
Sudah tiga hari kepergian suaminya, Evelyn hanya menghabiskan kesehariannya di kasur. Rebahan, bermain ponsel dan makan pun di kamar. Seperti enggak punya Semangat hidup lantaran di tinggal jauh oleh suaminya. Ruang kamar bernuansa biru muda yang dulunya di tempati Shakti kini di tempati oleh dirinya. Tujuannya yaitu supaya dia bisa merasakan Shakti lewat Inci Kamar yang di tempati bocah itu.
Selamat pagi, Istriku
Satu pesan yang di kirim oleh suaminya mampu membuat darah evelyn berdesir. Evelyn baru pernah menjalani LDR jadi dia baru merasakan yang namanya rindu menggebu dan cinta menggebu. Bahkan secepat kilat, Evelyn langsung membalas pesan suaminya. tersenyum kecil saat Shakti mengirimkan foto dengan keadaan nya yang baru saja mandi. Rambut basah, wajah segar dan senyum tengil yang tersirat di satu foto itu seakan menjadi pengobat rindu untuk Evelyn.
" Mesum " Gumam Evelyn, menatap intens tubuh suaminya yang bertelanjang dada.
" Ve "
Panggilan dari luar kamar mengalihkan atensi Evelyn. Terlebih dulu meletakan ponselnya ke atas meja rias, Evelyn lantas beranjak dari kasur melangkah keluar kamar dengan langkah gontai.
" Mamih nana mau ketemu kamu " Ucap rini. Berdiri di ambang pintu dengan seulas senyum tipis.
Evelyn menaikkan satu alis, mengikuti langkah rini saat tangannya di apit menuruni tangga.
Evelyn menekuk wajah, menyorot datar wajah Nana yang terlihat kurang bersahabat.
Plak !
Satu Tamparan lolos mengenai wajah kiri Evelyn, saat dia baru saja sampai di hadapan nana.
Rini membekap mulut yang terbuka, menatap bingung ke arah besannya yang tampak murka.
Evelyn masih dengan posisi sama, Kepala miring dengan sebelah wajah memerah. Evelyn mengepalkan tangan saat desiran nyeri menjalar ke dada.
" Dasar berandal " Sungut nana tiba - tiba.
" Jeng Nana, Ada apa ? kenapa kamu menampar Evelyn ? " Tanya rini Panik.
" Jeng rini, kenapa kamu membiarkan shakti dan Evelyn menikah? " Sungut nana to the point.
" Memangnya kenapa? Mereka berdua saling mencintai, apa salahnya ? " Tanya rini dengan nada heran.
" Jelas salah, jeng rini. Pernikahan bukanlah permainan yang bisa sesuka hati bergonta - ganti pasangan. jeng rini pikir putriku barang yang bisa berpindah - pindah tangan. Di cerai sama anak sulung jeng rini dan di pungut oleh anak bungsu jeng rini. di mana letak harga diri putriku ? " Sembur nana tanpa rem.
Rini mendengus " Shakti dan Evelyn saling mencintai jeng nana, dan saya yakin hubungan mereka akan langgeng. Dan untuk perceraian kavian dan Evelyn tidak ada pihak yang terlukai. mereka sama - sama legowo. "
Nana berdecak " Jujur saya menyesal telah menyetujui usul jeng rini menikahkan putriku dengan kavian "
" Kenapa? " Evelyn yang bertanya. Nadanya datar.
" Masih nanya kenapa? Bukannya kamu berubah malah tambah berandal " Ketus nana
" Bagian mana yang salah ? aku nggak ngerasa berbuat salah " Sahut Evelyn dengan tenggorokan kelu.
" Kamu mana pernah ngaku salah " Ketus nana
" Terus mau anda apa ? apa maksud anda datang kesini? Kalau anda datang kesini hanya untuk memaki - maki saya, lebih baik anda pergi dari sini " Sahut Evelyn dingin.
Nana menganga dengan bibir terbuka, tangannya bergerak menunjuk wajah dingin putri yang beberapa bulan ini tak ia temui.
" Ka.. Kamu mengusir mama ? "
" Anda sama sekali nggak pantas di sebut seorang ibu. dan jangan pernah menyebut diri anda seorang ibu kalau anda tak pernah mengakui adanya seorang anak " Evelyn meninggalkan dua orang wanita baya yang melotot lebar ke arahnya setelah menyampaikan kalimat menohok itu.
" Evelyn " seru nana. Wanita itu menatap tak percaya sikap putrinya.
Bahkan gadis berambut panjang itu menulikan pendengaran tak menoleh ataupun menyahut panggilan ibunya. Yang jelas perasaannya tak bisa di gambarkan dengan kata - kata. Padahal Evelyn berharap rindu menggebu yang beberapa bulan ini bersemayam di hati dapat terobati lantaran ibunya mau mengunjunginya, tetapi apa yang di dapat? makian dan cacian yang justru wanita baya itu lontar kan.
