
fitri mengatur nafasnya agar lebih stabil, gadis itu menggulung bibirnya, bersiap - siap bersuara.
" waktu malam itu, aku lagi makan roti selai keju. terus ada cewek nyamperin, katanya minta tolong. aku tanya minta tolong apa, terus dia jawab tolong panggilkan yang namanya Evelyn. lalu dia nunjukin foto Evelyn ke aku. setelah itu dia nyuruh aku buat ngomong kalau mbak Evelyn ditunggu mas kavian di balkon di lantai tiga. terus aku di kasih duit dua juta. habis itu aku tanya buat apa aku di kasih duit, dia bilang ucapan terima kasih. aku nggak mau, tapi dia maksa dan kalau aku tetep nolak dia bakal nyuruh atasan mecat aku, jadilah aku terpaksa ngelakuin apa yang dia perintahkan. terus aku nggak sengaja denger dia ngomong evelyn di video terus di sebar videonya biar viral, aku nggak tau video apa. sesudah aku nguping itu aku nyamperin mbak Evelyn dan antar dia ke balkon. setelah itu aku langsung pulang karena nggak mau terlibat cukup jauh. udah gitu aja. " jelas fitri tanpa jeda dan itu satu tarikan nafas. udah di ancang - ancang banget supaya ngomongnya enggak gagap, jadilah dia ngomongnya kaya kereta, jalan terus. hihihi.
hana menggulung bibir, ngampet ketawa karna sepanjang fitri ngomong dia mati- matian menahan nafas. sedangkan Evelyn dan shakti mencerna ucapan fitri. walaupun gadis itu ngomongnya nggak di rem, alias blong tapi tetap bisa di pahami.
' berarti gue harus dapet video itu, tapi siapa cewek yang di maksud si tompel itu?' tanya Evelyn dalam hati.
" kamu masih ingat siapa gadis yang menyuruh kamu? " tanya kavian
fitri mengangguk " inget, dia badannya kecil, pendek terus pas aku nguping dia ngomong gini sepupu laknatlo ! " fitri memperagakan gaya bicara cindy. meninju angin seolah - olah yang di tinju itu si ariel dalam adegan yang fitri lihat.
hana menyemburkan tawa dan itu menular kepada yang lainnya. seisi ruangan di isi gelak tawa nyaring. Kecuali lika yang memang udah gelisah karena kebusukannya hampir terungkap. lika meremas jemarinya yang dingin dan basah. dalam hatinya, wanita itu merutuki kebodohan cindy yang tiada obat itu.
" pokoknya, saya nggak mau tau kalau dalam waktu tiga hari kamu belum bisa mendapatkan video itu, maka siap - siap masuk penjara ! " omelnya sebelum melenggang pergi.
Evelyn memutar bola matanya jengah, tangan gadis itu mengepal. menyadari kalau ternyata cindy lah yang memvideo aksi bejat ariel kepadanya.
" baik pak kavian, kami permisi dulu. semoga Evelyn bisa mendapatkan bukti agar semua terungkap jelas " pamit pak ridwan dan di angguki oleh kavian
÷÷÷
music dj berdentum nyaring seirama dengan gerakan lautan manusia yang berlenggak lenggok di lantai dansa.
joe menarik pinggang cindy saat gadis itu hendak naik ke atas panggung yang terletak di sebelah dj.
" ishh, lepasin ! " omel cindy menghempas tangan joe.
" gue nggak ijinin elo naik kesana ! " joe kembali merengkuh pinggang cindy. kali ini gadis itu nggak menolak karena dia sudah dalam keadaan teler.
joe membopong cindy masuk ke dalam mobil mewahnya. cowok itu segera naik ke kursi setelah menutup pintu mobil. kedua remaja itu tak luput dari pengawasan haikal yang memang berkerja di club itu. cowok itu segera merogoh ponsel, menghubungi shakti perihal yang ia lihat itu.
selama perjalanan, cindy terus saja meracau, gadis itu nyerocos tanpa henti membuat telinga joe berdengung.
