Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Ketegangan dan kehangatan


__ADS_3

Sebuah kertas jatuh dari tangan yang sudah terlihat mulai mengeriput. Nyonya Beckham tidak kuasa menahan airnya matanya lagi karena ia merasa benar-benar sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Hasil dari tes DNA telah keluar dan menunjukan jika ibunya Ziga benar dia adalah anak dari almarhum kakek Marquez.


ibunya Ziga yang penasaran pun langsung mengambil kertas yang jatuh ke lantai dengan perasaan penuh keraguan.


Ketika Ibunya Ziga melihat hasilnya 100%, ia pun langsung menutup mulutnya karena ia juga tidak menyangka jika hasilnya akan seperti ini.


Jadi, selama ini keluarga yang membesarkannya adalah orang lainnya yang telah menolongnya. "Mengapa, mengapa mereka tidak pernah mengatakan yang sebenarnya kepada ku?" gumam Bianca merasa kecewa.


"Bianca, oh tuhan, akhirnya aku menemukanmu..!?" Nyonya Beckham pun langsung memeluk sang adik yang selama telah hilang.


Bu Bianca pun membalas pelukan hangat sang kakak yang selama ini tidak ia ketahui.


Karena ibu Bianca terlalu kecil ketika kecelakaan, di tambah bisa jadi ia mengalami hilang ingatan, jadi selama ini ibu Bianca tidak pernah menyadari kejanggalan lainnya yang terjadi di keluarganya.


Di sisi lain, terlihat Asdam yang baru pulang dari kerja di tengah larut malam..


Jam di dinding menunjukan waktu jam 2 dini hari.


Asdam benar-benar terlihat sangat berantakan. Ia menghabiskan waktu untuk minum di sebuah bar.


Asdam bener-benar gila dengan apa yang sudah menimpa rumah tangganya dan juga masalah baru yang ada di keluarganya.


Melihat istrinya membela musuhnya, dan keluarganya malah menganggap jika si musuh ada bagian dari keluarga Marquez, membuat Asdam bener-benar gila di buatnya.


Asdam melihat sang istri yang sedang tertidur lelap. Melihat Chana memeluk guling, entah mengapa Asdam jadi kembali terbayang-bayang ketika Chana memeluk Ziga ketika mereka tidur bersama.


Sejauh ini pikiran Asdam bener-benar kacau. Ia tidak bisa mencerna segala hal tentang apa yang sedang terjadi.


Asdam mengepalkan tangannya ketika melihat istrinya tidur memeluk bantal, rasanya Asdam ingin mengambil bantal guling itu dan membantingnya.


Chana tiba-tiba membuka matanya. Ia merasa jika dirinya sedang di perhatikan. Chana menoleh ke belakangnya dan melihat Asdam yang sedang berdiri menatapnya.


"Asdam, kamu sudah pulang?"tanya Chana yang langsung menyambut kepulangan sang suami. "Mau mandi, gak? aku siapin air hangat ya?" ujar Chana.


"Tidurlah kembali, aku tidak butuh apapun." jawab Asdam yang langsung pergi begitu saja ke arah kamar mandi tanpa menghiraukan Chana. Lagi-lagi, Asdam memasang wajah acuh tak acuh.


Chana hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Chana hanya berharap, agar waktu bisa membantu Asdam mengerti.


Di sisi lain, Sekertaris Rein mengajak Nomnom untuk tinggal di apartemennya. Meskipun Nomnom menolak, namun sekertaris Rein tetap memaksanya.


Nomnom tidak bisa memejamkan matanya. Ia serasa gila karena aroma tubuh Sekertaris Rein menyatu pada bantal yang ia gunakan.


Aroma itu mengingatkan Nomnom tentang siang tadi. Bagaimana manisnya bibir sekertaris Rein ketika menyapa bibirnya.


Nomnom benar-benar di buat gila ketika mengingat sekertaris Rein ingin menikahinya..


"Aaaaaaa.... oh, my lady lady lady... Apakah ini yang namanya cinta. Kebaikan apa yang berbuat di masa lalu tuhan, sehingga saat ini kau kirim pangeran tampan seperti Sekertaris Rein untukku."


