Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
Eps. 58


__ADS_3

" engghh " Evelyn melenguh dengan tangan bergerak mengucek matanya yang masih kerasa perih dan berat. dia baru tidur pukul dua dini hari jadilah kalau matanya di buka terasa berat dan kaya' ada yang mengganjal.


Evelyn menoleh ke samping dengan mata yang masih menyipit, dimana cowok imut yang bertahta di hatinya masih terlelap dengan posisi tengkurap.


tangan Evelyn terulur, mengusap pipi shakti yang lembut dan halus seperti bayi karena dasarnya cowok itu rajin perawatan.


Evelyn mengulas senyum dengan kepala yang di majukan, mengecup singkat bibir Shakti yang sedikit terbuka.


" untung kamu enggak ngileran " gumamnya dengan tawa kecil.


Evelyn beranjak bangun, membenarkan selimut di tubuh shakti sebelum melenggang keluar kamar. di ambang pintu, Evelyn celingukan memastikan bahwa keadaan benar - benar sepi. helaan nafas lega Evelyn hembuskan saat keadaan memang sangat sepi dan hanya terdengar suara kokok ayam karena jam menunjukkan pukul empat pagi.


Evelyn melangkahkan kaki menuruni tangga, lalu berbelok ke kanan menuju ke ruang dapur. Evelyn berhenti di depan kulkas, membuka pintu lemari pendingin itu dengan cukup pelan. setelahnya, gadis itu menyambar botol berisi minuman dingin dan membawanya ke atas kamar Shakti.


di ujung tangga, Evelyn kembali celingukan dan memastikan lagi keadaan ruangan. Evelyn ngibrit ke kamar saat terdengar suara pintu di buka dari kamar kakak madunya.


dan tanpa Evelyn sadari, sedari tadi astrid bersembunyi di balik tembok sedang mengawasi gerak - gerik Evelyn.


" mih " laura menepuk Pundak astrid.


astrid terlonjak kaget bahkan tubuhnya nyaris terhuyung. wanita itu memegangi dadanya yang berdebar kencangdan jantungnya hendak melompat keluar..


" kamu ngagetin mamih tauk " sungut astrid dengan tatapan kesalml.


" mamih ngapain sih kok sembunyi - sembunyi ? " tanya laura dengan kening mengkerut.


" mamih lagi mergokin pelakor gatel itu " terang astrid menuding ke arah kamar shakti yang sudah tertutup rapat.


kening laura tambah mengkerut " mergokin apa ? siapa pelakor gatel yang mamih maksud ? "


astrid berdecak, wanita itu menyeret laura menuruni tangga. yang jelas ini kesempatan bagus untuk astrid agar kavian marah besar. pasalnya, istri mudanya itu tengah selingkuh dengan adiknya. jadilah dia berniat untuk mengadu kepada menantunya.


" shak, bangun ! " Evelyn mengguncang tubuh shakti dengan pelan.


" ennggghh, masih ngantuk sayang " protes shakti menyambar tangan Evelyn dan meletakannya di pipi mengecup - ngecup tangan itu bertubi - tubi.


Evelyn tertawa kecil dengan gelengan. gadis itu mendudukkan pantat ke ranjang untuk menatap lebih detail wajah shakti yang sangat menggemaskan dikala tidur.


" udah jam empat loh " sebelah tangan Evelyn mengelus rambut hitam shakti.


" nanti kesiangan, " imbuhnya, dan menundukkan kepala untuk mengecup pipi shakti .


" lima menit lagi " nego shakti yang malah berbalik memunggungi Evelyn


Evelyn menghela nafas dalam, kembali menunduk untuk mengecup bibir shakti yang terkatup rapat. enggak cuma ngecup karena Evelyn gemas akhirnya menyesapnya cukup lama.


" minggir ahh ! " Shakti mendorong kepala evelyn.


Evelyn melotot tak terima, gadis itu menindih tubuh shakti yang malah tengkurap itu. tangan Evelyn bergerak, menjambak cukup kencang kepala bocah ngeselin itu.


" aaarrgghhh " pekik shakti saat merasakan perih dan panas di kepalanya.


" ampun sayang ! sakit " teriaknya dan hanya di sahuti kekehan.


" lepasin " rengek shakti berusaha melepaskan cekalan tangan Evelyn.


" makanya bangun ! " omel Evelyn , mengguncang keras kepala kekasihnya.


plak !


dengan di sengaja, Evelyn juga menampar pantat shakti membuat cowok itu mengerang lebih keras. " aaarrggghh "


" bangun elah, berat tauk ! " omel shakti mendorong tubuh Evelyn yang terjangkau tangannya.