Evelyn meneteskan air mata, bibirnya terkatup rapat. Bulir bening itu menetes deras mengiringi langkahnya menuju ke singgah atas ruang ternyaman. ruang yang menjadi saksi manisnya madu yang ia reguk bersama sang suami. Dan di ruangan itulah Evelyn bisa mengeksperikan segala yang bercokol di hati.
Rini menatap sendu punggung menantunya yang menghilang di balik tangga. Wanita baya itu memaklumi perasaan Evelyn yang bisa di pastikan rapuh.
__ADS_1
" Apa ini jeng rini? bisa jelaskan ? " Nana menyorot tajam besannya.
Rini menghela nafas kasar, balik menatap tajam besannya.
" Seharusnya, sebelum kamu menyimpulkan dan menyalahkan putriku, cari tahu dulu akarnya jangan asal menghakimi. selain dia marah denganmu, dia juga kecewa denganmu na. Berbulan - bulan kamu menghilang tanpa kabar, dan tak menanyakan kabar putriku saja sudah membuatnya terluka. dan sekarang dia berada di ambang kebahagiaan, tapi kamu mengoyak harga dirinya dengan begitu keji. Na, aku beritahu padamu, Evelyn sudah banyak berubah dan perubahan itu berawal dari hubungannya dengan shakti. aku peringatkan padamu ya, jangan coba - coba mengacau hubungan mereka " berbalik pergi meninggalkan nana
Rini menjeda langkah, menoleh kecil ke arah nana yang membeku
" Pintu ada di sana, silahkan jika Ingin pergi. siapapun yang mengusik menantuku aku tak akan tinggal diam "
÷÷÷
Shakti memilih tinggal di asrama yang memang di peruntukkan untuk siswa pilihan. para siswa berprestasi dan siswa penerima beasiswa. Ada juga siswa kurang mampu yang mendapat keringanan Biaya. Shakti belum mempunyai banyak teman, karena dia baru beberapa hari di asrama. dia juga belum lancar berbahasa inggris jadi dia bergaul sekenanya atau hanya sekadar menanyakan sesuatu yang penting dan di perlukan.
" Hello "
Seorang gadis cantik dengan kulit putih, berambut pirang dan bergelombang, melongok di balik pintu.
" Eumh, hello " Sapa shakti
Si gadis tersenyum manis, membuka pintu lebar dan nyelonong begitu saja masuk ke dalam kamar shakti.
" i'am Kelly. who is your name ? " tanya si gadis, ramah. sembari mengulurkan tangan
" Shakti " singkat shakti menurunkan kepala dengan kedua tangan menangkup.
Kelly mengerucutkan bibir, Badannya berbalik.
" How a Stiff him ( Betapa kakunya dia ) " Dumelnya.
Brukk
" Awww.. Are you stupid ?( Apa kamu gila ? ) " Berang kelly mengelus lengan yang tertabrak oleh Back
" You ! ( Kamu ! ) " Tuding kelly, mata birunya melotot
" What matter ? Go ! husss ( ( Ada masalah ? Pergi ! huss ) " Usir Back mengibaskan tangan.
Kelly menghentakkan kakinya kesal, menabrak daun pintu saat melesat keluar.
" Oh Lord. Crazy girl ( Oh Dewa. Gadis Gila ) " Gumam back menatap kesal tubuh kelly.
" Hy bro " Back duduk di ranjang shakti
Shakti hanya tersenyum tipis.
" Give your book ( Berikan Bukumu ) " Pinta back, enteng.
Shakti mengerutkan kening " For What ? ( Untuk Apa ? ) "
" I want to copy material, because i skipped class, yesterday ( Saya ingin menyalin materi karena saya membolos kemarin ) " Terang back
Shakti memutar bola mata jengah, beringsut bangun dan mengambil buku di dalam tasnya. shakti melempar buku dan dengan sigap back menangkapnya. Back memberikan kecupan jarak jauh, dan itu membuat shakti bergidig.
Back tertawa melihat wajah tertekan shakti, makin usil dengan mendekat ke arah cowok yang hanya mengenakan singlet hitam itu.
" Apaan anjir ? Najis " Kesal shakti mendorong tubuh back.
Back yang notabennya Berasal dari negara inggris asli mengerutkan kening, tak paham dengan bahasa shakti.
" What are you speak ? ( Apa yang kamu bicarakan ) "
" Forget it ( Lupakan ) " Ucap shakti sembari berlalu.
__ADS_1
Shakti menyambar hoodie, dan memakainya asal. Cowok itu berjalan keluar kamar, meninggalkan back yang masih memandangnya bingung. di ambang pintu, shakti terkekeh saat menyadari back masih menatapnya heran.
" Aishh... asyik juga ngomong sama bule. di umpatin juga kagak ngerti " Gumam shakti dengan gelengan samar.
