Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
eps. 61


__ADS_3

niatnya mau mandi, tapi kepalang tanggung sama juniornya yang udah tegak menantang, jadilah kavian menyeret laura untuk ikut masuk kamar mandi.


kavian memeped tubuh Laura dan menyambar bibir tipis istrinya yang sangat menggoda iman, menyesapnya dengan gemas sesekali menggigitnya kecil


tangan kavian nggak tinggal diam, mere*as dan mencubit gemas benda kenyal yang berada di balik dress istrinya.


laura mendorong tubuh kavian, berjalan cepat ke arah pintu dan berlari keluar. udah bangun dan berdiri tegak, nggak mungkin kalau juniornya mau di bujuk untuk tidur lagi. kavian yang lagi nyut - nyutan itu terpaksa ikut keluar.


kakinya yang lebih panjang dan langkahnya yang lebih lebar jelas bisa menggapai tubuh kecil istrinya. kavian mencekal tangan laura, membalik tubuh istrinya dan kembali menyambar bibir tipis itu.


tangan kavian bergerak pelan, mendorong dada istrinya ke atas ranjang. cuma sekali dorongan, tubuh laura sudah terlentang di atas kasur.


nggak mau kesenangannya tertunda lagi, kavian menyingkap ujung dress laura, menarik kain segitiga berwarna putih dan menelusupkan tiga jari sekaligus ke dalam goa yang sering juniornya kunjungi.


laura memekik saat tiga jari suaminya maju mundur cantik di dalam lobang goanya. setelah beberapa detik keluar masuk goa, rupanya sang empu mulai menikmati. lenguhan merdu mulai terdengar indah dari bibir laura seiring gerakan jari kavian yang terus keluar masuk.


kavian segera menarik jarinya saat milik istrinya berkedut - kedut nyaris mencapai pelepasan.


kavian terkekeh, saat laura melayangkan tatapan jengkel dengan bibir manyun " enak saja, aku saja belum apa - apa "


laura merengut sebal, membalik tubuhnya menjadi tengkurap. bahkan wanita itu merapatkan kakinya.


walaupun berusaha menghindar tapi yang namanya kucing mandung enggak kehilangan akal. kavian menarik kaki jenjang istrinya sampai bongkahan pantat istrinya menabrak juniornya.


laura memberontak, namun pinggulnya di cekal oleh kavian. pria itu menyeringai iblis dan dalam satu kali sentakan, juniornya sudah berhasil masuk ke lubang segitiga istrinya.


***** ***** adalah gaya favorite pasangan itu. laura nggak lagi memberontak karena dia juga nggak bisa menepis kalau dia Menikmatinya.


penyatuan keduanya berlangsung sangat lama Hingga memakan waktu satu jam lebih. tiba sampai ketika pelepasan, kavian enggak langsung mencabut juniornya. pria itu malah makin memperdalam gerakannya dan mengeluarkan benih - benih jabang bayi yang di nantikannya sampai menembus ke rahim istrinya.


laura menoleh cepat ke belakang dengan wajah terkejut. " kenapa di keluarkan di dalam ? " sewotnya.


kavian tak menggubris, pria itu menunduk untuk mencium bongkahan kenyal istrinya. laura menarik diri, beranjak bangun masuk ke kamar mandi.


brakk


kavian tertawa melihat kepanikan istrinya. yang jelas, dia nggak peduli sekalipun istrinya marah. karena tekadnya udah bulat yaitu membuat perut istrinya melendung.


seharusnya dari dulu kan dia melakukan itu? tapi cintanya yang begitu besar ke istrinya dia tersadar bahwa dulu dia tak lebih dari seorang budak yang mau - maunya di suruh ini itu. padahal dia seorang suami, yang mempunyai wewenang tertinggi untuk mengambil keputusan.


drrtt


suara getaran ponsel membuyarkan lamunan kavian. pria itu beranjak turun dari ranjangnya, tangannya terulur menyambar ponsel yang berada di atas meja.


kavian membuka satu pesan yang tampil di notifikasi di pojok layar yang rupanya pesan itu dari adiknya. kavian terkekeh saat membaca chat panjang lebar dari adiknya yang meminta izin untuk menginap di basecamp dengan Evelyn. shakti juga menyebutkan teman - temannya yang lain agar kakaknya enggak salah paham. dia juga nyebut hana biar kakaknya ngijinin karna Evelyn bukan cewek sendirian di sana.


mood kavian lagi bagus, jadi tanpa pikir panjang dan senang hati pria itu mengizinkan. kavian juga ngomong kalau sempat, nanti malam juga akan datang untuk ikut acara barbeque.


