Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
Bye


__ADS_3

Makasih buat kalian yang masih stay di karyaku. Maaf double maaf, aku tamatin ceritanya.


Shakti menggenggam sebelah tangan Evelyn. dan sebelah tangannya lagi di gunakan untuk menggendong el. Mereka berdua berhenti di depan gerbang bercat hitam. lalu dengan sigap tangan Evelyn terulur untuk mengambil alih menggendong el. Shakti membuka gerbang yang mana nerupakan gerbang dari hunian barunya. di depan nya terdapat sebuah halaman luas yang di sulap menjadi taman yang di tumbuhi rerumputan liar dan berbagai macam bunga mekaelr. Rumah dua lantai yang ukurannya dua kali lebih kecil dari rumah besar mamih rini berdiri kokoh. cat cream menjadi pesona dari rumah yang shakti beli itu. Belum lunas dan masih credit tapi shakti cukup puas karena rumah itu di beli dari hasil tabungannya


" Semoga kamu betah ya sayang " Shakti mengelus rambut Evelyn dengan lembut. menuntun istrinya untuk masuk kedalam, ke ruang utama.


Mata Evelyn terus bergerak liar. pancaran takjub tak pudar dari mata bulatnya.


" Bagus banget " Gumam Evelyn. juga dengan senyum lebarnya.


" Kamu suka " Tanya shakti menarik Evelyn untuk naik ke tangga .


Evelyn mengangguk antusias " Suka banget "


Shakti tersenyum lega " Syukur deh. kita ke kamar yuk istirahat. udah di bersihin sama mba atun "


Kening Evelyn mengkerut " Mba atun ? "


" Iya. Asisten baru "


" Kan ada Landung " Protes Evelyn


Shakti mencubit hidung mancung Evelyn " Landung khusus buat jagain el "


" Sayang, biaya hidup kita enggak murah loh "


Shakti tertawa " Duit aku enggak bakal habis kalau cuma buat bayar Landung sama atun "


Evelyn memutar bola mata jengah " Gayaan. rumah aja belum lunas "


Shakti tak menggubris. memilih mengambil el dan menggendongnya. berjalan lebih dulu dan membuka kamar yang terletak di dekat tangga.


Evelyn berdecak " Gitu ya sekarang. Nggak mau diskusi dulu sama aku "


Sebenarnya sih denger. tapi shakti pura - pura nggak denger dan memilih meletakkan el di ranjang. Shakti menarik tangan Evelyn, menuntun istrinya menuju ke kamar sebelah.


" Kok el di tinggal " Protes eve.


" Masa' mau sekamar, sayang " Sahut shakti


Evelyn bergeming. bahkan melepaskan tautan tangan. mengatupkan bibir dan menatap kekesalan ke shakti.


" El tidurnya sama Landung kan ? enggak papa. kita latih el biar mandiri "


" Ckk. modus kamu tuh " Ketus Evelyn menabrak bahu shakti dan mendahului masuk kamar.


Jujurly evelyn masih kesel sama suaminya yang mengambil keputusan tanpa membicarakan dengannya terlebih dahulu.


Shakti menghela nafas. mendudukkan pantat di sebelah istrinya.


" Maaf yah. kamu marah ya ? " Tangan shakti terulur, merengkuh pinggang Evelyn dengan bibir mengecup leher Evelyn yang terekspos karena rambutnya di kuncir.


" Masih nanya aku marah ? " Sewot Evelyn.


Shakti naik ke ranjang. menarik tangan Evelyn untuk rebahan di sampingnya. Evelyn menurut saja saat ngusel ke dada. memeluk posesif tubuhnya.


" Ini mendadak soalnya. jadi aku buat ala kadarnya. Nanti kalau aku ambil planing lagi aku janji bakal bicara dulu sama kamu "


Evelyn mendengus, melirik ke arah kepala suaminya yang tenggelam di belahan dadanya. " Janji ? "


Shakti mengangguk. " Iyah. Kamu jangan marah lagi "


" Aku enggak marah. cuma kesel " Sewot Evelyn


Shanti terkekeh . tak menyahut karena tangannya sibuk membuka kancing gaun Evelyn. dengan tak sabaran, Shakti melahap benda kenyal yang puncaknya sudah mengacung nantang.


" Kok tambah gede ya ? " Tanya shakti sembari mendongak. ngomongnya pun dengan mulut tersumpal dengan puncak dada Evelyn


Evelyn melengos. males jawab dan dia juga lagi salting.


Shakti terkekeh. Menarik diri dan menyingkap gaun yang Evelyn kenakan. Shakti memposisikan diri di atas. dia itu bener - bener suka bangun kalau berdekatan dengan istrinya.


" Ngapain ? " Protes Evelyn saat shakti melepas gesper.


" Ngobatin rindu " Sahut shakti enteng.


Evelyn menabok Tongkat shakti yang sudah mengacung di hadapannya " Siapa yang suruh bangun coba ? "


" Aws " ringis shakti merasakan ngilu dan nyeri akibat tabokan maut istrinya.


