Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
Kemana suamiku ?


__ADS_3

Kavian menepikan mobil di sisi jalan. tepatnya di jalan pertigaan yang terletak di dekat taman kota.


Kavian menuruni mobil, menatap awas para pedagang kaki lima yang menjual beraneka ragam jenis makanan. Mulai dari sate, Bakso, Ada martabak dan lain sebagainya.


Kavian menghela nafas berat, celingukan ke kanan dan kekiri sebelum nyebrang jalan. Pria tampan paripurna itu berjalan santai dan berdiri di antrian paling belakang di area penjual martabak. Kavian melongok, mengamati kaca gerobag. mendesah saat membaca list Menu rasa martabak, tak ada rasa durian di sana.


" Apa martabak se'enak itu ? sialan " Gerutu kavian saat beberapa saat lamanya antrian tak kunjung berkurang. bahkan di belakangnya muncul beberapa antrian.


Kavian merogoh ponsel saat kantong celana nya bergetar


" Hallo " sapa nya.


" Pak de " Sahut Evelyn


Kavian berdecak " Apa lagi ? "


" Nggak jadi martabak. Aku pen rujak. tapi penjualnya janda " cerocos Evelyn


Kavian ternganga " Apa ? Kau pikir aku harus mencari kemana seorang janda yang menjual rujak " Sungut kavian.


Evelyn berdecak " Enggak mau tau "


Tutt


" Halo "


Kavian menghentakkan kaki kesal " Dasar bocah badung "


Kavian meninggalkan antrian. terpaksa menuruti kemauan ibu hamil rusuh satu itu. Takutnya kalau tak di turuti, sumpah wanita itu akan terjadi. anaknya ileran. Behahah


÷÷÷


" Back, where are you going ? ( Back, kamu mau kemana ? ) " Heran Shakti saat back mengemasi pakaian.


" I will to go home because my grandma sick ( Saya akan pulang karena nenek saya sakit ) " terang back


Shakti memainkan jari, dia enggak mau di tinggal back karena takutnya kelly akan menerobos sesuka hati ke kamar. Dia pernah melaporkan kepada dark, namun pria bule itu tak menggubris aduannya. Dan yang membuatnya kesal adalah Ponselnya di raib oleh gadis bule menyebalkan itu. Shakti bukan typical cowok penakut, tetapi dia nggak mau mencari masalah karena dia disana merupakan murid baru. dan pada umumnya, murid baru jika berbuat sedikit saja kesalahan akan mendapat hukuman berat. itu peraturan asrama tidak bisa di ganggu gugat.


Kelly gadis yang licik dia juga menggunakan kekuasaan ayahnya untuk memenuhi semua keinginannya.


" Back " Rengek Shakti.


Back menghela nafas. sedikit dia tau tentang keresahan shakti karena di sering mendengar keluh kesah shakti.


" come on. It just two day ( Ayolah, hanya dua hari ) "


Shakti menekuk wajah, mendudukkan pantat kasar di ranjang.


" Go ! " Ketus shakti.


Back terkekeh " Bye ! "


Shakti mendengus, menatap kesal tubuh back yang hilang dari pandangan.


Mata yang hampir terpejam jadi terbuka lebar, saat suara derit pintu terbuka.


Di ambang pintu, Kelly tersenyum manis. Berjalan mendekat ke arah shakti yang menatapnya dingin.


" Go ! ( Pergi ! ) " Titah shakti dingin.


Bibir kelly mengerucut " Why ? ( Kenapa ? ) "


" Go ! ( Pergi ! ) " Kali ini nada Shakti mulai meninggi.


Kelly terbahak.


" Do you think, i will obey you ? ( Apakah kamu pikir, aku akan menurutimu ? ) " Kelly membungkuk.


Shakti menatap nyalang wajah kelly yang hanya beberapa inci dari wajahnya. Harum vanilla membuat dari tubuh gadis itu. aromanya sangat menyengat dan shakti merasakan ada yang aneh dalam tubuhnya. Tenggorokan shakti tercekat dengan tangan terkepal. Sebisa mungkin dia harus mengendalikan diri. Kelly menyeringai, mendudukkan pantat dan memeped tubuh shakti.


