Bukan Salahku Menjadi Madu

Bukan Salahku Menjadi Madu
eps. 60


__ADS_3

bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring, semua yang berada di kelas berhambur menuju keluar kelas. begitu juga dengan shakti dan Evelyn, tetapi mereka lebih memilih berjalan paling belakang untuk menghindari desak - desakan.


"aku kayaknya nggak lansung pulang ! " celetuk shakti, sembari berjalan di lorong kelas.


Evelyn menghentikan langkah kaki, menoleh ke samping dengan kening mengkerut


" emang mau kemana? " tanya evelyn


" mau ke basecamp. kata iqbal pohon mangganya haikal yang di kebon belakang basecamp udah berbuah. jadi kita mau manen. " terang shakti.


" kamu mau ikut ? " tanya Shakti.


wajah Evelyn berbinar dengan senyum sumringah. cepat, kepalanya mengangguk. " ikut "


Shakti terkekeh, gemas tangannya bergerak mencubit hidung mancung evelyn " tapi belum banyak yang mateng kata haikal"


" kok mau di panen kalau belum pada mateng ? " heran Evelyn.


" mau pada bikin rujak sih, katanya " jelas shakti dengan tangan menarik tangan Evelyn untuk mengekornya.


" pasti seger banget, panas - panas bikin rujak, bikin es juga nggak ? " tanya Evelyn antusias.


shakti mengangguk " iya bikin, mau kemah - kemahan juga di kebon. soalnya besok kan libur "


Evelyn manggut - manggut, sengaja banget memepedkan dadanya dan mempererat gondelan tangan saat berpapasan sama anya.


anya hanya melirik jengah, berjalan mendahului saat seorang cowok yang membawa motor putih bertengger di sisi gerbang menyalakan klakson.


" gue kaya kenal deh " gumam lirih evelyn, namun masih bisa di dengar.


" apa ? " tanya Shakti yang mendengar gumaman Evelyn


Evelyn menuding si pemilik motor " itu, yang boncengin anya "


shakti mengarahkan pandang ke telunjuk Evelyn " oh, Deon. " sahut shakti.


Evelyn tertegun, matanya menatap awas ke arah cowok yang membuka kaca helm dan memberikan kedipan sebelah mata sebelum melesat dari gerbang.


" mau ikut nggak ? " celetuk shakti memecah lamunan Evelyn.


badan yang hendak masuk ke mobil jadi urung. darrel berbalik badan, tangannya kemudian menuding ke dadanya sendiri " gue ? lo ngomong sama gue ? "


" enggak, gue ngomong sama pohon beringin " ketus Shakti mengundang gelak tawa darrel.


" kemana ? " tanya darel seusai menghentikan tawa


" manen mangga haikal " terang shakti


" tapi nginep " imbuh shakti.


" dihh ngapain sih ngajak - ngajak dia " protes Evelyn dengan bibir manyun. gadis itu melayangkan tatapan tak suka ke arah darrel.


" kata haikal suruh ngajak dia " telunjuk shakti dengan dagu ke arah darrel.


" ngapain nginep segala ? " tanya darrel heran. cowok itu tak menghiraukan kekesalan Evelyn.


" mau kemah - kemahan. elo nggak ikut nginep juga nggak papa " sahut shakti


darrel tergelak " busettt, kaya bocah lu "


shakti tertawa kecil " biarin. suka - suka gue "


bibir darrel mencabik " serah lu, tapi gue pulang dulu "


shakti menganggukkan kepala sebagai jawaban. cowok itu menarik motornya dari pepedan beberapa motor temannya.


mungkin sekitar lima belas menit, motor yang shakti bawa berhenti di halaman basecamp.


Evelyn turun dengan di bantu oleh shakti yang memegangi tangannya. setelahnya, mereka berdua berjalan beriringan memasuki basecamp.


÷÷÷


Laura membanting ponselnya ke atas ranjang , bahkan wanita itu sampai meloncat ke kasur, menginjak - injak brutal ponselnya yang menampilkan potret suaminya dengan angel. yang membuatnya lebih meradang lagi adalah, kavian yang memangku adel dengan posesif, bahkan gadis cilik itu bermanja - manja di dalam pelukan suaminya. entah siapa yang mengirimkan foto itu, laura tak tahu.


" sialan ! dasar janda genit. berani - beraninya merayu suamiku " kesalnya sembari menginjak ponsel.


" huh, wanita jelek, tidak tahu malu " sungutnya, menendang ponselnya hingga terlempar ke pintu.


pluk


enggak mengenai pintu tapi malah mengenai kepala kavian.