Evelyn meloncat turun dengan girang. gadis itu tersenyum puas saat Shakti pada akhirnya terbangun dengan mata terbuka lebar.


wajah cowok itu tertekuk, dengan bibir manyun. enggak ngerasa bersalah sama sekali, Evelyn malah kembali mendudukkan pantatnya ke kasur. menatap dengan senyum kecil wajah shakti yang kusut khas bangun ngebo. enggak mengurangi poin ketampanannya, justru malah membuat cowok itu tambah imut. apalagi rambutnya awud - awudan.


" ketawa terus sono ! sampe bunting " omel shakti menatap jengkel ke arah Evelyn yang tertawa tanpa beban.


" dih, kok bunting sih ? " protes Evelyn


" tau ah " sahut Shakti beranjak bangun dari ranjangnya


" mau kemana? " tanya Evelyn, tangannya terulur mencekal pergelangan tangan shakti.


" mau ke kamar mandi " sahut shakti dengan wajah bingung.


" ikut ! " rengek Evelyn.


shakti menghempas kasar tangan Evelyn " ogah ! " ketusnya, melenggang pergi ke kamar mandi.


bibir Evelyn mencebik dengan tatapan penuh kekesalan yang terarah ke punggung Shakti yang menghilang di balik pintu kamar mandi.


" ngeselin " marahnya memukul kasur dengan kepalan tangan.


tak berselang lama, shakti keluar dengan keadaan wajah basah dan tangan basah. udah wudhlu dia.


Evelyn tersenyum jahil, mendekat ke arah shakti yang sekarang ini sedang menyiapkan perlengkapan sholat


" ngapain ? " Shakti mengangkat tangan ke atas saat gadisnya yang lagi mode tengil itu hendak menyentuhnya.


" pen pegang doang " sahut Evelyn mengikis jarak.


" sana - sana ! minggir,, huss " usir shakti sembari memundurkan badan.


" dihhh, cuma pengin pegang doang kok " Evelyn mencolek dada shakti yang tertutup kaos.

__ADS_1


" aku udah wudhlu sayang ! jangan di sentuh " omel shakti dengan nada frustasi. wajahnya udah merah banget, nahan kobaran amarah yang membendung di kepalanya.


Evelyn tersenyum iblis, dengan sekali gerakan cepat gadis itu berhasil mengecup pipi Shakti.


" aaarggghhhh " erang shakti kesal. kakinya mengehentak - hentak kaya' bocah paud yang merajuk minta mainan.


shakti mengeratkan gigi dengan wajah terlihat gemas sekali dengan Evelyn, yang malah terbahak di atas kasur ranjang. pengin banget ngarungin gadisnya yang sehari aja nggak bikin ulah.


Evelyn menjulurkan lidah mengejek, gadis itu terpingkal saat Shakti menyambar kakinya. detik berikutnya, gelitikan maut mendarat di perutnya.


" rasain nih, rasain ! " sungut Shakti dan ikut tertawa saat Evelyn tak berhenti terpingkal.


" geli shak,, hhhaha "


Evelyn menarik bantal, lalu melemparkannya asal.


bugh !


sebuah bantal berlapis kain warna biru itu mendarat tepat di kepala kavian.


kedua mata remaja itu melotot lebar, saat didapati kavian berdiri di ambang pintu dengan tangan mencengkeram erat bantal yang buat melempar itu. tatapan pria itu bagaikan elang berdarah dingin yang siap memangsa buruan di depannya. Kavian mengepalkan sebelah tangan dengan suara geraman yang menakutkan.


di belakang kavian, ada laura dan astrid yang juga ikut menyaksikannya.


" SHAKTI ! " teriak kavian, menggema di ruang kamar.


shakti meneguk ludah kasar, beringsut mundur saat kakaknya berjalan ke arahnya.


" hon ! " laura mencekal tangan kavian untuk berhenti.


gemas dengan kelembutan putrinya, astrid menarik kasar tangan laura.


" apa.. yang... kalian... lakukan ? " tanya kavian terputus - putus dengan nada yang dingin dan mengintimidasi.


Evelyn menarik diri, berjalan maju ke arah suaminya. " kita nggak ngapa - ngapain " sahut Evelyn setenang mungkin. ya memang kenyataannya mereka tak melakukan apapun.


astrid tersenyum sinis " nggak ngapa - ngapain kok berduaan di kamar, ketawa - ketiwi kaya orang lagi kawin "


" mih ! " tegur laura dengan mata melotot, memprotes perkataan ibunya yang frontal itu.


Evelyn terkekeh " kalau kawin tuh diem - diem. cuma ngos - ngos doang enggak ketawa - ketiwi "


" gue cuma mau bangunin shakti, kita cuma iseng. biasalah anak muda suka bergurau " imbuh Evelyn.


