
mata cindy memicing saat melihat Evelyn berjalan dengan mengapit lengan shakty.
" ckkk, emang bakat pelakor ya gitu, nemplok sana nemplok sini. adek iparnya aja di embat." celetuknya dengan nada sinis
darrel mengikuti arah pandang cindy ke arah parkiran. dimana mantan kekasihnya itu terlihat tertawa lepas dengan tangan mengapit lengan shakti posesif.
darrel mengepalkan tangan, menatap penuh amarah kepada pasangan itu. gelenyar nyeri perlahan menyusup ke dadanya. seumur jagung hubungannya dengan Evelyn, nggak pernah yang namanya bergandengan, boncengan bareng, atau sampai ke tahap cip*k mencip*k. ada rasa iri dengki yang muncul di relung hatinya. Kenapa dari dulu dia nganggurin spek bidadari kaya evelyn, malah milih spek ular ngesot kayak cindy. Ckk. memang sih, yang namanya penyesalan itu muncul belakangan.
" mereka tinggal serumah ? " tanya darrel dengan mata yang masih awas menatap pasangan lengket itu.
cindy mengangguk " iya, kan kakaknya Shakti suaminya Evelyn.. Ckkk gue penasaran deh. jurus apa yang Evelyn pake sampai spek mas kavian elvano mau menduakan mbak laura yang spek bidadari itu "
darrel mengatupkan bibir, tak menggubris cerocosan cindy yang mode julid itu. darrel melepaskan pegangan tangan cindy di lengannya lalu berjalan lebar meninggalkan gadis itu.
" ckk. malah di tinggal.. " gerutu cindy dengan kaki menghentak.
÷÷÷
" anterin ke kelas ! " rengek Evelyn
shakti mengangguk, cowok itu berjalan dengan sebelah tangan dimasukkan ke celana dengan sebelah tangan lagi di apit oleh Evelyn.
shakti mengacak rambut evelyn saat gadis itu rupanya nggak mau di tinggal " sejak kapan dewi onar jadi manja ? "
bibir Evelyn mencebik tangannya bergerak mencubit pinggang shakti dan itu tak lepas dari perhatian teman - temannya. bahkan sebagian dari mereka sampai menganga tak eloknya. melihat ke uwuan pasangan permen karet itu.
" belum puas tauk, pengennya sama kamu terus " dumelnya dengan bibir dimanyun - manyunkan.
Shakti tertawa kecil. tapi jujurly, dia suka Evelyn yang mode kelinci imut seperti itu daripada mode singa garong seperti biasanya " entar jalan, mau ? tapi nungguin aku selesai ujian seleksi. eumh mungkin dua jam lagi. nanti aku samperin ke kelas"
cepat, Evelyn mengangguk dengan wajah berbinar. " mau lah , kemana? Eumh jadi,, apakah itu bisa di sebut dating ? "
shakti tertawa " nggak tau. maybe thats called first date. nggak paham soal begituan. pahamnya rumus jajar genjang " selorohnya membuat Evelyn memutar bola matanya jengah.
" aku ke kelas dulu ya, ! " pamit shakti
Evelyn mengangguk, berjinjit untuk mengecup singkat pipi shakti.
cloe dan livy yang mengintip di jendela membekap mulut dengan mata melotot, terkejut dengan pandangan langka di depannya. " oh lord, apakah itu first kiss si bos ? " celetuk keduanya.
Shakti membeku, tangannya bergerak menyentuh pipi bekas kecupan evelyn. semburat merah tomat muncul di pipi putihnya. jangan tanyakan, bagaimana keadaan jantungnya. yang jelas nyaris melompat dari tempatnya.
Evelyn mengedipkan satu mata seraya melambaikan tangan. Sebelum melangkah masuk ke ruang kelas.
" ciieeeeeeeee.. uhuuyy..
prikityyuu... ekhem.. ekhem."
shakti menoleh kebelakang, dimana teman - teman somplaknya berdiri tepat di belakangnya, dengan wajah julid dan soarakan heboh.
shakti mengalihkan pandangan, menggeleng samar saat ke tiga temannya yang masih saja bersorak ghibah. Bahkan beberapa siswa dan siswi yang berada di lorong kelas ikut bersorak. bocah itu melangkah lebar meninggalkan kelas evelyn dengan wajah menunduk dan pipi memanas.
cloe dan livy berdiri tepat di depan pintu kelas dengan tangan dilipat. dua gadis itu menatap penuh selidik ke arah Evelyn yang merubah ekspresi imut - imut kelinci menjadi ekspresi sedatar jalan aspal.
