Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
eps. 35


__ADS_3

Evelyn berjalan gontai di sepanjang trotoar jalan, gadis itu masih terisak dan tergugu. tak perdulikan tatapan heran yang di layangkan oleh beberapa orang yang berpapasan. Yang jelas, hari ini dia akan menumpahkan segala yang bercokol di hati lewat raungan tangisan. Ini adalah titik terendah dalam hidupnya, dimana dirinya merasa tak dihargai, tak diinginkan dan tak dimengerti.


hidup berlimpah harta dan kecukupan materi, nyatanya tak membuat hidupnya bahagia. karena di balik itu, dia hidup merana dalam kesepian dan kehampaan.


Evelyn memukul - mukul dadanya yang sesak, meghalau rasa sakit yang menjalar ke ulu hatinya. ia begitu malu dan merasa tertohok harga dirinya, karena sudah berbuat tak senonoh hanya karena ingin mendapatkan cinta, kasarannya.


melihat wajah syok, wajah jengkel shakty tadi pagi membuatnya malu sampai ke ubun - ubun, seolah - olah dirinya adalah seorang wanita murahan yang mengemis sentuhan dan kasih sayang.


Evelyn terus berjalan dengan tatapan kosong, gadis itu berhenti di taman kota yang tampak ramai, karena jam menunjukkan pukul 3 sore. dimana ditempat itu banyak kaum muda - mudi seumuran dengannya. tak sedikit pula yang masih mengenakan seragam hanya untuk sekadar nongkrong dan jajan.


Evelyn duduk di atas rerumputan dengan kepala menyandar di kursi. " gue pikir shakty punya perasaan yang sama kek gue, tapi itu cuma halusinasi gue aja.. dia pasti ilfeel sama gue. dan mungkin dia bakal l menghindar dari gue. aihhh, oon. " gumamnya seorang diri


" gue berharap, elo nggak ngejauhin gue shak" imbuhnya dengan air mata kembali menetes.


Ya, itulah yang terus mengganjal di hatinya. Takut kalau bocah itu akan membencinya bahkan menghindarinya. lama menangis, tanpa sadar evelyn memejamkan mata hingga gadis itu terlelap. berjalan berkilo - kilo meter membuatnya kelelahan yang pasti menguras tenaga.


Enggak tau sudah berapa lama terpejam, Evelyn terbangun karena merasakan tubuhnya basah terkena guyuran air.


Evelyn membuka mata perlahan, gadis itu berdecih merutuki kebodohannya, karena tidur tanpa sadar hingga malam. Evelyn lantas segera bangkit dari duduknya, mencari tempat untuk berteduh.


÷÷÷


" raba hati lo, jan ampe nyesel. pastiin baik - baik tentang perasaan elo yang sesungguhnya. jan sampe ada yang terluka " petuah iqbal, sedang yang lainnya hanya terkekeh merasa gemas dengan shakty yang masih saja melamun bahkan diam membisu.


dengan tanpa komando, shakty lari tunggang langgang menyambar jaket dan kunci di atas meja.


" lagi ujan nyet, mau kemana lo? " seru haikal yang tak di gubris sama sekali.


ifal terkekeh sembari memegang dahinya " gitu amat si bocil, lagi jatuh cinta "


" gue curiga deh " celetuk iqbal membuat kedua temannya mengerutkan kening.


iqbal menggosok dagu seraya menatap ke atas seolah - olah dia lagi mikir kasus yang berat.


" lo punya pikiran sama kek gue nggak si? kalau si monyet demen sama dewi onar itu ? " imbuhnya.


haikal mengerutkan kening nggak paham siapa sosok dewi onar yang di maksud temannya. " siapa? "


" Evelyn ! " tebak ifal menaikan satu alis.


iqbal menjentikkan jari " nah, ente kadang - kadang pinter "


ifal memutar bola matanya jengah " kenapa lu mikir gitu? mereka kan ipar ? "


" jangankan ipar, saudara sekandung, beda ibu, beda rahim aja bisa jatuh cinta. mereka serumah, sering ketemu apalagi mereka tuh good looking. Gue aja ngiler, pen batt gue embat setulang - tulangnya... Hiihhh " iqbal menggigit gemas jari tangannya sendiri.