Nomnom terlihat guling-gulingan di kasur.


Sekertaris Rein yang tidur di sofa terlihat tidak bisa memejamkan matanya dan hanya memandangi langit-langit plafon apartemennya.


Sekertaris Rein merasa gila karena harus menahan gejolak di dalam dirinya. Betapa kini Sekertaris Rein tergila-gila oleh pesona seorang Nomnom.


Wanita yang pernah Sekertaris Rein pandang sebelah mata, kini ia benar-benar menyatu dengan hatinya. Kebaikan, ketulusan hati dan kepolosannya mampu membuat sekertaris Rein tidak bisa untuk tidak memikirkannya.


Tiba-tiba saja, apartemen Sekertaris Rein mati lampu. Entah mengapa, ini sangat jarang sekali terjadi. Sepertinya ada korsleting listrik.


"Aaaa...! sontak Nomnom pun Langsung berteriak karena ketakutan.


Sekertaris Rein yang mendengar teriakan pun langsung berlari ke kamar dan menghampiri Nomnom.


Sekertaris Rein menghidupkan lampu pada ponselnya dan mengarahkannya ke kepada Nomnom.

__ADS_1


"Hay, kamu baik-baik saja? tunggu sebentar, lampunya pasti akan segera hidup kembali," ujar sekertaris Rein yang langsung memeluk Nomnom.


"A-aku tadi hanya kaget aja. Kau gak apa-apa," jawab Nomnom gugup. Bagaimana tidak, kini Sekertaris Rein terlihat sangat sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Nomnom yang nampak memerah bak kepiting rebus.


"Sekertaris Rein, kamu terlalu dekat?" ujar Nomnom yang langsung menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu pergi. Apakah kamu tidak tahu, aku sangat ketakutan ketika kamu berpamitan untuk pergi. Aku berusaha untuk mencapai dunia yang sangat sulit untuk aku daki. Apakah kamu tidak tahu, betapa aku selama itu berusaha untuk bangun dan memelukmu." ujar Sekertaris Rein dengan tulus.


Nomnom pun langsung menatap wajah Sekertaris Rein dan menelan salivanya dengan susah. "Sekertaris Rein, ka-kamu, kamu mendengar semuanya?" tanya Nomnom kaget, karena selama ini curhatannya terdengar oleh sekertaris Rein.


Sekertaris Rein tersenyum tampan melihat ekspresi wajah Nomnom yang sangat menggemaskan sekali.


Melihat senyum Sekertaris Rein, Nomnom pun semakin gila di buatnya karena salting tidak karuan.


"Iiiii... aku malu sekali....!" ujar Nomnom yang langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Bertepatan dengan itu, lampu pun kembali menyala. Sekertaris Rein akhirnya dapat melihat dengan sempurna wajah malu-malu yang sangat mempesona.


"Kamu berhasil?" ujar sekertaris Rein.


Mendengar itu, Nomnom pun langsung membuka matanya dan melihat jika lampu sudah menyala.


"Apa?" tanya Nomnom yang tidak mengerti dengan ucapan Sekertaris Rein.


"Kamu berhasil mengecilkannya badan mu. Selamat." ucap Sekertaris Rein memberi penghargaan atas kerja keras Nomnom.


"Ini tidak mudah," jawab Nomnom.


"Aku tahu, tetapi pada akhirnya kamu berhasil. Tapi jika boleh berpendapat, aku sangat suka dengan tubuhmu yang gembul. Karena tubuh mu itu, kamu dapat membopong ku dengan begitu mudahnya," ujar Sekertaris Rein.


"Eh! jangan salah ya sekertaris Rein, sampai sekarang pun tetap kuat kok gendong kamu!" ujar Nomnom merasa tertantang. Ia merasa, meskipun tubuhnya sudah mulai mengecil, namun kekuatannya masih sangat super sekali.


"Benarkah?" tanya sekertaris Rein penasaran.


"Diam di situ, aku akan membuktikannya!" ujar Nomnom yang langsung membopong sekertaris Rein bagaimana layaknya sang pangeran yang membopong sang putri. Namun ini kebalikannya.