Evelyn berpura - pura acuh, berjalan melewati kedua temannya dengan menabrak bahu mereka berdua.
" wahai sang dewi kegelapan " livy mengekor Evelyn, berdiri di depan temannya memperagakan gaya seperti seorang dayang dengan sapu yang di kipas - kipas di depan evelyn.
" jeng jeng jeng " sahut cloe memperagakan sedang bermain gitar.
" sinting ! " sahut evelyn berjalan cepat menuju ke bangkunya.
" apakah, sang dewi sudah menemukan pangeran yang tersesat di lembah ghaib? " tanya livy membuat cloe menyemburkan tawanya.
Evelyn hanya menggeleng seraya terkekeh tak menanggapi tingkah random kedua temannya yang mode kepo itu.
livy meloncat ke atas meja duduk bersila mengahadap Evelyn. gadis itu mencondongkan tubuh, membuat Evelyn spontan memundurkan kepala.
" elu,, ngendelin shakti? " tanya livy dengan tatapan penuh selidik.
" bukan urusan elo " ketus Evelyn. gadis itu merogoh ponsel di saku seragamnya, bermain benda pipih itu, mengabaikan livy yang lagi mode paparazi itu.
livy berdecak " elu gaet kakak se adek - adeknya, behhh . maruk bangat lu... patah hati ini tau, elu ngendelin crush gue, nggak setia kawin lu " livy nabok lengan Evelyn
evelyn terkekeh tangannya bergerak mendorong kening Livya " mana mau cowok gue ngelirik modelan kaleng rombeng kayak elo.. ngaca dah. " sarkas Evelyn dengan wajah meremehkan.
cloe terpingkal melihat raut wajah livy yang seperti daun pisang kering, terlihat kusut dan mengkerut. bahkan bibir livy manyun sepuluh senti.
" diem lu, malah ketawa ketiwi. seneng bangar bos nistain gue ?" ketus livy membuat cloe membekap mulut, menahan tawanya.
" kantin kuy ! "
evelyn berdiri, melangkah mendahului kedua temannya. tak juga memperdulikan livy yang masih menggerutu.
" Evelyn " seru samsul menghentikan langkah Evelyn.
__ADS_1
Evelyn lantas menoleh dengan kening mengkerut.
" elu ikut lomba balap karung ya " celetuk samsul membuat Evelyn mendelik.
" sorry dorry strawberry ya, nggak level " sahut livy dengan gaya centil nya. mengibas rambut panjangnya ke belakang.
samsul berdecak kesal" semua udah kebagian lomba, tinggal kalian yang belum. "
" ngomong aja takut kalah.. cemen bangat. pengecut kalian, ngakunya paling yes " timpal ariel.
Evelyn mengepalkan tangan, menatap nyalang ke arah cowok yang sedari dulu suka banget nyalain korek api kering. yang mengakibatkan bara api amarahnya berkobar.
liat mukanya ariel yang kayak kingkong belum mandi aja udah empet, ditambah denger cerocosan bau jigongnya ariel bikin perut Evelyn mual bawaannya pengin boker. tapi bukan eve namanya kalau mau di anggap lemah. pelan, sudut bibirnya terangkat saat sifat iblis nya muncul di otaknya.
" oke,, " sahut Evelyn singkat membuat cloe dan livy membulatkan mata.
" serius bos? yakin ? males lah.. kurang kerjaan bangat " dumel cloe mengibaskan rambut dan di angguki oleh livy.
Evelyn menyeringai " tapi ada syaratnya ? "
bulu kuduk samsul tiba - tiba meremang. bahkan hawa dingin sangat terasa menusuk kulitnya. " engghh, bisa di ganti yang lain kok " sahut samsul yang sudah hafal akan ada bau - bau keributan, kekacauan, atau sialnya dia ikut kena getahnya.
ariel menaikkan satu alis tak gentar sedikitpun dengan tantangan evelyn " apa ? "
Evelyn berjalan mendekat menatap penuh dengki ke arah ariel, " kalau gue menang, elo ngesot sambil bugil di pinggir lapangan "
mata ariel membola sempurna, giginya mengerat. menatap tajam ke arah Evelyn yang juga menatapnya tajam penuh kebencian.
" kalau elo kalah ? " sahut ariel dengan wajah memerah, menahan kesal.