" Brengsek ! " Kesal shakti.


Kedua alis kelly menaut, Tak paham dengan bahasa Shakti. Tapi melihat wajah shakti yang memerah kesal, dia tau kalau cowok asal indonesia itu sedang mengumpat pdanya. Kelly Justru melayangkan senyum menggoda, suka sekali wajah shakti yang merah padam. karena itu menjadi daya tarik sendiri. Tangan kelly terulur untuk menyentuh pipi shakti


plak !


Shakti menepis kasar tangan kelly, beringsut menggeser tubuh sampai mentok ke tembok.


Kelly terkekeh " Cute "


Secepat kelinci, Kelly menerjang tubuh shakti menindih cowok itu dan menggesek area bawah tubuhnya.


" I know you want it ( Saya tahu kau menginginkannya ) "


" Get away from me, b*tch ( Menjauh lah dariku, p*lac*r ) " berang shakti mendorong kasar tubuh kelly.


" Aargghhh " pekik kelly yang terpental dan merasakan sakit di bagian punggung.

__ADS_1


" Anybody help me, please ! ( Siapapun bantu aku, tolong ! ) " Teriak kelly


" Help me ! ( Tolong aku ! ) " Teriaknya lagi, kencang.


Shakti membelalak. secepat kilat cowok itu melompat, membekap mulut kelly yang terus berteriak.


Selang beberapa detik, terlihat penghuni asrama berbondong - bondong menghampiri kamar shakti.


Shakti di buat panik, beringsut menjauh dari tubuh kelly.


" Dark " Kelly berlari, memeluk lengan dark seraya tergugu.


" What happened ? ( apa yang telah terjadi ? ) " tanya dark datar.


" He wants to abusse me ( dia ingin melecehkanku ) " Sahut kelly parau.


Shakti melotot tak terima


" No. she came to my room and suddenly hugged me. she seduced me. Help ! trust me, i had married and can't possibly attract to her. she is bad girl, i don't like her ( Tidak. dia datang ke ruangan ku dan tiba - tiba memelukku. dia menggoda ku. tolong ! percayalah, aku sudah menikah dan tak mungkin tertarik dengannya. dia gadis jahat, saya tak menyukainya ) " kilah Shakti.


" What ? " pekik kelly dengan mata melotot, terkejut mendengar pengakuan shakti yang sudah menikah.


" Thats true, kelly ( Itu benar, kelly) ? " Dark memicingkan mata,


Kelly gelagapan " You trust him? ( kau mempercayainya ? ) " Tuding kelly tepat di wajah dark.


Dark diam saja, dan kebungkaman dark membuat kelly murka.


" I will tell my father, dark ( saya akan memberitahu ayah saya, dark ) " Berlalu pergi dari kumpulan cowok yang mengepung . menabrak tubuh mereka dan menerobos begitu saja.


Dark mendengus, menatap jengkel tubuh kelly yang berlaru dari pandangan. tak perlu menjelaskan pun, dark akan tahu siapa biang rusuh sebenarnya. tetapi apalah daya, dark hanya seseorang mahasiswa miskin yang bertopang hidup lewat kekayaan ayah kelly, donatur utama asrama.


Dark mendekat ke arah Shakti. menepuk pundak shakti dengan tatapan iba.


" Be carefull ! She is very bad. Tell me if you need something ( Hati - hati ! dia gadis yang sangat jahat. beritahu aku jika kamu membutuhkan sesuatu ) "


Shakti mengepalkan tangan. jujur saja dia tak terima di perlakukan tak adil seperti itu. tapi apalah daya, di negara ini dia tak punya kekuasaan penuh. dan sialnya lagi, kelly memegang kendali masalah busuk ini.


Kelly Arabel Gaurent adalah putri tunggal dari pasangan Jorce Kwen Gaurent dan Hazeline Arabel Dyonce. Jorce sendiri adalah seorang menteri yang menikahi hazeline yang merupakan putri dari raja Albert dyonce. Dan kekuasaan penuh negara britany saat ini dipegang oleh Dyonce. Dan jelas saja, kekuasaan penuh negara inggris berada di genggaman kelly yang bergelar sebagai tuan putri.


