Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
Eps. 43


__ADS_3

pukul delapan malam, dua remaja yang katanya habis dating itu, baru menginjakkan kaki di halaman rumah. mereka berdua berjalan beriringan, melangkah pelan sambil celingukan, menatap was - was ke setiap sudut ruangan. berharap enggak kepergok jalan berdua, seperti waktu lalu.


keadaan rumah sudah sepi, karena penghuni rumah sudah berada di dalam kamar. begitu pun juga dengan art yang sudah ngandang di kamar. berghibah ria, atau sekadar menonton televisi.


Di anak tangga kedua, shakti mengkode evelyn, menuding ke pintu kamar untuk masuk. Evelyn mengangguk, kembali celingukan ke ruang tengah. memberikan ciuman jarak jauh saat keadaan ruangan benar - benar lengang.


shakti menggeleng dengan kekehan , tak habis fikir dengan sikap kekasihnya yang suka terang - terangan, mengekspresikan perasaan. Memang manis sih, tapi dia belum pernah pacaran, jadi geli sendiri kalau liat gadis itu bertingkah agresif. tepat di anak tangga ke empat, Langkah kaki shakti terhenti, bocah itu membuang muka saat matanya bersi bobrok dengan mata kakak iparnya yang tertua.


Shakti cekikikan sampai ngik - ngik, bahkan memegangi perutnya yang menjadi keram. di ujung tangga sana, laura berdiri dengan tangan bersedekap, matanya menatap tajam ke arah adik iparnya yang udah berbalik badan sambil jongkok, membekap mulut agar tak meledakkan tawa.


bukan gendeng, bukan stres, ketawa sendiri. masalahnya, wanita itu lagi pakek cream masker berwarna putih, yang hanya menyisakan mata dan bibirnya yang nggak ke tutup masker. hanya melototin dan diem, serta rambutnya di gerai. Tapi bayangan shakti, itu persis kayak mak gombel yang lagi kena sariawan.


Shakti melanjutkan langkah menaiki tangga. menunduk saat Melewati kakak iparnya yang masih berdiri di ujung tangga. well, keberuntungan berpihak kepada cowok itu, karena laura nggak ngomong apa - apa. Matanya hanya menatap awas, mengikuti punggung shakti yang perlahan menghilang di balik pintu.


laura termenung sambil memainkan bibir, seperti memikirkan sesuatu yang menurutnya janggal. wanita dengan lingerie berwarna putih itu berjalan cepat, menjegal pintu kamar yang hampir tertutup.


" ada apa mbak ? " bibirnya di gulung, ngampet ketawa pokoknya. dan itu nggak enak banget loh ya.


laura bergeming, bibirnya tertutup rapat. nggak menjawab, karena lagi fokus memperhatikan leher shakti yang bentol - bentol gede. yang pasti wanita itu paling tau, bahkan ahlinya . bentol - bentol yang menurutnya bukan tergigit nyamuk, lebah, kalajengking, atau yang lainnya.


" cip*k ya ? " laura menuding ke bagian yang merah - merah itu. suaranya nggak terlalu jelas Karena dagu wanita itu di pegangin. takut, maskernya retak.


wajah shakti membeku, jantungnya berguncang. pelan, kepalanya bergerak menggeleng. Shakti mengalihkan pandangan, dengan tangannya yang terulur mencengkeram Kerah seragam untuk menutupi lehernya.


" siapa ? " laura menaikkan dua Alis Dengan dagu terangkat.


pertanyaan yang singkat, padat, dan bermakna itu kembali membuat jantungnya berguncang. Kalau diukur, setara dengan sembilan amplitudo getarannya. Keringat dingin juga nggak mau tertinggal, nyelonong keluar, mengendap di sela kulitnya.


" siapa ? apanya ? " berpura - pura memasang wajah polos, itulah andalannya untuk mengelabuhi kakak iparnya yang lugu dan baik hati itu.


laura berdecak, maskernya jadi beneran retak. kali ini wanita itu nggak bersikap lugu, bahkan wanita itu menatap kesal wajah sok polos adik iparnya.