" EVELYN ! gue benci sama loe.. gue benci elo yang selalu nistain gue, dan gue benci elo merebut perhatian darrel dari gue. dasar cewek sial, pembunuh, gue bersumpah akan kutuk elo jadi sapi " ngelanturnya sambil berteriak.
joe terkekeh, cowok itu meraub wajah cindy dengan telapak tangannya.
" sedalam itu lo benci ke dia? " tanya joe, melirik ke cindy yang sekarang ini udah merem. yang dia tahu emang kekasihnya sering bentrok dengan Evelyn dan usut punya usut yang ia dengar dari cindy, Evelyn sering membully dan mencari masalah. gadis itu jugalah yang telah merebut darrel dari cindy. ckk.
mobil SUV berwarna hitam yang joe bawa, berhenti di halaman gedung bertingkat menjulang tinggi yang terletak di kawasan jakarta timur.
joe menggendong tubuh cindy, menuju ke apartemennya.
" ckk " decak Deon saat tanpa sengaja joe menabrak pundaknya.
joe nyengir kuda, membawa gadisnya masuk ke apartemennya yang terletak di nomor dua sebelum lantai teratas.
" hufffttt " joe bernafas lega. meninggalkan cindy yang masih merem masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat.
mungkin sekitar lima belas menit, joe keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melilit di tubuhnya. cowok itu berkacak pinggang, menatap kesal ke arah cindy yang sekarang ini berpenampilan awud - awudan.
joe berjalan ke arah ranjang, lalu melucuti semua pakaian cindy, membuat tubuh gadis itu toples sempurna. joe meneguk ludah susah payah, jakunnya naik turun melihat penampakan menggiurkan di ranjangnya.
ddrrtt ddrrtt
tangan yang hendak mendarat di dada cindy jadi mengambang di udara saat suara dering panggilan masuk ke telinganya.
joe meraih ponsel cindy meletakkan benda pipih itu ke telinga.
" halo , cindy ! "
joe terdiam, nggak berniat menjawab karena bisa mati di gantung kalau ibunya cindy tau kalau gadis itu sedang bersamanya. yang mana hubungannya dengan gadis itu tak pernah di restui mengingat orang tuanya terlibat affair dengan mama cindy.
" cepat hapus video Evelyn. kavian dan shakti sedang mencarinya. jangan sampai mereka mendapatkan video itu. dengar nggak ? halo ! "
joe menekan tombol berwarna merah. lalu jarinya dengan lincah mencari galeri penyimpanan video yang dimaksud.
joe menyunggingkan senyum saat sepenggal video Evelyn dan ariel telah diputar oleh cowok itu.
joe melirik ke arah cindy yang sekarang mengucek matanya.
" udah bangun ? " tanya joe, saat cindy beranjak bangun.
cindy terdiam dengan wajah yang terlihat linglung dan bingung. namun itu menjadi daya tarik sendiri untuk joe. karna jadi terlihat lucu dan menggemaskan. cowok itu mengecup bibir cindy lalu mendaratkan pantatnya yang hanya terbalut handuk putih ke samping cindy.
" tadi mama mu nelfon " adunya.
kening cindy mengkerut, karena tak biasanya ibunya menelfon kalau dia sedang bepergian.
__ADS_1
" dia ngomong buat hapus video Evelyn. soalnya shakti sama kavian lagi nyari video itu " joe menjelaskan kebingungan cindy.
cindy mendengus. " tuh kan ujung - ujungnya kena masalah lagi gue " dumelnya celingukan mencari pakaiannya.
" baju gue mana ? " tanyanya.
joe menuding ke arah keranjang dimana baju cindy tergeletak di keranjang itu.
cindy beranjak bangun, masih dengan tubuh yang toples. gadis itu membuka lemari dan mengambil satu kaos oblong yang tampak kebesaran di tubuh cindy.
" gimana? " tanya joe
" apanya ? " tanya cindy heran
" mau di hapus videonya ? " tanya joe.
" jangan " cindy menggeleng keras
" terus ? " satu alis joe terangkat
" rahasia " sahut cindy tersenyum iblis.