÷÷÷


Hari Demi hari Evelyn jalani dengan murung. Enggak cuma kehamilannya yang acapkali membuatnya lemas dan mood memburuk, tetapi kehilangan jejak suaminya membuatnya galau.


" Honey " gumam Evelyn menatap sendu foto suaminya


Evelyn menunduk, saat sesuatu terasa bergerak di perut. usia kandungannya sudah menginjak enam bulan, jadi sudah ada pergerakan baby yang terasa kuat.


" Sebenarnya aku pengin ngasih tau loh ke kamu, kalau kamu bakalan jadi ayah " Evelyn menyeka pipinya basah, masih menatap perut yang terasa bergerak, bahkan ada cap lima jari yang Evelyn yakini adalah kaki anaknya tercetak jelas di balik perut buncitnya.


" Hay Baby, sapa ayahmu " Menyodorkan foto shakti tepat di depan pusar.


" Hello daddy, sebentar lagi aku keluar loh. Daddy kapan pulang? " Evelyn menirukan gaya bicara anak - anak


Evelyn tertawa kecil, menertawakan kekonyolannya yang lagi gabut itu.


" Honey, kamu baik - baik aja kan di sana ? " Tanya Evelyn ke foto yang tak mendapat sahutan sama sekali.


Evelyn mendesah, meletakan bingkai foto ke nakas. Usia kandungan memang baru enam bulan tapi badannya udah mulai berat dan susah untuk tidur. Berat badan Evelyn pun sudah menambah dan tampak berisi. jadi dia agak kesusahan untuk berjalan. Fase ngidam sudah terlewat dan sekarang sedang lagi di fase susah untuk tidur dan kadang badan pada pegal.


Evelyn menuruni ranjang, berjalan pelan dengan tangan memegang perut bawah yang kerasa nyeri.


" Mbak "


Evelyn berdiri di kamar laura, mengetuk pintu sebanyak beberapa kali.


Tak berselang lama, kamar laura terbuka, menampilkan sosok laura yang terlihat acak - acakan karena baru bangun tidur. Laura bisa di bilang ibu hamil yang beruntung karena enggak mengalami fase ngidam dan keluhan - keluhan lainnya.


" Hoamm.. kenapa ? "


" Pak de Udah pulang ? " Yang di maksud Evelyn kavian.


Laura menggeleng. " Belum. kamu butuh sesuatu? "


Evelyn menggigit bibir " Cuma pen minta tolong buat nyari kabar Shakti "


Laura menghela nafas, menarik tangan Evelyn untuk masuk kedalam.


" Kata papih efras ?di asrama, Shakti nggak boleh pegang ponsel dan entah kesalahan apa yang shakti perbuat sampai dia nggak di izinin untuk ketemu keluarganya. Shakti di sana sedang berjuang, kita do'akan yang terbaik yah "


Evelyn mencelus hatinya. tak bisa membayangkan nasib suaminya yang berada di negara orang, namun bak berjuang menapaki duri di atas hamparan padang. begitu perih dan sakit.


" Kenapa papih enggak tuntut pihak asrama ? " Kesal Evelyn. dia tak terima suaminya di perlakukan seperti itu.


" Sudah, tapi mereka mengancam akan menjebloskan shakti ke penjara " Terang laura


" Apa ? " pekik Evelyn.

__ADS_1


Laura mendesah " Sebenarnya mas mu ingin berkunjung ke sana, ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi. tapi disini masih sibuk. mungkin setelah kavian junior launching, mas mu baru terbang ke inggris "


Evelyn menunduk, perlahan bulir bening nya jatuh menetes ke lantai. Semenjak kehamilan, dia jadi sentimentil. dan rindu menggebu terhadap suaminya makin intens. bagaimana tidak, dia hamil tanpa dampingan suaminya jelas seperti hidup tak memiliki nyawa.


Laura mengelus rambut hitam legam Evelyn " Yang sabar yah, mungkin ini ujian untuk kalian berdua. Mbak sama mas janji akan membantu sebisa mungkin "


÷÷÷


" Rel " Seru hana di gerbang sekolah.