" Masa kamu tega biarin Punya ku kesakitan. mana udah tegang gini " Bibir shakti manyun


" Enggak..enggak... minggir minggir " Evelyn mendorong shakti dari atas tubuhnya


" Sayang " Rengek shakti mencekal tangan Evelyn saat istrinya itu malah mau turun dari ranjang


" Lepasin. aku mau mandi " Evelyn menghempas kasar tangan shakti


" Mandinya entar kalau udah tempur " Shakti menarik turunkan alis


" Enggak mau. aku ger.. aaa " Pekik Evelyn saat shakti menarik paksa tangannya. dan alhasil Evelyn jadi jatuh ke ranjang.


" jangan coba - coba kabur yah " Shakti menekan kedua tangan Evelyn di sisi kepala


" Minggir nggak "


Evelyn menggulung bibir. ngampet ketawa lihat wajah suaminya yang udah memerah dan Pucat. Niat banget dia ngerjain suaminya.

__ADS_1


Rasakan !


Salah siapa bikin dia kesel.


" Sayang " Rengek Shakti


" Aku masih kesel loh sama kamu " ketus Evelyn


" Keselnya di lanjut nanti. dosa loh kalau nolak kepenginan suami " Nih jurus ajaib shakti kalau Evelyn lagi marah.


" Shhh " Desis Evelyn saat shakti menggesek si tongkat


Shakti tersenyum puas, menyambar bibir istrinya yang lagi ngeluarin suara merdu. lidah shakti menerobos. menjelajahi ruang hangat dari bibir istrinya.


" Mmmhh.. enggg " Siapa sih yang nolak kalau paksu ngeluarin jurus andalannya. sekalipun lagi marahan.


sama juga seperti Evelyn. se bar - bar dia kalau berada di Kungkungan suaminya pasti nggak bakal berkutik. Ciuman shakti turun ke bawah. menjelajahi setiap inci kulit Evelyn yang selalu membuatmu candu.


Tok tok tok


" Sialan " berang shakti saat ketukan pintu kamar nya tak kunjung berhenti


Evelyn mendorong tubuh shakti. merapikan pakaiannya dan berjalan menghampiri pintu


" Ckkk " decak Evelyn menatap jengkel wajah songong iqbal dan ifal yang berada di depan pintu


" Siang - siang Ngandang di kamar. enggak jenuh apa ? " tanya iqbal, ketus.


" Gue paling jenuh liat muka lo " Ketus Evelyn


" Shak " Teriak iqbal


" Nggak usah teriak - teriak. disini bukan hutan " Ketus shakti


" Turun yuk ! " Dengan entengnya, iqbal menarik tangan shakti.


" Apaan dah " Kesal shakti saat tangannya di tarik paksa oleh iqbal.


Di ruang utama..sudah ada keluarga besar albuzer. berikut juga dengan hana dan darrel.


Hana nyengir kuda. dan tepat di atas meja ada bayi gendut berusia dua tahun yang lagi mana kardus besar.


" Kok kesini nggak ngomong - ngomong mih ? " Tanya shakti heran.


" Gimana mau ngomong. kamu juga baru sampai kan? " Sahut rini yang sibuk menuang jus di gelas.


Shakti menggaruk sisi kepala. dia heran sama diri sendiri yang nggak menyadari kedatangan mereka. mungkin karena kamarnya kedap suara jadi dia nggak denger ada orang berkunjung.


" Bawa apa han ? " Tanya Evelyn saat hana membuka kardus


" Hah " Evelyn melongo dengan tak elit saat dua teflon berwarna merah muda terpangpang di depan mata.


Shakti terkekeh " Elo emang paling pengertian kalau masalah dapur "


Darrel menggeleng dengan tawa kecil. tangannya terulur untuk mengelus puncak kepala hana " dia paling antusias pas beli perabotan dapur "


Bibir Evelyn mengerucut " Nih kan yang harganya paling seratus ribu dapet tiga. kalau buat masak air penuh malah jebol "


" Hahhaah " gelak tawa menggema di ruangan saat mengingat dimana Evelyn ngomel - ngomel masak daging dengan panci kado dari hana dan sialnya pancinya malah jebol


" Enggak. ini mahal kok soalnya mamih sari yang pilih. jadi aman " Ucap hana meyakinkan


" Jingga " Evelyn mengangkat tubuh jingga, membawanya ke pelukan


" El mana ? " Tanya darrel


" Masih tidur " Sahut Evelyn sembari menimang jingga


" Syukur deh. jadi anak gue aman " Sahut hana


Shakti menaikkan alis " memangnya kenapa ? "


" Anakmu tuh, rusuh banget. masa anak gue di gaplok " sewot hana


Evelyn terkekeh " Itu tandanya dia itu nggak gampang di tindas "


Bibir hana mencebik " Anak lo tuh yang suka nindas "


" Kaya emaknya " Sambung iqbal


" Buah tak jauh dari pohonnya " timpal ifal


Haikal terbahak. dia jadi ngakak kalau ngebayangin kelakuan Evelyn dan el yang memang sebelas dua belas " Nggak perlu tes DNA dong. udah jelas kalau el bibitnya "