" elo cipk*k samsul " sahut Evelyn enteng.
gelak tawa semua temannya memenuhi ruangan kelas. cloe dan livy sampai terpingkal membayangkan bagaimana menggelikannya dua pejantan itu bercumbu.
samsul sendiri sudah bergidig menatap horor ke arah ariel yang menatap jijik ke arahnya.
dengan seenak ubi, Evelyn dan kedua temannya melenggang pergi begitu saja. seolah tidak terjadi apapun.
÷÷÷
cindy berdecak menatap kesal ke arah darrel yang sedari tadi bermain ponsel, asyik memainkan game tak memperdulikan celotehannya.
" rel, "
" hm "
darrel mendengus meletakkan ponsel ke saku celananya " ayok, periksa kandungan kamu !" sahut darrel mengalihkan pembicaraan.
cindy gelagapan " kan udah dua minggu yang lalu rel "
darrel melirik ke arah perut cindy yang masih tampak rata, padahal usia kandungannya katanya berumur 4 bulan.
" perut elo nggak mlendung - mlendung sih, katanya udah 4 bulan. kita belum selametan bayi kan ? " darrel menatap datar ke arah cindy yang wajahnya udah keliatan pucet dan pias.
" enggh, besok - besok aja deh,, nggak selametan segala nggak papa kok kata mamahku. terus kandunganku kan baik - baik aja. "
darrel menggeleng " enggak, aku pen liat bentuk si jabang bayi, kek mana pertumbuhannya di dalam sana " darrel menuding ke arah perut cindy.
" ayok ,aku temenin.. ke dokter pribadi mommy " darrel berdiri menyodorkan tangan ke arah cindy.
" tapi, rel "
darrel tak menggubris. cowok itu melangkah lebar ke arah parkiran, tangannya mengepal dengan wajah merah padam. sudah cukup dia mengikuti sandiwara cindy selama ini. dan inilah saatnya membongkar kebusukan gadis itu.
cindy menghentakkan kakinya kesal. menggigit jari, dan berpikir keras bagaimana caranya menghindari bahaya ini. rencana yang sudah tersusun matang, bahkan tinggal selangkah lagi akan menjadi nyonya muda keluarga Kaya, nggak boleh tandas.
tiba - tiba ide gila terpikir olehnya.
" rel, tunggu ! " cindy mencekal tangan darrel saat cowok itu nyaris memasuki mobil.
" kenapa ? "
cindy tampak berpikir " gue nggak enak badan kayaknya. besok aja ya. please ! "
darrel mendengus " nggak cindy. gue pengen buktiin kalau elo emang bener - bener mengandung bayi gue "
cindy melotot lebar " lo meragukan kehamilan gue ? "
darrel terkekeh " lo jujur aja cin, gue udah muak sama wajah sok polos lo itu.. kalaupun elo hamil, gue nggak yakin kalau bayi itu adalah benih gue "
plak !
cindy melayangkan tamparan di sebelah pipi darrel " brengsek ! lo pikir gue cewek murahan seperti mantan lo itu ? "
" jangan pernah samain Evelyn sama elo, dia beda. dia berkelas dan nggak gampangan kaya lo " darrel menuding tepat di wajah cindy.
__ADS_1
cindy terkekeh " gue nggak salah denger ya? bukannya elo sendiri yang ninggalin Evelyn demi gue. elo jangan naif deh, elo liat sendiri kan kalau pelakor itu nemplok sana nemplok sini. dia itu cewek busuk, cewek murahan, cewek gatel, cewek,, aaaaa "
brukkk
dengan sekuat tenaga, darrel mendorong tubuh cindy. membuat cewek itu terjatuh ke aspal.
cindy meringis memegangi perutnya yang terasa kram dan nyeri.
" diam ! .. tutup mulut laknat lo itu.. Evelyn bukan gadis seperti itu " berang darrel menatap penuh kebencian kepada cindy
" awsss, sakit rel,, per perut gue sakit banget "
Cindy memegangi kaki darrel, berharap cowok itu mau menolongnya. terlihat darah segar mengalir dari sela paha cindy. darrel menggererakkan kakinya, berusaha melepaskan cekalan tangan cindy.
" lepasin ,, brengsek ! "
" rel, tolong ! sakit banget aws " cindy meneteskan air mata seiring dengan darah segar yang terus mengalir di balik roknya.
mata darrel melotot saat mendapati darah itu. shakti dan ketiga temannya yang sedari tadi memperhatikan keributan pasangan itu. berlari menghampiri.
