Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 15 Ternyata


__ADS_3

Uhuk


Uhuk


Uhuk


"Sheeeet, ehem, sakit sekali sih ini rasanya, hmmm, sampai kapan aku harus seperti ini?" gumam Misha terlihat menahan sakit setiap urat-urat di dalam tubuhnya bergejolak seperti ada jarum yang berjalan di dalamnya.


Usai seorang perawat memberikannya obat pereda nyeri, Misha pun mendapatkan telpon misterius dari seseorang.


"Nona, tugas kami sudah beres, tolong segera transfer sisanya," ujar suara pria di dalam telpon.


"Aku akan memastikannya dulu," jawab Misha tersenyum sarkas dalam kesendirian.


Ternyata, kecelakaan yang di alami Chana adalah perbuatan Misha. Rasa sakit hati dan cemburu membuatnya kehilangan akal. Ia tidak lagi memikirkan penyakitnya, yang Misha pikirkan, bagaimana Chana dan Asdam mati bersamanya dalam luka yang dalam.


Ziga datang membawakan sebuah pesan dari Nyonya Tirana.


"Misha, apakah kau sudah dengar kabarnya?" tanya Ziga.


"Kabar? kabar apa Ziga?" tanya Misha.


"Adikmu Chana, dia mengalami kecelakaan, dia kecelakaan bersama dengan Alden, adiknya Asdam," jelas Ziga.


"Apa Alden? kok bisa Chana semobil dengan Alden?" tanya Misha heran, sebab sangat sulit untuk orang baru untuk bisa dekat dengan Alden.


Ziga pun menjawab dengan polosnya, " ya, tentu saja, bukankah Alden adik ipar Chana?" ujarnya.


"Alden tidak semudah itu!" jelas Misha masih tidak percaya.


"Kamu tahu dari kalo Chana kecelakaan mobil? bukankah belum ada yang memberi tahu mu?" tanya Ziga penasaran.


"Oh, itu, aku hanya menduga-duga saja," jawab Misha santai, sangat pandai memanipulasi ekspresi wajah. "Apakah lukanya parah?" tanya Misha.


Ziga pun mengangguk mengerti meksipun sebenarnya ada sesuatu yang Ziga rasa aneh.


"Em, tidak, katanya hanya luka ringan saja. Ibu mu belum sempat menjenguk ke rumah sakit karena beliau sedang berada di Malaysia saat ini," jelas Ziga.

__ADS_1


"Begitu?" gumam Misha mengangguk kecewa dalam hati.


"Misha, aku ada pekerjaan, aku akan datang besok pagi karena malam ini aku akan lembur, jaga dirimu baik-baik ya, dokter akan segera melakukan operasi untukmu," ujar Ziga berpamitan pada Misha.


"Hati-hati, ya?" jawab Misha singkat.


"iya!"


......................


Di sisi lain, terlihat Nyonya Beckham dengan panik berjalan cepat menuju ke ruangan Chana dan juga Alden di rawat.


"Chana!? apa yang terjadi padamu!? kamu tahu, hari ini mama akan terbang ke AS, tetapi ketika mama dengar kamu kecelakaan, mama membatalkan penerbangan mama. Apakah kamu baik-baik saja!?" tanya Nyonya Beckham nampak panik melihat Chana yang masih terbaring di ranjang.


Di sisi lain, Alden hanya terdiam karena mamanya sama sekali tidak meliriknya yang juga korban dari kecelakaan ini.


"Mah, Chana baik-baik saja, beruntung karena Chana masih di beri umur panjang," jawab Chana mencoba untuk menenangkan mertuanya.


"Mamah dengar katanya kamu mendatangi sekolah Alden? ngapain sih!? Alden sudah bisa di wakilkan oleh lainnnya, mamah kan sudah katakana jika kamu harus di rumah saja dan jangan kemana-mana, apalagi kerja!" ujar Nyonya Beckham yang tanpa sadar ucapannya telah menampar hati Alden..


Mendengar mertuanya berkata tajam seperti itu, Chana pun merasa tidak enak dengan Alden, bahkan Chana pun merasa ikut sakit seperti yang apa yang Alden rasakan.


