
hana mengerjap dengan degupan jantung berdendang keras. wajahnya seketika pucat pasi saat perasaannya tertebak oleh darrel. enggak mau menanggung malu, hana memilih menggeleng cepat.
" s..siapa yang cemburu ? enggak yah " gagap hana membuang pandangan.
" biasa aja dong mukanya, nggak usah panik gitu " sahut darrel dengan seringaian tengil.
hana mendengus, menatap judes ke arah darrel yang masih menatapnya dengan senyum jahil.
" dih, " ketus hana.
darrel memindai tubuh hana dari atas ke bawah, mengamati dengan seksama penampilan gadis itu yang terlihat sederhana namun justru membuat gadis itu terlihat mempesona.
" elo cantik sih, tapi sayang, galak. aws " ringis darrel saat mendapat geplakan di kepala.
" tuh kan, bener gal... iya.. iya ampun " nggak jadi melanjutkan katanya, karena hana Lebih dulu menabok tangan darrel bertubi - tubi.
" coba ngomong sekali lagi, gue pithes lo sampe jadi ikan asin " marahnya hana, masih terus memukul darrel. menerjang cowok itu dengan dua tangan berusaha menggapai tubuh darrel yang berangsur mundur.
" woyy,, sakit ! " keluh darrel, berusaha menghindar dari jangkauan tangan hana.
" ciiyeeee " bukannya membantu, iqbal dan ifal malah bersorak heboh. mereka serempak tertawa gembira.
" han ! " teriak haikal. berlari cepat dan mencekal tangan hana yang hendak maju.
" apaan sih ?, nggak usah bar - bar " omel haikal, menyentil kening hana.
" ish,, tuh temen kamu yang ngeselin " sungut hana menuding darrel.
" saudara lo tuh, yang nyebelin " sungut darrel tak terima di salahkan.
" daripada kalian ribut, mending tuh, bakarannya di matengin " melenggang pergi setelah memberi perintah.
" kang ustad, ada yang lagi zina kang ustad " sindir iqbal, melirik julid ke arah shakti yang masih gelendotan manja di bahu Evelyn dengan mata memejam.
haikal menghentikan langkahnya, mengarahkan pandang ke arah tatapan iqbal.
haikal mendengus, dengan tatapan sebal. mau negur sih, tapi dia tau kalau Evelyn nggak bakal tinggal diam, daripada ribut mending melanjutkan pekerjaannya. masuk ke dalam basecamp untuk mencuci belalang yang dia tangkap di sawah.
" lah, malah pergi sih " gerutu iqbal menatap heran ke arah haikal.
" udah deh, diem aja, mending elu bikin bumbu sana ! " ifal mendorong bahu iqbal.
" ckkk " decak iqbal saat tubuhnya nyaris terhuyung.
mungkin sekitar satu jam lebih, barbaque sederhana ala mereka sudah siap di santap.
" masih ngantuk gue " keluh shakti meraub wajahnya. bahkan matanya masih menyipit dan terasa berat untuk di buka.
iqbal mencibir " orang di kelonin terus gimana enggak ngantuk "
bibir shakti mencebik, menatap jengah ke arah temannya yang kalau ngomong enggak di rem.
" makanya cari pacar, entar tau enaknya di kelonin " sahut Evelyn. santai, dia menggigit sepotong sosis yang telah di lumuri bumbu.
" ajaran sesat kok bangga " timpal hana dengan kekehan.
Padahal ngomongnya sambil ketawa, dan terkesan enggak menyinggung. Tetapi feeling evelyn yang memang sedari siang adu mulut dengan hana, jadi tersinggung. Evelyn menarik sudut bibir nya ke atas. eve tau kalau hana lagi enggak suka sama dia. jadi biarpun Evelyn berbicara se sopan mungkin hana pasti tetap akan menimpali dengan nada sinis dan mencemooh.
" gue apa adanya, enggak di baik - baikin enggak sok berakhlak mulia. jadi terserah elo mau nanggepinnya kayak apa " sahut Evelyn, dengan nada sesantai mungkin.
haikal menghentikan kunyahan, melirik sebentar ke arah hana yang udah masang wajah jutek. bahkan hana belum sekalipun menyentuh makanan di depannya. berbeda dengan Evelyn yang terlihat santai dan tak terganggu sama sekali dengan sikap hana.
" han, ambilin belalang sana di dapur ! " titah haikal, memecah keheningan.
iqbal dan ifal sendiri saling beradu lirik, mereka terdiam karena yang pasti menahan nafas dengan ketegangan itu.
karena mood nya lagi buruk sama Evelyn, yang biasanya hana nggak bakal mau di suruh - suruh sama haikal kali ini hana menurut. bangkit berdiri, melangkah lebar menuju ke dapur depan sana.