÷÷÷
kavian merebahkan kepalanya ke kepala ranjang. pria itu melirik ke arah laura yang sekarang ini sedang bermain ponsel di sampingnya. kavian beringsut merebahkan kepalanya ke paha laura, seraya memijit pelipisnya yang berdenyut.
laura tersenyum, menunduk untuk mengecup rambut wangi suaminya.
" kenapa ? " tanya laura saat kavian bergeming dengan mata kelap kelip kayak lagi mikir sesuatu.
" pusing " jawab kavian singkat.
laura terkekeh, tangannya terulur mengelus pipi mulus suaminya. " pising kenapa? ada masalah? "
kavian mengangguk, menghela nafas dalam, tatapannya beralih ke wajah cantik istrinya. cuma natal aja, nggak ngomong apa - apa. baginya, wajah lembut istrinya udah jadi obat segala kegundahannya.
" cerita dong ! " laura bersuara setelah sepersekian menit mereka terdiam.
" menurutmu, apa evelyn bersalah ?" tanya kavian menatap manik bulak istrinya.
laura memiringkan kepala menengadah ke atas untuk berpikir.
kavian terdiam, melirik ke arah dua benda bulat yang tertutup lingerie. Pria itu mengangkat sedikit kepala, mengecup benda kenyal yang terletak di depannya itu.
" beberapa clien menarik saham mereka, dan perusahaan saat ini mengalami kerugian besar " curhatnya
laura menggigit bibir, " apa ini gara - gara insiden itu ? "
kavian mengangguk, merengkuh pinggang istrinya dan menenggelamkan wajahnya ke perut saat matanya memanas. laura menunduk, saat kulitnya merasakan sesuatu yang basah menembus ke perutnya " kamu nangis, hon ? "
kavian tak menyahut, hanya punggungnya yang bergetar menjelaskan bahwa sekarang ini dia sedang rapuh.
" aku nggak bisa nepati janji ke mamih " ucapnya dengan suara sumbang dan serak.
kening laura mengkerut " janji apa? "
" mendidik Evelyn " jawabnya.
" ini bukan salahmu, ini murni kecelakaan " kilah laura.
kavian menggeleng, makin ngusel ke dada saat merasakan hatinya benar - benar hancur. disaat dia harus mencari bukti tentang kematian ariel, di sisi lain dia harus menangani perusahaannya yang terguncang.
" seandainya aku lebih keras lagi ke dia, mungkin dia akan sedikit menurut "
laura mendesah, mengelus kepala suaminya dengan lembut
" mendidik enggak harus dengan kekerasan, bisa juga dengan kelembutan. kalau kamu terlalu keras sama dia, nanti dia akan berontak. tapi juga jangan terlalu lembut ke dia, nanti dia menjadi manja "
" apa yang harus aku lakukan agar dia mengakui kesalahan? " tanya kavian
laura menunduk, menarik wajah suaminya untuk mendongak " jadi kamu menuduhnya juga ? "
kavian terdiam , bimbang dan ragu tentunya.
" aku tidak tahu ! aku belum tahu jelas kejadiannya seperti apa. "
" ayok kita cari jalan keluar sama - sama ! " usul laura
÷÷÷
__ADS_1
" non, ngapain malam - malam kita keluar? nanti kalau mas kavi lihat bisa celaka ! " tegur Landung saat Evelyn menyeretnya ke luar rumah, berjalan menyusuri jalan
" mau nyari jangkrik " sahut Evelyn
" buat apa ? " tanya Landung dengan kening mengerut.
" di pelihara lah blog ! " sahut pedas nya
Landung tertawa kecil " ada - ada saja tuan putri ku ini "
mereka berdua berhenti di sisi jalan saat melihat gerobak nasi goreng
" kang, nasi gorengnya dua ya ! " ucap Landung dan di angguki kang nasi goreng.
mereka berdua kembali mengobrol ringan sambil menunggu pesanan jadi.