"Sudah! mamah tidak ingin mendengar apapun. Beruntung dokter mengatakan jika rahim mu baik-baik saja dan tidak terluka. Jika kamu sampai terluka dan tidak bisa hamil bagaimana coba!" ujar Nyonya Beckham dengan nada kesal.


Chana pun tidak dapat mengeluarkan kata-kata lagi. Bukan karena kehabisan kata, namun Chana merasa jika menjawab setiap ucapan Mama Beckham hanya akan mempersulit dirinya sendiri dan juga hanya akan melukai hati Alden yang sedari tadi hanya duduk dan terdiam di atas ranjangnya.


"Alden?" panggil Mama Beckham.


"Hem?" jawab Alden singkat.


"Mamah harap besok kau tidak manja lagi, ya? Jika orang tua mu tidak dapat hadir, jangan kamu paksa orang lain untuk menggantinya. Mamahkan sudah menyuruh pak Harto, jika kamu ada acara di sekolah, maka dialah yang akan mewakilinya," ujar Nyonya Beckham dengan tegas menuduh Alden, jika ia lah yang sudah memaksa Chana.


Chana yang mendengar itu pun berusaha untuk menjawabnya dan membantu Alden, namun belum ia mengeluarkan suara, tiba-tiba saja Alden menjawab dengan cepat.


"Baik, mah!" jawabnya singkat.


Nyonya Beckham pun hanya mendengus kesal dan menggelengkan kepalanya kepada Alden.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kata dokter bagaimana?" tanya Nyonya Beckham.


"Hari ini kita boleh pulang, mah," jawab Chana dengan nada lesu.


"Ya sudah kalo begitu, mamah akan siapkan mobilnya. Hmm, kalian ini sudah membuat mamah panik saja," ucap Nyonya Beckham sambil berjalan keluar.


Sekarang hanya menyisakan dua orang di ruang rawat. Chana menatap Alden yang terlihat menundukkan kepalanya. Chana menggeret tiang infus dan mendekati Alden yang terlihat diam dan tertunduk.


"Adik ipar, kamu jangan ambil hati perkataan mamah, ya? Aku janji, aku akan selalu ada untukmu," ujar Chana mencoba untuk memberikan dukungan pada Alden.


Alden pun hanya diam membisu tidak mengatakan sepatah katapun. Tidak tahu apa yang sedang Alden pikirkan saat ini, namun diamnya membuat Chana merasa sedih dan prihatin.


......................


Singkat cerita kini Chana dan juga Alden telah sampai di rumah bersama dengan Nyonya Beckham.


"Chana, kau langsung masuk ke kamar dan Istirahat, ya? Mamah akan meminta pelayan untuk membuat mu makanan yang sehat," ujar Nyonya Beckham.


"Baik, mah." Chana pun berjalan ke arah kamar.


Sedangkan Alden pun hanya berdiri kaku di samping Nyonya Beckham. Entah apa yang Nyonya Beckham katakan kepada Alden, Chana hanya bisa melihatnya dari atas.


Setelah beberapa saat, akhirnya Nyonya Beckham membiarkan Alden masuk ke dalam kamarnya.


Chana menunggu Alden di dekat pintu kamarnya, Chana sangat penasaran apa yang Nyonya Beckham katakan padanya.


"Alden, mamah tadi ngomong apa?" tanya Chana to the poin.


"Kak, istirahatlah, aku juga hanya ingin istirahat," jawab Alden tersenyum pada Chana dan meninggalkannya masuk ke dalam kamar.


Melihat senyum Alden, Chana pun merasa sedikit lega dalam hatinya. Chana takut jika perkataan mamahnya akan membuat Alden kembali kesal dan marah padanya.


Chana pun berjalan dan masuk ke dalam kamarnya, ketika kamar di buka, Chana pun kaget karena di dalam sudah ada Asdam yang menunggunya.


Dia? kok ada di rumah? bukannya katanya dia sedang akan keluar kota!? batin Chana bertanya-tanya.


Asdam pun duduk dan menatap Chana seolah-olah dia sudah menunggunya beribu-ribu tahun lamanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


(Jangan lupa like dan komen ya:)


__ADS_2