Sekali angkat, Nomnom dengan mudahnya membopong Sekertaris Rein yang tinggi dan botot. Jelas, ini tidak akan mudah bagi wanita yang tidak biasa mengangkat beban berat.


Setelah merasa cukup, Nomnom meletakan kembali sekertaris Rein ke atas kasur. Namun sengaja atau tidak, sekertaris Rein mengalungkan tangannya ke leher Nomnom sehingga Nomnom terjatuh ke dada Sekertaris Rein.


Sekertaris Rein yang sudah tak tahan sejak awal pun langsung memainkan aksinya. Sekertaris Rein langsung memeluk Nomnom membuat Nomnom tidak bisa bangun dari dada Sekertaris Rein.


"Sekertaris Rein, lepaskan!" ujar Nomnom.


Sekertaris Rein tidak banyak kata-kata, ia langsung memutarkan keadaan dan membalikan posisi menjadi Nomnom berada di bawahnya dan kini sekertaris Rein berada di atas.


Jantung Nomnom berdegup sangat kencang melihat wajah gairah yang sekertaris Rein pancarkan. Ekspresi wajah Sekertaris Rein bener-benar sangat menggoda membuat Nomnom tidak berdaya.


Perlahan tapi pasti, Sekertaris Rein langsung mengecup seksi Nomnom dengan lembut. Terlihat Rein tidak sabaran dan menyalurkan hasratnya dengan lembut menuntun Nomnom memainkan irama yang ia ciptakan.


Nomnom yang sekertaris Rein kira adalah wanita polos-los, ternyata ia sangat pandai membalas permainan.


Nomnom mengambil alih permainan dan ia kini berada di atas.


Sekertaris Rein tersenyum melihat kelihaian sang pujaan. Meskipun ia sedikit kaget, namun ia merasa bangga dengan kemampuannya yang serba bisa.


"Sekertaris Rein, maafkan aku jika bisa memuaskan mu." ujar Nomnom mengedipkan matanya dengan genit. "kamulah yang memulainya." lanjutnya yang langsung mencium sekertaris Rein.


Di dalam hati Sekertaris Rein tertawa merasa lucu dengan tingkah Nomnom yang membuat nya semakin yakin untuk menikahinya.


Tidak terasa beberapa menit berlalu begitu saja. Kini Sekertaris Rein dan Nomnom merebahkan tubuh mereka dan menutupnya dengan selimut.


"Aku tidak percaya kau sangat pandai. Masih Virgin tetapi sudah lihai?" ujar Sekertaris Rein.


"Masih Virgin tapikan aku gak polos-polos juga kali. Umurku sudah mau 30 tahun." ujar Nomnom malu-malu.

__ADS_1


"Pernah mengintip siapa?" tanya Sekertaris Rein bergurau.


"Iiiih... amit-amit ngintip orang, enak aja!" sahut Nomnom tidak terima di tuduh seperti itu.


"Terus?" tanya sekertaris Rein yang masih penasaran.


"Gak sengaja nemu aplikasi hijau." jawab Nomnom yang langsung menutup wajahnya dengan selimut.


"Oh ..hohoho...!" Sekertaris Rein tertawa. "Bagaimana, milikku gak kalah besarnya kan?" tanya sekertaris Rein semakin membuat Nomnom jatuh ke dasar rasa malu tak bertepi.


"Iiiiiiiiiiiiiiih, udah ah, aku mau tidur!" ujar Nomnom yang langsung membelakangi sekertaris Rein. "Ingat, jangan lupa nikahi aku segera. Aku akan menjadikan mu serpihan tulang jika berani kabur dari tanggung jawab!" lanjutnya mengingatkan Sekertaris Rein.


Sekertaris Rein mengerti dan langsung merangkul Nomnom dari belakang dan mengecup hangat pundak Nomnom.


"Kamu tidak perlu khawatir. secepatnya aku akan menikahi mu." ujar Sekertaris Rein yang langsung membenamkan wajahnya ke rambut panjang milik Nomnom.


Nomnom pun akhirnya dapat tidur dengan nyenyak malam ini. Suasana sangat romantis membuat Nomnom tidak akan pernah melupakan malam ini sepanjang umurnya.