" iya, Evelyn tadi bangunin aku. tapi aku masih ngantuk jadi nggak terima. ya,,, aku gelitikin dia " aku shakti.


" enggak kav, mamih liat sendiri kalau tadi malem Evelyn tidur di kamar shakti " kilah astrid.


kavian melototkan mata, menatap penuh pertanyaan ke arah dua remaja itu " apa benar ? " tanya kavian dengan nada dingin dan naik satu oktaf.


" ckkk, gue semalam ngelonin elo kalau elo lupa " decak Evelyn menatap jengkel ke arah suaminya.


laura menatap tajam ke arah suaminya yang masih tertunduk, lebuh tepatnya salting dan tersipu.


enggak ngomong apa - apa, laura memilih meninggalkan kamar adik iparnya dengan kekesalan.


" ayok keluar ! " ajak kavian melambaikan tangan menginterupsi Evelyn untuk keluar kamar.


Evelyn mendengus, menatap penuh kekesalan ke arah astrid yang juga memberikan tatapan yang sama.


astrid menuding tepat ke arah Evelyn, enggak jadi ngomong karena Evelyn udah masang wajah galak seolah nantangin wanita itu.


÷÷÷


tadi pagi udah di buat kesel perihal pengakuan Evelyn yang kelonan sama suaminya. sekarang juga di buat kesel karena kavian ngotot kepengin berangkat semobil dengan Evelyn. enggak protes karena pasti ujung - ujungnya dia yang kalah. kalah sama kenyataan bahwa suaminya harus membagi kasih sayang ke wanita lain yang tak lain juga istri suaminya.


laura masih menatap bokong mobil hitam suaminya yang sudah melesat jauh dari parkiran. wanita itu berdiri dengan tangan menyilang menatap nanar kepergian suaminya dengan hati yang berangsur retak.


" mamih bilang juga apa laura, gadis itu punya banyak trik " ucap astrid memecah lamunan laura


enggak langsung menjawab atau memprotes seperti biasanya, laura memilih diam dengan pikiran berkecamuk, antara menimang dan menepis argumen ibunya.


laura menghela nafas, memilih melenggang pergi dari pada meladeni omongan astrid yang pastinya bakal menyulut emosi.


astrid mendengus, menatap jengkel ke arah putrinya yang terlalu polos. " kamu itu polos atau bodoh sih ? " gerutu astrid memandang kesal tubuh putrinya yang berangsur menghilang di balik tangga.


ddrrrttt


" halo " sapa laura


" beb, owner yxL mau ngundang elo untuk makan siang " sahut Mario di seberang telepon.


" aku lagi nggak mood, tolak aja ! " sahut laura.


di seberang telepon Mario berdecak kesal " ini kesempatan emas beeeebb,,, helooooo laura Bastian ! " sungutnya.


laura terkekeh, nggak berhadapan langsung dengan Mario jadilah yang laura gethok ponselnya " lebayyy "


" cihh,, cepet datang. gue nggak mau ya kalau tambang atm gue harus putus " dumel Mario dengan nada sewot.


" aku malas keluar mario ! " kesal laura.


" ayolah sayang, cuma sekali ini saja. please ! aku sudah terlanjur janji dengan nya " bujuk mario dengan nada mellow.


laura menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, menatap langit - langit kamar dengan tatapan serius. dia lagi mikir kalau misal dia sering keluar rumah, dan pulang malam otomatis suaminya akan merasa jengah dan menjadi semakin jauh darinya.


tapi brand yxL adalah proyek besar bahkan terbesar di sepanjang sejarahnya bergelut sebagai bintang model. sayang juga kan kalau di lewatkan begitu saja.

__ADS_1


" akan ada yang jemput kok beb, " ucap mario menyentak lamunan laura.


laura memejamkan mata terlebih dahulu, meyakinkan pilihannya untuk menjawab.


" terserah kamu ! " putus laura pada akhirnya.


÷÷÷


" woww, berita besar ! " livy berteriak membahana, berlari ke arah Evelyn yang sudah berada di kelas.


hari ini adalah hari pembagian kelas, jadi para siswa bersibuk ria mencari bagian kelas masing - masing. Evelyn sendiri berada di kelas yang terpisah oleh dua temannya yang bermulut toa itu.


cloe menabuh meja dengan badan seolah sedang menabuh gendang. dan di belakangnya ada livy yang memutar kepala mengibas - ngibaskan rambut erotis.


Evelyn mencebikkan bibir, menutup kuping nya yang serasa mau pecah melihat kegaduhan dua temannya.


" kurang kerjaan banget sih " dumel Evelyn.


livy meloncat ke atas meja, mendorong tubuh samsul yang berada di samping Evelyn kaki livy lantas menyandar di bangku.