" rel, ada darah.. kita bawa dia ke rumah sakit ya ! " bujuk shakti dan diangguki oleh temannya.
darrel mendengus. Mau tak mau bocah itu membuka mobil dan memapah cindy masuk ke dalam.
" kalian ikut ! " titah darrel.
kening shakti mengkerut " kenapa ikut ? "
" Bukti, takutnya sewaktu - waktu dia jadiin gue kambing hitam " sahut darrel menatap sengit ke arah cindy yang meringis menatap penuh amarah ke arahnya.
" kal, lu yang ikut ya. gue mau ke ruang kepsek mau ikut ujian seleksi " putus shakti dan diangguki oleh haikal.
haikal memasuki mobil bagian belakang, di ikuti oleh darrel yang masuk ke ruang kemudi.
mobil darrel lantas bergerak, melesat meninggalkan area sekolah.
÷÷÷
kavian celingukan ke penjuru ruang kamar yang tampak sepi. Pria itu melirik ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. kavian lantas melucuti kemejanya, melemparnya ke ranjang baju kotor. Pria itu menghampiri lemari besar mengambil kaos dan celana kolor, membawanya ke ruang ganti.
kavian merebahkan tubuhnya ke kasur seraya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri. perjalanan yang menyita waktu, bahkan pekerjaan yang menyita tenagam membuatnya kelelahan dan kehabisan energi.
kavian menoleh ke arah pintu kamar mandi, saat terbuka. menampakan istrinya yang hanya melilitkan handuk sebatas paha dan dada. kavian merentangkan kedua tangan, menampilkan seukir senyum hangat. namun rupanya laura tak menggubris, memilih menuju ke walk in closet untuk mengganti pakaian santai.
kening kavian mengkerut saat mendapati istrinya bertingkah merajuk, bahkan bibir wanita itu manyun lima senti.
" kamu nggak kangen sama ku ? " tanya kavian dengan tatapan heran.
laura tak menyahut, wanita itu malah berjalan menuju ke arah balkon.
kavian mendengus menatap jengah kearah istrinya yang lagi mode merajuk tanpa sebab itu. lagi capek terus di suguhi kejengkelan sang istri. ckkk, berasa pengen terbang ke langit tujuh.
kavian menghampiri istrinya, berdiri dibelakang, mengamati istrinya yang saat ini bertumpu ke pembatas balkon. tatapan wanit itu lurus kedepan.
tangan kavian terulur merengkuh perut ramping istrinya. pria itu meletakkan dagunya ke bahu laura.
" kamu kenapa ? " tanya kavi tepat di telinga kiri laura.
" kamu ke luar kota dengan sekertaris ? " tanya laura to the point, karena kata itu yang beberapa hari ini menari do otaknya.
kavian mengangguk serta mempererat pelukannya " iya.. "
" tumben " sahut laura sinis
kavian terkekeh " kamu marah karna itu ? "
" siapa yang marah " ketus laura.
" kamu wanita yang ekspresif sayang, jadi aku tau kalau kamu sekarang lagi marah "
" apa kamu sekamar dengan sekertarismu " tanya laura.
kavian terbahak " kau pikir aku pria brengsek ? oh ya ampun "
laura mendengus " lalu kenapa angel yang mengangkat telefon dan bilang kalau kamu lagi mandi, dan dia juga bilang sedang berada di kamarmu membahas pekerjaan. kau pikir aku bodoh? mana ada seorang atasan dan bawahan yang bekerja di dalam kamar. huh ! menyebalkan " adu laura menggebu - gebu.
kavian membekap mulutnya, merasa perutnya seperti di aduk mendengar gerutuan istrinya.
kavian menggaruk alis " iya memang, tapi kami tidak hanya berdua, ada clien juga disana. ayolah sayang, sejak kapan kau menjadi pencemburu? daripada memikirkan yang tidak - tidak. lebih baik kita membuat bayi" goda kavian, menarik turunkan alis.
bibir laura mengerucut, pelan kakinya menendang tulang kering suaminya.
" awsss,, jangan galak - galak " ringis kavian.
laura tak menggubris wanita itu masuk ke dalam kamarnya dengan langkah kesal.
__ADS_1
kavian terkekeh, " dasar perempuan. belaga menolak tapi larinya ke kamar. ckk "