" laura ! " geram kavian. pria itu berjalan cepat menuju ke ranjang. di tatapnya tajam manik mata istrinya , namun bagi laura itu tak menakutkan sama sekali.


laura melengos dengan dada naik turun. wanita itu memasang wajah jutek dan galak.


" apa - apaan ini ? kenapa ponselnya di lempar ? " tatar kavian.


laura tak menggubris, wanita itu masih bergeming dengan posisi yang sama.


kavian mendengus, mengikis jarak dan menarik dagu istrinya untuk menatap ke arahnya.


" jawab " titahnya dengan nada datar.


laura menepis kasar tangan kavian, beranjak turun dari kasur dan berjalan santai menuju ke meja rias. laura menyambar cream nya dan mengoleskan ke wajahnya sesekali melirik di pantulan cermin rias, dimana suaminya masih menatapnya tajam.


" jawab dulu Pertanyaan ku ya !" sahut laura dengan tangan yang sibuk mengolesi pipi.


" kenapa kamu di restoran nersama angel? apa kamu janjian ? " laura membalik badannya untuk menatap suaminya.


kening kavian mengerut " darimana kamu tau aku dari restoran bersama angel ? "


laura tersenyum sinis " enggak penting tau dari siapa " ketusnya.


kavian menggaruk ujung hidungnya, tangannya beralih merengkuh bahu laura " aku enggak janjian, hanya kebetulan saja bertemu " suara pria itu mulai melembut.


masih kesel sih sama istrinya, tetapi dia nggak pernah bisa marahan lama - lama dengan istri kesayangannya.

__ADS_1


laura menghempaskan tangan kavian dari bahunya saat tangan kekar itu meremas bahunya " enggak percaya "


laura berjalan ke arah ranjang, menghempaskan punggungnya ke kepala ranjang. wanita itu menatap jengkel ke arah suaminya yang terkekeh geli dengan tingkah merajuk istrinya.


" tadi siang ngomel - ngomel sama aku gara gara nggak ijin ketemu client, sekarang malah kamu yang diem - diem nemuin janda gatal itu " dumelnya dengan lirikan judes.


" kamu kenapa sih ? aku tuh sama dia cuma teman, sayang " kilah kavian. pria itu mendudukkan pantat di atas kasur.


" kamu yang kenapa? udah tau dia itu gatal minta di garuk, kamu malah sengaja deket - deket sama dia. aku itu perempuan, jelas tau kalau janda itu titisan nyi Blorong " omel laura membuat kavian terpingkal.


" nggak usah ketawa ! " ketus laura. wanita itu merebahkan badan ke kasur. tangannya bergerak ke bawah, menarik selimut dan menutupi kepalanya.


" ya tuhan " keluh kavian menggaruk sisi kepalanya dengan tawa yang nggak bisa dia hentikan.


kavian lantas merebahkan tubuh nya ke samping laura, mencium dalam - dalam tubuh istrinya yang berada di balik selimut tebal.


" nggak usah sentuh - sentuh, aku lagi marah " jutek nya mendorong tubuh kavian.


kavian tak menggubris, pria itu makin memepedkan tubuh. kata orang, obat mujarab pasangan suami istri lagi ngambek ya olahraga di atas ranjang. beberapa kali dia menerapkan itu dan ya, itu sangat berhasil. kali ini dia juga akan menerapkannya lagi.


" aku nggak pernah ada rasa sedikitpun dengan angel " ucap kavian, tangannya menarik selimut sampai kebawah.


dengan gerakan cepat tangannya sudah merengkuh pinggang ramping istrinya, menarik pinggang itu sampai menabrak juniornya yang sudah menegang.


" kenapa sih, kamu selalu berpikiran buruk dengan angel ? dia wanita yang baik sayang. dia sudah lama menderita. jadi aku sebagai teman nggak ada salahnya dong berbuat baik dengannya " imbuh kavian, mencium dalam - dalam ceruk leher istrinya.


" tapi kebaikan kamu di salah gunakan sama dia, jadinya dia itu baper sama kamu. " kilah laura menoleh kecil ke belakang.


kavian menggeleng " enggak sayang, percaya sama aku. kalaupun dia memang ada pemikiran seperti itu, aku tak mungkin meladeninya. "


laura mendengus, wanita itu membalik badan menjadi telentang, menatap mata suaminya untuk mencari kebohongan. dan seperti biasa, kebohongan itu nggak pernah melekat di mata indah suaminya.


" ngomong - ngomong, kamu dapat dari mana gambar itu ? " tanya kavian setelah sepersekian menit terdiam.


" aku enggak tau, itu dari akun tak di kenal " sahut laura, masih dengan menatap wajah suaminya.


kavian tampak berpikir , " dia mengirimkannya lewat apa ? " pria itu beranjak bangun dari kasur .