......................


......................


Pagi ini, terlihat Nyonya Beckham masih setia berada di rumah sakit untuk menemani adiknya yang sedang menjaga Ziga.


Sudah 2 hari Nyonya Beckham belum pulang sejak di temunya Chana.


Melihat Ziga yang sudah siuman, Nyonya Beckham dengan lembut memberi tahu Ziga ia adalah ponakannya.


Setelah Nyonya Beckham bertelepon dengan Chana perihal sikap Ziga. Nyonya Beckham semakin yakin jika ia akan mencabut tuntunannya kepada Ziga.


Ziga tertawa di dalam hati mengetahui semua ini. Keberuntungan tidak akan lari pada orang yang beruntung.


Tidak di penjara, malah ia mengetahui jika ia adalah bagian dari keluarga Marquez dan juga, ia sangat senang karena Chana masih membelanya sampai detik ini.


Meskipun wajahnya babak belur gara-gara Asdam, tetapi tetap saja pemenangnya adalah dirinya.


Ziga masih belum dapat berbicara karena rahangnya yang hampir patah. Namun ia bisa menyalurkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Nyonya Beckham dengan matanya.


......................


Di sisi lain, Asdam yang tidak sengaja menguping pembicaraan Chana dan ibunya di telpon pun lagi-lagi di buat sangat kesal sekali.


"Bela terus sampai aku ada alasan untuk melenyapkannya!" ujar Asdam memergoki Chana yang baru saja telponan dengan ibunya.


"Asdam?" Chana pun kaget. "Asdam, aku mohon, mengertilah. Ziga memang tidak pernah berbuat kasar padaku!" jelas Chana.


"Iya kah? lalu apa yang dia lakukan, memperlakukanmu dengan lembut, dengan penuh hasrat, dengan kehangatan. Haruskah aku menerima perbuatan mesum kalian!?" sindir Asdam yang merasa terbakar oleh api cemburu.


"Asdam, bahkan dia juga tidak pernah menyentuh ku. Dia hanya menyayangi ku sebagai mana dulu. Dia tahu batas-batasan seseorang yang tidak ada ikatan pernikahan!" jelas Chana.


"Benarkah? batasan mana saja yang pernah kalian langgar ketika berpacaran? Ini!?" tunjuk Bibir. "atau ini!?" unjuk pipi. "Atau ini!?" ujuk kening, pipi dan leher lalu dadanya Chana.


"Stop Asdam!".Chana bener-benar sangat sakit hati dengan tuduhan yang Asdam lontarkan. "Iya, dia hanya mengecup kening ku saja, tidak lebih. Seperti yang dia lakukan ketika kami berpacaran, PUAS KAMU MENUDUH KU SEPERTI PELA CUR!" sahut Chana marah dan meninggalkan Asdam begitu saja.


Sentakan Chana membuat Asdam terdiam sejenak. Asdam sadar jika ia sudah kelewatan menuduh istrinya sampai seperti ini.


Asdam langsung bergegas menyusul sang istri ke kamar. Terlihat Chana sesegukan menangis karena kesal dengan sikap Asdam yang sulit untuk di mengerti.


"Hey!?" sapa Asdam yang mengelus rambut Chana dengan lembut. "Maafkan, aku, sungguh aku tidak bermaksud menghinamu. Aku percaya padamu, hanya saja, aku tidak percaya dengan pria itu." lanjutnya menjelaskan.


"Sungguh, aku dan dia tidak pernah melakukan hal-hal di luar batas!" sahut Chana kesal.


"Iya- iya, aku percaya padamu. Maafkan aku, ya?" Asdam pun langsung memeluk Chana dengan sangat erat. Asdam tidak akan lagi membahas perihal ini. Cukup kesalnya kepada Ziga ia yang tahu, Asdam bener-benar tidak bisa melukai istrinya lagi dengan sikap atau pun perkataannya.


Meksipun Chana merasa sakit hati, namun ia sedikit senang dengan Asdam yang sudah mau membuka pikirannya kembali. Meksipun harus berkorban perasaan lagi, namun Chana berharap, jika kedepannya hubungan mereka baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2