" ckkk, sok nggak ngerti "


shakti tersenyum canggung " di gigit lebah " dustanya.


laura menggeleng, nggak percaya Sama kebohongan yang shakti lontarkan. bagi Kalangan dewasa, itu sangat kentara kalau bercak kemerahan itu adalah bekas cip*kan


" no, don't lie to me . i'm sure this is cip*k " matanya kembali melotot. membantah keras alasan shakti.


shakti mendesah, tangannya menggaruk sisi kepala yang beneran gatal. nggak Langsung menjawab, shakti lebih dulu melipat bibir. kembali menggaruk tengkuk nya lagi Karena jadi Salah tingkah.


" mbak, maskernya retak " shakti menuding wajah kakak iparnya yang memang terlihat kayak cangkang telur pecah. bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan.


laura mendengus kesal. " nggak usah belok ke singapura untuk mengalihkan masalah di indonesia. Nggak mempan tau nggak? Memangnya, mbak mu ini bocah paud, yang gampang di bodohi, hm? tak bilangin mas mu ya, biar di lempar sekalian ke pesantren " omelnya Dengan wajah terlihat garang Sampai kedua Matanya menyipit.


shakti nyengir kuda, " kaya nggak pernah Muda aja mbak. pengin coba - coba hal Baru mbak. biar nggak penasaran . "


detik berikutnya getokan tangan mendarat ke kepala shakti " awwsss" bibir shakti manyun Dengan wajah yang dibuat se nelangsa mungkin.


" mau olimpiade mbak, entar otak emas ku ilang Satu ons" protesnya.


laura memutar bola Mata Jengah " ayo Katakan, gadis mana yang berani menyentuh mu, hm? "


shakti tersenyum. menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya yang udah kayak jerawat mau meletus saat mengingat event kissing tadi siang.


" rahasia " ucapnya sembari mendongak. lalu menutup paksa pintunya, saat kakak iparnya lengah.


brakkk


laura terlonjak mundur, wanita itu jadi misuh - misuh, marah - marah Sama pintu.


" dasar bocah nakal. nanti embak ruqyah kamu empat puluh hari , empat puluh malam. huh " melenggang pergi setelah selesai ngomel.


÷÷÷


pak kusno merebahkan punggung ke kursi panjang. kepalanya mendongak menatap Atap rumah yang atapnya udah menghitam.


kayu atapnya juga udah pada keropos. Kalau kena angin besar kadang bergoyang.


pak kusno menghela nafas panjang . memaklumi sikap istrinya yang nekad pergi Dari rumah. mengingat begitu peliknya kehidupan ekonominya. nggak jauh berbeda Dengan rumah yang ada di semarang, bisa di bilang rumah yang disini, di Jakarta jauh lebih baik.


pak kusno menolehkan kepala, tersenyum kecil saat putri cantiknya membawa segelas Kopi.


" ramai ya pak pelanggannya? " hana ikut duduk, mensejajari bapaknya.


" alhamdulullah lumayan Han, sebenarnya sih udah tadi sore . tapi bapak mampir dulu ke rumah teman " curhatnya


kening Hana mengkerut " teman? "

__ADS_1


bapak mengangguk, tangannya terulur mengambil gelas, menuanng sedikit kopi yang masih mengepul itu ke at as Lambar " Iya, teman sma dulu. "


tak berselang lama haikal keluar, tangannya menurunkan kopyah menyantelkan kopyah itu ke paku yang tertancap di tembok.


" Baru isya Kal? " tanya bapak, Matanya melirik ke jam bulat di dinding yang menunjukan pukul sembilan malam.


" Iya, abis dari rumah Darrel dulu tadi , diajak makan bakso rame - rame " Satu fakta lagi, sari Dan pak kusno juga satu angkatan pas masih jaman SMA..


" ada acara apa memangnya? " biasanya kalau keluarga sari ada event, mereka pasti bakal ngadain syukuran entah itu hanya sekedar makan bakso ataupun syukuran Besar - besaran. jadi ini alasan bapak nanya kayak gitu.


" Darrel nggak jadi married " sahut haikal mengambil rokok bapak yang tergeletak di atas meja.


bapak Dan hana beradu pandang, jelas sekali wajah mereka kelihatan bingung. bahkan mereka berdua Kompak menautkan Alis.


haikal terkekeh, memantik rokoknya dengan Korek api. detik berikutnya asap mengepul di udara. sedangkan bapak Dan Hana masih menatap bingung. menunggu jawaban yang akan terlontar dari bibir cowok Itu.