" najis " sungut samsul, melenggang pergi setelah mendaratkan tabokan di kepala livy.


livy melototkan mata ke arah samsul, beralih tatap ke Evelyn setelah di hadiahi sentilan di kening.


" bos gue emang keren ! " puji nya mengacungkan dua jempol sekaligus.


Evelyn menaikkan satu alis " apaan ? "


livy beringsut maju, menatap Evelyn dengan cengiran di bibir " cindy masuk buy ? "


Evelyn hanya mengangguk, membuang pandangan ke arah lain. Gadis itu tersenyum saat cloe main kejar - kejaran dengan samsul.


" ini berita besar kan ? "


Evelyn terkekeh, mendorong bibir livy hingga tubuh gadis itu terhuyung ke belakang " biasa aja kali "


" mampus tu anak ! cewek laknat emang pantas membusuk di penjara " omel livy menggebu - gebu, menuding - nuding di udara seolah cindy yang berada di hadapannya.


Evelyn tertawa, dengan wajah yang kelihatan geli banget lihat tingkah random temannya.


tak berselang lama, bel berbunyi nyaring semua murid penghuni kelas baru berbondong - bondong memasuki kelas.


Evelyn tercengang saat ternyata kekasihnya, Shakti berada di kelas yang sama. gadis itu bahkan sampai berdiri untuk memastikan penglihatannya tak salah.


nggak cuma Evelyn, shakti pun begitu. cowok itu sampai membeli di tempat dengan wajah yang kelihatan syok banget.


Evelyn mengembangkan senyum, menepuk sebelah kursinya yang masih kosong. Shakti menyambut interupsi Evelyn, cowok itu pada akhirnya menurut untuk duduk di samping kekasihnya.


padahal udah sering duduk bareng, bahkan tidur bareng tapi nggak tau kenapa perasaan mereka selalu berdebar kala berdekatan seperti itu.


" selamat pagi anak - anak " sapa pak catur yang ternyata adalah wali dari kelas yang di singgahi oleh Evelyn.


setelah sesi menyapa, dilanjutkan dengan sesi pencerahan dimana pak catur memberikan mandat dan nasihat untuk para muridnya agar lebih tekun belajar. mengingat sekarang mereka telah duduk di kelas dua belas.


÷÷÷


" selamat siang, nona laura ! "


laura menganggukkan kepala, mencoba mengulas senyum saat menyambut uluran tangan seorang pria muda yang merupakan owner brand yxL.


" sungguh kehormatan bagi saya, mendapatkan undangan khusus dari anda " ucap laura setelah mendudukkan pantat di kursi.


Setelahnya keduanya mengobrol ringan, sesekali melempar candaan.


" terima kasih pak kavian, tidak heran anda di juluki king of bussines "


kavian tertawa kecil, menyambut uluran tangan hilson, salah satu CEO ternama yang kini menjadi rekan bisnisnya


" anda berlebihan sekali tuan hilson "


bokong yang hendak mendarat ke kursi jadi urung saat mata kavian menangkap istrinya sedang duduk di salah satu meja yang hanya berjarak dua meter darinya.


" laura " gumam kavian.


kavian berjalan cepat, tepatnya ke arah istrinya yang sekarang ini sedang menyantap menu pesanan. hati kavian meradang saat ternyata istrinya itu tidak sendirian.


" laura " seru kavian lantang.


sendok yang hendak masuk ke mulut jadi mengambang di udara. laura menoleh cepat ke arah sumber suara. detik berikutnya, matanya melotot lebar saat maniknya bersibobrok dengan manik elang suaminya yang begitu tajam.


" h..hon " laura beranjak berdiri. jantungnya berdegup cepat saat suaminya melangkah semakin dekat.


" beginikah kelakuanmu selama aku nggak ada di rumah ? " kavian berucap dingin, mengukir senyum sinis di bibirnya.


hati laura mencelus, merasa tertohok dengan ucapan suaminya.


" ekhemm, maaf anda siapa ya ? " tanya ben si owner brand yxL.


kavian melirik sebentar, lalu kembali melayangkan tatapan tajam ke arah istrinya.


" kau menyembunyikan setatusmu ? " sentak kavian.


ben berdiri, wajahnya menjadi panik melihat ketegangan di depannya.


" maaf pak, alangkah lebih baik kalau di bicarakan dengan kepala dingin "


" aku tidak butuh pendapat orang asing sepertimu " kavian menuding ben dengan tatapan dingin.

__ADS_1


" ayok kita pulang ! " laura menarik tangan kavian untuk keluar dari cafe itu.


ben menatap pasangan itu dengan tatapan tak suka, " sial " umpatnya dengan tangan mengepal.


__ADS_2