" ini neng, tiga puluh ribu ya ! " ucap kang goreng menyodorkan plastik berisi dua bungkus nasi goreng.
" makasih ya ! " ucap Landung setelah menyodorkan uang.
mereka berdua lantas kembali ke halaman. duduk di gazebo untuk menyantap nasi goreng.
" enak " ucap Evelyn
Landung tersenyum membenarkan ucapan majikannya.
" makan apa ? " tanya shakti. cowok itu duduk di sebelah Evelyn.
Evelyn menyodorkan sendok plastik berisi nasi goreng. cowok itu mengacungkan jempol setelah mengunyah nasi itu.
" beli dimana? " tanya shakti, kembali membuka mulut saat satu sendok nasi goreng berada di depan mulutnya.
" ke dapur sana ! " usir Evelyn dan di angguki oleh Landung.
" ndung, ambilin minum ya ! " titah Shakti.
" beres ! " sahut Landung
" kok jadi aku yang makan ? " protes Shakti
Evelyn tertawa kecil, mengecup bibir Shakti yang mengkilap terkena minyak.
pak Amrul yang Sedari tadi memperhatikan sontak menyemburkan kopi saat melihat adegan ciuman itu. pria baya itu bahkan sampai terbatuk - batuk tersedak kopi.
Evelyn melotot tajam, melayangkan kepalan bogem di udara ke arah pak Amrul.
kang security itu mengangkat kedua tangan, ngacir pergi sebelum nona mudanya benar - benar memberi bogeman mentah ke arahnya.
Shakti terkekeh, mencubit gemas pipi Evelyn yang mode singa garong itu. " jangan galak - galak, entar cantiknya ilang "
Evelyn memanyunkan bibir " cantik gue anti badai "
shakti terpingkal, baru kali ini cowok itu mendengar kenarsisan gadisnya, dan itu sangat menggelikan menurutnya.
" masa' ? " tanyanya seusai tawanya mereda.
Evelyn tersenyum " iya, buktinya kamu cinta mati sama aku "
" enggak tuh " sahut shakti.
" ish " Evelyn membanting sendok plastiknya. beranjak berdiri dengan wajah yang kelihatan kesal.
shakti mencekal tangan Evelyn menarik gadis itu hingga jatuh ke pangkuannya.
" becanda doang elah " ucapnya tepat di telinga Evelyn.
Evelyn merinding saat hembusan nafas hangat Shakti menerpa kulit lehernya. cowok itu meletakkan dagu di bahu Evelyn yang tertutup kaos.
" pengin meluk bentar ! " izin Shakti.
Evelyn tak menyahut karena gadis itu sibuk menetralkan jantungnya yang berjingkrak - jingkrak. Evelyn menoleh ke samping hingga hidung keduanya bertabarakan. mereka terdiam saling menatap satu sama lain dengan waktu yang cukup lama. desiran hangat perlahan menjalar ke seluruh tubuh.
pelan, Evelyn memajukan wajah, mengikis jarak antara bibirnya dan bibir Shakti. kedua mata mereka terpejam saat bibir mereka telah menempel. suara silir angin menambah kesan romantisme adegan itu, apalagi angin dingin malam itu menembus ke pori - pori kulit.
dengan sangat lembut, Evelyn membuka mulut, mengulum bibir shakti dengan gerakan sensual. shakti nggak tinggal diam, cowok itu mulai penasaran dan akhirnya membalas ciuman Evelyn yang selalu menjadi candu untuknya.
tangan shakti mengikuti naluri nafsunya, bergerak meraba perut rata evelyn yang terasa halus dan lembut. Pelan, tangan itu bergerak naik lalu berhenti tepat di salah satu gundukan yang berukuran besar dan kenyal. shakti meremas gundukan itu meraba - raba sesuatu yang kecil dan keras di puncaknya. jantung shakti bertalu - talu saat merasakan desiran nikmat yang menjalar ke seluruh aliran darahnya. apalagi ciuman Evelyn mulai memanas dan menuntut, menyedot lidahnya dengan rakus.
" sedang apa kalian ? "
__ADS_1