÷÷÷


bibir shakti mengerucut, menatap kesal ke arah teman - temannya yang dengan sengaja mamerin cara makan mereka. apalagi si iqbal, wajahnya songong banget pengin di geplak.


shakti nggak bisa makan pedes, jadi dia cuma gigit mangga sedikit. alhasil dia cuma meneguk ludah saat teman - temannya pada heboh dan kesetanan memakan mangga yang sudah di lumuri sambal itu


" biasa aja dong mukanya " sewot shakti.


haikal terpingkal, saat tubuh shakti berjalan pergi ke dalam basecamp. lihat wajah ngambek shakti justru bikin mereka tambah gencar menggodai.


" seger banget shak, aseli. " teriak iqbal yang tak di gubris sama sekali.


Evelyn terkekeh, dengan mata yang masih awas memperhatikan kekasihnya


" elo beneran pacaran sama Shakti? " tanya hana di sela mengunyah.


Evelyn beralih menatap hana, dan dengan percaya dirinya Evelyn mengangguk mantap.


hana menggigit bibir bawahnya, saat merasakan sesuatu yang menggores di ulu hatinya. jadi perih dan sakit.


hana yang notabennya kenal dengan shakti sedari kecil seolah merasa kecolongan. pasalnya, hana yang lebih dulu ngincer shakti, ibarat kata dia dulu yang mantengin pohon mangga sedari masih berbunga. pas mangganya udah gede, udah mateng, tiba - tiba di petik sama orang. bisa bayangin kan, gimana kesalnya ?. itulah yang ada di perasaan hana.


udah beberapa kali menepis perasaan suka itu, tapi yang namanya hati enggak bisa di cegah.


" serius? bukannya elo istrinya mas kavian. bisa di bilang elo kakak iparnya shakti kan ? " tanya hana dengan nada sinis.


Evelyn menyunggingkan senyum, enggak yakin soal tebakan nya mengenai hana yang menyukai shakti. tapi lihat cara ngomong hana yang terkesan dingin dan sinis itu jelas membuktikan tebakannya.


" terus kenapa ? "


hana menggeleng dengan seringaian sinis " gue tahu tentang elo yang minim akhlak, dan gue nggak perduliin itu. tapi gue akan peduli kalau elo bawa - bawa shakti, ngasih pengaruh buruk sama dia. gue nggak aka tinggal diam "

__ADS_1


Evelyn meletakan sepotong mangga yang berada di tangannya, " darimana elo bisa yakin kalau gue bawa pengaruh buruk ke Shakti? "


hana tertawa sumbang " elo tau bau ketek ? asem, kecut kan? dan bau itu bisa mengalahkan bau wangi yang ada di deket elo. "


" jadi elo nyamain gue sama bau ketek ? " suara Evelyn sedikit meninggi.


" enggak, cuma perumpamaan. " sahut hana enteng.


udah gedeg banget sama hana, tapi dia masih bisa nahan karena dia menghormati pak kusno dan haikal yang udah baik sama dia. jadilah Evelyn hanya melampiaskan kekesalannya dengan mengepalkan tangannya.


" gue akui, gue minim akhlak. kalau ada persamaan yang bisa nyamain gue, masih bilang mending kalau gue di samain bau ketek yang meskipun baunya enggak di sukai dan bikin orang mual, tapi ada faedahnya sebagai tanda kalau yang memiliki bau ketek itu harus mandi biar hilang baunya. tapi kalau boleh gue ngomong masih mendingan gue, daripada elo yang bagaikan kacang tanah yang gede kulitnya tapi dalemnya isinya kecil dan jamuran. "


enggak melanjutkan perkataan nya lagi, Evelyn memilih masuk ke basecamp menyusul Shakti. karena kalau masih berhadapan dengan hana, sudah di pastikan emosinya akan meledak


hana jadi menatap kesal ke arah Evelyn yang perlahan menghilang di balik pintu. tapi hana jadi mencerna ucapan Evelyn, yang menyamakannya dengan kacang yang dalemnya kopong. ckkk,


tangan Evelyn terulur, merengkuh pinggang shakti dari belakang dengan kepala yang Evelyn sandarkan ke punggung Shakti.


" masak apa? " tanya Evelyn dengan memejamkan mata, saat gelenyar hangat menjalar ke seluruh tubuh, merasakan nyaman yang teralir dari tubuh Shakti.


kepala shakti menoleh, dengan tangan sibuk menggerakkan spatula di atas wajan.


" goreng telur, buat makan siang " jelas Shakti. bibirnya mengecup rambut Evelyn yang terjangkau.