" mereka ibarat tutup sama botolnya, kemana - mana nempel. lu liat aja tatapan mereka satu sama lain , kek ada something gitu nggak si ? " imbuh iqbal meminta pendapat.


" sok tempe lu,, inget ! fitnah lebih kejam dari pada tidak memfitnah " sahut haikal menatap jengkel temannya yang mode julid itu.


iqbal mencibir " kayak elu suci aja kal, kita tuh sama. sama - sama suka dunia perghibahan"


" kita ? elu aja kali, gue enggak " sahut haikal sewot membuat ifal terpingkal.


iqbal berdecak, bocah itu menendang kaki haikal membuat cowok itu mengumpat.


" gitu ya lu, kita end dah... pergi sono ! "


haikal menjulurkan lidah sebelum melenggang pergi dari basecamp.


" nasib, nasib, kagak bawa mantel, ujan lagi. haishh... nasib gue kagak pernah bagus. " gerutunya di tengah jalan.


mata haikal memicing saat melihat siluet gadis yang ia kenali, sedang berdiri dengan tangan memeluk lengannya.


" panjang umur,,, baru aja di omongin langsung nongol. jodoh gue kali ya " gumamnya seraya terkekeh.


haikal lantas memarkirkan motor di sisi jalan, tepatnya di samping Evelyn yang sedang berdiri di halte.


haikal melepaskan helm, mengibaskan rambutnya sok cool " lo ngapain disini? sendirian kek bocil nyasar. "


Evelyn melotot tajam dikatai bocil nyasar, gadis itu menendang motor haikal membuat cowok itu terhuyung dan tertawa.


" jan galak - galak neng, mau kemana sih? ikut abang aja yuk ! " godanya dengan tangan memeluk kepala motor.


evelyn terdiam. tanpa menyahut, gadis itu langsung naik ke boncengan membuat haikal melebarkan senyum.


haikal menoleh ke belakang didapati Evelyn yang menyilangkan tangan di depan dada. bajunya yang basah serta rambut basah beserta guyuran air hujan yang masih deras membuat gadis itu tampak sexy dan mempesona walaupun dalam keadaan awut Awutan. bahkan branya yang berwarna hitam berenda, tercetak jelas di balik seragam yang gadis itu kenakan.


haikal menatap tak berkedip sosok rupawan di belakang nya. jakunnya naik turun seiring jantungnya yang berdebar - debar. lelaki manakah yang kuasa menahan godaan yang teramat indah di depan? jadi jangan salahkan otak mesum haikal yang mereog - reog.


tangan Evelyn nabok punggung haikal " liatin apa lo ? cepet jalan, gue udah dingin tauk " omelnya sewot.

__ADS_1


haikal nyengir kuda " elo basah ? pakek jaket gue mau ? " tawarnya.


evelyn tak menyahut gadis itu hanya menyodorkan tangan, meminta jaket yang di kenakan oleh haikal. dengan girang, haikal segera melepaskan jaket buluknya dan mengenakan ke tubuh Evelyn. setelah itu, pelan, motor butut haikal melesat meninggalkan area halte.


÷÷÷


Landung mondar - mandir sedari tadi dengan gelisah. pasalnya, nona mudanya tak menjawab satupun panggilannya.


" duh, non eve kemana ya? kok belum pulang sih. ini kan sudah malam. " gerutunya seorang diri.


" assalamu'alaikum "


Landung berlari tergopoh - gopoh saat mendengar ucapan salam dari ruang tamu.


Landung mengerutkan kening " loh, mas shakty kok pulang sendiri? non Evelyn mana ? "


shakty yang hendak menaiki tangga jadi urung " loh, Evelyn udah pulang kok dari tadi siang. "


landung menggeleng cepat " belum mas, sumpah. kalau ndak percaya, periksa saja kamarnya "


shakty terdiam. seingatnya, memang Evelyn sudah pulang. karena dari tadi siang dia tidak berjumpa dengan gadis itu.


dengan langkah lebar, shakty bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


" piye, iki ! " keluh Landung dengan bibir manyun.


" oh iya, telfon nyonya rini saja lah biar ngomong sama mas kavi " imbuhnya,


÷÷÷


" hallo mih, kenapa ? " tanya kavian di sambungan telefon.


" kav, apa benar evelyn belum pulang?. " tanya rini diseberang telepon.


