Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
pasutri ngambek


__ADS_3

bukk


buku paket yang berada di tangan shakty meluncur begitu saja. badannya lemas dengan degupan jantung nya bersalto - salto. mata shakty melotot lebar menatap tak berkedip penampakan dua manusia yang sedang bercumbu di depannya. Ada perasaan marah, kecewa, tapi nggak tau marah karena apa. shakty membalikan tubuh dengan badannya masih bergeming di tempat.


cepat, tangan Evelyn mendorong suaminya yang masih menempel ke tubuhnya. gadis itu beringsut mundur mengambil jarak.


kavian lantas menggeram, benar - benar kesal karena kesenangannya jadi tertunda lagi.


" ada apa ? " tanya kavian dengan santai seperti tidak terjadi apa - apa.


shakty membuang nafas lalu berbalik menghadap kakaknya " maaf, gue cuma ngembaliin buku Evelyn yang ketinggalan di kamar " jelasnya


kavian mengerutkan kening lalu melirik buku paket yang tadi sore menjadi pembahasan belajar.


kavian menoleh ke arah istrinya yang saat ini menunduk takut sambil meremas jemarinya, bukannya ke ge' eran. tapi dari tatapan kavian itu menunjukan kalau dia sangat penasaran dan mengintimidasi.


shakty memainkan bibir cowok itu menghela nafas dalam " tadi kita abis belajar bareng " jelasnya walaupun lebih banyak main bantal daripada belajar.


" oohh " hanya itu yang terlontar dari bibir kavian, seenak jidat pria itu berlalu meninggalkan dua remaja yang melongo. udah was was banget kalau sampai di tatar.


Evelyn mendudukkan pantat kekasur. cewek itu menyandarkan punggung ke kepala ranjang.


" ngapain masih disitu ? " ketus Evelyn menatap kesal ke arah shakty yang masih mematung di ambang pintu.


shakty mengacak rambutnya " benar juga,,, ngapain gue disini.. ashh " kekehnya lalu nyelonong keluar.


Evelyn mendengus, memilih merebahkan tubuh ke kasur karena matanya udah perih dan sangat mengantuk.


÷÷÷


" berangkat dengan saya ! "


Evelyn yang sekarang berada di boncengan motor shakty melongo, saat mendengar perintah kavian.


shakty mengurungkan memutar kunci motor, bocah itu jadi menoleh ke belakang beradu pandang dengan Evelyn.


ada rasa nggak rela kalau Evelyn bener - bener berangkat dengan kakaknya, karena dia sendiri udah terbiasa dengan kebersamaannya dengan Evelyn.


" cepat Evelyn ! " seru kavian yang sekarang sudah duduk cantik di dalam mobil.


Evelyn mendengus, gadis itu menuruni motor dan berjalan ke mobil hitam suaminya.


jake menyalakan klakson saat keluar dari gerbang. di atas motor sana, shakty diam menunduk dengan hati yang sedikit ngilu. bocah itu mengacak rambutnya dengan kesal " ashhh,,, mikirin apa sih gue? " monolongnya di depan spion.


cowok itu dengan gerakan malas memutar kunci motor dan melesat dari area parkiran rumah mewahnya.


Evelyn melirik kavian yang saat ini mengalihkan tatapan ke luar jendela, lalu beralih menatap jake yang tampak serius mengemudi. Evelyn bersedekap lalu menatap kesal suaminya yang terlihat cuek dan dingin. dia berasa duduk sama patung, berbeda saat bersama shakty, dia merasa Lebih nyaman dan enjoy walau mereka sering adu mulut.


mungkin sekitar 20 menit, mobil yang dikendarai jake sampai di depan gerbang sekolah. kavian merogoh sesuatu di saku celana dan menyodorkan sebuah kartu ke arah Evelyn.


kening Evelyn mengkerut tak paham dengan maksud suaminya


" ckkk, malah jadi patung " decak kavian


Evelyn memanyunkan bibir " ya ngomong dong, ini maksudnya gimana.. malah bisu " cemoohnya Evelyn membuat kavian melotot tajam.