" Terus apa jurig? " Hana nabok lengan haikal Karena kesal adiknya itu nggak melanjutkan kata - Katanya.


haikal melotot galak, tangannya bergerak mengusap Kulit yang kerasa panas dan perih akibat ulah kakak kembarnya.


cowok itu menegakkan tubuh, mulai bercerita seluk - beluk peristiwa yang menimpa keluarga darrel dari awal sampai akhir.


bapak tertawa kecil, menggeleng karena Ada gadis remaja yang pikirannya udah liar, Dan memiliki ambisi yang nggak sehat.


" berarti penikahannya di batalkan ? "


" ya iyalah pak, siapa juga yang mau sama cewek uler kaya dia " sungutnya, Dengan wajah kesel, serupa kayak hatinya yang dongkol banget Sama kelakuan cindy.


hana menggeleng, nggak nyangka juga Sama anak yang masih bau kencur tapi kelakuannya udah kemana - mana. " gue sesama cewek aja malu Sama kelakuan dia. ckkk, padahal pendidikannya tinggi tapi kaya orang nggak pernah di didik "


bapak mengelus rambut hana, tangannya terulur mencubit pipi putrinya. " sudah, jangan bergosip. katanya kamu mau bantuin bu indri antar catering. "


hana menepuk keningnya. bibirnya manyun karena kelupaan sama pekerjaannya " untung bapak Ngomong " gadis itu langsung berlari ke dalam kamar.


" loh pak, anterin catering malem - malem ? " Tanya haikal, menoleh saat Hana berpamitan mencium punggung tangan bapak.


" najis banget, elah " dumelnya saat kebiasan iseng hana, mencium pipinya.


kesel aja sama kelakuan kakaknya yang Lima menit lebih Tua darinya itu. walaupun saudara tetep aja risih Kalau dicium, apalagi mereka berbeda jenis kelamin.


bapak tertawa, lalu mengangguk saat hana menyalakan klakson motor.


haikal manggut - manggut " pak, besok kalau udah lulus aku nggak usah kuliah aja ya pak?


" kenapa? katanya kamu terpilih jadi Salah satu penerima beasiswa ? "


haikal menunduk, menggaruk tengkuk Karena bingung juga. disisi lain dia kepingin lanjutin, di sisi lain dia juga nggak tega Kalau bapaknya terus - terusan Banting tulang, biayain dia sekolah. apalagi tahun depan Hana juga mau di sekolahkan. nggak mungkin juga dia tega membiarkan bapak membiayai kedua anaknya dari penghasilan Yang tergolong pas - pasan.


iya sih, dia kerja. tapi gajinya juga nggak seberapa karena dia kerja cuma di sift malam.


" biaya semester dan lain - lain emang gratis. tapi nilai ku kan harus kayak tinggi badan ku, naik terus "


bapak yang paham sama kebimbangan putranya lantas menepuk bahu haikal " Sudah tugas bapak menjadi orang tua menafkahi, mendidik anaknya. justru bapak akan terbebani Kalau anak - anak bapak kekurangan ilmu. percayalah nak, rezeki sudah ada yang mengatur. sudah punya takarannya sendiri - sendiri. lagipula, bapak yakin sekali, kamu bisa mempertahankan nilaimu. kamu anak yang cerdas. yang giat belajar. hanya saja, bapak minta, rubah sifat urakanmu. "


mata haikal memanas, bocah itu merengkuh tubuh bapaknya yang semakin hari semakin kurus" aku janji, aku akan belajar Dengan giat, agar suatu Saat aku menjadi orang yang sukses yang membanggakan. aku bakal kasih kehidupan yang layak untuk bapak Dan hana."


bapak tersenyum haru, menepuk punggung haikal yang sudah berguncang " bapak selalu doakan yang terbaik Nak. bapak nggak kepengin yang muluk - muluk. bapak cuma minta, setelah sukses nanti, kamu jadi anak yang tetap rendah hati dan selalu ingat Dengan tuhan "


haikal mengangguk, mempererat pelukan Saat mendengar nasihat bapak yang begitu menyentuh hati terdalamnya.


÷÷÷


klunting !


Shak _ bara


shakti mendongak menghentikkan gerakan tangannya di atas buku. tersenyum kecil saat notif pesan aplikasi hijau tertera di layar.