" email " sahut laura,


kavian lantas menyambar ponsel laura yang berada di lantai, untung saja masih bisa di aktifkan. jari panjangnya lantas mengotak - atik ponsel itu, lalu berhenti setelah masuk ke aplikasi email. kavian menatap awas akun tersebut dengan kening mengkerut.


" akunnya sama dengan akun penerbit artikel itu " gumam kavian.


" siapa ya ? " gumamnya lagi.


" kenapa? apa ada masalah dengan akun itu ? " tanya laura


" akunnya sama dengan penerbit artikel kemarin " terang kavian, meletakkan ponsel laura ke meja rias.


" mau kemana lagi ? " tanya laura saat kavian melangkahkan kaki.


kavian terkekeh " mau mandi sayang, kenapa, hm ? mau ikut ? " tanya nya dengan senyum setan.


laura memutar bola mata jengah, tangannya bergerak melempar bantal.


dan bantal itu terjatuh ke lantai, karena dengan gesit kavian menghindarinya.


÷÷÷


" pohonnya yang berbuah cuma dua " ucap shakti, mendongak menatap ke atas poho. dimana beberapa biji mangga bergelantungan.


tangan Evelyn mencekal tangan shakti saat cowok itu mendaratkan tangannya di pohon. mau manjat dia.


shakti menoleh dengan kening mengkerut " ada apa ? "


" jangan naik, nanti kalau kamu jatuh gimana ? " sahut Evelyn.


Shakti terkekeh " kalau enggak di panjat, ngambil mangga nya gimana? kan pohonnya tinggi "


" yang lain ajah " Evelyn menarik tangan shakti


ifal dan iqbal memutar bola mata jengah, mencibir tingkah posesif Evelyn yang sudah level akut itu.


" aku biasa manjat kok, sayang " shakti berusaha melepas cekalan tangan Evelyn.


" enggak ! " sentak Evelyn, mengeratkan cengkraman tangannya.


" iya, iya, si paling bucin. jadi berasa gue numpang di negeri orang " celetuk iqbal dan di hadiahi pelototan tajam oleh Evelyn.


haikal terpingkal melihat wajah ngenes iqbal yang mendapat tatapan maut dari Evelyn.


" sekali lagi lo buka mulut, gue sumpel pakek serbet " ancam Evelyn denga. jari menuding.


shakti hanya menggelengkan kepala, tangannya bergerak merengkuh pinggang Evelyn dan membawa gadis itu untuk duduk di kursi kayu.


" iya sayang, aku enggak jadi manjat. kita duduk manis disini "


Evelyn tersipu mendengar kata manis dari shakti, bahkan gadis itu membuang pandangan untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.


" si dewi onar bisa so' im kaya gitu ya ? " bisik iqbal di telinga haikal.


kening haikal mengkerut " apaan, so' im ? "


iqbal berdecak " sok imut " sahutnya dengan nada kesal. mati - matian supaya, suaranya terdengar sepelan mungkin.


haikal menyeriangai iblis.


" ve " panggil haikal.


Evelyn menoleh " apa ? "


" kata iqbal lo sok imut " sahut haikal dengan suara kencang.


iqbal gelagapan, bocah itu spontan menendang pantat haikal " anying "


" beneran nggak, lo ngomong kaya gitu ? " sungut Evelyn menatap Tajam ke arah iqbal.

__ADS_1


" enggak, gue nggak ngomong gitu, si haikal salah denger kali " sahut iqbal, menabok punggung haikal.


Evelyn mendengus, tak menyahuti karena iqbal dan haikal jadi tabok - tabokan.


darrel yang baru datang kini di buat bingung dengan beberapa temannya yang bukannya memanen mangga malah asyik bermain.


di belakang darrel, hana juga baru datang dengan tangan menenteng keranjang.


darrel berdecak, menatap kesal ke arah teman - temannya dan lebih membuatnya kesal lagi adalah Evelyn yang sekarang ini bermanja - manja memeluk shakti dengan posesif.


" katanya mau manen mangga, malah ngapel " sindir nya, melirik julid ke arah shakti dan Evelyn.


" ya udah sana, manjat ! ambil mangga nya " titah Evelyn galak.


darrel melongo dengan tak elitnya, namun detik berikutnya dia membenarkan posisi berdiri, bertingkah layaknya pahlawan berjalan sok cool ke arah pohon.


berikutnya, iqbal dan haikal ikut memanjat pohon yang satunya.


" ve, ini cantik banget mangga nya, mau nggak ? " tanya darrel menunjukkan mangga dengan kulit berwarna sedikit menguning yang berukuran besar dan berbentuk sedikit lonjong


Evelyn mengangguk senang, nyaris berdiri namun di tekan bahunya oleh shakti.