÷÷÷
bibir laura mengerucut, menatap kesal ke arah suaminya yang baru keluar dari kamar mandi. tadi siang udah tiga ronde, dan sehabis maghrib, pria itu kembali menggempurnya dua ronde. badannya udah remuk dan pegel semua, apalagi di inti bawahnya sana kerasa perih dan ngilu.
" udah di kasih enak, ya gitu " gerutu laura saat kavian memberikan kecupan jarak jauh
kavian yang lagi menggosok rambut, melirik sekilas. terkekeh saat bibir istrinya manyun lima senti.
" ngasih enak suami kan pahala " kilahnya membela diri.
laura memutar bola matanya jengah, beranjak turun untuk membersihkan tubuh. sengaja bergantian dengan kavian mandinya, karena kalau mandi bareng sudah pasti suaminya akan kembali menggempurnya.
" awss " ringis laura saat merasakan ngilu dan sakit di goa segitiga nya.
kavian berbalik badan, tangannya gesit menggendong tubuh plontos istrinya. mengantar wanita itu ke kamar mandi.
setelah mengantar laura ke kamar mandi, kavian berganti pakaian. memilih pakaian santai karena dia berniat menyusul adiknya untuk ikut menikmati hasil panggangan.
mungkin lima belas menit, laura keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya. wanita itu dengan langkah terseok mendekati lemari dan mengambil baju yang terjangkau tangannya. kavian sendiri sudah turun ke bawah, menunggu istrinya yang lagi dandan.
" kita mau kemana sih ? " tanya laura saat keduanya sudah sampai di parkiran.
" mau nyusul shakti, katanya mereka lagi barbeque' an " sahut kavian menyalakan mesin mobil.
laura hanya ber ' oh ria. tersenyum kecil saat kavian mendaratkan ciuman di kening
Lamborghini keluaran terbaru yang beberapa hari kavian, beli melaju pelan meninggalkan area parkiran.
÷÷÷
Evelyn menatap jijik ke arah semangkuk belalang yang sudah di goreng dan di bumbui. lalu tatapannya beralih ke arah shakti yang memakan belalang itu dengan lahap. enggak cuma shakti, yang lainnya pun juga sama termasuk darrel yang baru pernah memakannya.
" ini kalau di jual mahal pasti " celetuk shakti.
__ADS_1
kening Evelyn mengkerut " emang ada yang suka jual belalang ? "
Shakti mengangguk " hana kan sering jual di pasar, " jelasnya melirik ke arah hana.
hana tersenyum sembari menunduk, seneng banget kalau Shakti notice ke dia.
Evelyn menaikkan satu alis, saat melihat gelagat hana yang malu - malu meong itu.
" emang laku ? " tanya Evelyn.
hana melirik sekilas, melirik sebal ke arah Evelyn yang wajahnya kelihatan ngejek banget.
" laku lah, kadang sekilo juga laku sampe delapan puluh ribu " sahut hana dengan nada ketus.
" oh " sahut Evelyn singkat
" jangan makan banyak - banyak sayang ! makan ayamnya aja " titah Evelyn, mencekal tangan Shakti yang hendak memakan belalang itu.
shakti terkekeh, menurut saja dan mengambil sepotong ayam. Evelyn tersenyum kecil saat noda kecap menempel di sudut bibir shakti. tangan Evelyn terulur, mengusap noda itu dan menjilat nya.
haikal tersedak kaki belalang.
" uhukk... uhukkk "
cepat, hana menyodorkan minuman ke arah adiknya. hana melengos, saat Evelyn membuka mulut, menyambut suwiran ayam yang berada di tangan shakti.
pemandangan itu semua juga nggak luput dari perhatian darrel. entah lah, keadaan macam apa itu. niatnya mau bersenang - senang malah jadi galau dan bad mood.
" temen - temen, pergi aja yuk ke luar angkasa " celetuk iqbal dan di hadiahi toyoran oleh ifal.
" diem ! " sentak ifal.
" pergi aja sana !, " malah di usir oleh Evelyn.
haikal terkekeh, melihat wajah kesal iqbal. wajah yang kalai di gambarkan itu seperti bisul yang mau meletus. behahah
" siapa lo, ngusir - ngusir kita ? " sewot hana.
" awwwss " ringis hana saat lengannya di cubit keras oleh haikal.
" lo pulang aja deh ! " usir haikal.