Hm


Di kamar bawah sana, evelyn berdecak. menggetok - getok layar ponselnya. keselnya sih Sama si pengirim pesan, tapi yang di pukul hp nya, ck.


beginilah kalau punya pacar yang belum pernah Sama sekali merajut hubungan Asmara, ya begini. nggak asyik, nggak bisa basa - basi melempar kata - kata Manis.


kangen


Dan ya, seperti biasa, evelyn yang selalu memulai jurus bermanja.


shakti terkekeh. cowok itu jadi menutup bukunya. meletakkan bolpoint ke tempatnya.

__ADS_1


tangannya terulur, menyambar ponselnya Dan membawa ikut Serta ke atas kasur empuk.


tadi udah ketemu,


" elu nggak ada manis - manisnya ya ! coba balesnya, aku juga kangen sayang, sweety, atau ketemu di Mimpi yuk, atau apalah. Herman gue.. Ada ya seorang pacar se kaku elo " marah - marah ke layar HP. yang jelas cuma sia - sia, Karena shakti nggak bakal dengar. tapi aseli, evelyn rasanya pengin gigit, pengin unyel - unyel mukanya do'i yang polos Dan imut itu.


evelyn merengut kesal, menatap chat room yang bertuliskan mengetik..


ting !


Cepat, evelyn menunduk


do you like honey?


kening evelyn mengkerut. namun, jarinya tetap bergerak mengetik balasan.


yes, I do


mengetik...


you can call me, what are you want


evelyn mengulum bibir. Jadi artinya, cowok itu menginginkan panggilan khusus?


so, my honey ?


shakti membalik tubuh, jadi tengkurap. tersenyum puas , saat gadisnya menyebutkan kata Manis itu.


good girl, BARA


evelyn menautkan Alis, kepalanya sampai mundur. mencerna balasan shakti yang membingungkan Itu.


" non ! "


tangan yang hendak mengetik jadi terhenti Saat mendengar landung memanggilnya.


" Apa? " bertanya setelah kepalanya menoleh.


" ada penjual sate di depan, mau beli nggak ? " tawar Landung.


evelyn mengangguk girang, bahkan sampai meloncat dari kasur. evelyn mengekor Landung keluar menuju ke jalan raya. Tepatnya, di seberang gerbang.


" kang, satenya dua porsi ! " kata landung berdiri di samping kang sate.


mas sate melirik ke arah evelyn yang memegangi lengan telanjang nya. kang sate menyunggingkan senyum. tak berniat menegur karna mereka nggak mengenal.


mungkin sekitar dua puluh menit, pesanan mereka telah selesai di bungkus.


" matur suwun ! "


landung meraih bungkus plastik sate yang di sodorkan. Setelahnya, landung menggandeng evelyn, menuntun gadis itu untuk menyeberang jalan.


tepat di ruang tamu, kavian sedang duduk, berdampingan dengan istri tuanya.


nggak ada reaksi apa - apa, karena evelyn nggak memiliki rasa apapun kepada suaminya.


" ve, " panggil laura


evelyn membalikan badan, mengerutkan kening saat laura berjalan ke arahnya.


" beli apa? " laura melirik plastik putih di tangan Landung


" sate " jawab evelyn singkat.


" Besok ada waktu ? " tanya laura,


" sekolah kan ? " jawab Evelyn datar.


laura membalik setengah badan, menghadap suaminya yang lagi sibuk di depan layar laptop.


" hon, besok aku ajak evelyn ya ! buat persiapan minggu depan. perayaan ulangtahun perusahaan "


" terserah kamu saja, yang penting gadis itu nggak mengacau " jawabnya tanpa menoleh.


evleyn mendengus, menatap jengkel kearah suaminya yang kelihatan santai, nggak ngerasa salah sama sekali.


" males ! "sahut Evelyn.


laura mengerucutkan bibir " aku nggak punya teman berdiskusi lho, rencananya mau bahas dekor gedung. mau ya ! " laura sampai menggenggam tangan Evelyn. lebih tepatnya merayu sih. mata kecilnya sampai berkedip - kedip.

__ADS_1


" kita lihat besok ! " jawabnya. lalu nyelonong pergi masuk ke kamar.


__ADS_2