Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 48, Sadar part2


__ADS_3

Terlihat Nyonya Beckham dan tuan Paulo berjalan dengan lancar keluar dari kantor polisi. Asdam telah mencabut laporannya dan masalah sudah di tanda tangani secara damai.


Asal ada uang, masalah apapun akan beres sekilat itu juga.


Kini Nyonya Beckham dan tuan Paulo akan ke perusahaan untuk mengadakan sebuah pertemuan untuk membersihkan keributan yang sudah Asdam buat.


Di dalam mobil, terlihat Asdam hanya murung dan tidak bersemangat untuk bernafas.


Merasa ingat sesuatu, Nyonya Beckham pun memegang tangan Asdam dengan tersenyum. "sayang, di mana Chana sekarang?" tanya Nyonya Beckham yang belum tahu jika kini Chana sudah tidak ada di sisi mereka. "Mamah turut bahagia dengan kehamilan Chana. Semoga saja calon penerus Marquez tumbuh dengan baik di janin Chana," lanjutnya.


"Mah, Chana tidak jadi hamil," jawab Asdam dengan lesu. Karena Asdam ingat jika saat USG, dokter tidak melihat apa-apa.


"Loh, hamil kok!" jawab Nyonya kekeuh sambil menunjukan gambar hasil testpacknya Chana yang di kirim oleh dokter.


Melihat itu, Asdam pun semakin syok tidak karuan.


"Mah, ja-jadi Chana hamil!?" tanya Asdam merasa seperti orang hilang akal sekarang.


"Iya sayang, emangnya Chana gak ngomong sama kamu?" tanya Nyonya Beckham.


"Mah, saat di rumah sakit, Asdam belum lihat asil tesnya, dan Asdam sudah menerima telpon dari Misha. Jadi, Asdam belum tidak sempat bertanya karena Asdam sudah sangat marah saat itu. Mah, Chana sekarang tidak tahu ada di mana dia? Bagaimana ini, mah!?" ujar Asdam panik. Antara bahagia dan menyesal, rasa keduanya ingin membuat Asdam lompat ke dasar laut.


"Ya ampun Asdaaaam.. Kamu kok bisa seceroboh ini, sih! Ih, mamah kesel deh sama kamu kalo kaya gini! Chana sedang hamil, loh! mamah tidak akan mengampuni kamu jika sampai terjadi apa-apa dengan Chana, ingat itu!" ujar Nyonya Beckham merasa sangat marah dengan tindakan Asdam yang gegabah.


"Asdam, cepat kamu suruh anak buahmu untuk mencari keberadaan Chana. Papah memaafkan kamu banyak hal, termasuk kelakuan kamu yang sudah buat mamah dan papah malu. Tetapi, papah tidak akan memaafkan kamu jika sampai calon cucuku kenapa-kenapa!" ancam Tuan Paulo yang sedari tadi menyimak.


"I-iya pah, Asdam akan telpon sekertaris Rein, eh, tapi -" Asdam terdiam, ketika dia mengingat jika sekertaris Rein sedang koma gara-gara dirinya.


"Kenapa sama Sekertaris Rein!?" tanya Nyonya Beckham mendelik ke arah Asdam.

__ADS_1


"Maaf, mah, sekertaris Rein koma gara-gara Asdam," jawab Asdam tertunduk.


"Ya ampuuuuuuun .... kamu sekarang sudah berani jadi anak berandalan, ya! udah jago bergaya meninju anak orang!?" Nyonya Beckham terlihat sangat kesal setengah mati dengan kelakuan Asdam.


"Maaf, mah, Asdam hilaf," jawab Asdam.


Nyonya Beckham pun hanya terdiam dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Nyonya Beckham ingin segera mencari keberadaan Chana secepatnya juga.


...****************...


Sebuah tangan terlihat dengan lembut memoles wajahnya sendiri. Ini adalah hari pertama kali sejak Misha sadar koma berdandan.


Kedatangan Asdam membuat Misha kembali bersemangat. Misha ingin bersolek karena dia tidak mau terlihat menyedihkan di depan Asdam.


