku juga mau itu sayang " Tuding kavian ke arah tahu balado
Laura melirik tahu itu, menghela nafas karena jaraknya agak jauh dengan jangkauan tangan.
" Aku nggak bisa gapai, Evelyn berikan ke masmu " Titah laura
" Uhukk.. Uhukk " Shakti tersedak segelinding tahu.
" Ckkk " Decak Evelyn menyodorkan minum
" Makanya pelan - pelan " Omel Evelyn.
Shakti memegangi perut dengan bahu berguncang menertawakan kakaknya seakan mengejek kemalangan kakaknya yang niatnya minta perhatian malah di abaikan oleh istrinya.
Kavian mendengus menatap adiknya yang terus menertawai dengan tatapan sengit.
" Sialan " Kesal kavian melempar tomat ke arah shakti.
Dengan gesit shakti menghindar, menjulurkan lidah saat si tomat melesat jauh dan nahasnya itu mengenai pipi efras.
" Dasar kekanakan " Gerutu efras kesal.
Shakti dan kavian nyengir kuda mengacungkan dua jari saat saat efras melayangkan tatapan tajam
Rini menggeleng seraya tertawa kecil menyendok makan dan melahapnya dengan tenang. Dalam hati nya dia bersyukur karena keluarga nya telah kembali lengkap dan akur lebih bersyukur lagi karena cita - citanya menjadi nenek sudah terkabul. bonusnya si bungsu mendapatkan jodoh. ya, walaupun jodohnya adalah kakak iparnya sendiri tetapi nyatanya itu tak menjadi Boomerang karena mereka hidup berdampingan penuh kebahagiaan.
÷÷÷
Niatnya mau langsung ijab alias menikah siri, sama seperti Evelyn dan Shanti yang menikah muda, tetapi pak kusno kurang setuju karena niatnya hana akan di sekolahkan lebih dulu. jadilah, darrel dan hana hanya menyelenggarakan resepsi pertunangan dan itu pun sederhana yang hanya di hadiri keluarga besar darrel, pak kusno dan keluarga albuzer. Acaranya pun hanya di isi dengan makan bersama, berikut dengan hiburan sebuah kuda lumping atas dasar permintaan haikal.
" Ckkk .. Gue kira anak sholeh bakal ngasih hiburan pengajian. eh malah nampung orang pada kesurupan " Gerutu shakti
Haikal terkekeh " Kuda lumping itu seni indonesia yabg patut di lestarikan enggak ada hubungannya sama rohis " Kilahnya.
" Eh,, bang ifal bukan sih ? " Tuding Evelyn ke arah ifal yang sedang memakan kulit kelapa.
Iqbal berdecak " Malu - maluin gue tuh anak "
Haikal tertawa saat ifal menghampiri iqbal, menarik kaos iqbal untuk masuk ke lapang tempat para pemain melakukan aksi.
" Sialan lu " Iqbal menggetok kepala ifal saat ifal menarik - narik celana jeans hitamnya dan membuatnya nyaris telanjang.
Ifal makin gencar menyerang iqbal, sampai membuat mereka berdua berguling - guling di atas tanah. Gelak tawa nyaring menyambut keduanya sampai tak sadar sudah di penghujung acara.
Hana dan Darrel naik ke atas podium, menyematkan cincin di jari manis mereka masing - masing. Tepuk tangan meriah mengiringi mereka serta raut kebahagiaan terpancar di wajah kedua keluarga yang menyandang besan.
Angel memutar bola mata jengah, memasang raut muram saat menatap hana dan memindai gadis itu dari atas ke bawah
" Ckkk.. Nggak nyangka adek gue selera nya rongsokan plastik kaya dia " Dumelnya yang terdengar oleh Evelyn.
Evelyn menarik sudut bibirnya menatap sinis angel yang terlihat songong dan angkuh.
" Seenggaknya hatinya itu terbuat dari berlian, enggak songong dan enggak licik kaya elo. Oh pantes aja elo di cerai sama suami elo karena mulut lo itu bau toilet. "
Angel melotot melayangkan tangan ke udara hendak menyelepet wajah sinis Evelyn.
Greb !
Shakti menangkap tangan angel, menatap dingin wanita beranak satu dengan wajah gelap seolah - olah hendak menyeruduk wajah sok baik hati janda satu anak itu.
" Enggak baik kalau embak buat keributan di acara nya darrel " Ucap Shakti dingin.
Angel menghempas tangan Shakti, jarinya bergerak menunjuk wajah dingin Shakti
" Kamu ... " Nggak jadi melanjutkan semprotannya karena kavian dan laura menghampiri.
__ADS_1
Angel memilih pergi, meninggalkan mereka semua dengan hati yang dongkol.