Evelyn melerai pelukan, mensejajari tubuh shakti untuk melihat kesibukan cowok itu.


" banyak banget " ucap Evelyn.


shakti tersenyum, mematikan kompor setelah lingkaran telur yang memenuhi teflon itu sudah matang.


" kan ada banyak temennya. ya masaknya banyak lah. "


Evelyn manggut - manggut " kenapa kamu nggak suka pedes ? "


" takut sakit perut, takut diare. mamih juga nggak ngebolehin aku makan pedes " sahut shakti mengiris telur itu.


tangan Evelyn terulur menyambar sepotong irisan telur.


" awsss " ringis Evelyn yang tak sengaja menyenggol teflon yang masih panas.


" hati - hati sayang " shakti meniup lengan Evelyn yang jadi memerah.


" kalau pengin, tinggal ngomong nanti aku ambilin. tuh jadi melepuh kan ? " omel shakti di sela meniup.


shakti tak menggubris, mengecup sebentar lengan Evelyn Yang memerah itu. setelahnya, tangan Evelyn di tarik menuju ke ruang makan dan mendudukkan dengan lembut gadisnya ke kursi.


" kamu disini aja ! aku mau masak kangkung " shakti mengelus puncak kepala Evelyn.


Evelyn mengangguk lucu. menarik setengah badan untuk mengecup bibir Shakti.


cup


shakti celingukan, ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa keadaan sepi


" nakal " shakti menjewer gemas pipi Evelyn.


Evelyn nyengir kuda, kembali mengecup bibir shakti dengan sedikit sesapan.


" enggak tahan liat bibir kamu tauk.. " ucapnya setelah menjauhkan kepala.


shakti menggelengkan kepala dengan tawa kecil. dia juga nggak tahan kalau dekat - dekat dengan Evelyn, tapi sebisa mungkin dia menahannya supaya nggak kebablasan.


÷÷÷


kebun yang biasanya sepi, sekarang di sulap menjadi tempat yang ramai. padahal cuma tiga tenda yang di huni beberapa bujang. tapi ramainya udah ngalahin pasar malem.


shakti sendiri lebih milih rebahan di dalam tenda. membiarkan teman - temannya sibuk menyiapkan peralatan yang mau buat barbaque.


udah capek masak, nyari kayu buat api unggun. eh, malah di buat capek sama temennya, disuruh membuat tiga tenda. pasalnya teman - temannya itu pada nggak becus biat tenda, mereka malah jadi asyik main - main kaya bocah paud, bukannya tendanya berdiri tegak malah miring. ckk.


selain itu shakti juga di buat kesal karena harus susah payah memasang obor yang di gunakan untuk menjadi penerangan pengganti lampu di kebon.


shakti tidur telentang dengan tatapan lurus ke atap tenda. cowok itu tersenyum kecil, saat mengingat moment tadi siang. Moment dimana Evelyn marah - marah karena teman - temannya nggak pada bantuin shakti. enggak cuma ngomel, Evelyn bahkan menendang pantat temannya satu persatu.


lamunan shakti buyar, saat gadis yang menari - nari di otaknya seenak jidat ikut merebahkan badan di sebelah Shakti.


" capek ? " tanya Evelyn dengan tangan mengelus pipi Shakti.


shakti mendongak, menatap dalam wajah cantik Evelyn Yang putih menerangi temaramnya ruangan di dalam tenda.

__ADS_1


shakti mengangguk, tangannya bergerak menyentuh tangan Evelyn yang berada di pipinya. " banget " aku nya manja.


Evelyn tersenyum tipis, kepalanya menunduk untuk mengecup puncak kepala shakti.


iqbal yang sedari tadi udah gatel pas lihat Evelyn masuk ke tenda Shakti beranjak berdiri dari duduknya, cowok itu berjalan sepelen mungkin dan mengintip di balik tenda dimana shakti sedang berada di dalam dekapan hangat Evelyn.


mata iqbal melebar, saat samar - samar shakti menguselkan kepala ke dada Evelyn, sedangkan tangan Evelyn bergerak sibuk, memijit kepala Shakti


" nyet ! " panggil iqbal ke haikal dengan suara lirih


suaranya enggak kenceng, tapi masih bisa di dengar oleh darrel yang jaraknya lebih dekat dari iqbal.


darrel menaikkan dua alis dengan dagu, bertanya dengan isyarat. iqbal mengkode darrel untuk mendekat dengan jari telunjuk.


darrel yang juga penasaran jadi menurut, mendekat ke arah iqbal dan mengintip kegiatan di dalam tenda.