" kok lo ngusir gue ? " sungut hana dengan mata memanas. lagi kesel, di tambah adiknya ngomong kayak gitu, jadilah kemarahannya meledak.
" yaa,, yaa enggak gitu. ini kan udah malem " kilah haikal yang menjadi gelagapan.
" kamu capek han ?. tidur aja ke tenda " bujuk shakti yang mencium bau - bau perseteruan.
hana nggak menggubris, gadis itu lebih menuruti shakti. masuk ke tenda dengan langkah lebar.
haikal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. enggak biasanya kakaknya bersikap se sentimentil itu.
" hana lagi PMS ya ? " bisik iqbal di telinga haikal.
tak berselang lama, deru mobil terdengar di halaman. setelahnya pasangan suami istri tampak berjalan ke arah para remaja itu.
" yah, di habisin " keluh laura.
Evelyn melerai jarak, gadis itu bahkan sampai berdiri. " kalian kok nggak bilang - bilang kalau dateng ? "
laura terkekeh " kejutan " sahutnya, berjongkok dan mengambil ikan bakar.
kavian sendiri memilih duduk di sebelah Shanti dan mengambil belalang goreng yang di sodorkan oleh adiknya.
" enak " ucap kavian mengundang kekehan haikal
" kalau mas mau, aku bisa tangkepin lagi. sekilo aku kasih harga dua gratis ribu " ucap haikal.
Evelyn melotot kan mata, detik berikutnya, sepotong sosis mendarat ke pipi haikal.
" enak aja ! mau meras lo ya ? tadi ngomongnya delapan puluh ribu. " omel Evelyn.
" dua ratus ribu mah nggak ada apa - apanya buat suami elo. gue nangkepnya aja sampai matanya perih " dumel haikal
" dihh " ketus Evelyn menatap julid ke wajah haikal yang memasang wajah memelas.
kavian tertawa kecil " carikan saja, nanti aku bayar berapapun "
" dih, bego ! " sungut Evelyn menatap jengkel ke arah suaminya.
haikal tersenyum puas. menjulurkan lidah saat Evelyn menatap sebal ke Arahnya.
darrel sendiri terdiam, mengamati gerak - gerik Evelyn yang kelihatan kalem dan enggak genit kaya' tadi pas sebelum kedatangan kavian.
' jadi hubungan shakti sama Evelyn sembunyi - sembunyi ? ' batin darrel bertanya.
drrttt... drrrt...
" halo " sapa darrel.
" kamu dimana ? " tanya angel di seberang telepon.
" aku lagi ngumpul - ngumpul nih mbak sama temen - temen " sahut darrel.
" temen yang mana ? " tanya angel heran, pasalnya angel enggak paham mengenai pergaulan adiknya.
" ini, ada shakti, haikal dan yang lain. ada mas kavian juga sama istrinya " sahut darrel.
" oh iya ? serius ? " tanya angel antusias.
darrel mengangguk, melirik ke Arah menu panggangan yang masih banyak " eumh, kita lagi makan - makan. mbak mau gabung ? "
__ADS_1
" emang boleh ? " tanya angel
darrel terkekeh " ya boleh dong ! sayang kan makanannya masih banyak "
" oke,, mbak dateng " sahut angel. dan tanpa menunggu jawaban adiknya, wanita itu langsung mematikan sambungan telepon
" ckkk, darrel menatap kesal ke ponselnya yang layarnya sudah menghitam.
÷÷÷
" sial " umpat Damian saat seseorang berhasil membobol akunnya.
Damian menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya. tatapannya beralih menatap ke langit - langit ruang kerjanya.
" ini gara - gara si lika bodoh itu " gumamnya kesal.
" aku harus bisa membujuk astrid untuk ikut bermain ke permainan ku " gumamnya lagi.
Damian merogoh ponsel, menekan tombol hijau ke nomor astrid yang tertera.
" halo sayang ! " sapa astrid di seberang telepon.
" halo, kamu sedang apa ? " tanya Damian
" aku lagi di luar, kenapa ? " sahut astrid.
" bisa bertemu ? aki ingin membicarakan sesuatu " ucap Damian.
hening tak ada sahutan, sepertinya astrid sedang berpikir " baiklah, tapi nggak pake lama ya "
Damian tersenyum " oke, aku ke sana ! share lok tempat mu berada "
" iya, nanti aku kirim lokasinya " sahut astrid.
Damian menarik sudut bibirnya, membentuk seringaian iblis. pria itu menarik ponsel setelah astrid mematikan sambungan telepon.
" wanita bodoh " gumamnya lirih.
mungkin sekitar dua puluh menit, Lamborghini berwarna merah yang Damian bawa, berhenti di depan gedung pusat perbelanjaan kesohor yang menyediakan berbagai merk brand terkenal.