" Perlu Lah. Tapi sama si shakti. barangkali itu bukan anaknya " Sahut iqbal


plak


Satu geplakan lolos ke kepala sengklek iqbal


" Anying " umpat iqbal mengusap kepala


" jaga tuh mulut. pengin gue bocorin kalau elo punya sugar mommy ? " sungut Evelyn


Kening yang lainnya mengkerut


" Dihh apaan ? " Ketus iqbal. namun wajahnya berubah memerah dan pias

__ADS_1


" Lu ngendelin mbak angel kan ? " Tuding Evelyn


Iqbal gelagapan " Dih fitnah lo "


Darrel menatap penuh selidik ke arah iqbal


" Mampus " Celetuk haikal diiringi tawa puas


" Ckkk. anak - anak juga udah pada tau " Kekeuh Evelyn


" Pantesan mbak angel pindah ke apart hunian elo. jadi elo ada affair sama mbak angel ? " Bocor ifal


" Wah parah. Tiap malem nih pasti main " Kompor haikal


Sorot mata darrel menajam " Bal " Sentak darrel penuh penekanan


" Jangan dengerin mereka. mereka tuh sesat. cowok alim macam gue nggak bakal unyel - unyel anak orang " Sahut iqbal setenang mungkin


" Di unyel - unyel nggak tuh. hahahah " Sahut ifal dan haikal kompak.


" Sialan " Berang darrel. menggapai kaos iqbal dan menerjang tubuh iqbal seperti macan dan singa.


Alhasil mereka jadi kejar - kejaran. aksi mereka di sambut tawa renyah oleh penghuni ruangan


" Emang bener ? " Tanya rini


Haikal mengangguk antusias


" Orang tiap malem kelon kok mih. aku saksinya " Sahut ifal yakin


Shakti menoyor sisi kepala ifal " itu sih elu sama endelnya re "


" ckkk " Ifal melempar keripik kentang dan itu mengenai hana


" Tai " Kesal hana dengan delikan galak


Mungkin sekitar jam Empat sore. teman - teman dan mamih rini sudah pulang. Evelyn menatap haru bokong mobil yang perlahan melaju pergi beriringan dari kediamannya. tatapan Evelyn tertuju ke perut, dimana tangan kekar suaminya memeluk perutnya dengan erat.


" Kamu seneng nggak " Tanya shakti meletakan dagu di pundak Evelyn


Evelyn mengangguk " Its my dream "


" apa ? " kepala shakti terangkat, wajahnya maju untuk memastikan pendengaran nya nggak salah


" Ih bolot " Evelyn mencubit lengan shakti


" Hahaha " Shakti tertawa. mengecup bertubi - tubi wajah Evelyn.


" Makasih ya. kamu udah mau stay sama aku " shakti memejamkan mata, menghirup dalam - dalam rambut terawat Evelyn.


Evelyn mengelus lengan shakti yang masih berada di perut. tatapannya tertuju ke depan dimana banyak kendaraan berseliweran di jalan raya.


" Nggak ada yang bisa gantiin kamu, honey. kamu selalu jadi yang terbaik buat aku "


÷÷÷


15 Years Later


Elery Gavela Albuzer. Gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai. Matanya coklat. wajahnya tirus dengan dagu berbentuk v tularan dari mommy nya, Evelyn. Rambutnya hitam panjang dan lurus. kulitnya putih dengan lekukan tubuh bak gitar spanyol. Gadis yang biasa di panggil el itu terkenal dengan bebagai Tingkah laku nakalnya. salah satunya ya pagi ini. datang terlambat dan memilih nongkrong di kantin


" Kay " El melambai ke arah kay yang berjalan dengan tumpukan buku di tangan.


Mata kay mendelik mendapati adik sepupunya itu dengan enteng menaikkan satu kaki ke kursi. Kay reflex meletakkan buku di undakan. menghampiri el yang cengar cengir tanpa dosa ngobrol sama Pelangi dan Sulung. teman satu tongkrongannya


" Gue aduin papih shakti baru tau rasa lo " ancam kay


" Ishh " El menabok pantat kay


" Sialan " Berang kay menoyor kepala el


" Lu pingin gue di jemur di trotoar sama pak budi ? " sungut el


Kay mendengus " Makanya jangan telat terus. ayok masuk kelas " Kay menarik tangan el


" Enggak " El menghempas tangan kay


Kay berdecak " El. bentar lagi mau ujian loh "


" Masih lama " Sahut el sembari menggigit molen


" Pak budi bre " Pelangi dan sulung reflek ngumpet di kolong


" Heyy ngapain di kantin ? " Tuding pak budi ke arah dua remaja yang wajahnya jadi pucet dan panik


" Asw " Umpat el. menarik tangan kay


" Eh.. ehh mau kemana kalian ? " Teriak pak budi mengejar langkah el yang lari tunggang langgang


" Kok lu bawa gue sih ? " Protes kay


" Sstt " El membekap mulut kay, menarik kay untuk berjongkok di semak kebon belakang sekolah


" Ckkk " decak kay


Dia nginjek gerombolan semut yang naik ke sepatu hitamnya.


_The End _

__ADS_1


__ADS_2