" aku nggak lah, aku kan masih di kantor. palingan ngeluyur dia " sahutnya asal.


rini berdecak " jangan ngaco, malam - malam begini mau ngeluyur kemana? ini sudah jam sembilan malam loh "


kavian memijit pelipisnya. " biasanya juga begitu kan, dia ngeluyur kalau malam. palingan pulang bareng shakty " kilahnya


" shakty sudah pulang kav, dan kata Landung sedari siang, Evelyn belum pulang sekolah " jawab rini dengan suara naik satu oktaf.


" tidak bisa ! " bentak rini


" cepat cari. atau mamih akan gulingkan perusahaan menyebalkan mu itu " imbuh rini mengancam.


kavian mendengus " oke, aku akan pulang, tapi sebelum itu aku mau rapat dulu. bye " putus kavian mematikan sambungan sepihak.


" dasar bocah nakal, sehari saja tak membuat ulah. huh ! awas saja nanti kalau sampai belum pulang, akan ku ikat dia di kolong ranjang " gerutunya dengan nada kesal.


angel yang rupanya berada di ruangan itu terkekeh " siapa yang telfon? "


" ibu negara " sahutnya datar


spontan, angel meledakkan tawanya membuat kavian menatap jengkel ke arah wanita cantik itu.


÷÷÷


" mau mandi dulu nggak ? " tawar haikal setelah tiba di rumah kecilnya.


Evelyn mengangguk, gadis itu merogoh ponsel yang berada di tasnya. " batteray nya abis ! " gumamnya.


gadis itu lantas berjalan ke arah meja yang terdapat stop conttact dan charger di sana. gadis itu lantas menyalakan ponsel. matanya melotot saat mendapati rentetan puluhan panggilan tak terjawab yang tertera di layar ponsel.


degup jantungnya bekerja cepat, kala mendapati nomor shakty beberapa kali menghubunginya. seukir senyum terbit di bibirnya kala mendapati sebuah pesan dari cowok imut itu.


lo kemana ?


p


p


p


cepet bales, woyy !


evelyn terkekeh, gadis itu memilih meninggalkan ponsel di atas meja tanpa membalas pesan cowok itu.


kening Evelyn mengkerut saat hana memberikan ember yang sudah di ikat dengan tali tambang sepanjang 5 meter.


" elo mandinya nimba air dulu, soalnya nggak ada Sanyo. elo pergi ke belakang dulu ngisi air di bak mandi. kebetulan air di bak mandinya abis " jelas hana dengan menampilkan gigi putihnya.

__ADS_1


Evelyn mendengus, seumur - umur nih ya, gadis itu bahkan tak merasakan mandi dengan menggunakan gayung atau mandi tanpa bathtub, apalagi menimba air..ckkk.


Kesal, Evelyn membanting ember itu membuat hanna menganga,


" kok di banting sih? entar pecah loh " protes hana berkata sewot.


" nggak ada bathtub apa ? masak mau mandi nimba dulu kan capek " keluh Evelyn melipat tangan didada.


" ya terserah elo. kalau mau mandi ya sono nimba air ! disini bukan di rumah elo yang punya bath tub punya pancuran sower. disini adanya bokor. adanya ember buat nimba " sahut hana berkata sewot.


lagipula, makhluk mana yang tak sewot mendapati sikap menyebalkan Evelyn.


" ini ada apa ribut - ribut ? " tanya bapak memecah kegaduhan kedua gadis itu.


" ini nih, tamu bapak. mau mandi nggak mau nimba. pakek banting - banting ember lagi. kalau pecah gimana? kan kita yang repot. dikira harga ember murah banget apa. seharga ember itu dapet setengah kilo minyak tau. " omelnya tanpa jeda.


bapak hanya terkekeh. pelan, telapak tangannya mengacak rambut putrinya " dia tamu mu juga han, nggak sopan lho bersikap kasar seperti itu "


Mata hana melotot " ishh, " gadis itu menghentakkan kakinya kesal saat haikal melotot tajam ke arahnya, mengisyaratkannya untuk tak melanjutkan gerutuannya.


" sudah sana siapkan makan malam dulu. biar haikal yang nimba air " titah bapak mendorong pelan tubuh hana.