" ambil ini sebelum saya berubah pikiran " titah kavian sok dingin.


mata Evelyn berbinar, dengan cepat gadis itu menyomot kartu berwarna hitam yang di perkirakan berisi nilai fantastis.


kavian lantas menyodorkan tangan kanannya membuat Evelyn kembali mengerutkan kening. Evelyn menoleh dengan wajah bingung kembali, nggak mudeng sama pria yang dingin dan irit bicara itu.


" salim " ucap kavian singkat dan padat.


" pffttt " jake sampai membekap mulut menahan tawanya agar tak lepas.


kavian mendelik ke arah bodygoardnya membuat jake spontan menunduk.


Evelyn mengulum bibir lalu meraih tangan kavian untuk di cium. setelahnya, gadis itu keluar dari mobil dengan wajah yang memerah.


" si pelakor masih berani nongol rupanya,, nggak punya muka aseli ! "


Evelyn berbalik menatap ke arah cindy yang berdiri tak jauh darinya.


satu persatu siswa mulai berkerumun menonton pertunjukan gratis yang pasti akan memanjakan mata mereka yang suka dengan keributan.


Evelyn mendengus, memilih melanjutkan langkah, tak menggubris ocehan cindy. dia nggak mau kena tegur pak catur yang berdampak pada nilai dan kenaikan kelasnya.


cindy menghentakkan kakinya kesal, berjalan cepat menghampiri Evelyn. cindy mencekal tangan Evelyn saat gadis itu mau masuk ke kelas.


" lo belum minta maaf sama gue ! "


Evelyn menekan lidah di dalam pipi, mati - matian menahan amarah yang hampir meledak. gadis itu melanjutkan langkah namun di tarik kebelakang sampai terjatuh terduduk.


" brengsek ! " umpat Evelyn bangkit berdiri

__ADS_1


cindy menyeringai berhasil membangunkan singa kelaparan. " kenapa lo masih sekolah ? "


" menurut lo? " Evelyn bertanya sinis.


cindy menyeringai sinis " pasti lo curang kan? pasti sugar daddy elo yang udah bantu lo lepas dari hukuman " tuduh cindy


Evelyn melotot tajam " jaga ucapan lo ! " tuding Evelyn, galak


cindy terkekeh " nggak usah sok suci deh, gue tadi liat sendiri, elo di antar pria tua itu. lo pake apa buat bayar dia ? " tanyanya dengan senyum mengejek.


tangan Evelyn mengepal dengan wajah memerah.


prakk


Evelyn menendang pot bunga yang terletak tak jauh darinya. semua yang disitu terlonjak menatap ngeri ke arah pecahan pot yang berserakan.


" kalau gue mau, gue udah bikin elo nggak bisa jalan. jangan lo pikir gue diem aja, lo bisa ngomong se enak dengkul. sekali lagi lo ngeluarin suara laknat lo, gue pastiin mulut lo kena jait tujuh ambalan, ngerti ! " ancam Evelyn menuding mata cindy dengan penuh kemarahan.


cindy meneguk ludah, menatap ngeri gadis di depan nya yang udah mode senggol bacok. ucapan Evelyn nggak akan main - main kalau udah ngereog. cindy bisa selamat di sekolah, tapi belum tentu dia selamat di luar sekolah.


" ada apa ribut - ribut ? " di belakang cindy ada darrel sama faris yang baru berangkat.


cepat cindy menghampiri darrel lalu gelendotan manja di lengan cowok itu.


" rel, " cindy memasang wajah memelas dan teraniaya mencari perlindungan. ckkk.. muka bunglon.


Evelyn mengibaskan tangan lalu masuk ke dalam kelas, sangat malas rasanya meladeni duo makhluk terlaknat versi Evelyn. cindy mendelik sebal lalu memasang wajah sedih ke arah darrel. seolah - olah dia meminta simpatik.


Namun darrel tak menggubrisnya sama sekali. Karena cowok itu sedang menatap sendu punggung Evelyn yang menghilang di balik pintu. pandangannya tak lepas sampai gadis itu duduk dibangkunya. darrel menunduk merasakan dadanya amat sakit membendung sejuta penyesalan. dia sendiri sudah merasa nggak pantas untuk meminta maaf dan dimaafkan.