"Sus, tolong bantu aku carikan dres yang bagus, ya?" ucap Misha meminta tolong suster untuk membantu dirinya.


"Ziga!?"


"Hallo, Zig? apa kabar?" tanya Misha dengan suara yang sangat bahagia.


"Misha, di mana Chana sekarang? Aku telpon Tante Tirana dia tidak tahu, aku telpon Nomnom dia tidak tahu!? Misha, aku tidak akan pernah mau melihat wajahmu lagi jika sampai terjadi apa-apa dengan Chana!" tukas Ziga dengan tegas.


Terlihat raut wajah Misha pun kembali betek mendengar pertanyaan Ziga.


"Ziga, harusnya aku yang marah sama kamu karena kamu sudah ikut adil membohongi aku. Kamu jahat tau gak, tapi sekarang kamu lebih membela anak itu!" jawab Misha kesal.


"Situasi berbeda, Misha. Chana terpaksa dan di ancam, sedangkan kamu, plis jangan pikirkan ego kamu. Aku juga berkorban banyak, tetapi aku tidak menggila demi orang-orang yang aku cintai agar bisa bahagia dan hidup tentram di luar sana. Misha, pikirkan dulu penyakit kamu, baru kamu cari cinta kamu!" ucap Ziga.


Misha pun kembali mendung mendengar ucapan Ziga.

__ADS_1


"Ziga, apakah wanita berpenyakitan seperti aku ini tidak pantas bahagia?" tanya Misha.


"Sekarang aku tanya, apakah kamu bisa membahagiakan orang-orang di sekitar kamu dengan penyakit yang kamu bawa. Orang di sekitar kamu peduli, bukan karena mereka cinta sama kamu, tetapi karena mereka kasihan sama kamu!" ujar Ziga dengan lantak agar Misha sadar.


Tidak tahan dengan hinaan Ziga, Misha pun mematikan panggilan dan memblokir nomor Ziga. Misha masih tidak terima dengan hinaan yang Ziga lontarkan kepadanya.


"Kamu salah Ziga. Asdam datang padaku, karena cinta kami saling merindu. Asdam mencintaiku, dia tidak semerta-merta kasihan padaku! lancang sekali mulutmu, Ziga!" umpat Misha dengan geram.


"Kak Misha, apakah anda ingin memakai yang ini?" tanya Suster membawakan beberapa pakaian di tangannya.


Misha mendelik melihat baju yang suster bawakan untuknya. Misha pun mengambil baju-baju itu dan melemparkannya ke lantai.


"Apa kamu sengaja ingin mengejekku, HAH! Baju jelek kaya gitu apa pantas di tubuhku. Kamu sengaja ya milih baju jelek agar aku terlihat lebih jelek, HAH!" bentak Misha membabi-buta. Suster pun hanya bisa menundukkan kepalanya heran dengan sikap Misha yang tiba-tiba.


Belum suster menjawab, Misha membawa kursi roda ke dalam menuju ke kasur. Misha hanya tidur kali ini.


Melihat pasiennya kesulitan untuk naik, suster yang sabar ini mencoba untuk membantu.


"Kak, mari saya bantu?"


"TIDAK USAH! KELUAR KAMU SEKARANG!" bentak Misha dan kesal.


Suster pun hanya bisa terdiam dan meninggalkan Misha seorang diri.


"Dasar, sudah penyakitan, sok cantik lagi! bukannya tobat dan menenangkan diri agar cepat sembuh malah setres di buat sendiri. Mati gue sukurin juga Lo!" umpat Suster ketika sudah berada di luar kamar.


Sedangkan Misha, ia menangis sesenggukan ketika ia menelpon Asdam berulang kali, tetapi tidak di angkat oleh Asdam. Dan pesan singkat pun hanya di baca, tapi tidak balas.


Misha semakin drop kembali jika mengingat semua perkataan Ziga dan juga sikap Asdam yang seperti ini padanya.

__ADS_1


__ADS_2