Darrel menoleh kebelakang, membelalak lebar saat siluet kekasihnya berdiri di ambang gerbang. semua mata tertuju ke arah darrel begitupun juga beberapa guru yang berlalu lalang.


Darrel melangkah cepat, menghampiri hana.


" Sayang " celingukan ke sekeliling


" Hana mengembangkan senyum, tangannya terulur menyodorkan rantang.


" Di makan yah, aku buatin khusus loh buat kamu " Ujar hana


" Kamu kesini cuma mau ngasih ini doang ? " Sahut darrel dengan wajah jengah.


Hana memasang wajah muram. di tatap nya darrel dengan tatapan kecewa.


" Kalau enggak suka tinggal di buang ajah. Asal kamu tahu ya, aku buat ini pagi - lagi buta. Taik " Hana mendorong kesal dada darrel.


Hana melenggang pergi dari gerbang, Menyeberang jalan dengan tergesa - gesa.


Darrel terpaku mendapat semburan hana. Rasa penyesalan menyusup ke dada saat siluet tubuh hana menjauh dari pandangan.


Darrel reflex menampar bibirnya yang sudah los dol menikam hati kekasihnya yang notabennya bersifat sentimentil.


" Mulut taik " kesalnya, berulang kali menampar bibir.


Darrel enggak mengejar langkah hana karena gadis itu seperti kijang, melangkah cepat bahkan sekarang tubuh gadis itu sudah hilang di balik angkot.


" Ashhh " Darrel mengacak rambut belakang, melangkah pergi menuju ke ruang kelas.


Darrel tersenyum tipis, memandangi rantang Stainles dua susun.


" Sweet juga calon istriku. Maaf yah suka kepleset nih mulut " Gumamnya.


Darrel membuka rantang pertama, tersenyum kecil saat Nasi yang berada di dalam rantang di buat Estetik. Nasinya di bentuk bundar dengan dua potong telur rebus sebagai mata sedangkan untuk bibir sendiri pakai tomat.


Darrel membuka Rantang di bawahnya. keningnya mengerut saat ada sebuah benda pipih panjang berukuran kecil berada di atas rendang sapi.


" Apa nih ? " gumamnya membolak - balik benda itu.


Anya yang sedari tadi memperhatikan melotot lebar, gadis itu merebut benda itu


" Ajegele lu rel, siapa yang bunting ? " Tanya nya dengan suara keras.


Darrel celingukan, mendadak panik saat beberapa temannya mengalihkan atensi terhadapnya.


" Brisik banget lu, taik " Omelnya menggunakan jargonnya Hana, taik.


Anya memicingkan mata, menatap wajah darrel penuh selidik " Lu buntingin anak orang ? " Bisiknya.


Darrel merebut benda itu, menatap lamat - lamat benda panjang berukuran kecil itu yang mana tertera dua garis di tengah - tengah.


" Ini apa ya? kek pernah lihat "


Anya menabok lengan darrel " itu tespeck dodol. Lu dapet darimana rantang itu ? jan bilang dari hana ? "


" Iya lah dari calon istri ku " aku darrel, bangga.


Anya manggut - manggut " Berarti Lu udah tahap ngocok lubang cacing? " Tudingnya ke wajah darrel.


Darrel gelagapan, melirik ke kanan dan ke kiri.


" Jan kenceng - kenceng dong "


Anya terbahak, menabok lengan darrel kembali.


" Perasaan, gue yang sering celap - celup napa gue kagak bunting - bunting ya ? "


Darrel terkekeh " Deon enggak jago bikin anak. kek gue dong sekali celup langsung jadi " Akunya, bangga.


Anya melirik ke arah haikal yang berdiri di belakang darrel dengan tatapan nyalang, meneguk ludah saat melihat ekspresi haikal yang ngampet marah.


" Rel " lirih anya


Darrel menaikan alis, masih cengengesan membayangkan malam panas itu bersama hana.


Anya menuding ke belakang, dan spontan darrel jadi menoleh ke yang di tunjuk anya.


" Kal "

__ADS_1


Bugh !


__ADS_2