" rel, gue seneng banget ternyata bayi kita sehat. dan untungnya nggak kenapa - napa karena insiden kemaren " curhat cindy begitu mereka sampai di kelas.


darrel mendengus lalu melepaskan tangan cindy yang berada di lengannya " gue mau ke ruang guru, ambil tugas. " izinnya darrel dengan nada dingin mengabaikan ocehan cindy yang terbukti berbohong. yang sebenarnya hanya alibi untuk menghindar dari cindy.


÷÷÷


Laura menggigit bibir saat beberapa panggilan di abaikan oleh suaminya.


" apa, kavian marah ya ? " tanya nya ke langit kamar.


laura menghela nafas dalam lalu beranjak mengambil kunci mobil dan tas.


" mau kemana kamu ? " tanya rini di bawah tangga dengan suara dingin


" aku mau ke kantor mih " laura membenarkan tali tasnya dan menoleh ke arah rini yang memasang wajah datar.


" jam satu "


rini menghampiri menantunya, menelisik penampilan laura yang hanya memakai dress ketat selutut tanpa lengan tanpa embel - embel sweater ataupun blouse. bagi rini yang sedikit paham ilmu agama, jelas itu sangat mengganggu.


rini memijit pelipisnya, karena sampai detik ini dia belum bisa memperbaiki akhlak menantu nya yang suka umbar aurat dan keluar malam.


" ganti pakaianmu laura,," titah rini dengan nada di buat lembut.


laura memindai tubuhnya lalu mengerutkan kening, merasa tak ada masalah karna selama ini itulah gayanya.


" kenapa sih? "


rini membuang muka kesal, " kalau kamu belum mau berhijab, setidaknya pakaian mu sedikit tertutup "


laura mendengus " aku nyaman kok mih, sama pakaianku. aku mau jadi diri aku sendiri " ucapnya sedikit kesal.


" kamu sudah bersuami laura, dosa kalau kamu mengumbar aurat ! " suara rini naik satu oktaf


laura memutar bola matanya jengah " kapan - kapan aja mih kalau aku udah siap,, ya udah aku pergi ya mih mau antar bekal ke kavi"


laura segera bergegas pergi takutnya mertuanya akan kembali menceramahinya.


rini menggelengkan kepala, tak habis fikir dengan sifat laura yang bebal dan susah di atur. entah bagaimana caranya agar wanita itu cepat sadar. rini memutar otak mencari trik agar menantu tertuanya terbuka matanya. saat ini yang harus rini lakukan adalah mencari kartu as laura.


÷÷÷


" siang bu ! " sapa beberapa staff kantor yang berpapasan dengan laura


laura hanya mengangguk seraya tersenyum ramah. wanita itu lantas memasuki lift menuju ke lantai teratas tempat suaminya berada.


tingg


maya menoleh ke arah lift dimana ada seorang wanita cantik yang berjalan ke arahnya.


" selamat siang bu ! " maya membungkuk hormat saat laura berada di depannya.


seperti biasa, laura hanya tersenyum ramah dan langsung memasuki ruangan bertuliskan president


klekk

__ADS_1


mata laura menyipit saat mendapati seorang wanita yang berdiri di samping meja kavian dengan berkas di tangannya.


kavian melotot terkejut saat mendapati istrinya berada di ambang pintu memasang raut masam..


" baiklah angel, nanti kirim saja salinan berkas nya ke email saya ! "


" baik pak, eumhh mau saya buatkan kopi ? " tawar angel


kavian menggeleng " tidak perlu, biar nanti sore saja "


angel mengangguk lalu berjalan keluar ruangan,l. sebelum keluar, tatapannya sempat beradu dengan tatapan tajam laura, kentara sekali kalau wanita cantik itu tak menyukai keberadaannya.


kavian kembali berkutat ke depan laptop, pria itu rupanya masih kesal perihal kejadian semalam. bagaimana tidak, istrinya itu lebih mementingkan pekerjaannya di bandingkan melayani hasrat suaminya.


" sejak kapan janda itu bekerja disini ? " tanya laura berdiri di samping kavian.