" sini " Shakti mengkode darrel dengan menengadahkan kedua tangan.


pluk


" ishh " gerutu hana.


bukannya tertangkap oleh Shakti, malah terlempar jauh dan mengenai kepala hana.


" elo gimana sih ngelemparnya ? nggak becus " sungut hana dengan melototkan mata.


" gue nggak sengaja " sahut darrel.


" awas lo, kalau kena gue lagi " ancam hana dengan jari menuding


" pede banget lo " sahut darrel dengan tangan sibuk memetik mangga.


pluk


pluk


" aaaa " pekik hana saat dua mangga berukuran besar mengenai kepalanya lagi.


darrel membekap mulut. tangannya bergerak dengan glengan kepala " gue nggak sengaja sumpah "


" TAI Lo,, udah gue bilangin jangan sampe kena kepala gue " omel hana dengan telunjuk menuding darrel di atas pohon.


kesal, hana mengambil batu dan melemparkannya tepat mengenai pantat darrel


" aduh ! " pekik darrel dengan tangan mengusap pantat.


karena tubuh dan tangan enggak fokus, jadilah tubuh darrel limbung.


" aaaaaaa " pekik darrel dan hana saat darrel jatuh dari pohon dan menimpa tubuh hana.


brukkk.


" awwss " ringis hana saat merasakan perih di sikunya.


darrel terjatuh dengan posisi tengkurap sedangkan hana tertimpa tubuh darrel dengan posisi miring.


darrel tertegun, jarak wajahnya dengan bibir hana hanya berkisar satu senti. jakun darrel naik turun saat bibirnya nyaris menyentuh bibir hana.


yang lain yang menyaksikan masih mematung dengan mata melotot lebar. mereka ikut tertegun dengan pemandangan intim di depannya.


setelah tersadar dari kepakuan nya, hana segera mendorong kasar tubuh darrel hingga cowok itu terjelengkang ke belakang. dan sialnya, bokong cowok itu mencium tanah basah.


" Setan " berang hana, mengusap - usap tubuhnya.


" ash " gerutu darrel, mengusap bokongnya yang kotor.


hana, melenggang pergi dengan perasaan kesal, gadis itu membanting keranjang nya yang masih kosong.


ifal dan iqbal terkikik geli saat melihat wajah darrel yang tertekuk. cowok itu masih memandang kesal tubuh hana yang perlahan menghilang di balik pintu belakang basecamp.


setelah sepersekian jam memanen mangga, mereka lantas kembali di sibukkan dengan acara membuat rujak.


hana bertugas mengulek bumbu, sedangkan Evelyn bertugas membuat es buah. para lelaki sendiri sibuk mengiris mangga dan jambu ada juga nanas yang menjadi pelengkap pembuatan rujak itu.


" cabe nya yang banyak han, biar pedes " usul iqbal dan di hadiahi toyoran oleh haikal.


" shakti nggak kuat makan pedes nyet " sahut haikal.


iqbal melirik jengkel ke arah shakti yang tak menggubris sama sekali. bocah itu masih sibuk mencuci buah jambu dan nanas.


" dia nggak usah di kasih rujaknya. dia enggak doyan. Dia cuma doyan ***** "


shakti mendelik, detik berikutnya satu biji jambi mendarat ke kepala iqbal.


" si anying " umpat iqbal dan di hadiahi tamparan di bibir yang mengumpat itu oleh haikal.


" mulut lo harusnya di setrika biar lurus " sungut haikal, menatap kesal ke arah iqbal yang cengengesan tanpa dosa


" ampun kang ustad, khilap.. khilap " iqbal menangkup tangannya di depan dada.


ifal terkekeh " mulut iqbal udah Otomatis kal. jadi dia itu pas bayi seringnya kena umpatan sama mamanya "


kening yang lain mengkerut, mencerna ucapan ifal yang membingungkan.


" ada gitu, yang ngumpatin anaknya ? " tanya hana, heran.


ifal mengangguk " kata mamih, dulu iqbal kalau pipis, mancur ke atas jadi kena ke muka mamanya iqbal, behahahahah " sahutan frontal yang mengundang gelak tawa penghuni kebun.


shakti hanya menggeleng dengan tawa kecil, lalu melirik ke arah Evelyn yang juga tertawa.


melihat tawa yang begitu indah, jelas membuat bunga yang berada di dada shakti jadi bermekaran. enggak cuma ketawa, tapi Evelyn juga terlihat sumringah dan berseri - seri. kelihatan lebih enjoy dan apa adanya.

__ADS_1


dan itu membuat semburat kelegaan di hati Shakti karena gadisnya sudah berangsur menunjukkan perubahan.


__ADS_2