"untung gue baik hati, baik tujuan, kalau enggak udah gue ceburin tuh cewek kesumur " gerutunya sambil berlalu.


kaki yang hendak melangkah ke dapur jadi urung saat mendengar bunyi nada dering yang terdengar nyaring. kening hana mengkerut saat melihat sebuah ponsel mahal yang tergeletak di meja. gadis itu memicingkan mata saat melihat foto profil yang terpampang di nomor yang sedang memanggil ponsel itu.


hana memainkan jemarinya saat melihat Evelyn dan kakaknya sudah pergi ke belakang. dengan ragu, gadis itu meraih ponsel itu dan mengangkat panggilan.


suara yang pertama kali hana dengar adalah hembusan nafas panjang dari si penelpon.


" lo dimana ? " tanya shakty di seberang telefon. terdengar kesal namun ada nada kekhawatiran bersamaan.


hana meneguk ludah yang terasa kering, gadis itu memejamkan mata untuk mengumpulkan kekuatan, merasa tak enak hati karena dengan lancangnya menyentuh barang milik orang lain.


" i..ini gue shak, hana "


hening tak ada sahutan di seberang telepon. hanya ada dengusan dari bocah tampan itu.


" Evelyn di rumah lo ? " tanya shakty terdengar kesal.


hana mengangguk " iya "


tuttt


hana menjauhkan telepon saat bunyi panggilan di akhiri sepihak. gadis itu menggelengkan kepala, lalu tersenyum kecil membayangkan betapa imutnya cowok itu yang lagi mode kesal.


" hah ? " haikal terpekik saat mendengar pernyataan Evelyn yang menginginkan mandi di sungai malam - malam.


Evelyn menoyor kening haikal " jelek bangat muka lo "


haikal mengerucutkan bibir, bocah berambut pirang itu mengusap bekas toyoran lalu mengecup tangannya sendiri yang di pakai untuk mengusap itu.


" entar ketemu wewe gombel loh, masak malem - malem mau mandi di kali. hiihhh... serem ah. jan Ngadi - adi deh " protes haikal


" di rumah elo nggak ada bath tub, terus gue mau mandi dimana? kan kamar mandi lo terbuka gitu " dumelnya menatap jengkel kearah haikal.


haikal mengusap tengkuknya dengan wajah memerah karena malu. dia pun membenarkan , nggak mungkin kan kalau seorang gadis mau mandi di tempat terbuka seperti itu. yang hanya di Pagari tenda keliling.


" terus apa bedanya sama di sungai ? sama - sama terbuka kan? " tanyahaikal dengan kening mengkerut.


" paling nggak, ada airnya, terus airnya banyak. bisa berendam " kilah evelyn


" nanti elo masuk Angin ve, airnya dingin terus tadi elo kan udah ujan - ujanan. kalau lu demam gimana? " tanya haikal yang masih tak mau menyetujui keinginan gadis itu.


Evelyn berdecak, gadis itu menyeret tangan haikal dengan paksa tak peduli cowok itu meronta - ronta. saat sampai di pinggir sungai, Evelyn segera melompat ke dalam sungai.


byuuuurrrrr


haikal meraub wajahnya yang jadi basah karena terkena cipratan air sungai. cowok itu menggelengkan kepala seraya berkacak pinggang, menatap jengkel gadis yang saat ini sudah berendam di dalam sungai. walaupun airnya tidak terlalu dalam, namun cukup untuk berendam untuk orang dewasa.


" ckkk suka kadang - kadang tuh dewi onar " gerutunya lirih. lalu terkekeh saat Evelyn menenggelamkan kepala ke dasar sungai. lalu kepala itu muncul lagi ke daratan.


" nggak dingin apa ? " tanya haikal dengan posisi berjongkok melempari sungai dengan batu kecil.


" enggak, seger malah " sahut Evelyn dengan senyum lebar.


" jan lama - lama, entar masuk angin " tegur haikal yang hanya di angguki oleh Evelyn.


tak berselang lama, terlihat siluet seorang pria memakai jaket berjalan ke arah mereka. mata haikal memicing saat melihat pria itu berjalan lebar dengan raut wajah datar.


haikal tak bisa mengenali rupa wajah pria itu, karena tempatnya hanya di terangi sinar bulan.

__ADS_1


__ADS_2