Damian menuruni mobil dan melangkah masuk ke dalam langkah lebar, sesekali menyunggingkan senyum saat beberapa pengunjung melirik takjub ke arahnya.
umurnya memang enggak lagi muda, tetapi pesonanya patut di kasih nilai, eumh sembilan puluh persen lah. selain wajahnya yang memang nggak sesuai umur, tubuhnya juga tinggi dan kekar. wajar saja, setiap berpapasan dengan betina, para betina itu akan meneteskan liurnya.
" hay ! " di sofa yang terletak di pojok ruangan, astrid melambai dengan senyum sumringah.
Damian berusaha mengukir senyum walaupun terlihat kaku.
" sudah lama di sini ? " tanya Damian setelah mendudukkan pantat ke samping astrid.
" belum, paling baru beberapa menit " sahut astrid sembari awas menatap satu persatu tas yang bertengger di lemari kaca.
" kau suka itu ? " tanya Damian menuding ke arah deretan tas mahal yang terlihat mengkilap dan berkelas
astrid mengangguk cepat " ya, tentu. " ucapnya mantap.
" silahkan pilih yang kamu mau, nanti aku bayar " ucap Damian.
astrid tercengang " itu mahal sayang "
Damian terkekeh " itu nggak akan mengurangi kekayaan ku "
astrid tersenyum lega, beranjak bangun dan berjalan ke arah lemari kaca itu. astrid memilih salah satu brand dari brand yxL yang booming si kalangan borjuis di era gempuran berbagai brand terkenal lainnya.
" selera mu bagus juga " komentar Damian, membolak - balik tas berwarna hitam yang berharga jutaan itu.
damian menarik diri, berjalan ke arah kasir dengan gaya cool untuk membayar tas itu.
" dua puluh lima juta pak " ucap sang pelayan.
astrid melotot kan mata dengan tangan yang menutup bibirnya yang terbuka. tatapannya beralih ke arah Damian yang merogoh sesuatu di dalam sakunya. mata astrid kian melotot saat satu kartu berwarna hitam telah mendarat di tangan mbak kasir
" ini mahal sayang, kenapa tetap di bayar ? " protes astrid yang melihat wajah Damian begitu santai seolah tak merasa keberatan sama sekali, kantongnya terkuras puluhan juta.
" buatmu apa sih yang enggak " sahut Damian membuat astrid tersipu.
÷÷÷
laura dan Evelyn menatap jengah ke arah angel yang memepedkan tubuh ke samping kavian. laura segera menarik tangan kavian, merapatkan tubuh suaminya hingga menempel bahunya.
" aku udah kenyang, sayang ! ayok kita pulang " rengek laura.
" loh, aku kan baru dateng kav, masa' langsung di tinggal ? " protes angel dengan bibir manyun di buat segemas mungkin.
" dih,, kan ada adikmu ada yang lain juga " ketus laura.
Evelyn mengulum bibir, menahan tawa saat melihat raut tak bersahabat dari wajah kakak madunya itu.
" sayang, nanti dulu ! aku mau membicarakan sesuatu dengan darrel " bujuk kavian dengan tangan mengelus bahu telanjang laura.
" jangan lama - lama " sewot laura, melirik ke arah angel yang sekarang ini tersenyum puas.
kavian menganggukkan kepala, beranjak bangun dan mengekor langkah darrel ke dalam basecamp.
darrel membuka tasnya, mengambil laptop dan melegakannya di atas meja ruang tamu.
Dengan tergesa - gesa, darrel membuka laptopnya lalu masuk ke aplikasi yang darrel gunakan untuk membajak akun
" gen corporation " ucap darrel membuat kening kavian mengkerut. pasalnya, baru pertama kali ini dia mendengar pertanyaan itu.
" perusahaan apa itu ? maksudku perusahaan ya g bergerak di bidang apa? " tanya kavian.
__ADS_1
darrel mengedikkan bahu " enggak tau mas, karena setelah aku search di mbah pencarian, nggak ada ulasan atau artikel yang menjelaskan tentang gen corporation itu. aku rasa itu perusahaan yang di gunakan khusus untuk membuat laman yang di buat khusus oleh akun anonim. " tebak darrel.
kavian tampak berpikir. ada benarnya juga sih, soalnya dari kemarin dia nggak nemu pemilik akun anomim itu. dan dari kesimpulan yang ia buat, bisa di pastikan kalau ada orang yang sengaja membuat akun itu untuk mengacaukan karir perusahaannya.