" baru kemarin " jawabnya masih tetap berkutat di depan laptop.


laura menghentakkan bokong nya ke sofa dengan kasar, wanita itu mendengus melihat tingkah cuek suaminya.


menit demi menit berlalu mereka masih saling diam. tak seperti biasanya, mereka akan menghabiskan moment kebersamaan dengan hal - hal romantis.


laura mulai jenuh, wanita itu lantas berdiri " hon "


" hm " kavian hanya bergumam dengan jari mengetik keyboard


laura berdecak " belum selesai ? "


kavian melirik sekilas lalu kembali menatap ke layar laptop.


" ayok makan siang, aku lapar ! " rengek laura


kavian menghela nafas " aku sibuk, kamu makan sendiri dulu ! "


laura membeliak matanya " kamu kenapa sih ? " laura bertanya dengan kesal, sedari tadi wanita itu mati - matian menahan kesal karena terus saja di cuekin.


" apa ? " tanya kavian tanpa dosa.


" kamu marah sama aku ? " tanya laura memastikan.


sudut bibir kavian terangkat " apa penting ? aku marah atau tidak ? bukankah kamu nggak peduli ? "


" jelas aku peduli "


kavian menggeleng dengan senyum masam " kamu nggak peduli "


" jelaskan apa kesalahanku, kenapa kamu terus mengabaikan ku " tanya laura dengan raut sendu.


kavian menutup laptopnya " ayok makan ! "


kavian berdiri tak memperdulikan perkataan laura. pria itu lantas berjalan mendahului istrinya.


kavian menoleh ke belakang dimana laura masih bergeming dengan mata berkaca - kaca. sungguh, rasanya sakit sekali di abaikan oleh suaminya.


kavian menghela nafas pria itu lantas duduk ke sofa, tangannya meraub wajahnya frustasi. dia ini paling nggak suka dengan keadaan seperti ini, tapi mau gimana lagi sikap istrinya sudah sangat keterlaluan.


" kamu berubah mas " ucap laura dengan suara serak


cepat kavian menoleh dengan kening mengkerut " berubah apanya ? "


" pasti karena janda itu kan, kamu berubah denganku ! kamu udah nggak sayang denganku !" tuduh laura, bulir bening lolos membasahi pipi.


kavian mengacak rambut frustasi " itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan angel laura !.. kenapa kamu terus - terusan su'udzhon dengannya ? " geram kavian


" aku perempuan mas, jelas lebih paham daipada kamu. kamu nggak sadar dia terus mencari perhatian denganmu? "


kavian memejamkan mata menahan amarahnya agar tak meletus " aku tau angel, dia bukan wanita seperti itu. kedekatan kami murni sebagai seorang sahabat. kami dekat karna kami kenal sejak lama, sejak kecil " jelas kavian membela


laura terkekeh " jangan naif kamu, apa kamu menikmatinya ? sehingga kamu terus - terusan membelanya ? "


" cukup !! " bentak kavian membuat laura terkejut.


" kamu sadar diri laura,, tolong introspeksi diri kamu ! hahh... ya tuhan " kavian bertolak pinggang dengan kepala menengadah. kalau di gambar pake emoji pasti kepalanya mengeluarkan asap mengepul.


laura memegangi dadanya yang amat Sesak dan perih. ini pertama kalinya dalam sejarah rumah tangga nya, seorang kavian elvano yang selalu memujanya, kini tega membentaknya hanya demi membela wanita lain.


laura menyeka pipinya yang basah, wanita itu keluar tanpa mengatakan sepatah katapun.


brakkk


" awwws " kavian memegangi kakinya merasakan perih dan linu bekas tendangan kakinya ke meja.


maya di buat terkejut saat mendapati bu bosnya keluar dengan sesenggukan. wanita itu lantas memandang iba punggung wanita cantik itu yang menghilang di balik lift.


di seberang maya, angel tersenyum puas menatap laura dalam keadaan kacau dan terluka. yah, dia lah yang membumbui penyebab pertengkaran pasangan suami istri itu.

__ADS_1


' ini baru langkah awal, laura ! akan ku pastikan kavian menjadi milikku sepenuhnya ' monolognya dalam hati.


__ADS_2