" shakti lagi nete " iqbal menuding ke dalam tenda dengan suara berbisik.


darrel meneguk ludah. jakunnya naik turun saat mendengar aduan frontal dari iqbal. darrel mencondongkan kepala untuk melihat Leboh detail keadaan di dalam tenda shakti.


darrel mengepalkan tangannya saat siluet bayangan kepala shakti yang menyandar nyaman di dada Evelyn. enggak terlalu jelas sih, tapi melihat posisi shakti yang seperti itu, darrel jadi membenarkan ucapan iqbal kalau shakti benar - benar sedang menyusu. ckkk,


otak mesum darrel jadi meledak - ledak. yang pasti, cowok itu merasa sial, karena Shakti menang banyak dari hubungannya dengan Evelyn. wajah darrel memerah dengan rahang mengetat. cepat, tangannya bergerak membuka tirai tenda.


kedua mata Evelyn melotot saat kain tenda terbuka lebar, menampakkan sosok dua remaja lelaki yang menatap terkejut ke arahnya.


darrel membalik badan saat Evelyn melotot kan mata ke arahnya. darrel mengumpat dalam hati merutuki kebodohannya yang percaya begitu saja dengan ucapan iqbal.


shakti memang lagi kelonan tapi nggak lagi nete seperti apa kata iqbal. justru shakti sedang tidur syantik karena efek kecapekan.


" ngapain kalian ? " ketus Evelyn, setelah menghampiri kedua cowok penguntit itu.


iqbal dan darrel menggaruk tengkuknya


" gue kira ada wewe gombel di tenda, ternyata malah bidadari turun dari pohon mangga " sahut iqbal cengengesan.


mata Evelyn melotot, detik berikutnya tendangan maut mendarat di kaki iqbal.


" aarrgghh " erang iqbal saat merasakan ngilu di tulang betisnya.


Darrel terbahak melihat wajah kacau iqbal. namun, tawanya seketika terhenti saat betisnya juga di tendang kuat oleh Evelyn.


" aawsss " ringisnya dengan tangan mengusap kaki.


" berani, ngintipin gue lagi. abis lo semua ! " ancam Evelyn dengan jari menuding.


Evelyn melenggang masuk ke tenda, melirik judes terlebih dahulu sebelum benar - benar masuk ke dalam.


" cewek biadab ! " omel nya ke tirai tenda.


" gue denger ya ! " teriak Evelyn di dalam tenda.


darrel terkekeh, saat iqbal mencak - mencak dengan kaki menendang - nendang angin. seolah - olah yang dia tendang adalah Evelyn.


" hissss.. pengin gue unyel - unyel tuh cewek " ngomelnya dengan tangan mencakar - cakar angin.


darrel menarik pundak iqbal, membawa bocah itu pergi meninggalkan tenda Shakti.


" mending ngapel sama ayam " ucap darrel setelah berada di depan panggangan. dimana di atas panggangan itu ada satu ekor ayam dan beberapa ikan.


" ckk, gue kasian sama shakti, seumur - umur belum pernah pacaran. sekalinya pacaran malah dapet spek dewi maut " gerutu iqbal sambil mengipas panggangan.


darrel hanya melirik jengah, meletakan beberapa sosis ke atas panggangan.


" siapa dewi maut ? " tanya hana, ketika baru sampai dan tak sengaja mendengar gerutuan iqbal.


" kakak iparnya Shakti " sahut iqbal, malas.


darrel terkekeh pelan " lucu ya, shakti jadi selingkuhan kakak iparnya sendiri " ucap darrel mengundang tawa yang lain, terkecuali hana.


hana mendengus, tatapannya terarah ke arah tenda, dimana shakti yang gelendotan manja di bahu Evelyn.


" ckkk, gue bilang juga apa, cewek itu bawa pengaruh buruk buat shakti " dumelnya lirih.


darrel yang bertelinga tajam mengarahkan pandang ke arah shakti dan Evelyn. cowok itu lantas mengulas senyum tipis. nggak membenarkan perkataan hana sih, dia malah kagum sama Evelyn yang bisa mendobrak pertahanan shakti untuk tak berdekatan dengan gadis, karena katanya bukan muhrim.


" kalau gue jadi shakti, gue juga bakal ngelakuin hal yang sama. bisa jadi lebih dari itu " ucap darrel.


" gue yang cuma liat badan Evelyn yang sebagus itu aja udah kejang - kejang, apalagi sampai deket kaya' gitu. rasanya pen nerjang, ngurung dia di kamar " terkekeh setelah mengatakan khayalan itu.

__ADS_1


tatapan darrel beralih ke arah cindy yang menatap tak suka ke arah Evelyn.


" elo cemburu? "


__ADS_2