Shakti merogoh ponsel di saku celana jeans, melirik sebentar ke arah kelly yang masih menatapnya sembari memainkan anak rambut. Menyandarkan punggung di tembok memperhatikan gerak - gerik shakti yang lagi duduk di taman. Shakti mengalihkan pandangan, bahkan memunggungi kelly yang terus menatapnya dengan senyuman menggoda. Shakti akui, kelly gadis yang cantik. kulit putih, wajah tirus, rambut pirang, dan mata biru adalah keindahan alami seorang wanita bule yang begitu mempesona. Tetapi, shakti tak sekalipun menaruh perasaan ke gadis cantik itu karena di palung hatinya selalu bertahtakan istri tercinta nya yang cantiknya nggak kalah telak.
Shakti menekan tombol berlambang video call di ponsel, tersenyum saat wajah cantik istrinya terpangpang memenuhi layar.
" Hay cantik " Sapa shakti.
Evelyn tersenyum tipis, menyandar kepala di kepala ranjang.
" Lagi apa ? " Tanya shakti.
" Lagi telfonan kan " Sahut Evelyn santai
Shakti terkekeh, tangannya bergerak menyentil layar " kok Gitu jawabnya? "
Evelyn tertawa kecil. Hidup lagi susah - susahnya, tapi lihat istri tercinta melayangkan senyum manis membuat shakti seakan menemukan secuil Roti bolu di tengah - tengah gurun kering.
" Kamu betah di sana, honey ? " Tanya Evelyn. mengalihkan pembicaraan.
" Belum, di sini enggak enak. makan nggak ada yang nyuapin, kalau bobok enggak ada yang nyusuin "
Evelyn melotot " Dihh.. ngomongnya "
Shakti jadi tertawa " iya, dingin pula disini. pen di kelonin " Shakti memeluk lutut.
Evelyn terkekeh " Pulang "
Shakti tersenyum dengan gelengan " Sabar yah, Kita berjuang dulu. aku janji akan pulang membawa kesuksesan "
" Kamu pulang dalam keadaan utuh dan sehat aja aku udah bersyukur kok. " Sahut Evelyn.
Kelly memasang wajah muram saat dari kejauhan dia melihat siluet wajah perempuan di ponsel shakti. di tambah Shakti cekikikan, sudah pasti kalau cowok incarannya itu sedang bertukar kabar dengan seseorang yang spesial. diliriknya arloji di tangan menyunggingkan senyum saat jam menunjukkan pukul sepuluh malam. yang mana di haruskan para penghuni asrama mengumpulkan ponsel ke pengurus.
Asrama pria dan wanita memang tak seatap bisa di bilang berseberangan dan di sekat dengan jalan raya. tetapi baik mahasiswa pria ataupun wanita dapat berlalu lalang di lain lingkup asrama jika di izinkan oleh security.
Untuk masuk ke asrama pria, bagi kelly bukanlah hal sulit, karena dia punya kartu as pak security. dengan hanya memberi segepok uang, kelly sudah bisa nyelonong masuk ke asrama pria.
Kelly berjalan ke sepanjang koridor asrama putra, melayangkan senyum manis saat berpapasan dengan beberapa penghuni asrama. tujuan kelly yaitu ke ruang pojok yang di tempati oleh dua orang pengurus.
Kelly mengetok pintu, menampilkan wajah bak kelinci di depan Dark. Pria bertubuh tinggi dengan kulit putih dan tentu saja tampan. Tetapi bagi kelly, shakti lah yang tertampan di seluruh penghuni asrama, karena semuanya di babat habis oleh cowok asal indonesia itu. imut, tampan, tinggi, pintar, dan kaya raya. Good atitude serta murah senyum menambah point kepopuleran shakti di asrama.
" What is it ( Ada apa ? ) " Tanya dark, dingin.
Kelly bergelayut manja di lengan dark
" The New student playing him phone until late at night. isn't that against the hostel rules ? ( Murid baru itu bermain ponsel hingga larut malam. bukankah itu melanggar aturan asrama ? ) " Adu kelly
Dark melirik jari lentik kelly yang berada di dada. mengepalkan tangan seiring desiran aneh yang menjalar ke dada. Dia itu lelaki normal jadi wajar saja kalau merasa tegoda. Dark menurunkan tangan kelly, berlalu begitu saja dari hadapan gadis cantik itu. Enggak kehasut, tapi dia typical orang yang disiplin. bagi siapapun yang melanggar aturan jelas saja akan di kasih Sentilan olehnya.
Kelly menarik sudut bibir, membentuk serinian licik. menatap puas punggung dark yang perlahan menghilang dari pandangan.
Shakti mengecup ponsel berkali - kali, sebelum mematikan sambungan telefon. Evelyn sampai terbahak melihat ekspresi lucu shakti yang enggan berlalu dari sambungan telepon
" Masih ka... "
Shakti menoleh cepat saat ponselnya di rebut oleh seseorang. Shakti bahkan sampai berdiri, menatap heran wajah dingin dark.
" What the hell ? ( Apa - apaan ) " Kesal Shakti.
" You Use your ponsel Until the time limit. so, your ponsel must be confiscated ( Kamu menggunakan ponsel hingga melampaui batas waktu. jadi ponselmu harus di sita ) " Terang dark.
__ADS_1